(Minghui.org) Saya berusia 80 tahun dan mulai berlatih Falun Dafa (yang juga dikenal sebagai Falun Gong) pada tahun 1997. Setelah membaca Zhuan Falun untuk pertama kalinya, hati saya terasa ringan, dan saya menyadari bahwa Falun Dafa adalah latihan kultivasi tingkat tinggi dari aliran Buddha, bukan sekadar qigong biasa untuk mencapai tubuh yang sehat.
Sejak mulai berlatih Dafa, saya rutin melakukan latihan gerakan dan belajar Fa setiap hari. Saya mengikuti prinsip-prinsip latihan ini—Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) serta meningkatkan Xinxing dan menaikkan taraf kultivasi saya. Tanpa disadari, saya terbebas dari penyakit dan tampak lebih awet muda dengan rona pipi yang segar.
Saya sangat tersentuh oleh Falun Dafa yang luar biasa mendalam ini, serta memahami bahwa tujuan kultivasi adalah kembali ke jati diri yang asli. Setelah menyaksikan perubahan luar biasa pada diri saya, teman-teman dan keluarga saya pun terinspirasi untuk mulai berlatih Falun Dafa dan turut merasakan manfaatnya.
Saya sangat berterima kasih kepada Guru Li dan satu-satunya cara untuk membalas budi Guru adalah dengan menjaga diri saya sesuai standar yang tinggi, membuktikan Dafa, serta membantu menyelamatkan lebih banyak orang. Saya ingin berbagi beberapa kisah terkait hal ini.
Kapten Polisi: “Benar sekali. Setiap kalimatnya penuh dengan kebaikan dan belas kasih.”
Ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai menganiaya Falun Dafa pada bulan Juli 1999, kantor polisi di dekat tempat latihan saya memanggil saya untuk dimintai keterangan. Saya pergi tanpa ragu, karena saya tahu Falun Dafa adalah jalan yang lurus, dan saya merasa bertanggung jawab untuk mengklarifikasi fakta serta membuktikan kebenaran Fa.
Saya menceritakan pengalaman pribadi saya sebelum dan sesudah berlatih Dafa: bagaimana kondisi saya berubah dari yang tadinya sesak napas saat menaiki tangga menjadi merasa tubuh terasa ringan; saya juga bercerita bagaimana saya yang sebelumnya menderita insomnia akibat kelelahan saraf dan masalah pencernaan, kini bisa tidur nyenyak dan memiliki nafsu makan yang baik setiap hari. Saya juga menjelaskan bagaimana saya pulih dari otot tegang di punggung bawah dan menjadi benar-benar sehat dengan wajah yang segar, semuanya tanpa mengonsumsi satu butir obat pun.
Polisi terkejut melihat penampilan saya yang tampak awet muda dan kondisi kesehatan yang prima, terlepas dari usia saya. Saya kemudian berbagi pengalaman kultivasi dalam melepaskan mentalitas bersaing. Saya menjelaskan bahwa hal itu bisa terjadi karena Falun Gong adalah metode kultivasi jalan besar dengan prinsip-prinsip moral yang tinggi.
Mereka duduk mengelilingi meja besar dan mendengarkan dengan saksama, sementara salah satu dari mereka mencatat. Mereka mengajukan banyak pertanyaan, dan saya menjawab semuanya. Kepala polisi berkomentar: “Anak saya juga berlatih qigong, tapi bukan qigong yang anda latih.”
Saya menjawab: “Jika ada kesempatan, silakan baca buku Zhuan Falun. Setiap kalimatnya penuh dengan kebaikan dan belas kasih.”
Kepala polisi itu pergi dan kembali setengah jam kemudian. Sambil mengangkat buku Zhuan Falun tinggi-tinggi, ia berkata: “Benar sekali! Setiap kalimatnya penuh dengan kebaikan dan belas kasih.”
“Apakah Anda Praktisi Falun Gong Membawa Alat Tertentu?”
Beberapa hari kemudian, polisi memanggil saya lagi. Petugas yang sedang berjaga bersikap sopan dan berkata: “Silakan duduk.” Ia tidak mengatakan apa pun lagi selain mulai mengisi dokumen. Saya duduk di sana sambil melafalkan artikel-artikel Guru.
Tiba-tiba, seorang petugas yang masih muda masuk ke ruang jaga dan berkata dengan cemas, “Saya sedang menginterogasi seorang mahasiswa, tetapi ia menolak menjawab apa pun, jadi saya memarahinya. Seketika itu juga saya merasa pusing, jantung saya berdetak kencang, kaki saya lemas, dan saya merasa mual. Ia sepertinya memiliki kemampuan supernatural. Apa yang harus saya lakukan?”
Petugas yang berjaga menjawab: “Biar saya lihat.” Ia menoleh ke arah saya dan berkata: “Tidak apa-apa, anda boleh pergi.”
Dua hari kemudian, saat sedang berbelanja di pasar, saya bertemu dengan seorang pedagang camilan. Ia bertanya kepada saya: “Apakah anda praktisi Falun Gong membawa alat tertentu?”
Mengetahui saya tampak bingung, ia menjelaskan: “Beberapa hari yang lalu, anak saya dipanggil ke kantor polisi karena tidak menunjukkan surat izinnya. Saat berada di sana, polisi sedang menginterogasi seorang mahasiswa. Anak saya membelikan nasi kotak untuk mahasiswa itu, tetapi ia menolak makan. Saat anak saya mengamati interogasi tersebut, ia merasa tubuhnya menjadi ringan, seolah-olah sedang melayang. Itu adalah perasaan yang sangat nyaman.”
Saya menjawab: “Kami tidak membawa alat apa pun. Medan energi Falun Dafa sangat lurus, sehingga membuat orang baik merasa nyaman. Namun, bagi orang jahat, hal itu bisa membuat mereka merasa pusing, mual, dan jantung berdetak kencang. Tujuannya untuk mengingatkan mereka agar segera sadar dan tidak mencelakai diri mereka sendiri dengan menganiaya praktisi Dafa.”
Pedagang itu mengerti dan berkata: “Sudah menjadi prinsip Langit bahwa kebaikan akan mendapat balasan baik dan kejahatan akan mendapat ganjaran buruk!”
Saya menceritakan banyak hal indah tentang Falun Dafa dan menganjurkannya untuk melafalkan dengan tulus, “Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik,” jadi ia bisa memperoleh energi lurus, kesehatan, dan berkah.
Ia menerima semua perkataan saya dan menjawab: “Terima kasih! Kalian semua adalah orang-orang yang berhati baik.”
Membuktikan Kebenaran Dafa melalui Pengalaman Pribadi
Seorang petugas dari kantor polisi tempat rumah tangga saya terdaftar memanggil saya untuk datang. Saya pun pergi dan berusaha mengklarifikasi fakta kebenaran kepadanya, namun ia menolak mendengarkan dan justru meminta saya menulisnya saja. Saya bertanya kepadanya, “Menulis apa?” Ia tidak bisa memberikan jawaban yang jelas.
Beberapa hari kemudian, ia memanggil saya lagi. Saya terus menjelaskan bahwa Falun Gong adalah sebuah metode kultivasi yang menjunjung tinggi kebajikan dan mampu mengubah hati orang menjadi lebih baik, namun ia tetap menolak mendengarkan dan kembali meminta saya untuk menulisnya.
Saya merasa bingung. Malam harinya, saya bermimpi berjalan memasuki sebuah gedung tinggi yang baru dibangun. Di lorong gedung itu, terdapat sebuah papan bertuliskan “Tempat Belajar” dengan banyak lembaran kertas bertebaran tertiup angin. Saya terbangun dari mimpi itu dan menyadari bahwa Guru sedang memberi petunjuk bahwa saya sudah saatnya menyerahkan lembar jawaban. Saya pun sadar bahwa untuk membuktikannya dan untuk menjaga Fa saya perlu menulis sebuah artikel berbagi pengalaman.
Saya merangkum poin-poin penting artikel saya seperti: perubahan luar biasa pada kesehatan saya sebelum dan sesudah berlatih kultivasi; peningkatan watak kwalitas moral dan standar perilaku saya; fakta bahwa terbebas dari penyakit telah menghemat biaya pengobatan dalam jumlah besar bagi negara; Falun Gong bebas biaya; selain menjaga kesehatan fisik, para praktisi Falun Gong mengikuti prinsip Zhen, Shan, Ren untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik; serta fakta bahwa Falun Gong adalah metode kultivasi dengan moralitas tinggi yang benar-benar dapat mengubah hati dan pikiran manusia.
Beberapa hari kemudian, petugas polisi memanggil saya lagi. Ia bertanya: "Apakah anda sudah menulisnya?" Saya menyerahkan artikel berbagi pengalaman saya kepadanya. Ia berkata sambil tersenyum, "Lembar jawabannya sudah diserahkan. Sekarang anda boleh pulang dan lakukan pekerjaan rumah anda."
Perubahan Sikap Petugas Polisi Selama Perjalanan Saya untuk Mengajukan Banding
Pada bulan Februari 2001, saya dan beberapa praktisi lainnya pergi ke Beijing untuk mengajukan banding untuk Falun Gong. Kami tiba di Lapangan Tiananmen namun ditangkap dan dimasukkan ke dalam mobil polisi. Mobil tersebut mengelilingi lapangan dan tiba di sebuah kompleks yang tampak seperti kantor penerimaan petisi.
Kompleks itu dipenuhi orang-orang, baik di dalam maupun di luar. Jalanan di luar dipenuhi deretan kendaraan yang menunggu untuk menjemput praktisi Falun Dafa. Di bagian dalam, meja-meja pendaftaran berjejer di sepanjang lorong; petugas menanyakan nama dan alamat kami, lalu menuliskan di kertas kosong "Melindungi Fa." Setelah pendaftaran, kami memasuki gedung yang berisi banyak ruang penerimaan.
Saya masuk ke sebuah ruangan di mana satu orang mengajukan pertanyaan dan yang lainnya mencatat. Saat giliran saya tiba, saya menyampaikan isi artikel berbagi pengalaman saya.
Tujuan saya adalah menggunakan pengalaman pribadi untuk membuktikan keagungan Dafa dan supranatural yang luar biasa, serta menjelaskan bahwa Dafa adalah Xiulian dengan kebajikan tinggi yang bermanfaat bagi negara dan rakyatnya. Saya juga meminta agar reputasi Guru Li dan Dafa dipulihkan, agar praktisi diizinkan berlatih di taman, dan agar penerbitan buku-buku Dafa diperbolehkan.
Petugas polisi itu berkata: "Anda orang yang sungguh baik hati."
Saya menjawab: "Anda memiliki takdir pertemuan. Anda sebaiknya berlatih Dafa, karena Buddha menyelamatkan mereka yang memiliki takdir pertemuan."
Ia menanggapi: "Baiklah. Anda akan terbang pulang besok, tetapi anda harus ditahan selama 15 hari di pusat penahanan setempat."
"Itu melanggar hak-hak konstitusional kami. Konstitusi menjamin hak warga negara untuk mengajukan petisi."
Ia menjawab: "Ini adalah perintah dari atasan, dan kami hanya melaksanakan."
Kami ditahan selama satu malam. Saat menggeledah saya, petugas wanita menemukan buku kecil berisi artikel-artikel Guru yang saya salin dengan tangan serta uang 200 yuan (30 dolar AS). Dia melemparkan buku kecil saya ke lantai. Saya berkata kepadanya dengan tegas, "Ini adalah kitab suci saya. Jangan dirusak, dan anda harus mengembalikan kepada saya saat saya pergi." Dia memungutnya dari lantai dan mengangguk.
Esok harinya, dia benar-benar mengembalikan buku kecil itu kepada saya. Saya naik pesawat bersama lebih dari 10 praktisi lainnya. Saya melihat lingkaran cahaya besar mengelilingi pesawat yang terus menyertai kami. Kami semua tahu bahwa Guru sedang melindungi kami.
Setibanya di pusat penahanan setempat, kepala pusat penahanan membentak seorang praktisi lanjut usia, "Jongkok! Apa urusan wanita tua sepertimu berada di Beijing?!"
Praktisi itu menjawab: "Dulu saya sering membentak orang lain seperti yang anda lakukan sekarang. Saya adalah anggota Garda Merah saat muda, dan saya pensiun dari kepolisian. Dulu saya menderita berbagai penyakit, dan tidak ada obat yang bisa menyembuhkan saya. Setelah berlatih Falun Gong, saya menjadi sehat dan bugar."
Kepala pusat penahanan itu menanggapi, "Oh, begitu ya." Ia segera menawarkan kursi kepada wanita itu. Kemudian ia berbalik dan membentak praktisi lain, "Kamu, jongkok. Kalau tidak, aku akan menendangmu sampai muntah darah."
Praktisi itu menjawab: "Dulu saya menderita penyakit paru-paru dan sering batuk darah. Setelah mulai berlatih Falun Gong, penyakit itu hilang. Sekarang saya bebas dari penyakit."
Kepala pusat penahanan itu terkesan dengan keajaiban Falun Gong dan menyadari bahwa mereka bukanlah orang jahat. Ia tidak lagi membentak atau menginterogasi kami. Ia berkata: "Kalian semua, masuklah dan beristirahatlah. Setelah makan malam, datanglah ke ruang pertemuan. Kami akan menjelaskan peraturannya kepada kalian."
Dalam pertemuan itu, ia hanya menyampaikan beberapa peraturan. Kami menceritakan kepadanya tentang perubahan fisik yang signifikan yang kami alami setelah berlatih Falun Gong, bahwa kami sekarang terbebas dari penyakit, Xinxing kami meningkat, dan kami berusaha menjadi orang yang lebih baik dengan melakukan perbuatan baik serta mendahulukan kepentingan orang lain.
Kami juga memberitahunya bahwa ada 100 juta orang yang berlatih Falun Gong, dan bahwa Buddha menyelamatkan mereka yang memiliki takdir pertemuan.
Ia bertanya kepada kami apa itu buah status. Saya menjawab: "Pak Kepala, anda mengenakan tasbih Buddha; apakah anda memuja Buddha?" Ia mengangguk, jadi saya lanjutkan: "Bukankah memuja Buddha itu tujuannya untuk membimbing anda mengultivasi kebaikan, hanya melakukan perbuatan baik, dan pada akhirnya akan mendapatkan balasan baik, dengan kata lain, mencapai hasil yang baik?"
Ia menjawab: “Ya! Sekarang saya memiliki dua tantangan, dan jika anda dapat membantu saya menyelesaikan, saya akan percaya apa yang Anda katakan. Pusat penahanan membutuhkan puluhan karung beras dan selimut, dapatkah Anda membantu saya menyelesaikan masalah ini?”
Saya berkata: “Jika anda berlatih Falun Dafa dan menyebarkannya, dan semua orang berperilaku sesuai dengan Zhen, Shan, Ren dan hanya melakukan perbuatan baik, maka semua orang akan menjadi orang baik, dan pusat penahanan anda ini tidak perlu lagi ada.”
“Baiklah. Saya akan memberi tahu dapur untuk menyiapkan makanan yang baik selama 15 hari agar kelompok anda ini kenyang dan bisa pulang.”
Saya benar-benar senang bahwa direktur memahami fakta kebenaran, memperlakukan praktisi dengan baik, dan memilih masa depan yang cerah untuk dirinya sendiri.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org