(Minghui.org) Praktisi Falun Dafa dari berbagai negara Eropa mengadakan pawai di Wina, Austria, yang dimulai dari Stephansplatz pada tanggal 29 Agustus 2026. Banyak penonton menyaksikan praktisi berjalan melewati jalan komersial Graben, Gedung Opera Negara Wina Wiener Staatsoper, dan jalan perbelanjaan utama Mariahilfer Straße.
Praktisi Falun Dafa menggelar pawai di Wina, Austria, pada tanggal 29 Agustus 2026. (Minghui.org)
Musik yang Menarik
Grup marching band Tian Guo memimpin pawai. Fischer, seorang penyanyi opera wanita, menyaksikan acara ini dan berkomentar, “Sangat menarik. Musik ini mengandung sesuatu yang benar-benar menarik. Saya sangat menyukainya.”
“Kesan awalnya adalah [bahwa musiknya] ceria dan penuh energi. Pada waktu yang sama, musiknya khidmat, atau anggun dan khidmat,” katanya. “Alat music tiup logam itu menunjukkan ketangguhan dan disiplin. Penampilannya juga sempurna, karena semua musisi memainkan bagian masing-masing secara kompak.”
Ia terkejut mengetahui bahwa para pemain semuanya adalah praktisi Falun Dafa. Ini adalah pertama kalinya Fischer mendengar tentang Falun Dafa. Ketika ia mengetahui prinsip Dafa, ia berkomentar, “Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar)—ini juga prinsip kehidupan saya. Saya percaya bahwa hanya dengan mengikuti prinsip ini kita dapat menjalani kehidupan yang baik di bumi ini bersama-sama, melawan penganiayaan, dan menghentikan perang.”
“Musik dapat menyentuh hati orang. Ini sungguh penting,” katanya. Ia berkata kepada praktisi, “Terima kasih telah menyelenggarakan acara seperti ini di Wina. Saya harap acara yang serupa dapat diadakan lagi.”
Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) Beresonansi dengan Orang Lain
Frank, seorang desainer media dari Jerman, mengatakan bahwa ia merasakan energi yang kuat dari pawai ini. Ia dan teman-temannya mengatakan bahwa mereka paling terharu oleh prinsip Falun Dafa tentang Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) yang disorot dalam pawai.
Salah satu temannya, Susanne, seorang perawat paliatif yang tinggal di Bavaria, berkata, “Saya berharap seluruh dunia dapat terbangun dan merasakan hal ini. Saya juga percaya bahwa ini akan menjadi arah masa depan. Ini pasti akan menjadi kenyataan. Kita sedang menuju ke sana. Ini sungguh indah.”
Teman lainnya, Beate, seorang manajer kolam renang dari Swiss, setuju, “Sebenarnya kita semua berharap untuk kembali ke keadaan itu [Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar)] Inilah yang kita semua dambakan di dalam hati.”
Emilia Wiankowska, seorang mahasiswa dari Polandia, juga setuju, “Ini semua adalah nilai yang ingin saya ikuti dalam kehidupan. Saya juga mendorong semua orang untuk mengikutinya. Karena saya tahu bahwa jika semua orang mengikuti nilai ini, masyarakat dan seluruh dunia akan lebih bahagia dan lebih baik satu sama lain.”
Ia menambahkan, “[Falun Dafa] tidak memiliki struktur organisasi yang kaku, tidak seperti beberapa agama yang mengumpulkan uang dan beroperasi seperti birokrasi... Setiap orang yang baik akan mendukung mereka, dan nilai ini seharusnya dapat diterima oleh semua orang.”
Merasakan Kepedihan dan kebahagiaan Sekaligus
Praktisi meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan dan menyerukan diakhirinya penganiayaan. (Minghui.org)
Setelah mengetahui bagaimana praktisi dianiaya di Tiongkok, Beate berkata, “Sekarang saya merasakan kepedihan dan kebahagiaan sekaligus... Saya terus berpikir, mungkin saya menangis karena kita semua sebenarnya satu tubuh dan saling terhubung. Kita sebenarnya adalah bagian dari kejahatan [penganiayaan] ini. Pikiran ini tiba-tiba terlintas di benak saya. Mungkin ini adalah rasa bersalah.”
Guru prasekolah Gerda Kreci sedang berbelanja dengan putrinya ketika ia berbicara dengan seorang praktisi dan baru mengetahui tentang Falun Dafa dan penganiayaan. Ia mengatakan kesan pertamanya tentang Falun Dafa adalah “sangat positif.” Mengenai penganiayaan, ia berkata, “Ini sangat menyedihkan dan membuat orang-orang pasti akan mendukung mereka... Yang penting adalah orang-orang harus berpikir secara mandiri dan membuat keputusan sendiri, bukan membiarkan orang yang di atasnya memutuskan untuk mereka.”
Orang-orang Ingin Membantu Menghentikan Penganiayaan
Orang-orang menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan. (Minghui.org)
Sofia, seorang siswi SMP dari Meksiko, berkata, “Menurut saya, sungguh mengerikan bahwa mereka menderita penganiayaan seperti ini hanya karena mereka memiliki tubuh yang sehat dan kondisi mental yang lebih baik... Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang hal ini.”
Sofia berkata tentang Falun Dafa, “Menurut saya itu baik sekali. Tidak hanya mempertahankan kesehatan tubuh, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual seperti nilai dan tradisi. Sungguh luar biasa bahwa mereka dapat terus berlatih.”
Ia mengatakan itulah alasan ia menandatangani petisi tersebut. “Mereka mengadakan acara semacam ini karena mereka membutuhkan bantuan. Jika saya membutuhkan bantuan dalam situasi yang sama, saya juga berharap orang lain dapat membantu saya. Jadi saya ingin membantu mereka.”
Harapan dan Awal yang Baru
“Semua ini akan segera berakhir,” kata Beate. “Sistem lama itu sedang hancur. Semua sistem lama akan runtuh. Dan kemudian hal-hal baru akan muncul. Saya telah menunggu momen ini sejak lama. Sekarang momen ini akhirnya tiba. Situasi di Tiongkok juga akan segera berakhir. Kita hanya perlu bersabar.”
Seorang penonton lainnya, Emilia, berkata tentang musik dari Marching Band Tian Guo, “Musik itu membuat anda merasa penuh harapan dan tenang.”
Baik Fischer maupun Kreci mengatakan bahwa mereka berencana untuk belajar Falun Dafa di sebuah taman di Wina tempat praktisi Dafa berkumpul untuk melakukan latihan.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org






















