(Minghui.org) Baru-baru ini, saya membaca beberapa artikel yang ditulis oleh praktisi Falun Dafa yang menekankan pentingnya memancarkan pikiran lurus. Saya ingin menceritakan beberapa pengalaman saya.
Saya memperhatikan bahwa banyak praktisi di sekitar saya tidak terlalu mementingkan kegiatan memancarkan pikiran lurus dan tidak menggunakan kekuatan dewa yang dianugerahkan oleh Guru Li untuk melenyapkan kejahatan. Akibatnya, beberapa praktisi terus-menerus mengalami karma penyakit dalam jangka waktu lama atau tidak mampu mengatasi ujian. Ada pula yang sering diganggu oleh polisi. Yang lainnya menghadapi ujian dalam keluarga yang berkepanjangan, di mana anggota keluarga mereka tidak memahami mereka. Saya merasa banyak dari situasi ini terjadi karena mereka tidak memancarkan pikiran lurus.
Kegigihan dalam Memancarkan Pikiran Lurus Membantu Keluarga Praktisi
Saya pernah dijatuhi hukuman di kamp kerja paksa. Saya dipenjara dan beberapa kali diganggu oleh polisi. Mereka mengancam serta mengintimidasi keluarga saya dengan mengatakan bahwa saya dianggap sebagai tokoh kunci, dan jika saya tidak menulis surat pernyataan jaminan untuk melepaskan keyakinan saya, akan ada konsekuensi serius. Hal ini menyebabkan keluarga saya memberikan tekanan yang sangat besar kepada saya. Setiap kali terjadi gangguan, keluarga akan bertengkar dengan saya, yang membuat kehidupan di rumah menjadi sangat berat.
Saya membaca sebuah artikel berbagi pengalaman yang menceritakan tentang seorang praktisi memancarkan pikiran lurus setiap pergantian jam (tepat pada jam tersebut). Dia tidur dengan posisi duduk bersandar agar bisa dengan mudah bangun setiap jam untuk memancarkan pikiran lurus. Hasilnya, dia jarang diganggu.
Saya sangat terinspirasi oleh pengalaman tersebut dan tersentuh oleh tekad teguh praktisi itu untuk melenyapkan kejahatan di dimensi lain. Saya memutuskan untuk memandang serius kegiatan memancarkan pikiran lurus.
Karena saya bekerja penuh waktu, biasanya saya tidak memiliki banyak waktu untuk memancarkan pikiran lurus tambahan pada hari kerja, jadi saya memutuskan untuk meningkatkan frekuensinya pada akhir pekan. Saya mulai memancarkan pikiran lurus pada pukul 09:00 selama 15 menit dan melanjutkannya setiap pergantian jam hingga pukul 21:00. Awalnya, hal ini sulit dilakukan karena berbagai macam gangguan namun saya tetap dengan gigih maju melaksanakannya. Saya tidak lagi mengalami gangguan apa pun sejak mulai melakukan hal ini. Keluarga saya juga mengalami perubahan yang signifikan. Mereka menjadi lebih terbuka saat saya bercerita tentang Dafa dan kini mereka memahami watak asli Partai Komunis Tiongkok (PKT). Polisi tidak lagi menekan mereka untuk mengganggu saya. Akhirnya, kedamaian kembali ke rumah saya dan saya dapat membuktikan kebenaran Dafa dengan lebih konsisten.
Guru berkata,
“Anda sekalian teruslah giat berupaya! Tujuan akhir dari sejarah manusia bukanlah bagi manusia untuk menjadi manusia, sejarah manusia juga bukan merupakan taman bersukaria bagi kejahatan untuk bertindak beringas. Sejarah manusia adalah dibangun demi pelurusan Fa, hanya pengikut Dafa baru pantas menampakkan kegemilangan di tempat ini.” (“Kepada Konferensi Fa Eropa Tahun 2005,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju III)
Memancarkan Pikiran Lurus di Luar Rumah
Saya memancarkan pikiran lurus setiap hari saat menggunakan transportasi umum karena saya ingin melenyapkan pikiran negatif yang ditanamkan PKT ke dalam benak orang-orang, serta segala faktor dari roh jahat komunis yang ada di dalam dan di sekitar mereka. Setiap kali melihat anak muda sedang menatap ponsel, saya memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan faktor-faktor jahat di balik ponsel tersebut. Saya juga menyempatkan diri untuk memancarkan pikiran lurus saat bepergian dengan kereta cepat atau pesawat, serta saat menginap di hotel dalam perjalanan dinas.
Saat pertama kali kembali ke kota tempat saya pernah dijatuhi hukuman secara ilegal dalam sebuah perjalanan dinas, saya sedang menunggu giliran check-in di hotel ketika tiba-tiba awan hitam menyelimuti langit dan angin kencang mulai bertiup. Saya memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan segala faktor jahat di dimensi lain yang mengganggu dan menganiaya orang-orang. Pada saat yang sama, saya memohon kepada Guru untuk menguatkan saya. Saya adalah seorang praktisi dan saya tidak akan mengikuti jalan yang diatur oleh kekuatan lama ataupun membiarkan makhluk hidup melakukan kejahatan terhadap Dafa.
Ketika tiba giliran saya untuk check-in, seorang staf lain tiba-tiba datang membantu saya. Dia memiliki senyum yang ramah dan dengan cepat menyelesaikan proses check-in tersebut. Saya berhasil check-in tanpa kendala dan tidak mengalami masalah apa pun selama menginap di hotel itu. Saat saya sedang menuju bandara di akhir perjalanan dinas, saya kembali memancarkan pikiran lurus untuk menghentikan kejahatan yang memanipulasi atau memanfaatkan orang-orang tak berdosa guna melakukan kejahatan terhadap Dafa atau berpartisipasi dalam menganiaya praktisi.
Ketika saya bersiap melewati pemeriksaan keamanan, atasan saya mengajak saya untuk ikut bersamanya melalui jalur VIP. Saya terus memancarkan pikiran lurus, melenyapkan segala faktor jahat di dimensi lain yang mengganggu dan menganiaya praktisi, serta membersihkan substansi beracun yang telah ditanamkan dalam benak para staf.
Saat saya menyerahkan kartu identitas kepada petugas, wanita itu menatap saya dengan ekspresi serius. Saya tersenyum padanya namun dia tetap diam. Dia menyelesaikan prosedur yang diperlukan dan saya melewati pemeriksaan keamanan tanpa kendala.
Pada banyak perjalanan dinas berikutnya, saya menerapkan cara yang sama dan prosesnya selalu berjalan lancar.
Guru senantiasa mengawasi dan melindungi kita. Selama kita mempertahankan pikiran lurus, tidak ada kesengsaraan yang tidak dapat kita atasi. Penganiayaan yang direkayasa oleh kekuatan lama hanyalah sebuah ilusi. Yang terpenting adalah apakah kita mampu mempertahankan pikiran lurus. Namun, kita tidak boleh memiliki mentalitas sekadar mencoba-coba untuk melihat apa yang akan terjadi. Pemikiran semacam itu sudah merupakan wujud ketidakpercayaan terhadap Guru dan Fa.
Beberapa hari yang lalu, seorang praktisi bercerita bahwa dia berencana naik kereta cepat untuk menguji apakah dia akan dicegat. Akibatnya, saat dia memindai kartu identitasnya di gerbang masuk, namanya muncul di layar besar dan petugas memanggilnya untuk dimintai keterangan. Dia tidak pernah lagi naik kereta cepat setelah itu. Bukankah tindakannya menguji sistem tersebut menunjukkan kurangnya keyakinan terhadap Dafa sekaligus mengakui penganiayaan yang direkayasa oleh kekuatan lama?
Ketika petugas lingkungan setempat datang untuk mengganggu keluarga saya, mereka mengatakan bahwa jika saya tidak melepaskan keyakinan saya, saya tidak akan diizinkan bepergian menggunakan pesawat atau kereta cepat. Keluarga saya dengan penuh keyakinan menjawab: “Dia baru saja kembali dari luar kota dengan pesawat. Tidak ada yang melarangnya naik pesawat.” Hal ini menunjukkan bahwa sikap anggota keluarga kita berubah bergantung pada kondisi kultivasi kita.
Saat memancarkan pikiran lurus, kita sebaiknya menambahkan satu niat lagi: melenyapkan sepenuhnya segala “dokumen dan bukti” milik PKT yang hendak digunakan untuk menganiaya praktisi. Jangan biarkan kejahatan menggunakan materi-materi tersebut untuk melakukan kejahatan terhadap Dafa.
Pada saat yang sama, biarlah segala perangkat pemantauan dan pengawasan, serta perangkat pemantauan, pemblokiran, dan pemeriksaan jaringan, tidak memberikan dampak apa pun terhadap kita. Saya berkomunikasi dengan perangkat-perangkat tersebut: “Kalian semua adalah makhluk di dalam Fa dan datang ke sini demi Fa. Kalian berharap memperoleh penyelamatan melalui Dafa. Harap berasimilasi tanpa syarat dengan prinsip alam semesta ‘Zhen, Shan Ren (Sejati-Baik-Sabar)’. Ingatlah: Falun Dafa baik. Jangan membantu kejahatan dalam melakukan perbuatan buruk dan jangan biarkan diri kalian dimanfaatkan untuk menganiaya praktisi. Jika kalian berdiri di pihak Dafa, kalian akan memiliki masa depan yang cerah.”
Suatu kali, saat saya melewati pemeriksaan keamanan bandara dan pemeriksaan dilakukan menggunakan pemindai otomatis. Seorang pemuda di depan saya sudah cukup lama mencoba memindai kartu identitasnya namun mesin tidak dapat mengenalinya. Saya memancarkan pikiran lurus dan berkomunikasi dengan mesin itu di dalam hati: “Wahai mesin, engkau juga adalah sebuah kehidupan di dalam Fa. Harap ingat bahwa Falun Dafa baik. Tolong lakukan apa pun yang bisa kau lakukan untuk membantu saya dan jangan memainkan peran negatif.”
Begitu pikiran itu muncul, saat saya meletakkan kartu identitas saya di atas pemindai, gerbang langsung terbuka tanpa perlu pemindaian ulang. Sungguh luar biasa.
Pikiran Lurus Melenyapkan Kejahatan yang Mengendalikan Makhluk Hidup
Sebuah laporan terkini di Minghui.org menyebutkan bahwa pada semester pertama tahun ini, dua praktisi di wilayah kami meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan berat dalam jangka waktu yang lama. Ini adalah kehilangan yang sangat memilukan.
Setelah membaca dengan saksama mengenai penganiayaan berat yang dialami para praktisi selama bertahun-tahun, saya merasa bahwa sebagai praktisi di masa Pelurusan Fa, kita tidak boleh membiarkan hal semacam itu terjadi. Betapa besarnya dosa yang dilakukan oleh makhluk-makhluk yang menganiaya praktisi?
Guru berkata,
“Demi secara tuntas melenyapkan penganiayaan tangan hitam, setan busuk dan kekuatan lama terhadap pengikut Dafa, maka pengikut Dafa di seluruh dunia, terutama pengikut Dafa di berbagai daerah di Tiongkok Daratan, harus memancarkan pikiran lurus yang kuat perkasa secara terpusat terhadap tempat-tempat kejahatan tersebut, untuk mencerai-beraikan secara tuntas segala kehidupan jahat beserta unsur-unsurnya yang menganiaya pengikut Dafa, menghapus situasi kejahatan yang menganiaya pengikut Dafa di Tiongkok Daratan, menyelamatkan orang-orang di dunia, menunaikan dengan sempurna kewajiban pengikut Dafa, melangkah menuju Dewa.” (“Menceraiberaikan Kejahatan Secara Tuntas,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju III)
Dua puluh tahun telah berlalu namun praktisi masih mengalami penganiayaan berat. Saya merasa hal ini terjadi karena kita belum memenuhi persyaratan Guru dan gagal menjalankan tanggung jawab kita.
Dari pengamatan terhadap perilaku praktisi di sekitar saya, saya menyadari bahwa selain memancarkan pikiran lurus pada empat waktu yang telah dijadwalkan setiap hari, mereka tidak lagi melakukannya di waktu-waktu lain. Mereka bahkan melewatkan pemancaran pikiran lurus pada pukul 20:00 atau 21:00. Dengan kata lain, terkait gangguan di wilayah kita, di lokasi-lokasi tempat praktisi dianiaya, para praktisi tidak melenyapkannya. Bagaimana mungkin praktisi yang ditahan dan dianiaya bisa mendapatkan dukungan serta bantuan dari praktisi lain?
Saya juga membaca sebuah artikel berbagi pengalaman di mana seorang praktisi mengatakan bahwa kita harus berfokus melenyapkan gangguan di Beijing, yang merupakan basis kekuatan jahat. Praktisi ini melihat dengan mata ketiganya bahwa banyak sekali kejahatan yang disebarkan dari Beijing ke berbagai penjuru negeri melalui beragam saluran yang mengakibatkan terjadinya penganiayaan di berbagai lokasi. Saya merasa hal ini patut kita sikapi dengan serius. Banyak perintah dari kekuatan jahat memang datang dari tingkat atas ke bawah adalah dari Beijing. Oleh karena itu, saya juga bertekad untuk memancarkan pikiran lurus guna melenyapkan unsur-unsur jahat di Beijing dan menghancurkan segala saluran yang menjadi sarana penyebaran kejahatan tersebut.
Membuat Pelaku Kejahatan Terlalu Malu untuk Memperlihatkan Wajah Mereka
Setiap kali memancarkan pikiran lurus, termasuk niat untuk menyadarkan mereka yang menganiaya praktisi, saya teringat kata-kata dari salah satu puisi Guru: “...Tak tahu malu menganiaya orang baik...” (“Busuk”, Hong Yin III). Kata-kata ini dapat membuat mereka yang terlibat dalam penganiayaan merasa terlalu malu untuk memperlihatkan wajah mereka sehingga menciptakan efek jera yang efektif dan mencegah mereka melakukan kejahatan lebih lanjut.
Saya melihat bahwa sebagian dari orang-orang ini mengalami pembalasan karma namun tidak menyadarinya. Sebagai contoh, ada seseorang yang mengeluhkan kondisi kesehatannya yang sangat buruk namun dia tidak mempertimbangkan kemungkinan adanya kaitan antara kondisi tersebut dengan penganiayaan yang pernah dia lakukan.
Jika pembalasan karma mengakibatkan cacat pada wajah, seperti mulut yang mencong atau posisi mata yang tidak simetris, hal itu dapat membuat para pelaku merasa malu hingga menyembunyikan wajah mereka. Kondisi ini akan membuat mereka merasa benar-benar telah dihukum dan mencegah mereka melakukan perbuatan jahat lagi. Orang-orang di sekitar mereka pun mungkin akan menyadari bahwa individu-individu tersebut sedang menanggung akibat dari perbuatan mereka dan hal ini dapat menjadi peringatan bagi orang lain.
Terlebih lagi, instansi pemerintah sangat mementingkan citra pribadi pegawai negeri mereka. Jika seseorang mengalami cacat wajah dan merasa terlalu malu untuk memperlihatkan wajahnya, dia tidak akan bisa lagi melanjutkan pekerjaannya. Dengan demikian, instansi pemerintah tersebut tidak akan lagi melakukan kejahatan.
Saat memancarkan pikiran lurus, kita dapat menyertakan niat agar mereka yang telah melakukan kejahatan berat menerima pembalasan karma, segera menghentikan perbuatan jahat, dan tidak lagi mencelakai orang lain.
Sebagai pengikut Dafa dalam masa pelurusan Fa, Guru telah menganugerahkan kepada kita kekuatan super untuk memancarkan pikiran lurus. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan kemampuan kita sepenuhnya untuk menyelesaikan tugas, menyelamatkan makhluk hidup, dan benar-benar memenuhi sumpah kita untuk membantu Guru dalam pelurusan Fa sehingga kita dapat memenuhi harapan Guru maupun harapan makhluk hidup.
Demikianlah pemahaman saya saat ini. Jika ada hal yang kurang tepat, mohon tunjukkan dengan penuh belas kasih.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org