(Minghui.org) Sebelum mulai berlatih Falun Dafa pada musim panas tahun 1997, saya menderita sakit kepala, pusing, sakit perut, nyeri kaki, insomnia, dan sakit gigi. Seluruh tubuh saya terasa sakit saat hujan turun, dan saya bahkan bisa merasakan akan datangnya badai sehari sebelum badai itu tiba. Keluarga dan tetangga sering bergurau bahwa prediksi saya lebih akurat daripada prakiraan cuaca setempat. Setelah mulai berlatih Falun Dafa, saya terbebas dari penyakit serta merasa ringan dan tanpa beban. Saya merasa menjadi orang paling bahagia di dunia.
Serangga Tidak Memakan Tanaman Keluarga Saya
Setiap keluarga di desa kami menanam sawi putih. Tanaman sawi putih milik tetangga kami diserang hama serangga, dan penggunaan pestisida tidak membuahkan hasil. Namun, tanaman sawi putih keluarga saya bebas dari serangan serangga meskipun kami tidak menggunakan pestisida. Ketika hal ini dibicarakan, seorang praktisi lain berkata, "Ada anggota keluarganya yang berlatih Falun Dafa, jadi tanaman mereka tidak mengundang serangga." Orang itu pun menimpali, "Falun Dafa sungguh ajaib! Mempelajari Dafa itu sangat baik."
Di desa kami, apa pun yang ditanam warga—baik itu jagung, gandum, maupun kacang tanah—benihnya harus dicampur dengan pestisida. Keluarga kami tidak pernah menggunakan bahan kimia, namun tingkat perkecambahan kami mencapai 100%. Bibit tumbuh dengan sangat baik dan tanamannya pun tumbuh subur.
Ketika penduduk desa lainnya melihat betapa ajaibnya Falun Dafa, beberapa orang mulai berlatih. Namun, setelah Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai menganiaya latihan tersebut, sebagian dari mereka berhenti.
Setelah PKT mulai menganiaya Falun Dafa pada tanggal 20 Juli 1999, praktisi setempat dipanggil ke kantor pemerintah kota dan kami ditahan. Sudah lama tidak turun hujan, dan tanaman jagung perlu disiram. Kerabat, teman, dan tetangga kami bergantian menjenguk dan berkata, "Tanaman jagung itu akan layu dan mati. Cepatlah tulis surat pernyataan jaminan yang menyatakan bahwa kalian akan berhenti berlatih supaya bisa pulang." Suami saya bekerja di luar kota, jadi tidak ada orang yang bisa menyiram jagung tersebut. Saya mengatakan kepada mereka bahwa tanaman jagung itu akan baik-baik saja.
Akhirnya kami dibebaskan sepuluh hari kemudian. Saat tiba di rumah, hari sudah gelap, namun saya pergi ke ladang jagung untuk memeriksanya dan mendapati tanaman jagung itu begitu kering hingga daun-daunnya menggulung; karenanya, saya memutuskan untuk menyiramnya keesokan harinya. Ketika hujan deras turun malam itu, saya tahu bahwa Guru sedang membantu kami.
Mengklarifikasi Fakta Kebenaran
Mengklarifikasi fakta mengenai Falun Dafa demi menyelamatkan orang-orang adalah salah satu dari tiga hal yang diminta oleh Guru untuk kita lakukan. Saat itu anak saya masih sangat kecil, jadi saya membawanya dengan sepeda ke ladang untuk meletakkan brosur klarifikasi fakta ke dalam keranjang sepeda para pekerja. Saya juga menempelkan stiker klarifikasi fakta pada tiang-tiang listrik di sepanjang jalan.
Saya ingin pergi ke desa tetangga untuk membagikan materi. Karena perkiraan cuaca menyebutkan akan turun hujan, saya tidak ingin mengajak anak laki-laki saya, jadi saya berencana untuk berangkat setelah dia tertidur. Namun, dia terus menolak untuk tidur, sehingga saya tidak punya pilihan selain membawanya. Ketika dia tiba-tiba tertidur, saya tahu Guru sedang membantu saya agar saya bisa meninggalkannya di rumah. Hujan turun dengan deras saat saya membagikan materi dan saya pun basah kuyup. Meski demikian, saya merasa semua itu sepadan—betapa pun berat atau lelahnya—asalkan hal itu dapat membantu menyelamatkan makhluk hidup.
Saya pernah bertemu dengan seorang sekretaris Partai Komunis Tiongkok (PKT) di sebuah lokasi pertambangan dan mengklarifikasi fakta kebenaran mengenai Falun Dafa kepadanya. Saya mengingatkannya tentang bagaimana jutaan rakyat Tiongkok tewas dalam berbagai kampanye politik PKT, termasuk dalam penganiayaan terhadap kelompok kepercayaan Falun Dafa. Dia mendengarkan dengan tenang namun tidak memberikan tanggapan ketika saya memintanya untuk mundur dari PKT dan organisasi-organisasi afiliasinya. Melihat dia tampak memiliki kekhawatiran tertentu, saya berkata, "Mundur saja! Saya akan membantu Anda dan tidak akan ada orang yang tahu." Dia segera berkata, "Saya akan mundur!" Saya sangat gembira karena dia telah terselamatkan!
Di lain kesempatan, saya berbincang dengan guru fisika SMP saya di pasar. Ia adalah orang yang sangat baik dan menjunjung kebenaran. Saya tidak perlu banyak bicara, dan dia pun setuju untuk mundur dari PKT.
Pada tahun 2006, saya membawa putri saya bepergian ke wilayah selatan. Di dalam kereta, saya menceritakan tentang Falun Dafa kepada lebih dari dua belas taruna akademi militer. Sebagian dari mereka mendengarkan dengan tenang, ada yang tidak mengerti, dan ada pula yang mengajukan pertanyaan. Salah seorang berkata, "Abaikan dia! Dia sedang mempromosikan Falun Dafa." Taruna yang berdiri di sebelahnya berkata, "Saya mengantuk sekali! Saya sangat lelah karena kami berlatih sepanjang malam." Saya dan putri saya memberikan tempat duduk kami kepada mereka agar mereka bisa beristirahat.
Seorang wanita muda mengeluarkan bangku kecil dari tasnya dan menawarkannya kepada saya untuk diduduki. Saya mengucapkan terima kasih dan duduk. Saya mengatakan kepadanya bahwa Guru dan Falun Dafa hadir untuk menyelamatkan orang-orang. Saya juga menyampaikan bahwa banyak orang sering melafalkan, "Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik), Zhen -Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik," agar tetap aman. Dia menjawab, "Terima kasih. Saya sangat senang bisa bertemu dengan Anda hari ini."
Saya memberikan sebuah amulet kepadanya. Pemuda yang duduk di sampingnya—yang tampak seperti mahasiswa—mendengarkan saat saya berbicara dengan wanita itu, lalu bertanya benda apa itu. Saya mengatakan kepadanya bahwa itu adalah amulet Falun Dafa. Dia meminta untuk melihatnya, jadi saya memberikan satu kepadanya. Dia bertanya, "Siapa yang memberi Anda ini?" Saya menjawab, "Seorang teman, dan saya memberikan satu untuk Anda!" Dia berkata, "Terima kasih, saya akan menyimpannya."
Saat kereta tiba di stasiun, wanita itu berdiri. Sembari berpamitan, Ia kembali berkata, "Saya sangat senang bisa bertemu Anda." Para siswa militer juga bersiap untuk turun dari kereta. Beberapa di antara mereka mengucapkan terima kasih kepada saya. Siswa yang sebelumnya menyuruh rekan-rekannya untuk mengabaikan saya pun turut berkata, "Terima kasih." Saat hendak melangkah pergi, ia tiba-tiba berbalik, merangkapkan kedua telapak tangannya dengan penuh hormat, membungkuk, lalu berpamitan. Saya rasa tindakan baik saya telah menyentuh hatinya—sisi yang mengerti menyadari bahwa Falun Dafa itu baik dan praktisinya adalah orang yang baik.
Falun Dafa Sungguh Luar Biasa
Saya membawa putra saya ke rumah seorang praktisi saat ia berusia lima tahun. Rantai sepeda terlepas, jadi saya berhenti untuk memperbaikinya. Putra saya turun dari sepeda. Tepat saat itu, sebuah sepeda motor melaju kencang ke arah kami dan seorang wanita yang mengendarainya berseru, "Ya ampun!" Saat sepeda motor itu melaju melewati kami, roda depannya menghantam kaki kiri putra saya. Kendaraan itu melaju cukup jauh sebelum akhirnya berhenti. Awalnya kami berada di sisi kanan jalan. Setelah tertabrak, putra saya berdiri di sisi jalan yang berlawanan. Saya bertanya apakah kakinya sakit, dan ia menggelengkan kepala. Ia menangis karena ketakutan, namun tidak ada masalah apa pun dan ia tidak terluka. Saya tahu bahwa Guru melindunginya. Terima kasih, Guru.
Selama pandemi COVID pada tahun 2020, bisnis putra saya mengalami kerugian. Demi melunasi utang, ia bekerja pada siang hari dan mengantar barang pada malam hari. Ia sangat kelelahan dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Suatu kali, karena sangat mengantuk, ia menabrak sebuah truk box. Satu-satunya cedera yang ia alami hanyalah mimisan. Orang-orang yang menyaksikan kecelakaan itu berkata, "Anda sungguh diberkati. Keberuntungan Anda luar biasa besar." Putra saya tahu bahwa Falun Dafa baik, jadi ia selalu melafalkan, "Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik." Saat ia tiba di rumah, saya memintanya untuk berterima kasih kepada Guru karena telah menyelamatkan nyawanya, dan ia pun melakukannya.
Para pekerja di tempat kerja suami berasal dari berbagai provinsi. Saya juga mengklarifikasi fakta kebenaran mengenai Falun Dafa kepada mereka dan membantu mereka mundur dari PKT serta organisasi-organisasi afiliasinya. Suatu hari, saat semua orang sedang bekerja, seekor anjing Tibetan Mastiff milik pabrik terlepas dari rantainya, membuat semua orang berlarian mencari tempat berlindung karena ketakutan. Suami saya, yang sedang mendorong gerobak di jalan, tidak memiliki tempat untuk bersembunyi dan mencoba melarikan diri, namun anjing itu menerkam dan menjatuhkannya ke tanah. Tepat pada saat itu, seseorang memanggil anjing tersebut untuk berhenti, dan anjing itu pun dengan patuh berlalu pergi. Anjing ini sebelumnya pernah menggigit beberapa orang.
Para pekerja segera berdatangan dan bertanya kepada suami saya apakah dia terluka. Dia menjawab, "Tidak, saya membawa jimat Falun Dafa, jadi Guru Li melindungi saya." Semua orang menyaksikan keajaiban Falun Dafa. Seorang pekerja melepas liontin gioknya dan meminta amulet Dafa kepada saya.
Suatu hari, saat sedang menempelkan stiker klarifikasi fakta, saya melihat sebuah kamera pengawas. Saya merasa takut, lalu tiba-tiba pergelangan kaki saya terkilir. Rasa sakitnya membuat air mata saya berlinang, namun dalam hati saya berkata, "Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik" dan rasa sakit itu pun mereda. Saya meraba kaki dan mendapati bahwa saya tidak bisa mengangkatnya. Rasanya seolah-olah pergelangan kaki saya hanya tertahan oleh lapisan kulit yang tipis. Bagaimana mungkin kaki saya patah? Saat itu, saya menganggapnya bukan masalah serius—hanya sebuah ilusi. Saya masih terbaring di dalam parit yang dalamnya hanya satu meter (tiga kaki lebih sedikit). Saya memohon bantuan Guru. Saya harus keluar dari parit itu dan pulang untuk melakukan latihan.
Berkat kekuatan yang diberikan Guru, saya perlahan merangkak keluar dari parit dan mengendarai sepeda listrik menuju rumah seorang praktisi. Praktisi tersebut ingin mencarikan seseorang untuk memeriksa pergelangan kaki saya, namun saya menolak dan memilih pulang. Sembari menahan rasa sakit, saya bermeditasi selama satu jam. Dengan bantuan ibu, yang juga seorang praktisi, saya terus melakukan empat perangkat latihan berdiri yang pertama. Tiga hari kemudian, saya sudah bisa menyiapkan makanan. Tiga bulan kemudian, saya kembali bekerja. Ada seorang pemuda yang juga mengalami cedera pergelangan kaki akibat terkilir. Meskipun usianya jauh lebih muda daripada saya, ia masih harus menggunakan tongkat penyangga lebih dari setahun setelah kejadian tersebut.
Mengenang kembali 28 tahun perjalanan kultivasi saya, saya menyadari bahwa setiap peningkatan dan ketekunan saya adalah berkat perlindungan penuh belas kasih dari Guru. Guru dan Falun Dafa telah membimbing saya melewati berbagai kesulitan dan ujian. Terima kasih, Guru, atas penyelamatan Anda yang penuh belas kasih.
Ini adalah pertama kalinya saya mengirimkan artikel berbagi pengalaman. Mohon dikoreksi jika ada hal yang perlu diperbaiki.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org