(Minghui.org) Praktisi berpartisipasi dalam Festival Ono ke-49 di Ono, Prefektur Hyogo, Jepang, pada 23 Agustus 2026. Banyak orang mengetahui manfaat berlatih Falun Gong serta prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) melalui peragaan latihan dan genderang pinggang yang ditampilkan oleh praktisi. Praktisi telah berpartisipasi dalam festival ini selama lebih dari sepuluh tahun dan menerima penghargaan khusus.

Praktisi menampilkan genderang pinggang dan memperagakan latihan (Minghui.org)

Sebagai festival lokal terbesar, Festival Ono menampilkan berbagai tarian dan pertunjukan panggung lainnya, parade, serta kembang api. Sekitar 110 kelompok dari seluruh penjuru Jepang berpartisipasi dalam festival tahun ini, yang menarik kehadiran 130.000 pengunjung.

Praktisi Falun Gong berpartisipasi dalam tiga parade dan tiga pertunjukan panggung. Tim genderang pinggang mereka terdiri dari praktisi yang berusia antara sepuluh hingga tujuh puluh tahun. Banyak penonton parade yang mengabadikan momen saat barisan praktisi Falun Gong melintas.

Seorang warga setempat, Kubo, mengajak putra dan putrinya untuk menyaksikan parade tersebut. Putrinya menari mengikuti irama genderang, sementara putranya memuji praktisi Falun Gong seraya berkata, "Senyum mereka semua tampak begitu bahagia! Sungguh luar biasa!"

Kubo dan anak-anaknya menyukai genderang pinggang yang dibawakan oleh praktisi Falun Gong. (Minghui.org)

Dua warga setempat mengatakan bahwa ini adalah kali pertama mereka mendengar tentang Falun Gong. Setelah mengetahui bahwa setiap anggota tim genderang pinggang berlatih Falun Gong, salah seorang dari mereka berkata, "Gerakan mereka sangat kompak. Mereka tampak begitu bahagia!" Warga lainnya berkata, "Mata saya langsung berbinar begitu melihat mereka. Senang sekali mendengar tentang ajaran mereka: Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar)! Saya akan mencari tahu lebih lanjut tentang Falun Gong."

Sebuah keluarga Tiongkok yang terdiri dari tiga orang mendengar lagu "Falun Dafa Hao (Baik)." Wu, sang suami, mengacungkan jempol kepada praktisi dan menyemangati mereka, "Bagus sekali! Pertahankan kerja hebat kalian!" Ia memberi tahu seorang praktisi Falun Gong bahwa mereka berasal dari Tiongkok. Setelah mendengar fakta mengenai penganiayaan di Tiongkok, suami, istri, dan anak mereka sepakat untuk mundur dari organisasi Komunis yang mereka ikuti. Mereka mengucapkan terima kasih kepada praktisi tersebut dan menjabat tangannya.

Saat praktisi memperagakan latihan Falun Gong diiringi musik yang menenangkan di atas panggung, banyak penonton yang turut menirukan gerakan mereka.

Setelah menyaksikan peragaan latihan, seorang warga setempat bernama Taniguchi berkata, "Ini pertama kalinya saya mendengar tentang latihan ini. Saya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Falun Gong. Saya akan mencari informasinya secara daring."

Taniguchi tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Falun Gong. (Minghui.org)

Taniguchi terkejut mengetahui bahwa sebuah latihan damai yang mengajarkan orang untuk hidup berdasarkan prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) mengalami penindasan di Tiongkok sejak tahun 1999. Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya praktisi untuk mengakhiri penindasan tersebut.