(Minghui.org) Saya memiliki seorang adik perempuan. Kami tinggal bersama orang tua kami dan kakek-nenek dari pihak ibu. Suatu hari kami sekeluarga mengalami demam tinggi, kecuali ayah saya, yang sedang berada jauh dari rumah karena urusan bisnis.

Ibu saya sudah demam selama beberapa hari. Selain demam di atas 38°C, hidung saya dan adik meler dan tenggorokan kami meradang. Kakek merasakan sakit kepala, pusing, dan kaku leher; nenek baru-baru ini jatuh dan patah tulang di bagian pergelangan tangan kanannya.

Kami semua minum obat penurun demam dan melakukan injeksi, namun tidak ada yang membantu. Tidak ada pilihan lain, ibu menelepon nenek dari pihak ayah dan memintanya membawa kami ke rumah sakit.

Nenek dari pihak ayah adalah seorang praktisi Falun Dafa (Falun Gong). Ibu biasanya tidak senang bila nenek datang karena saat dia berkunjung, nenek berbicara kepada orang-orang tentang Falun Dafa dan penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Dafa. Nenek ditangkap secara ilegal dan ditahan beberapa kali karena keyakinannya. Rumahnya juga digeledah beberapa kali. Ibu saya selalu khawatir nenek mungkin akan ditangkap lagi.

Setelah menerima telepon dari ibu saya, nenek dari pihak ayah langsung datang. Begitu datang, dia menyarankan agar kami tulus melafalkan frasa keberuntungan: “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik); Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati-Baik-Sabar adalah baik).” Saya paham dengan maksud nenek dan mulai melafalkannya berulang-ulang. Nenek selalu mengajarkan kami menjadi baik dengan mengikuti prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar).

Adik perempuan saya menangis, jadi nenek menggendongnya, mengajaknya berkeliling di dalam ruangan, dan berbisik, “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik); Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati-Baik-Sabar adalah baik).”

Saya dan nenek terus melafalkan frasa keberuntungan dalam perjalanan menuju rumah sakit dan di ruang tunggu. Kami terus melafalkannya sampai saatnya kami bertemu dokter.

Dokter memeriksa tanda-tanda vital kami dan berkata, “Tidak ada demam. Semuanya normal.”

Ibu saya tidak memercayainya dan meminta dokter melakukan pemeriksaan ulang, namun hasilnya tetap sama. Ibu saya masih khawatir, jadi dia meminta dokter mendengarkan jantung dan paru-paru saya dengan saksama, menjelaskan bahwa saya memiliki infeksi pernapasan dan mengalami batuk serta bersin.

Dokter memeriksa dan berkata, “Dia baik-baik saja. Pernapasannya stabil, detak jantungnya normal, dan dia tidak demam.”

Nenek sedang menggendong adik perempuan saya saat dokter memeriksa suhu tubuhnya dan mendengarkan detak jantungnya. Dokter lalu berkata, “Dia juga baik-baik saja. Kedua anak ini baik-baik saja, tidak demam, semuanya normal.”

Ibu saya tidak memercayainya. Kami sangat sakit di rumah, jadi bagaimana mungkin kami baik-baik saja beberapa jam kemudian? Ibu lalu membawa kami ke dokter Pengobatan Tradisional Tiongkok, yang memeriksa kami dengan saksama lalu memberitahu ibu saya: “Jangan khawatir, mereka baik-baik saja.”

Saya percaya ini adalah kekuatan dari secara tulus melafalkan frasa keberuntungan. Falun Dafa sungguh luar biasa!

Sesungguhnya, selama dua hari terakhir, saya merasa sangat sakit sampai-sampai tidak bisa membuka mata. Saya benar-benar tidak punya energi dan selera makan. Saya tidur selama dua hari satu malam saat kami sampai di rumah, merasa linglung dan kelelahan.

Namun kini pusing kepala lenyap, pikiran saya jernih, dan penuh energi. Saya sangat bahagia dan berkata dalam hati, “Terima kasih Guru! Terima kasih atas penyelamatan belas kasih Anda! Falun Dafa sungguh luar biasa!”

Kesehatan Nenek yang Luar Biasa

Nenek saya dulunya adalah seorang guru. Pekerjaannya sibuk dan melelahkan, dan dengan keluarga besar dan tugas tanpa akhir, dia harus menyeimbangkan tanggung jawab di rumah dan sekolah. Akibatnya, kesehatannya berangsur-angsur memburuk.

Dua puluh tahun yang lalu, nenek memperoleh kesehatannya kembali setelah mulai berlatih Falun Dafa. Sejak saat itu, kondisi nenek sangat sehat dan tidak meminum satu obat pun.

Dia bisa memanjat atap untuk memasang genteng, dan memikul setumpuk genteng di gedung tinggi seakan-akan berjalan di tanah datar.

Saat badai pasir parah, nenek bahkan menyelamatkan dua rumah dengan menutupi atap mereka dengan lembaran plastik seorang diri.

Kini di usia 70-an, nenek sering bepergian bersama kakek. Mereka tidak pernah menggunakan kereta gantung saat pergi ke gunung, namun mendaki naik-turun berjalan kaki. Nenek berkata, “Nenek bisa bertemu lebih banyak orang saat mendaki, jadi nenek bisa mengklarifikasi fakta kepada lebih banyak orang dan membantu menyelamatkan mereka.”

Saat adik perempuan saya berusia tiga tahun, dia menghabiskan waktu setiap hari di rumah nenek. Nenek mengajarkannya membaca Zhuan Falun, kalimat per kalimat. Kemudian, nenek membaca buku secara terus-menerus, dan adik saya bisa mengikutinya. Dia sudah bisa membaca keseluruhan buku dua kali.

Adik saya bahkan bisa duduk dalam posisi sila ganda dengan kedua kaki menyilang serta memancarkan pikiran lurus bersama nenek.

Kini adik saya berusia empat tahun, dan tidak pergi ke rumah nenek namun pergi ke taman kanak-kanak setiap hari. Adik saya kuat dan sehat, dia tidak pilih-pilih makanan. Dia lebih tinggi setengah kepala dibandingkan anak-anak kebanyakan seusianya. Guru TK memujinya karena berkelakuan baik, bijaksana, dan sopan.