(Minghui.org) Praktisi Falun Gong mengadakan nyala lilin dekat Konsulat Tiongkok di New York pada malam hari tanggal 20 Juli 2026, untuk mengenang praktisi yang telah kehilangan nyawa mereka dalam penganiayaan selama 27 tahun oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Praktisi bermeditasi, mengumpulkan tanda tangan petisi, dan membagikan brosur untuk meningkatkan kesadaran serta menyerukan diakhirinya penganiayaan. Banyak orang menyuarakan dukungan terhadap aksi damai yang dilakukan praktisi dan mengecam penganiayaan tersebut.

Praktisi mengadakan nyala lilin di dekat Konsulat Tiongkok untuk mengenang praktisi yang kehilangan nyawa dalam penganiayaan selama 27 tahun. (Minghui.org) 

Rapat Umum Mengecam Penganiayaan

Rapat umum diadakan sebelum nyala lilin, dan sejumlah pembicara menyuarakan dukungan mereka. Martha Flores-Vazquez, Pemimpin Distrik Majelis Negara Bagian New York, menyebut praktisi sebagai “teladan” bagi seluruh masyarakat. Dia berkata, “Saya dengan senang hati mendukung dan mengecam tindakan yang dilakukan oleh Partai Komunis. Tidak ada tempat di New York City atau di seluruh dunia untuk hal-hal seperti itu. Itu sungguh mengerikan.”

Pemimpim Distrik Majelis Negara Bagian New York  Martha Flores-Vazquez berbicara pada rapat umum. (The Epoch Times)

Praktisi yang dianiaya di Tiongkok juga berbicara. Zheng dari Provinsi Shandong mengatakan bahwa dia ditangkap secara ilegal oleh PKT pada 2008 dan kemudian dijatuhi hukuman tujuh tahun. Dia ditahan di kantor polisi, pusat penahanan, dan akhirnya dipindahkan ke Penjara Provinsi Shandong. Dia mengalami berbagai bentuk penyiksaan, termasuk pemukulan dan kurang tidur. Setelah menyelesaikan hukumannya, dia kembali ditahan secara ilegal. Dia berkata, “Tujuh tahun penahanan, penyiksaan, dan kurang tidur dalam jangka panjang tidak mengubah keyakinan saya terhadap Dafa.”

Penganiayaan Ini Harus Dihentikan

Lilian Lohdi dari Boston berbagi pandangannya tentang Falun Gong. Dia berkata, “Latihan ini membawa kebaikan, ketulusan, dah gaya hidup yang sehat serta seimbang. Hal ini membantu orang tetap kuat dan positif.” “Saya tidak dapat membayangkan mengapa ada orang yang ingin menghentikan hal seindah ini, mencegah orang-orang di seluruh dunia untuk mendapat manfaatnya.”

Ini adalah pertama kalinya dia melihat acara yang diadakan oleh praktisi Falun Gong dan mengatakan dia tertarik oleh pemandangan yang damai serta gerakan latihan praktisi yang lembut dan menenangkan. Dia memperhatikan mereka ketika berada di seberang jalan dan memutuskan untuk mempelajari lebih lanjut. Dia berkata, “Gerakan mereka memikat saya.”

Lohdi berkata, “Sungguh luar biasa bagaimana kalian bersatu bersama untuk memberitahu orang-orang apa yang sedang terjadi.” Dia berkata akan membantu mengungkap penganiayaan tersebut dengan memberitahu orang-orang.

“Setiap dari kita memiliki posisi penting dalam alam semesta ini. Tidak seorangpun berhak menghalangi anda untuk menjadi kekuatan positif di dunia ini, karena justru itulah apa yang dunia kita butuhkan,” ucapnya.

“Kita Membutuhkan Lebih Banyak Hal Indah Seperti Ini”

Live streamer dan blogger Angel Rodriguez mengatakan, “Meskipun ribuan orang telah dianiaya, disiksa, dipukuli, dan bahkan dibunuh, setidaknya saat ini, kita masih berdiri disini, dan kalian masih terus bertahan. Meskipun ada orang-orang yang berusaha menghentikan kalian, melihat bahwa kalian masih tetap bertahan disini membuat saya bahagia.”

Angel Rodriguez (Minghui.org)

Dia berkata, “Membawa konsep-konsep indah ini ke Manhattan adalah satu hal yang paling indah. Kita membutuhkan lebih banyak hal-hal indah seperti ini.”

Rodriguez sependapat dengan praktisi yang menggunakan cara damai untuk mengungkap penganiayaan, seperti pawai, rapat umum, dan nyala lilin. “Ini adalah cara yang benar. Anda tidak boleh melawan kekerasan dengan kekerasan,” ucapnya. “Kami sungguh peduli dengan negara-negara lain dan apa yang terjadi disana. Kami mendukung orang-orang yang berada dalam posisi lemah dan diperlakukan tidak adil. Kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang adil.”

Berbicara tentang prinsip-prinsip Falun Gong yaitu Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar), dia mengatakan, “Konsep-konsep ini indah. Sejujurnya, kita juga membutuhkan ‘Sejati, Baik, Sabar’ disini. Ini adalah keyakinan luar biasa dan penuh keadilan.” Dia mengatakan bahwa masyarakat saat ini masih membutuhkan orang-orang yang menjunjung tinggi keyakinan spiritual, karena hal itu juga berdampak pada anak-anak dan generasi masa depan.

“Media Benar-benar Perlu Memberitakan Apa Yang Terjadi”

Manajer gedung Tino Pat mengatakan penganiayaan oleh PKT terhadap Falun Gong tidak hanya merugikan kehidupan, namun juga menghancurkan budaya tradisional. “Falun Gong adalah tentang tradisi, namun penganiayaan ini menghancurkan tradisi,” ucapnya. “Hal ini bukan hanya merupakan ketidakadilan terhadap karakter dan hak asasi manusia, namun juga ketidakadilan terhadap budaya.

“Menurut saya media benar-benar harus memberitakan apa yang sedang terjadi. Karena jika kehidupan orang-orang terancam dan masalah ini terus berlanjut, tindakan harus diambil.

“Seharusnya lebih banyak media yang memberitakan masalah ini, karena penganiayaan ini tidak manusiawi.

“PKT tidak mengizinkan orang-orang untuk berpikir mandiri atau berpikir dengan cara mereka sendiri. Ini tidak adil.” Dia mengatakan orang-orang akan mengakui serta mendukung Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar), “karena orang-orang mendambakan ketulusan, kebaikan, kesabaran, serta belas kasih.

“Merupakan suatu bentuk keberanian untuk terus menempuh cara-cara damai saat sedang dianiaya dan disiksa. “Diantara orang-orang yang saya kenal, tidak banyak orang yang mampu memperjuangkan hal-hal yang mereka yakini tanpa menggunakan cara-cara kekerasan.

“Ada keindahan yang menyentuh di dalamnya,” merujuk pada konsistensi praktisi dalam menggunakan metode aksi damai di dunia saat ini yang kerap mendorong pembalasan dan serangan balik. “Frankly mengutarakan, karena itu, media seharusnya terus memberitakan hal ini.” ucapnya, “Penganiayaan yang berlangsung selama ini sungguh terlalu lama. Ini tidak adil.”