(Minghui.org) Praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Konsulat Tiongkok di Perth pada 12 Juli 2026, untuk menyerukan diakhirinya penganiayaan yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama 27 tahun.

Aksi damai di depan Konsulat Tiongkok di Perth (Minghui.org)

Jason Moir, seorang pelatih pribadi yang telah berlatih Falun Dafa selama 16 tahun, ikut serta dalam rapat umum di depan Konsulat Tiongkok di East Perth.

Jason Moir di rapat umum (Minghui.org)

Dalam menyampaikan pemahamannya tentang signifikansi 20 Juli dan maknanya bagi dunia, Jason berkata, “Perlawanan yang ditunjukkan oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok dalam menghadapi penganiayaan yang brutal dan berdarah menunjukkan keberanian dan pengorbanan luar biasa yang dapat kita semua cita-citakan. Ada kontras di mana partai komunis akan melakukan segala kejahatan untuk mempertahankan kendali dan kepentingan dirinya sendiri, sementara praktisi di Tiongkok mampu mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi apa yang mereka yakini—prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar).”

Di luar Tiongkok, kita hanya bisa melakukan yang terbaik untuk memberi tahu masyarakat dunia tentang kekejaman penganiayaan tersebut. Skala dan tingkat keparahannya belum pernah terjadi sebelumnya dan seharusnya tidak pernah dibiarkan terjadi atau berlanjut. Ini harus segera diakhiri.”

Membiarkan penganiayaan terhadap praktisi Falun Dafa di Tiongkok terus berlanjut menciptakan preseden yang tidak sehat secara global. Ini menunjukkan bahwa kita dapat menerima untuk hidup di dunia di mana rezim dapat menyiksa dan membunuh warganya sendiri tanpa konsekuensi. Begitu kita mencapai tingkat apatis di mana kita dapat menerima hal-hal tersebut, karena terjadi di negara lain, saya percaya itu kemudian menjadi cerminan buruk dari karakter kita sendiri.”

Sikap acuh tak acuh terhadap penganiayaan karena terjadi di luar negeri juga bisa didasarkan pada asumsi yang salah bahwa hal itu terjadi di negara komunis dan tidak mungkin terjadi di negara non-komunis. Saya sangat yakin bahwa orang-orang akan semakin menyadari bahwa PKT tidak hanya ingin menguasai Tiongkok, tetapi juga ingin dan sudah menjalankan kendali atas negara-negara Barat saat ini.”

Jika kita melihat sejarah komunisme dan keadaan saat ini, kita dapat melihat ciri-ciri sosialis dan komunis yang kuat di seluruh negara-negara Barat saat ini. Jadi saya percaya bahwa selama PKT dibiarkan lolos dari penganiayaan ini, itu juga merupakan ancaman besar bagi kebebasan berbicara dan berkeyakinan yang masih kita miliki di Barat. Jika kita tidak berpegang teguh pada nilai-nilai kita di luar negara-negara komunis, kita pasti akan berada di bawah kendalinya. Komunisme adalah ancaman mematikan di dunia ini.”

Kita Semua Berhak Mendapatkan Kehidupan yang Damai

Fernando Campaz (kedua dari kanan) (Minghui.org)

Fernando Campaz dari Kolombia berhenti dan berfoto bersama para praktisi untuk menunjukkan dukungannya. Ia mengecam penganiayaan yang dilakukan oleh PKT, dengan mengatakan, “Kita semua berhak atas kehidupan yang damai. Kita semua berasal dari budaya yang berbeda dan dari negara yang berbeda. Kita perlu menunjukkan kepada dunia siapa kita dan apa yang kita yakini. Kita perlu menghentikan penganiayaan ini sekarang juga.”

Beberapa praktisi melakukan latihan di jalan pejalan kaki di pusat kota Perth untuk meningkatkan kesadaran akan penganiayaan.

Dunia Membutuhkan Kebaikan dan Nilai-Nilai Tradisional

Sophie Antonio (Minghui.org)

Sophie Antonio melewati stan tersebut dan berbicara dengan seorang praktisi. Ia setuju bahwa Falun Dafa dan Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar) adalah hal yang baik. Ia berkata, “Penganiayaan itu sangat salah. Dunia membutuhkan kebaikan dan nilai-nilai tradisional.”

Dua orang yang lewat dan berhenti sejenak mengecam penganiayaan yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap praktisi Falun Dafa di Tiongkok selama 27 tahun. Salah seorang wanita berkata, “Sang Pencipta menciptakan segalanya, dan semuanya sudah teratur, dan itulah yang seharusnya kita ikuti.”