(Minghui.org) Seorang wanita di Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi dalam keadaan kritis setelah mengalami penyiksaan di tahanan karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Wei Haiyun ditangkap bulan Juni 2026 oleh petugas dari Kantor Polisi Tumen. Dia melakukan mogok makan sebagai protes dan dicekok paksa makan. Polisi memulangkannya saat dia berada di ambang kematian.

Keluarga Wei membawanya ke rumah sakit untuk resusitasi. Ketika dia sadar, dia mengatakan bahwa polisi telah memaksanya makan sebelum dia kembali pingsan. Pada awal bulan September 2026, dia mengalami kesulitan bernapas dan menjalani trakeostomi. Dokter menemukan bahwa paru-parunya mengalami infeksi parah.

Keluarga Wei melihat luka terbuka pada salah satu tumitnya hingga memperlihatkan tulang. Mereka tahu bahwa dia telah disiksa oleh polisi.