(Minghui.org)
Nama: He Yun/贺云
Jenis Kelamin: Perempuan
Usia: 59 tahun
Kota: Tianjin
Provinsi: Tidak Tersedia
Pekerjaan: Tidak Diketahui
Tanggal Kematian: 8 Agustus 2026
Tanggal Penangkapan Terakhir: 26 Januari 2021
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Wanita Tianjin
Seorang wanita berusia 59 tahun di Tianjin meninggal pada tanggal 8 Agustus 2026, kurang dari setahun setelah ia menyelesaikan hukuman penjara selama 4,5 tahun karena keyakinannya pada Falun Gong.
He Yun mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1995. Kesehatannya segera membaik, dan masalah perutnya yang serius menghilang. Menyaksikan hal ini, suaminya, Zhao Huaquan, juga mulai berlatih Falun Gong.
Setelah rezim komunis Tiongkok memulai penganiayaan nasional terhadap Falun Gong pada tahun 1999, pasangan tersebut tetap teguh pada keyakinan mereka dan berulang kali menjadi sasaran. Zhao dijatuhi hukuman tujuh tahun pada Februari 2001. Ia mengalami penyiksaan brutal dan juga dipecat oleh majikannya. Kesehatannya menurun selama bertahun-tahun, dan ia meninggal pada November 2014 pada usia 49 tahun.
Sebelum menjalani hukuman penjara terakhirnya, He pernah dijatuhi hukuman penjara empat tahun pada Februari 2001 dan hukuman enam tahun pada Oktober 2007.
Penangkapan dan Hukuman Penjara Terakhir
He terakhir kali ditangkap pada 26 Januari 2021, saat bekerja di sebuah toko bakpao. Polisi membawanya ke rumahnya dan menggerebeknya. Ia kemudian dimasukkan ke Pusat Penahanan Distrik Beichen tak lama setelah itu.
Meskipun polisi awalnya mengatakan kepada putra He bahwa mereka hanya akan menahannya selama tiga hari, mereka tetap menahannya dan menyerahkan kasusnya ke Kejaksaan Distrik Beichen.
He didakwa pada waktu yang tidak diketahui. Keluarganya tidak diberi tahu tentang status kasusnya. Ia dijatuhi hukuman empat setengah tahun oleh Pengadilan Distrik Beichen pada tanggal 1 Juli 2022.
Disiksa di Penjara
Saat menjalani hukuman penjara ketiganya di Penjara Wanita Tianjin, He hanya diberi satu roti kukus untuk setiap kali makan. Tidak ada sayuran, daging, atau acar. Terkadang rotinya kering, jadi dia harus membuang pinggirannya dan hanya memakan bagian tengahnya.
Ia kelaparan, tetapi para penjaga tetap memaksanya berdiri selama 18 jam sehari, dari jam 5 pagi hingga 11 malam. Sementara itu, para narapidana terus memerintahkannya untuk menulis pernyataan yang berisi melepaskan dan mencela Falun Gong.
Di tengah teriknya musim panas, sipir melarang He mandi dan kemudian memerintahkan para narapidana untuk menghinanya secara verbal ketika ia berbau tidak sedap.
Para penjaga juga memerintahkan He untuk menghina Falun Gong dan pendirinya sebelum menggunakan kamar mandi. Dia dipaksa untuk menahan buang air kecil dan mulai mengeluarkan darah dalam urinenya.
Pada tanggal 8 Juni 2024, narapidana Li Ming memasukan botol air beku ke mulut He selama enam jam. Setelahnya He mengalami sakit perut selama berbulan-bulan.
Para penjaga menulis kata-kata yang menghina Falun Gong di pakaian dalam, kursi, dan gelas air milik He untuk membuatnya kesal.
Karena He menolak untuk melepaskan Falun Gong, para penjaga memaksa narapidana lain untuk juga mengikuti sesi cuci otak dan duduk di bangku kecil selama berjam-jam untuk menghasut mereka membencinya.
Untuk menutupi apa yang telah mereka lakukan padanya, sebelum dia dibebaskan, para penjaga memaksanya untuk menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa baik para narapidana maupun para penjaga tidak menyiksa atau menganiayanya.
Kesehatan He rusak parah dan ia mengalami trauma mental selama masa penahanannya. Ia tidak pernah pulih setelah dibebaskan pada Juli 2025. Ia kemudian menderita kanker rahim dan meninggal pada 8 Agustus 2026.
Laporan terkait:
59-Year-Old Tianjin Woman Tortured During a 4.5-Year Prison Term for Her Faith in Falun Gong
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org