(Minghui.org) Saya berusia 81 tahun dan mulai berlatih Falun Dafa (Falun Gong) pada tahun 2004.
Saat itu, saya menderita insomnia parah dan varises di kaki yang mengharuskan saya menjalani operasi. Sebelum prosedur tersebut, saya memberikan uang tanda terima kasih kepada dokter bedah tanpa menyadari bahwa ada dokter bedah kedua yang terlibat. Akibatnya, operasi pada kaki saya yang satunya dilakukan dengan buruk. Kaki itu terus membengkak sejak saat itu dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.
Saya sempat mencoba pengobatan dari sebuah kelompok spiritual yang memuja roh hewan. Kondisi kesehatan saya justru memburuk.
Kemudian, salah seorang kerabat memperkenalkan saya pada Falun Dafa. Hanya dalam beberapa bulan berlatih, semua gejala penyakit saya menghilang kecuali masalah pada kaki yang sesekali masih membengkak namun tidak mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, saya ingin menengok kembali perjalanan kultivasi saya, melapor kepada Guru, dan berbagi beberapa pengalaman kultivasi saya.
Rumah Saya Menjadi Arena Belajar Fa Bersama
Setelah mulai berlatih Dafa, saya belajar Fa seolah-olah sedang memuaskan dahaga yang luar biasa. Saya tinggal sendirian di sebuah apartemen dan tempat itu segera menjadi arena belajar Fa bersama, di mana lebih dari 10 praktisi rutin belajar bersama.
Tempat itu juga menjadi titik sambut bagi praktisi baru atau pendatang baru. Saya menyambut siapa saja, dan seiring berjalannya waktu, sesi belajar Fa di tempat saya biasanya dihadiri banyak orang hingga penuh.
Saya telah beberapa kali pindah rumah dan rumah saya selalu menjadi arena belajar Fa. Saya membuat belasan duplikat kunci rumah agar praktisi bisa masuk sendiri saat saya sedang pergi. Rumah saya adalah rumah bagi praktisi. Dengan Dafa di hati, tidak perlu ada rasa waspada terhadap siapa pun.
Membuat Materi Klarifikasi Fakta
Saya merasa terlambat mulai berlatih Dafa dan ingin mengejar kemajuan pelurusan Fa Guru. Sekitar setengah tahun setelah mulai berlatih, saya mendirikan tempat pembuatan materi informasi di rumah. Saya dan seorang praktisi lain membuat materi segera setelah semua orang pulang usai kegiatan belajar Fa bersama.
Seiring meningkatnya permintaan materi, saya bekerja sama dengan seorang praktisi yang lebih muda untuk mendirikan tempat produksi materi berskala besar di sebuah gudang tak terpakai milik kerabat. Di sana, delapan mesin cetak beroperasi secara bersamaan. Kami mencetak materi serta membuat kalender meja dan amulet berbentuk labu. Karena lokasi gudang jauh dari pusat kota, kami tidak perlu khawatir akan masalah keamanan akibat penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan tempat tersebut pun menjadi sumber utama materi di wilayah kami.
Tempat produksi itu beroperasi selama tujuh tahun berturut-turut hingga kerabat saya menjual properti tersebut. Kemudian, kami membagi tugas dan melanjutkan pembuatan materi di rumah masing-masing.
Selama beberapa waktu, demi mempercepat pembuatan materi sekaligus menjaga properti milik kerabat, saya dan praktisi tersebut memutuskan untuk tidur di tempat produksi saat diperlukan. Suatu kali, saya harus bermalam di sana sendirian dan merasa agak takut karena halaman gudang biasanya gelap tanpa penerangan.
Saat saya dalam perjalanan menuju lokasi, salju turun; dalam hati, saya memohon bantuan Guru agar rasa takut saya hilang. Setibanya di sana, saya melihat halaman gudang diterangi cahaya yang terang benderang dan rasa takut saya pun lenyap sama sekali. Saya terharu hingga meneteskan air mata dan berterima kasih kepada Guru atas perlindungan penuh belas kasih-Nya di setiap saat.
Gudang milik kerabat itu mengumpulkan de (kebajikan) karena telah menjadi tempat produksi materi bagi Dafa dan bunga udumbara pun bermunculan di berbagai titik, baik pada lemari di dalam gudang maupun pada dedaunan tanaman kacang dan terong di luar. Kami tahu bahwa Guru sedang memberikan semangat kepada kami.
Selain membuat materi informasi, saya secara aktif mengklarifikasi fakta kepada orang-orang yang saya temui dan membantu Guru menyelamatkan banyak di antara mereka. Saya sungguh bersyukur kepada Guru dan Dafa. Meskipun usia saya sudah menginjak 80-an tahun, saya masih mampu mengendarai sepeda roda tiga listrik menyusuri jalanan dan gang-gang. Kerabat dan teman-teman saya takjub melihat vitalitas saya.
Kultivasi yang Berat dan Meningkat Bertahap
Guru berkata:
“Anak kecil tidak punya keterikatan hati, orang tua terutama wanita usia lanjut tidak punya keterikatan hati.” (Ceramah 8, Zhuan Falun)
Saya merasa masih jauh dari standar tersebut. Saya merasakan bahwa melenyapkan keterikatan adalah perjalanan berat yang terus-menerus menempa hati saya.
Sebelum pensiun, saya memiliki sifat yang mendominasi dan suka memerintah di tempat kerja. Pada tahap awal kultivasi, saya merasa diperlakukan tidak adil saat terjadi konflik dengan praktisi lain. Lambat laun, saya mulai menyadari bahwa ini adalah sebuah keterikatan, namun begitu merasa kesal, saya akan kehilangan kendali emosi, lalu menyesali perilaku dan meminta maaf, sebuah pola yang terus berulang.
Suatu hari, saat saya sedang mempersembahkan buah di depan foto Guru dan merenungkan tuduhan pahit dari seorang rekan praktisi, sebuah melon menggelinding jatuh dari piring ke lantai. Saya memungut dan meletakkannya kembali, namun kemudian buah itu menggelinding ke atas meja. Saya pun sadar bahwa Guru sedang mengingatkan saya untuk memperbaiki xinxing. Saya sungguh telah membuat Guru khawatir akan diri saya.
Saya juga mengalami konflik dengan anak-anak saya. Menantu perempuan saya menjual apartemen saya untuk membeli rumah bagi cucu perempuan saya, dengan alasan bahwa dia akan membelikan satu untuk saya jika ada kesempatan. Sementara itu, dia memindahkan saya ke rumah sewaan. Saya merasa sangat diperlakukan tidak adil dan tidak bisa tidur, jadi saya berjalan-jalan jauh hingga larut malam.
Guru melihat bahwa saya belum tercerahkan dan prinsip Fa ini muncul di benak saya:
“…karena ia baru muncul setelah anda menjalani Xiulian.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York Tahun 2008,” Ceramah Fa di Berbagai Tempat 8)
Saya segera merasa lega mengingat bahwa tidak ada satu pun hal yang terjadi secara kebetulan dalam kultivasi. Saya tidak mendebat menantu perempuan mengenai hal ini. Anak laki-laki saya sangat marah atas masalah ini dan pindah dari rumah mereka, namun saya membujuknya untuk kembali.
Saya tidak pernah minum satu butir obat pun sejak mulai berlatih Dafa lebih dari 20 tahun yang lalu. Anak-anak saya telah menyaksikan kekuatan ajaib Dafa melalui perubahan mendalam pada kondisi fisik dan karakter moral saya, serta akhirnya memahami dan mendukung saya.
Anak-anak perempuan saya khawatir akan keselamatan saya karena saya membuat materi Dafa di rumah. Saya berkata, “Kalian telah menyaksikan betapa besarnya manfaat yang saya peroleh dari Dafa. Bukankah sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu orang lain dengan membuat materi-materi ini? Jangan khawatirkan saya.” Mereka pun berhenti merasa khawatir.
Anak-anak saya sangat berbakti dan semuanya telah memahami fakta kebenaran serta mundur dari PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan organisasi afiliasinya. Anak laki-laki saya dan istrinya akhirnya membelikan sebuah rumah besar untuk saya tiga tahun yang lalu. Jika bukan karena peningkatan xinxing (watak/kualitas moral) akibat berlatih Dafa, tabiat saya yang sebelumnya buruk pasti akan menghalangi saya untuk bisa rukun dengan anak-anak saya.
Dilindungi oleh Guru
Saat mengendarai sepeda listrik roda tiga, saya pernah tertabrak kendaraan lain sebanyak empat kali dan tidak sekalipun terpikir untuk memeras uang dari para pengemudinya. Berkat perlindungan Guru, saya tidak terluka sama sekali dalam setiap kejadian tersebut.
Saat kejadian terakhir awal tahun ini, sepeda listrik roda tiga saya menimpa kaki saya dan rasanya sangat sakit. Saya tidak mencari pengobatan medis, melainkan tetap tekun belajar Fa dan melakukan latihan. Ternyata, kaki saya yang bengkak akibat operasi yang bermasalah itu sudah sepenuhnya pulih sejak kejadian tersebut.
Meskipun saya memiliki banyak kekurangan dalam kultivasi, Guru senantiasa melindungi saya. Saya sangat bersyukur kepada Guru! Sebagaimana lirik lagu favorit saya, “Master’s Hand” (Tangan Guru), berbunyi: “Aku akan menggenggam erat tangan-Mu dan mengikuti-Mu sepanjang jalan.”
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org