(Minghui.org) Seorang pria berusia 54 tahun di Kota Lechang, Provinsi Guangdong, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena berlatih Falun Gong, demikian yang baru-baru ini diketahui oleh Minghui.org.
Liang Jianjun, seorang guru sekolah kejuruan, ditangkap bersama istrinya, Cao Liping, 50 tahun, yang juga berlatih Falun Gong, pada pertengahan bulan Juli 2025. Tidak jelas kapan Liang diadili dan dijatuhi hukuman. Ia masih ditahan di Pusat Penahanan Kota Lechang pada saat laporan ini dibuat.

Liang Jianjun
Cao menjalani persidangan pada tanggal 16 Desember 2025, dan status kasusnya masih belum diketahui. Saat ini ia ditahan di Pusat Penahanan Kota Shaoguan. Shaoguan mengawasi Lechang.
Penganiayaan di Masa Lalu
Ini bukan kali pertama pasangan ini menjadi sasaran karena keyakinan mereka. Liang sebelumnya ditangkap pada tanggal 25 Mei 2017, dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada tanggal 7 November 2018. Cao ditangkap pada tanggal 13 April 2018, dan dibawa ke pusat pencucian otak ketika ia berusaha membebaskan suaminya. Putri mereka yang saat itu berusia 11 tahun dibawa kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Yizhang, Provinsi Hunan.
Terletak di Distrik Sanshui, Kota Foshan, Provinsi Guangdong, pusat pencucian otak tempat Cao ditahan juga dikenal sebagai “Pusat Pendidikan Hukum Provinsi Guangdong.” Laporan sebelumnya telah merinci penganiayaan terhadap Cao dan praktisi Falun Gong lainnya yang ditahan di sana. Artikel ini memberikan beberapa detail tambahan.
Cao diawasi sepanjang waktu, bahkan saat ia menggunakan kamar kecil. Seorang petugas perempuan bernama Zhang Meilian mengeluhkan bau aneh di sel Cao dan mengatakan bahwa bau itu akan hilang jika ia bersedia melepaskan keyakinannya.
Cao tetap teguh pada keyakinannya dan menghadapi ancaman hukuman penjara serta kekerasan. Para penjaga di pusat pencucian otak memperlakukannya dengan kasar, yang menyebabkan Cao mengalami tekanan hebat. Mereka kemudian mengklaim bahwa ia menderita gangguan jiwa. Penjaga Yan (nomor lencana 4470031) melontarkan caci maki serta memfitnah Falun Gong dan pengacara pembelanya.
Para penjaga mencampurkan obat-obatan yang tidak diketahui jenisnya ke dalam makanan Cao. Ia mengalami hilang ingatan dan menjadi linglung. Setelah Cao dibebaskan (tanggal tidak diketahui), butuh waktu sangat lama baginya untuk mengingat kembali apa yang dialaminya di pusat pencucian otak tersebut.
Karena Cao tetap teguh pada keyakinannya, para penjaga mengancam akan “menyusahkan” putri dan saudara laki-lakinya. Khawatir akan keselamatan orang-orang yang dicintainya, bertentangan dengan kehendak hatinya, ia pun menulis pernyataan untuk melepaskan keyakinannya.
Pada tanggal 24 Mei 2018, Dokter Yang di pusat pencucian otak memerintahkan Cao untuk menjalani pemeriksaan darah. Ketika Cao menolak, Yang mengatakan bahwa mata dan wajahnya menunjukkan tanda-tanda gagal ginjal. Saat ia kembali menolak, seorang tahanan memegang tangannya agar Yang bisa mengambil sampel darahnya. Yang kemudian mengirimkan sampel darah tersebut ke Guangzhou (ibu kota Provinsi Guangdong) untuk diperiksa. Setengah bulan kemudian, Yang memberi tahu Cao bahwa hasil tesnya baik dan berjanji bahwa ia bisa mendapatkan salinannya saat dibebaskan nanti. Namun, Yang tidak pernah memberikan hasil tes tersebut kepadanya.
Dokter lain yang bermarga Huang juga kerap mendesak Cao untuk menjalani pemeriksaan fisik. Ia menolak, namun seorang petugas jaga bermarga Ke (nomor lencana 4470023) menyatakan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan. Ia pun menjalani pemeriksaan pada tanggal 4 Juli 2018, dan belakangan Huang memberitahunya bahwa ia mengidap tumor ovarium jinak.
Huang memberi tahu keluarga Cao bahwa ia menderita tumor ovarium akibat berlatih Falun Gong dan tumor tersebut berkembang menjadi kanker. Saudara perempuan dan ibu kandungnya merasa khawatir, namun ibu mertuanya tidak memercayai pernyataan Huang, karena ia tahu bahwa Cao pernah sembuh dari gagal ginjal berkat latihan Falun Gong bertahun-tahun sebelumnya.
Tidak diketahui secara pasti kapan Cao dibebaskan dari pusat pencucian otak tersebut. Ia kembali ditangkap pada tanggal 25 April 2021 dan ditahan di Rumah Tahanan Kota Shaoguan hingga tanggal 10 Juni pada tahun yang sama.
Laporan Terkait:
Falun Gong Practitioners Tortured in Guangdong Province "Legal Education Center"
Keluarga Praktisi Menggugat Pejabat atas Masa Hukuman Penjara Lima Tahunnya
Istri Ditangkap karena Mencari Keadilan untuk Suami yang Dipenjara
Keajaiban Medis yang Dibawa oleh Falun Dafa (Bagian 10): Yang Lurus akan Menang
Young Daughter Longs for Father's Release, Her Mother Urges Judge to Make Their Family Whole Again
Wife and Daughter Barred from Attending Guangdong Man’s Trial, While Strangers Fill Gallery
Provinsi Guangdong: Guru Dipaksa Melakukan Kerja Keras di Pusat Penahanan
Wife Intimidated for Requesting Husband's Release from Detention
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org