(Minghui.org) Suatu hari di musim semi lalu, keponakan saya menelpon dan mengatakan bahwa kakak laki-lakinya sedang dirawat di rumah sakit kota dalam kondisi kritis. Bahkan jika ia dipindahkan ke rumah sakit besar di Shanghai untuk menjalani operasi, kecil kemungkinannya ia akan selamat. Terlebih lagi, biaya prosedur yang sangat besar terlalu berat bagi keluarga yang hidupnya pas-pasan.
Saya sangat sedih mendengar kabar buruk ini dan tahu bahwa hanya Guru yang bisa menyelamatkan keponakan saya. Ia masih memiliki harapan jika ia bisa mendengarkan ceramah Guru dan melafalkan kalimat keberuntungan: “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao” (Falun Dafa baik, Sejati Baik Sabar baik). Namun, jarak yang jauh membuat saya tidak bisa mengunjunginya. Saya merasa sangat cemas.
Dua hari kemudian, saya mendapat kabar bahwa keponakan telah dipindahkan ke rumah sakit setempat. Saudaranya mengatakan bahwa karena rumah sakit kota tidak dapat menanganinya, pihak keluarga ingin merawatnya dengan baik di hari-hari terakhirnya di rumah sakit yang lebih dekat dengan rumah.
Rumah sakit setempat tersebut tidak jauh dari rumah saya. Saya menyadari bahwa Guru sedang memberi saya kesempatan untuk mengunjungi keponakan, membantu dia melafalkan kalimat keberuntungan, dan mendengarkan ceramah Guru.
Saya mengkopi rekaman “Ceramah Guangzhou” Guru ke dalam pemutar MP3, lengkap dengan earphone dan pengisi daya. Guru datang untuk mengajarkan Fa dan memberikan kesempatan bagi semua orang untuk diselamatkan. Saya hanya ingin keponakan mendengar Fa. Apakah ia bisa menerima Dafa dan diselamatkan, pada akhirnya bergantung pada takdirnya sendiri. Hati saya perlahan menjadi tenang.
Keponakan Diizinkan Pulang
Keesokan paginya, saya pergi ke rumah sakit bersama empat kerabat lainnya. Keponakan terhubung dengan banyak selang, dan berbagai mesin memantau tanda-tanda vitalnya. Ia berusia awal enam puluhan, namun tampak jauh lebih tua; kerutan dalam tergurat di wajahnya, seolah menandakan kesulitan hidup yang telah ia lalui selama bertahun-tahun.
Untungnya, kesadarannya masih jernih dan ia bisa berbicara dengan suara pelan. Saya berkata kepadanya, “Saya membawakan ceramah dari Guru Dafa untukmu. Asalkan kamu mendengarkannya dengan seksama, kondisimu akan membaik.”
Saya juga memperlihatkan kepadanya selembar kertas yang bertuliskan, “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao” (Falun Dafa baik, Sejati Baik Sabar baik). Saya memintanya untuk melafalkan kalimat-kalimat tersebut dalam hati, seraya menambahkan, “Jika kamu melafalkannya dengan tulus, kondisimu akan semakin membaik.” Dia mengangguk dan meneteskan air mata penuh rasa syukur.
Kemudian, saya menunjukkan cara menggunakan pemutar MP3 kepada keponakan yang lebih muda, yang sedang merawat kakaknya. Saya memintanya untuk memutar rekaman ceramah sesering mungkin karena itulah satu-satunya harapan penyelamatan bagi kakaknya, meskipun pada akhirnya hal itu bergantung pada takdirnya sendiri.
Karena saya telah menjelaskan fakta kebenaran Falun Dafa pada kedua keponakan, mereka dengan mudah menerima nasihat saya.
Pada hari-hari berikutnya, saya sering mengunjungi rumah sakit dan selalu membawakan makanan. Keponakan terus-menerus mendengarkan ceramah Guru dan berulang kali melafalkan kalimat-kalimat keberuntungan tersebut.
Kondisinya berangsur membaik. Setelah dua minggu, dia sudah bisa bangkit dari tempat tidur dan berjalan-jalan. Nafsu makannya meningkat, dan hasil pemeriksaan kesehatannya pun terus membaik.
Senyum yang telah lama hilang kembali menghiasi wajahnya. Dia bahkan sempat mandi dan memotong rambut di rumah sakit.
Kami semua menyaksikan kekuatan ajaib Dafa. Belas kasih Guru yang tak terbatas telah membawa harapan bagi seluruh keluarga.
Sebelum keponakan saya diperbolehkan pulang, saya berbicara dari hati ke hati dengannya: “Guru Dafa-lah yang telah menyelamatkanmu. Saat kembali ke rumah, ceritakanlah kepada keluarga dan teman-temanmu bahwa Falun Dafa telah memulihkan kesehatanmu. Berbagi ajaran Falun Dafa adalah perbuatan baik. Kamu harus membalas budi Guru yang telah menyelamatkan nyawamu.”
Dokter Terkejut
Beberapa bulan kemudian, saya mengunjungi keponakan tertua saya. Dia sedang dalam masa pemulihan yang sangat baik.
Ketika adiknya membawa dia ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, dokter terkejut melihat kondisinya dan berkata, “Sistem kekebalan tubuh Anda sangat kuat!”
Dokter tersebut sebelumnya meyakini bahwa peluang untuk selamat dari penyakit ini sangatlah kecil, dan mengira keponakan saya tidak akan bertahan lebih dari beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit.
Saya bertemu kembali dengan keponakan tertua sebelum Tahun Baru Imlek. Dia telah pulih dengan sangat baik, hingga tak seorang pun akan menyangka bahwa dia pernah menderita sakit kritis.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org