(Minghui.org) Saya berusia 74 tahun dan mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 2014. Berkat perlindungan Guru Li, saya berkomitmen untuk mengikuti prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) sembari menapaki jalan kembali ke jati diri saya yang sejati. Saya sangat bersyukur kepada Guru dan Dafa. Keduanya telah mengajarkan saya makna hidup yang sesungguhnya serta tujuan keberadaan saya di dunia ini. Saya ingin menyampaikan pengalaman kultivasi saya kepada Guru dan membagikannya kepada rekan-rekan praktisi.

Saya Berubah Total

Saya dan suami bekerja di perusahaan yang sama, namun rumah dinas perusahaan terdaftar atas nama saya. Gaji saya lebih tinggi, sehingga rekening tabungan kami juga atas nama saya. Banyak saudara suami yang hidup kekurangan, jadi ia sering membantu mereka. Saya tidak senang dengan hal itu, karena saya sendiri tidak melakukan hal serupa untuk keluarga saya. Kami sering bertengkar karena masalah-masalah seperti ini. Ia pernah bertanya mengapa saya selalu berbicara kepadanya dengan nada merendahkan, bukannya dengan nada bicara yang wajar. Saat itu, saya memang benar-benar memandang rendah dirinya.

Setelah belajar Dafa, saya menyadari bahwa selama ini saya telah sepenuhnya terhanyut dalam budaya Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta berbicara dan bertindak selaras dengan budaya tersebut. Seandainya bukan karena Dafa, saya pasti sudah hancur lebur. Saya berubah total setelah menjadi seorang kultivator. Saya mempelajari prinsip-prinsip Dafa dan memperbaiki diri berdasarkan prinsip-prinsip tersebut di segala aspek kehidupan saya. Keterikatan pertama yang berhasil saya lepaskan adalah rasa dendam terhadap suami saya.

Saya menyadari bahwa suami saya adalah orang yang sangat baik. Dia rajin bekerja, memasak, membantu pekerjaan rumah tangga, serta bisa memperbaiki telepon dan peralatan rumah kami. Dia memiliki reputasi yang baik di perusahaan maupun di kompleks perumahan karyawan. Dia juga sangat menghormati orang tua saya.

Kami pindah ke rumah yang lebih besar, dan sertifikat rumah tersebut kini tercantum atas nama kami berdua. Semua rekening tabungan atas nama suami saya, jadi dialah yang mengelolanya. Orang tuanya tinggal di kota lain. Saya memintanya untuk memberikan lebih banyak uang setiap kali ia berkunjung ke sana. Saat Tahun Baru Imlek dan kesempatan lainnya, saya meminta suami saya untuk mengirimkan uang kepada mereka. Ketika kami berkunjung, kami menyiapkan makanan untuk semua orang. Adik ipar saya mengatakan bahwa dia senang pulang ke rumah saat saya sedang berkunjung karena saya yang mengurus segalanya. Kami mentraktir semua orang makan di restoran untuk merayakan ulang tahun ibu mertua saya. Itu adalah momen yang membahagiakan.

Kini saya berbicara lebih perlahan saat berada di rumah. Saya dan suami dapat berbincang serta membahas berbagai hal dengan damai. Rumah kami menjadi salah satu lingkungan bagi saya untuk berkultivasi. Saya menerima kritik dari suami dan berusaha untuk tidak bersikap defensif. Saya memperbaiki kesalahan saya dan berusaha agar tidak mengulanginya. Saya ingin memanfaatkan setiap ujian untuk mencari ke dalam dan meningkatkan diri.

Bagi saya, berkultivasi Dafa adalah hal yang luar biasa. Saya telah melewatkan begitu banyak kesempatan untuk belajar Dafa di masa lalu. Seandainya saya mempelajarinya lebih awal, tentu saya sudah lama mengetahui cara bersikap dengan tepat dan menjadi orang yang baik.

Sekarang, saya bangun pukul 03.10 pagi untuk melakukan latihan bersama para praktisi di seluruh dunia. Di pagi hari, saya mempelajari satu ceramah Zhuan Falun, lalu pada sore harinya saya pergi untuk mengklarifikasi fakta tentang Dafa dan penganiayaan yang terjadi kepada orang-orang. Kemudian, saat memiliki waktu luang, saya membaca artikel berbagi pengalaman rekan praktisi di Minghui.org dan menghafal Fa. Pada malam hari, saya mempelajari artikel-artikel baru dari Guru. Hidup saya sederhana. Dulu, tujuan utama saya adalah mencari uang. Kini, saya adalah seorang praktisi kultivasi yang berpedoman pada prinsip Sejati-Baik-Sabar.

Guru telah berulang kali mengatakan kepada kita bahwa kita perlu sering belajar Fa. Dulu, pikiran saya sering teralihkan saat memancarkan pikiran lurus atau belajar Fa. Kini, saya mengingatkan diri sendiri untuk memiliki sikap penuh hormat agar dapat memahami makna mendalam Dafa dan menyelaraskan diri dengannya. Saya tidak boleh menganggap belajar Dafa sekadar sebagai kewajiban. Saya perlu menilai segala sesuatu yang saya hadapi berdasarkan standar Dafa, melenyapkan konsep manusia serta keterikatan, dan benar-benar memperoleh Fa.

Mengklarifikasi Fakta tentang Dafa kepada Orang-orang

Guru telah berpesan kepada kita untuk melakukan tiga hal dengan baik. Sebisa mungkin, saya keluar pada siang hari setelah memancarkan pikiran lurus. Berikut adalah beberapa kejadian yang menyentuh hati saya.

Suatu hari, saya melihat seorang wanita lanjut usia sedang duduk di anak tangga dan mengatakan kepadanya bahwa ia tampak bugar. Ketika ia mengatakan bahwa usianya 86 tahun, saya berkata, “Anda terlihat sangat baik hati. Surga akan melindungi Anda.” Ia mengatakan bahwa ia memohon perlindungan dari Surga setiap hari. “Anda perlu melafalkan, ‘Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik),’” kata saya kepadanya. “Anda bisa terhindar dari kesengsaraan dan kesehatan Anda akan membaik.”

Saat saya bertanya apakah dia pernah bergabung dengan PKT atau organisasi afiliasinya, dia mengatakan bahwa dia pernah bergabung dengan Liga Pemuda. Saya memintanya untuk mundur dari organisasi tersebut di dalam hatinya, dan dia menyanggupinya.

Saya mengingatkannya tentang berbagai kampanye politik Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang membawa bencana, termasuk “Lompatan Jauh ke Depan” yang berujung pada Bencana Kelaparan Besar, di mana 40 juta orang tewas akibat kelaparan. Kemudian terjadilah Revolusi Kebudayaan. Mereka juga membunuh begitu banyak mahasiswa pada tanggal 4 Juni 1989 dan mulai menganiaya Falun Dafa pada tahun 1999. Saya berkata, “Falun Dafa adalah Dharma tingkat tinggi. Surga akan menghukum mereka yang menganiayanya.”

Dia menanggapi, “Benar sekali! PKT tidak pernah melakukan hal yang baik. Mereka terus-menerus bertikai. Hari ini mereka menyerang satu kelompok, besok kelompok lainnya. Mereka tidak pernah memedulikan nasib rakyat. Tiga tahun masa COVID-19 merupakan bencana yang jauh lebih parah. Saat ini, orang-orang tidak mampu membiayai perawatan di rumah sakit.”

Saya memberinya sebuah amulet Dafa dan mengatakan bahwa benda itu tidak ternilai harganya, serta dapat melindungi keselamatan dirinya dan keluarganya. Dia tersenyum lalu menyimpannya di dalam saku.

Saya menyarankan seorang wanita lanjut usia lain yang saya temui untuk melafalkan “Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik)” dan bertanya apakah ia pernah bergabung dengan PKT atau organisasi afiliasinya. Ia pernah bergabung dengan Liga Pemuda, jadi saya memintanya untuk mundur agar Surga menghapuskan sumpah yang pernah ia ucapkan saat bergabung. Ia setuju, dan saya berharap dia diberi kedamaian saat kami mendekati rumahnya.

Ia berkata dengan lantang, “Semoga Anda juga demikian. Saya berharap Falun Dafa akan semakin kuat.”

Orang-orang mulai sadar. Semakin banyak yang mengetahui fakta tentang Falun Dafa. Mereka telah menanti selama ribuan tahun untuk mendengar Fa. Kita perlu mengingat misi kita dan tidak melewatkan satu orang pun yang memiliki jodoh pertemuan yang Guru ingin kita temui. Saya akan menjalankan tiga hal dengan baik. Saya berharap setiap orang akan melafalkan “Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik)” dan memilih masa depan yang baik bagi diri mereka sendiri.