(Minghui.org) Saya berusia 82 tahun dan telah berlatih Falun Dafa (Falun Gong) selama 30 tahun. Waktu berlalu begitu cepat. Selama proses membuktikan kebenaran Dafa dan melakukan tiga hal dengan baik, segala pencapaian saya adalah berkat perlindungan, dorongan, dan berkah dari Guru.

Kehidupan saya yang damai dan sejahtera adalah anugerah dari Guru. Gurulah yang telah menyelamatkan makhluk hidup yang saya telah klarifikasi fakta.

Penyakit Saya Lenyap

Dulu saya menderita nefritis yang menyebabkan hematuria (kencing berdarah), serta hepatitis dan penyakit jantung. Terkadang detak jantung saya begitu cepat hingga saya bahkan tidak sanggup mencuci piring. Saya sempat dirawat di rumah sakit selama enam bulan, namun penyakit saya tidak kunjung sembuh. Seorang dokter spesialis mengatakan bahwa obat-obatan dan suntikan tidak akan banyak membantu dan menyarankan saya minum teh ginseng untuk mengatasi anemia. Saya juga mencoba beberapa jenis qigong, namun semuanya sia-sia.

Saat mengunjungi tetangga pada Tahun Baru Imlek 1995, ibu mertua tetangga saya menyarankan agar saya berlatih Falun Gong. Dia juga memberi tahu saya bahwa Guru sedang menyelamatkan orang-orang. Mendengar hal itu, saya merasa takjub dan ingin berlatih. Tetangga saya yang sudah lanjut usia itu adalah praktisi, dan mereka menunjukkan cara melakukan latihan perangkat gerakan. Suaminya juga membantu saya mendapatkan buku Zhuan Falun.

Dafa sungguh ajaib. Meskipun saya buta huruf, Guru membuka kebijaksanaan saya sehingga saya bisa membaca buku-buku Dafa. Dengan belajar Fa, melakukan latihan gerakan, dan meningkatkan xinxing (watak/kualitas moral), semua penyakit saya teratasi. Pada siang hari, saya pergi bersama praktisi lain ke taman dan tempat-tempat terdekat untuk berlatih serta memberi tahu orang-orang tentang Dafa. Pada malam hari, saya bergabung dengan berbagai kelompok belajar Fa, baik yang besar maupun kecil. Dalam lingkungan Dafa yang damai, setiap praktisi begitu baik hati; kami sudah seperti keluarga. Sungguh sebuah negeri yang murni!

Membuktikan Kebenaran Falun Dafa di Tengah Penganiayaan

Mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Jiang Zemin, melancarkan penganiayaan terhadap Falun Dafa pada 20 Juli 1999. Lingkungan kultivasi kami yang damai pun terganggu. Para praktisi mendiskusikan situasi yang terjadi. Kami tahu bahwa Dafa itu lurus, jadi kami memutuskan untuk pergi ke Beijing guna membela Dafa dan mengklarifikasi fakta kepada pemerintah. Kami hanya ingin menyampaikan kepada pihak berwenang mengenai manfaat yang kami peroleh dari Dafa.

Kami pergi bersama-sama dengan satu mobil menuju Beijing untuk menyuarakan dukungan bagi Falun Dafa. Namun, kami dicegat oleh polisi setempat dan ditahan semalaman. Akhirnya, keluarga kami harus datang menjemput kami.

Saya merasa Fa ini begitu luar biasa; jika mereka tidak mengizinkan kami berlatih, maka saya akan berlatih di rumah saja. Saat itu, saya sedang mengasuh cucu saya. Praktisi lain berbicara kepada saya dan meminta saya untuk keluar membuktikan kebenaran Dafa. Jadi, kami menunggu hingga hari gelap; setelah saya menidurkan cucu, kami pergi bersama untuk menempelkan stiker dan spanduk klarifikasi fakta serta membagikan brosur. Seiring tersedianya berbagai jenis materi klarifikasi fakta lainnya, kami pun mulai membagikannya.

Saat itu, situasinya sangat tegang. Kami sering mendengar kabar tentang praktisi yang ditangkap secara ilegal. Seorang praktisi bahkan ditangkap dan ditahan selama lebih dari tiga bulan hanya karena menempelkan catatan tempel (sticky note) yang bertuliskan, "Falun Dafa hao! (Falun Dafa baik!)"

Saya memegang teguh pikiran lurus ini: "Dafa yang saya kultivasikan ini sungguh lurus. Karena saya telah memperoleh manfaat darinya, saya ingin membantu orang lain mengetahui kebenaran agar mereka tidak tertipu oleh PKT." Berkat berkah dan perlindungan Guru, saya berhasil melewati masa-masa awal penganiayaan tersebut.

Guru menyebutkan dalam ceramah-ceramah Beliau bahwa setiap praktisi di Tiongkok perlu keluar untuk mengklarifikasi fakta kepada orang-orang, namun saya tidak yakin harus berkata apa. Saat pertama kali memulainya, hal itu terasa sangat sulit. Tidak ada praktisi lokal lainnya, jadi saya pergi sendirian.

Ada begitu banyak orang di pasar, dan saya bertanya-tanya bagaimana harus memulainya. Saya berpikir: "Karena saya sudah berada di sini, lebih baik saya mengatakan sesuatu." Saya mulai dengan menceritakan betapa luar biasanya Dafa, fakta bahwa Dafa hadir untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa mereka tidak boleh tertipu oleh propaganda PKT. Saya berbicara kepada 15 orang, dan saya sempat bertemu dengan mantan pembimbing dari tempat latihan kami—masa ketika kami masih bisa berlatih di tempat umum. Dia mengatakan bahwa saya sangat berani.

Namun, karena penindasan yang terjadi begitu hebat, dia meminta saya untuk pulang. Akan tetapi, saya tidak pergi; sebaliknya, semakin sering saya berbicara, saya justru menjadi semakin percaya diri dan tidak takut. Saya terus berbicara kepada orang-orang sambil berjalan, sambil berkata, "Falun Dafa adalah Hukum Buddha yang menyelamatkan manusia; ajaran ini membimbing orang untuk menjadi insan yang baik. Mantan pemimpin PKT berusaha menipu masyarakat. Jangan sampai tertipu oleh kebohongannya."

Saya berkata kepada seseorang yang tampak seperti pejabat, "Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)," dan memintanya untuk tidak memercayai kebohongan Partai. Saya menyampaikan bahwa berlatih Falun Dafa dapat meningkatkan kesehatan dan bahwa ini adalah ajaran tingkat tinggi yang menyelamatkan manusia. Dia menerima materi informasi yang saya berikan dan berkata, "Mereka selalu mengadakan rapat tentang penindasan terhadap Falun Gong—sebenarnya apa itu Falun Gong? Biar saya pelajari." Lalu, dia pun pergi.

Hari itu saya berbicara dengan 30 orang. Selama 20 tahun terakhir, saya telah berkembang dari seseorang yang tidak tahu cara mengklarifikasi fakta menjadi seseorang yang membantu orang lain mundur dari PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan organisasi afiliasinya. Saya sungguh menghargai perlindungan penuh belas kasih serta kekuatan yang diberikan oleh Guru.

Selamat Meski Ditangkap Enam Kali

Saya telah ditangkap secara ilegal dan ditahan di kantor polisi sebanyak enam kali. Setiap kali hal itu terjadi, berkat keyakinan kepada Guru dan Dafa, serta di bawah perlindungan Guru, saya berhasil pulang dengan selamat.

Saat itu saya sedang berbicara kepada orang-orang tentang Dafa di sebuah pasar. Begitu seseorang menerima amulet dan brosur informasi yang saya bagikan, polisi di dekat sana menangkap dan menahan saya. Dalam hati saya memohon kepada Guru, "Guru, tolong selamatkan saya. Saya tidak ingin tinggal di sini." Seorang petugas polisi berkata bahwa keluarga saya boleh datang untuk menjemput saya pulang.

Pada kejadian kedua, saya dilaporkan dan ditangkap di pasar yang sama, lalu dibawa ke kantor polisi yang sama. Petugas polisi itu mengenali saya dan berkata, "Anda lagi!"

Kemudian wakil kepala polisi berkata, "Lepaskan dia, lepaskan saja."

Pada kesempatan-kesempatan lain, saya ditangkap saat sedang pergi bersama rekan praktisi. Setelah saya selesai mengklarifikasi fakta kepada petugas polisi dan berbicara kepada mereka tentang mundur dari PKT, saya dibebaskan. Melalui pengalaman-pengalaman ini, banyak keterikatan saya yang terhapus—termasuk rasa takut—dan pikiran lurus saya menjadi semakin kuat.

Dilindungi oleh Guru

Suatu kali, saya sedang mengklarifikasi fakta di pasar tak lama setelah hujan turun. Sebuah mobil mundur ke arah saya dan menabrak saya hingga jatuh. Saya terjatuh ke dalam kubangan air berlumpur; baju dan celana saya robek, serta tubuh saya basah kuyup dan penuh lumpur. Saya merasa sangat malu, namun saya bangkit berdiri dan ternyata baik-baik saja. Saya membiarkan pengemudi itu pergi setelah saya mengklarifikasi fakta kepadanya. Orang-orang di sekitar berkomentar bahwa pengemudi itu sangat beruntung karena telah menabrak orang yang begitu baik hati.

Di lain waktu, saya pergi bersepeda untuk mengambil materi informasi dari seorang rekan praktisi dan tertabrak mobil. Saat pengemudi berhenti dan membantu saya berdiri, saya memintanya membantu meluruskan kembali setang sepeda saya. Kemudian saya kembali menaiki sepeda dan melaju pergi. Saya tiba tepat waktu untuk mengambil materi tersebut. Baru setelah sampai di rumah, saya menyadari bahwa kaki saya bengkak. Namun, kondisinya membaik dalam beberapa hari.

Saya sudah berkali-kali tertabrak mobil, tetapi saya selalu baik-baik saja. Bagaimana mungkin seorang wanita lanjut usia seperti saya bisa selamat dari kecelakaan-kecelakaan semacam itu? Bukankah itu semua adalah keajaiban yang diwujudkan oleh Dafa? Saya yakin bahwa karena saya berlatih Dafa, saya telah memiliki tubuh yang tidak dapat dihancurkan. Dengan adanya Guru dan Dafa, saya tidak merasa takut.

“Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)!”

Saya bertemu dengan berbagai macam orang. Ada yang mengaku akan melaporkan saya, ada yang membentak, ada yang menolak berbicara dengan saya, bahkan ada pula yang memukul atau memarahi saya. Namun, lebih banyak lagi yang berterima kasih karena saya telah menceritakan tentang Falun Dafa kepada mereka. Dua hal meninggalkan kesan mendalam bagi saya—rasa terima kasih orang-orang terhadap Dafa dan belas kasih Guru yang luar biasa—yang membuat saya menyadari betapa pentingnya misi bersejarah saya ini.

Saya pernah berbicara kepada seorang wanita berusia 60-an tahun dan menjelaskan bahwa Dafa adalah Hukum Buddha untuk menyelamatkan manusia, serta bahwa Guru Li meminta para praktisi untuk membantu Beliau menyelamatkan orang-orang. Dia berkata, "Saya ingin bersujud kepada Guru Anda!" Saya katakan kepadanya bahwa asalkan dia tahu Dafa itu baik dan Guru datang untuk menyelamatkan makhluk hidup, itu sudah cukup. Saya memberinya brosur informasi, dan dia terus-menerus mengucapkan terima kasih.

Di lain waktu, saya pergi ke pasar untuk berbicara kepada orang-orang tentang Dafa. Sekelompok orang yang membawa bendera-bendera kecil sedang berbaris mempromosikan produk mereka. Seorang pemuda dalam antrean tersenyum dan menghampiri saya sambil berseru, "Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)!" Saya mengangguk dan tersenyum. Orang-orang benar-benar sedang terbangun kesadarannya.

Selama bertahun-tahun ini, seiring dengan kemajuan pelurusan Fa oleh Guru, sikap awal orang-orang yang penuh ketakutan, menghindar, dan ancaman untuk melaporkan saya telah berubah menjadi sikap yang terbuka terhadap kebenaran, bahkan sampai pada titik berseru: " Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)!" Saya merasa semakin banyak orang yang mengetahui apa itu Dafa. Meskipun ada sebagian orang yang melontarkan kata-kata buruk dan menentang Dafa, selalu ada orang lain di sekitar yang angkat bicara, seperti mengatakan, "Mereka berusaha membantu Anda. Kalau Anda tidak mau mendengarkan, ya sudah. Mengapa Anda malah memaki?"

Saya menyadari bahwa perubahan sikap orang-orang terhadap Dafa secara bertahap ini terjadi berkat ketabahan Guru yang tiada henti serta upaya gigih para praktisi dalam menjelaskan fakta yang sebenarnya kepada masyarakat.

Saya berusia 50-an tahun ketika mulai berkultivasi Dafa. Tiga dekade kemudian, kini saya berusia 80-an tahun dan rambut saya sudah memutih. Suami saya berusia 90 tahun, namun saya masih bisa merawatnya, memasakkan makanan lezat untuknya, dan mengantarnya berobat ke dokter. Anak-anak saya kini sudah berusia enam puluhan, dan saya masih bisa merawat mereka saat mereka sakit. Dafa telah memberikan saya tubuh yang sehat, dan penampilan saya jauh lebih muda daripada usia saya yang sebenarnya. Saat saya keluar rumah, orang-orang mengira saya baru berusia enam puluhan, padahal usia saya sebenarnya 82 tahun. Bukankah semua ini berkat latihan Falun Dafa, yang mengultivasi jiwa dan raga? Bukankah hal ini membuktikan betapa luar biasanya Guru dan betapa hebatnya Dafa?!

Selama bertahun-tahun menapaki jalan kultivasi ini, saya tidak tahu seberapa banyak yang telah Guru lakukan bagi saya atau seberapa besar penderitaan yang telah Guru tanggung. Guru menyelamatkan saya dari dasar neraka dan menyucikan saya; Guru membimbing saya untuk memperoleh Fa dan berkultivasi; Guru memikul beban utang karma saya yang seberat gunung; Guru mengajarkan saya cara menjadi orang baik; dan, selangkah demi selangkah, Guru membantu saya berkultivasi hingga saya mampu melepaskan sifat mementingkan diri sendiri.

Segala sesuatu yang saya miliki saat ini adalah berkat Guru. Saya jarang memiliki kesempatan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Guru; oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin berkata, "Guru, Anda telah bekerja begitu keras! Sungguh suatu berkah bisa menjadi seorang praktisi! Terima kasih, Guru, karena telah mengizinkan saya berlatih Falun Dafa!"