(Minghui.org) Seorang wanita di Kota Shahe, Provinsi Hebei, masih ditahan karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan jiwa dan raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.

Tanggal 23 Agustus 2026 Xie Dehua, yang berusia sekitar 50 tahun, sedang berada di rumahnya pada pukul 23.30 ketika ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pemilik mobil yang telah menyerempet mobilnya, yang parkir di luar gedung apartemen.

Penelepon tersebut meminta izin untuk menemuinya dan membicarakan besaran ganti rugi atas kerusakan mobil tersebut. Xie, seorang karyawan perusahaan real estat di Kota Xingtai (yang membawahi Kota Shahe), tertipu oleh muslihat tersebut dan membuka pintu, namun kemudian beberapa petugas berpakaian preman menerobos masuk. Tanpa menunjukkan kartu identitas atau surat perintah penggeledahan, mereka menggeledah rumahnya dan menyita barang-barang berharga dalam jumlah besar (sebanyak muatan satu mobil). Mereka juga memukuli Xie dengan sangat keras hingga ia mengalami luka parah di kepala dan lengannya. Hingga saat ini, luka Xie belum sembuh.

Tetangga Xie mendengar keributan tersebut dan mengecam tindakan polisi yang menangkap warga taat hukum. Ia menuntut agar mereka memberikan nomor telepon. Kapten Xi dari Departemen Kepolisian Kota Xingtai mengungkapkan identitasnya dan menyebutkan nomor teleponnya adalah +86-13373199919. Ia juga mengatakan bahwa petugas penangkap lainnya berasal dari Departemen Kepolisian Kawasan Pengembangan Ekonomi Xingtai dan Departemen Kepolisian Kota Shahe.

Xie dibawa ke Pusat Penahanan Kota Xingtai, tempat ia ditahan. Hingga tanggal 4 September 2026, petugas yang menangkapnya telah mengintrogasi Xie sebanyak empat kali di pusat penahanan tersebut.