(Minghui.org) Tahun ini saya genap berusia 80 tahun dan mulai berlatih Falun Dafa bersama istri serta beberapa anggota keluarga. Desember lalu, saya tiba-tiba mengalami stroke. Saya segera dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di sana selama dua minggu. Setelah kondisi sedikit membaik, saya pun pulang ke rumah. Namun, kurang dari seminggu kemudian, muncul gejala baru seperti buang air besar berdarah dan muntah gumpalan darah besar yang bercampur dengan kotoran berwarna gelap serta berbau busuk.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, anggota keluarga saya yang juga praktisi Dafa menyemangati saya untuk melafalkan kalimat, "Falun Dafa hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren hao (Sejati-Baik-Sabar baik)," serta memohon bantuan Guru. Seluruh keluarga pun turut melafalkan kalimat tersebut untuk saya.

Setelah masuk ICU, kondisi saya membaik dengan cepat. Tiga hari kemudian, pikiran saya menjadi jernih, kondisi saya stabil, dan saya dipindahkan ke ruang perawatan umum. Dalam waktu satu minggu, saya diperbolehkan pulang. Saya yakin Guru Li telah menyelamatkan saya dari ambang kematian. Setelah itu, dengan bantuan keluarga yang juga praktisi, saya mulai berkultivasi dalam Dafa.

Selama beberapa bulan terakhir, saya merasakan bimbingan Guru melalui mimpi dan menyadari bahwa Guru sedang melenyapkan karma serta memurnikan diri saya. Saya ingin berbagi pengalaman ajaib ini sebagai kesaksian akan keagungan Guru dan Dafa.

Saat berada di ICU, saya bermimpi Guru membawa saya, istri saya, dan seorang praktisi lainnya ke Taman Persik yang legendaris—sebuah tempat dengan keindahan luar biasa. Guru memberikan buah persik kepada istri saya, lalu ia memberikannya kepada saya. Saya menggigitnya, dan buah itu terasa lumer di mulut. Saya ingat betul rasanya—begitu lezat hingga tak ada kata-kata yang mampu menggambarkannya. Berkat melafalkan kalimat penuh berkah itu setiap hari, saya menerima perhatian dan perlindungan dari Guru. Praktisi lain merasa takjub mendengar mimpi saya tersebut.

Dalam sebuah penglihatan, saya melihat lima orang yang semuanya tampak persis seperti Guru. Saya tidak bisa membedakan satu sama lain. Belakangan, saya bertanya kepada praktisi lain mengenai mimpi itu, dan mereka menyarankan agar saya bertanya langsung kepada sosok yang menyerupai Guru tersebut. Saat melihat seseorang yang tampak seperti Guru dalam sebuah penglihatan, saya bertanya, "Apakah Anda Guru Li Hongzhi?" Orang itu menunjuk dirinya sendiri dan berkata, "Benar, saya orangnya." Saya sangat gembira mendengarnya—Guru benar-benar berada di sisi saya, melindungi saya!

Setelah berlatih Dafa, saya mengalami masa ujian karma penyakit. Saya merasa pusing serta mengalami mual dan muntah yang hebat. Seorang praktisi mengatakan kepada saya bahwa Guru sedang memurnikan tubuh saya. Berdasarkan pemahaman saya yang terbatas, saya tahu saya harus menanggung gejala-gejala tersebut. Meskipun merasa tidak sehat, saya tidak pergi ke rumah sakit dan terus belajar Fa serta melakukan latihan. Ujian itu berlalu dalam beberapa hari.

Selama ujian ini, beberapa praktisi datang, duduk di samping tempat tidur saya, dan memancarkan pikiran lurus untuk saya. Saya tertidur dan bermimpi Guru membawa saya ke tempat yang dipenuhi orang; mereka semua duduk di atas bantalan meditasi bundar atau persegi, dengan satu telapak tangan tegak dan mengelilingi Guru. Dalam sekejap mata, semua orang menghilang. Saya mendengar suara yang mengatakan bahwa Guru telah membawa mereka ke dunia lain.

Ketika saya menceritakan mimpi itu kepada praktisi lain, salah seorang berkata bahwa Guru sedang mengawasi saya dan bahwa para dewa lurus serta dewa pelindung dari Sepuluh Penjuru sedang membantu saya memurnikan dimensi saya. Saya merasa sangat bersyukur atas penyelamatan penuh belas kasih dari Guru.

Tak lama kemudian, saya bermimpi lagi. Guru membawa saya ke tempat yang sama, di mana semua orang menunjukkan rasa hormat yang besar kepada-Nya. Seseorang meminta Guru untuk memberikan ceramah, dan Beliau menyetujuinya. Lalu saya terbangun.

Saat Festival Lampion tiba, keluarga kami biasanya membeli bola-bola ketan manis untuk merayakannya. Karena sebelumnya saya menderita diabetes, saya sangat menghindari makanan manis. Seorang anggota keluarga yang juga praktisi menyarankan agar saya berpikir dari sudut pandang seorang praktisi. Sebagai praktisi, saya seharusnya bisa makan apa saja. Saya menyantap beberapa bola ketan dan merasa baik-baik saja setelahnya. Saya membuang semua obat-obatan saya.

Guru muncul dalam mimpi lain untuk melindungi saya kembali. Tiga orang menahan saya, memaksa saya berlutut di tanah. Salah satu dari mereka menodongkan pistol ke kepala saya dan berkata, "Kamu akan mati." Saya berteriak memohon pertolongan Guru. Istri saya mengatakan bahwa dia mendengar saya memanggil Guru untuk meminta pertolongan. Saya melihat sebuah Falun melayang dua meter di atas saya, dan saat berikutnya, saya mendapati diri saya berada di atasnya. Falun itu seketika mengangkat saya ke udara dan menjauhkan saya dari bahaya. Guru muncul dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Saya melihat ke bawah dan melihat ketiga orang itu sedang mencari saya.

Dalam mimpi lain, Guru memperlihatkan kepada saya betapa besarnya penderitaan manusia. Saya menggenggam tangan Guru dan tidak ingin melepaskannya.

Mengenai mimpi berikutnya, saya melihat Guru mengarahkan jarinya ke arah seseorang yang menganiaya para praktisi, dan orang itu seketika lenyap, musnah lebih cepat daripada peluru!

Dalam mimpi lain yang sangat jelas, Guru membersihkan tubuh saya. Dua orang sedang menyemprotkan energi hitam ke arah saya, menutupi seluruh tubuh saya kecuali mata. Guru menggunakan sesuatu yang menyerupai alat penyemprot bertekanan tinggi untuk membersihkan saya. Energi hitam itu perlahan-lahan sirna, dan tubuh saya kembali normal.

Saya senantiasa diliputi oleh cahaya Buddha setiap hari sejak mulai berlatih Falun Dafa, dan hati saya dipenuhi sukacita. Saya mempelajari Fa kapan pun saya memiliki waktu luang. Dalam mimpi lain, seorang penagih utang menuntut agar saya melunasi utang saya dalam waktu dua hari. Keesokan harinya, Guru muncul dan menyelesaikannya untuk saya seraya berkata, "Utangmu sudah lunas." Saya merasa sangat bersyukur hingga tak mampu berkata-kata. Saya bertanya kepada Guru apakah saya masih bisa berkultivasi di usia saya yang sudah lanjut ini. Guru menjawab, "Tentu saja bisa. Anda bisa berkultivasi dari atas hingga ke bawah." Setelah mendengar cerita tentang mimpi saya, seorang rekan praktisi berkomentar bahwa Guru mengatur hal yang terbaik bagi setiap pengikut Dafa.

Demikianlah pengalaman saya selama beberapa bulan terakhir. Saya sungguh merasakan bahwa Guru melindungi saya, menarik saya keluar dari neraka, menyucikan saya, dan menuntun saya kembali ke asal-usul sejati saya. Setelah sekian lama dicekoki paham ateisme oleh Partai Komunis Tiongkok serta mengalami penyakit parah dan ujian hidup-mati, saya benar-benar merasakan keberadaan para Dewa dan Buddha. Sungguh beruntung saya bisa berkultivasi Dafa. Hal ini semakin memperkuat tekad saya untuk kembali ke rumah sejati bersama Guru.

Kini saya telah menjadi pribadi yang benar-benar berbeda, baik secara spiritual maupun fisik. Saya dan seluruh keluarga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Guru atas penyelamatan-Nya. Satu-satunya cara untuk membalas budi Guru adalah dengan berkultivasi secara tekun dan tulus.

Terima kasih, Guru. Terima kasih kepada rekan-rekan praktisi atas bantuan kalian.