(Minghui.org) Wanita berusia 57 tahun di Kabupaten Fuping, Provinsi Hebei, berulang kali mengalami pelecehan karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Setelah memeras uang sebesar 8.000 yuan dari Duan Jianhua pada 17 Juli 2026, polisi mengancamnya agar tidak menceritakan hal itu kepada praktisi Falun Gong lainnya ataupun melaporkan kejadian tersebut ke Minghui.org. Mereka berkata kepadanya, "Anda adalah praktisi kultivasi spiritual. Anda seharusnya bersyukur kami tidak menangkap Anda."
Rincian Gangguan Terbaru
Petugas Li Yongjin dan Li Xuewen dari Kantor Keamanan Domestik Kabupaten Fuping menerobos masuk ke rumah Duan pada 17 Juli 2026. Li Yongjin berkata, "Akhirnya saya menemukanmu." Dia mengancam akan memborgol Duan dan menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun kepadanya.
Duan menolak untuk mengalah dan mengingatkan petugas bahwa kebebasan keyakinannya dilindungi oleh Konstitusi.
Petugas Li Xuewen memotong perkataannya seraya berkata, "Tidak perlu membicarakan hal itu dengan kami. Serahkan saja 100.000 yuan kepada kami."
Ketika Duan mengatakan bahwa dia tidak memiliki pekerjaan dan tinggal seorang diri, Li Yongjin berkata, "Jika Anda tidak punya uangnya, serahkan saja sertifikat rumah Anda kepada kami."
Duan berkata, “Saya tidak punya rumah ini. Ini rumah sewaan.”
Li Yongjin tidak menyerah dan berkata kepadanya, “Hubungi putrimu. Dia pasti bisa mengumpulkan uangnya.”
Duan menjelaskan bahwa putrinya hanya berpenghasilan 3.000 yuan sebulan dan tidak memiliki sisa uang setelah membayar sewa serta biaya kebutuhan hidup sehari-hari.
Petugas Li Yongjin melontarkan kata-kata kasar kepada Duan, melarangnya berbicara, dan mengancam akan menangkapnya.
Polisi tetap berada di sana selama beberapa jam. Mereka tidak mengizinkan Duan pergi dan terus mengikutinya saat dia hendak menggunakan kamar kecil.
Mereka juga menggeledah rumah Duan dan menyita lebih dari 400 buku Falun Gong, 100 eksemplar Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis, lebih dari 10 foto pendiri Falun Gong, tiga komputer, sembilan pencetak (printer), 13 kartrid, 14 kardus kertas fotokopi, dua alat pemotong kertas, satu mesin laminasi, delapan alat penjilid buku, serta barang-barang pribadi.
Petugas akhirnya pergi setelah memeras 8.000 yuan dari Duan. Dia menantang mereka: “Saya mencari nafkah dengan mendaur ulang sampah. Sudah berapa banyak uang yang kalian peras dari saya selama bertahun-tahun ini? Tidakkah kalian merasa bersalah menghabiskan uang saya?”
Penganiayaan di Masa Lalu
Ini bukan pertama kali Duan dianiaya karena keyakinannya.
Polisi menggeledah rumahnya pada 31 Maret 2017 dan menyita buku-buku Falun Gong, printer, serta komputernya, yang secara keseluruhan bernilai lebih dari 20.000 yuan. Dia melarikan diri melalui jendela belakang dan terpaksa hidup jauh dari rumah selama berminggu-minggu.
Gao Fengxian, kepala Kantor 610 setempat, bersama lebih dari 10 petugas menerobos masuk ke rumah Duan pada 12 Mei 2017. Mereka menggeledah rumah tersebut dan menyita sejumlah besar barang pribadi. Dia ditahan dan dipaksa menyerahkan uang lebih dari 50.000 yuan.
Pengadilan menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar 2.000 yuan kepada Duan pada 5 Februari 2018. Setelah dibebaskan, dia terus-menerus diganggu oleh polisi. Pengadilan menyita dana sebesar 2.050 yuan dari rekening banknya untuk membayar denda tersebut.
Pada 16 Juli 2025, petugas Zhang Shijie mengikuti Duan ke rumah ibunya, di sana, dia menyita uang tunai sejumlah beberapa ratus yuan (termasuk uang kertas senilai 500 yuan yang memuat informasi tentang Falun Gong) serta materi-materi Falun Gong darinya. Mereka juga menggeledah rumah ibunya.
Duan kembali ditangkap pada 18 Juli 2025. Mereka menyita materi Falun Gong serta uang tunai sejumlah beberapa ratus yuan yang dibawanya. Dia juga didenda sebesar 2.000 yuan.
Petugas Zhang Shijie menerobos masuk ke rumah Duan pada 15 April 2026 dan menyita uang sebesar 1.000 yuan. Dia juga mengancam akan menjebloskan Duan ke penjara.

Petugas Li Yonjin

Petugas Li Xuewen
Laporan Terkait:
Suami Mengajukan Tuntutan terhadap Penangkapan Ilegal Istri di Baoding, Provinsi Hebei
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org