(Minghui.org) Pada 22 Agustus, praktisi melakukan pawai melintasi pusat kota London untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai Falun Gong dan penindasan yang terus berlangsung oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Banyak warga yang menyaksikan menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya kekejaman tersebut, dan beberapa di antaranya menyatakan akan menyebarluaskan informasi ini.

Pawai panjang tersebut dimulai dari depan Kedutaan Besar Tiongkok; praktisi memperagakan latihan, memainkan genderang pinggang, serta membawa spanduk yang menjelaskan tentang Falun Gong maupun penganiayaan yang terjadi. Salah satu bagian dari pawai menginformasikan masyarakat mengenai gerakan "Mundur dari PKT", sementara tim praktisi menampilkan pertunjukan barongsai sebagai bentuk apresiasi bagi lebih dari 400 juta warga Tiongkok yang telah menyatakan mundur dari PKT.

Pemandangan praktisi berpakaian putih yang membawa foto rekan-rekan praktisi yang meninggal akibat penganiayaan menjadi terasa sangat mengharukan. Sepanjang rute pawai, mereka menarik perhatian banyak warga dan wisatawan yang berhenti untuk menyaksikan, mengambil foto atau video, serta menerima brosur yang dibagikan oleh praktisi.

Praktisi Falun Gong berpawai di pusat kota London pada 22 Agustus 2026. (Minghui.org)

Setelah pawai berakhir di Trafalgar Square, praktisi memainkan genderang pinggang, melakukan latihan bersama, dan mengadakan rapat umum. Banyak pejalan kaki berhenti untuk mendengarkan, berbicara dengan praktisi, serta menandatangani petisi untuk mengakhiri penganiayaan.

Praktisi mengadakan di Trafalgar Square untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai Falun Gong dan penganiayaan yang terjadi. (Minghui.org)

“Para Korbannya adalah Orang-Orang Seperti Saya”

Mahmoud (paling kiri) dan Momena (kedua dari kiri) terkejut mendengar tentang penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. (Minghui.org)

Dua perempuan muda asal Inggris merasa terkejut dan sedih saat mendengar kabar tentang penindasan terhadap praktisi Falun Gong.

Momena, yang akan mulai kuliah pada bulan September, berpendapat bahwa pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi karena sedikit orang yang mengetahuinya. Ia berkata, "Sungguh luar biasa anda hadir di sini untuk memberi tahu kami tentang apa yang sedang terjadi." Ia juga menyatakan akan membagikan informasi yang telah ia peroleh kepada lebih banyak orang.

Temannya, Mahmoud, juga merasa sangat tergerak. Setelah mendengar tentang praktik pengambilan organ secara paksa yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), ia berkata, "Para korbannya adalah orang-orang seperti saya—bisa saja itu saya sendiri atau anggota keluarga saya. Ini sungguh kejam." Ia mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyebarluaskan informasi ini kepada lebih banyak orang. "Di belahan dunia mana pun, pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah harus dikecam," ujarnya.

Rasa Damai dan Tenang

Sim (paling kiri) mengatakan bahwa pawai tersebut luar biasa. (Minghui.org)

Sim, yang bekerja di bidang keuangan di Inggris, sedang melintasi lokasi acara bersama orang tuanya yang sedang mengunjunginya.

Ia mengatakan sangat menyukai cara pawai tersebut diselenggarakan dan menyebut bahwa kegiatan itu mempererat kebersamaan komunitas. Ia melihat peserta berasal dari berbagai kelompok etnis dan terkesan dengan suasana yang damai. Ia berkomentar bahwa acara itu “tidak hanya sangat indah, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan kedamaian di tempat ini.”

Warga London: Tetaplah Berani dan Kuat

Jane Sweeney (kanan) menyemangati praktisi Falun Gong untuk melanjutkan upaya mereka. (Minghui.org)

Jane Sweeney, seorang warga London, mengatakan bahwa ia baru saja mengetahui tentang pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, termasuk pengambilan organ secara paksa.

Menghadapi informasi yang mengejutkan ini, ia menyatakan solidaritasnya terhadap praktisi Falun Gong dan masyarakat Tiongkok, serta ingin memberikan semangat kepada mereka: “Tetaplah berani dan kuat, maka rezim itu akan gemetar ketakutan.”

Pensiunan Penilai Klaim Asuransi: Kekejaman Ini Harus Dihentikan

Peggy, yang pernah bekerja di bidang asuransi penerbangan dan kelautan sebelum pensiun, mengatakan bahwa pawai tersebut berlangsung sangat damai.

Ia merasa sedih mendengar penindasan terhadap praktisi Falun Gong dan pengambilan organ secara paksa. Ia berulang kali mengatakan bahwa hal itu "sangat menyedihkan", "benar-benar mengejutkan", dan "semua ini harus dihentikan", serta menyatakan dukungannya sepenuhnya terhadap prinsip-prinsip Falun Gong, Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar).

Peggy sangat tertarik saat mendengar bahwa Falun Dafa menawarkan kelas gratis di berbagai wilayah Inggris maupun secara daring. Ia menyebutkan bahwa salah satu tetangganya sedang belajar bahasa Mandarin, dan ia dengan senang hati akan membagikan informasi tersebut kepada tetangganya itu.

Pemilik Bisnis: Pengambilan Organ Secara Paksa adalah Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Saat Lucy, seorang pemilik bisnis, menandatangani petisi untuk mengakhiri penganiayaan, ia berkata, "Siapa pun yang berupaya mengambil organ secara paksa dari orang lain telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan."

Ia berpendapat bahwa karena masyarakat Tiongkok cenderung tertutup, orang Barat terkadang sulit memahami sepenuhnya situasi yang terjadi di sana; oleh karena itu, sangatlah penting bagi praktisi untuk terus memberitahu orang-orang tentang penganiayaan ini dan meningkatkan kesadaran publik. Ia merasa senang bisa turut membantu.

Lucy sangat mendukung prinsip-prinsip Falun Gong, Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar). Ia mengatakan bahwa banyak orang di Inggris tertarik pada meditasi dan merasa bahwa berlatih Falun Gong dapat membantu orang menjadi lebih rileks serta lebih belas kasih.