(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa sebelum tanggal 20 Juli 1999, dan kini saya berusia 71 tahun. Dulu saya menderita berbagai penyakit, termasuk saraf terjepit, migrain, infeksi telinga tengah, dan batu saluran kemih. Kondisi saraf terjepit itu sangat melumpuhkan aktivitas, dan cara berjalan menjadi tidak seimbang, pincang.

Saya ingat saat berusia 41 tahun; setelah pulang dari rumah sakit, saya hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak mampu bergerak. Putra saya yang berada di luar rumah sesekali kembali untuk membantu membalikkan posisi tubuh saya, sedangkan suami saya harus mengurus seluruh pekerjaan rumah tangga. Saya menjadi beban bagi keluarga. Setelah saya mulai berlatih Dafa, Guru Li memurnikan tubuh saya; saya pun terbebas sepenuhnya dari penyakit serta merasa ringan dan penuh energi.

Putra Keponakan Kami

Saat itu musim dingin tahun 2013. Keponakan laki-laki suami saya (putra dari adik laki-lakinya dan istrinya) baru saja dikaruniai seorang bayi laki-laki, dan seluruh keluarga sangat bahagia. Namun, hanya beberapa hari kemudian, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada bayi itu.

Mereka membawanya ke rumah sakit kabupaten. Ketika rumah sakit kabupaten tidak dapat menanganinya, mereka pergi ke rumah sakit kota. Saat rumah sakit kota menyatakan tidak mempu menangani, mereka pergi ke rumah sakit provinsi, namun para dokter di sana hanya menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa bayi itu tidak akan bertahan lama.

Itu adalah kabar yang sangat memilukan! Keluarga tidak punya pilihan selain membawa pulang bayi yang bahkan belum genap berusia satu bulan. Karena tidak sanggup melihat bayinya meninggal dunia, ibunya menitipkan bayinya kepada adik ipar untuk dirawat.

Begitu mendengar kabar tersebut, saya membawa sebuah amulet Dafa dan pergi ke rumah adik ipar saya. Saya mendapati nenek si bayi (ipar perempuan saya) sedang sangat terpukul. Pada saat dia bertemu saya, dia memohon, "Apakah ada cara bagi kakak agar bayi ini selamat?"

Saya berkata kepadanya: "Pasangkan amulet Dafa ini pada bayi itu dan ucapkan, 'Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik.' Mohonlah bantuan Guru Li!" Dia setuju.

Dua hari kemudian, tangan dan kaki bayi itu menjadi dingin, dan mulutnya mulai menguap, namun ipar perempuan saya tetap teguh dan terus melafalkan “Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik."

Dua minggu kemudian, ipar perempuan saya datang dengan berlari ke rumah saya dengan penuh sukacita untuk mengabarkan bahwa cucunya telah pulih dan sudah bisa makan kembali. Saya berkata kepadanya: "Adik harus berterima kasih kepada Guru Li!" Dia mengangguk berulang kali. Ibu anak itu pun sangat gembira dan membawa anaknya pulang. Anak laki-laki itu kini berusia 11 tahun dan dalam keadaan sehat walafiat.

Peristiwa ini cukup menggemparkan desa kami, dan oleh karenanya banyak orang jadi mengerti akan fakta kebenaran Falun Dafa. Secara khusus, seluruh keluarga besar kami sangat berterima kasih kepada Guru karena telah menyelamatkan hidup anak tersebut.

Perubahan pada Menantu Perempuan

Saya memiliki dua orang putra. Putra sulung tinggal di rumah, sedangkan putra bungsu pergi merantau untuk menempuh pendidikan dan kemudian bekerja. Menantu perempuan sulung memercayai kebohongan yang disebarkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), sehingga setiap kali saya menceritakan tentang kebaikan Dafa, dia menolak mendengarkan.

Suatu kali, cucu laki-laki saya duduk meditasi di hadapannya, yang membuatnya sangat marah. Dia mendatangi saya dengan sangat marah sambil berkata: "Mereka [PKT] telah melarang latihan ini. Mengapa ibu masih melakukannya dan bahkan mengajarkan kepada anak saya? Jangan lagi mengurus anak saya!"

Dia membawa anak laki-laki itu dan kembali ke rumah orang tuanya, mengancam akan menceraikan putra saya. Awalnya saya marah, namun kemudian saya mengingatkan diri sendiri bahwa saya adalah seorang praktisi Dafa dan menyadari bahwa saya belum menangani situasi tersebut dengan baik. Saya dan suami membawa beberapa hadiah lalu pergi mengunjungi keluarga besan untuk meminta maaf. Barulah setelah itu menantu perempuan saya bersedia kembali ke rumah.

Setelah dia kembali, saya tidak lagi diminta menjaga cucu laki-laki; namun, mereka kemudian mendesak kami untuk membuatkan rumah terpisah agar mereka bisa pindah. Mereka terus mengungkit-ungkit besarnya biaya pendidikan anak bungsu kami dan menuduh kami pilih kasih, sehingga kami harus membangun rumah baru bagi mereka.

Saat itu kondisi keuangan kami sedang sulit, jadi kami terpaksa meminjam uang dari kerabat untuk membiayai pembangunan tersebut. Namun, setelah rumah itu selesai dibangun, bahkan sebelum mereka sempat menempatinya barang sehari pun, pada tahun berikutnya mereka memutuskan ingin membeli apartemen saja. Saya dan suami menyerahkan seluruh tabungan kami sebesar 30.000 yuan kepada menantu perempuan kami, dan barulah dia merasa puas.

Akan tetapi, suami saya sangat marah dan berkata: "Kami tidak akan pernah lagi mencampuri urusan mereka!" Saya pun terkadang merasa hal itu tidak adil, namun dengan mencari ke dalam prinsip-prinsip yang diajarkan Guru, saya mampu melepaskan perasaan tersebut. Melihat betapa sibuknya anak dan menantu saya dengan pekerjaan mereka, saya sering membuatkan makanan untuk mereka. Setiap kali saya kembali, suami saya pasti akan memarahi saya.

Suatu hari, menantu perempuan datang menemui saya sambil menangis. Anak dari adik laki-lakinya jatuh sakit parah dan telah dibawa ke rumah sakit provinsi; dia tidak tahu harus berbuat apa. Saya berkata: "Kamu ingat apa yang terjadi pada cucu pamanmu, bukan? Ini ada amulet Dafa. Bawalah dan pakaikan pada keponakanmu. Seluruh keluarga sebaiknya melafalkan 'Falun Dafa baik – Zhen, Sham, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik' dan mohon pertolongan kepada Guru."

Dia menerima amulet itu lalu pergi. Beberapa hari kemudian, dia memberi tahu saya bahwa keponakannya sudah melewati masa kritis. Sejak saat itu, dia tidak pernah lagi menentang saya berlatih Dafa; kini dia memanggil saya "Ibu" dengan penuh kasih sayang dan sering membelikan saya pakaian.