(Minghui.org) Praktisi mengadakan kegiatan di Marienplatz pusat Kota Munich pada 22 Agustus 2026. Mereka memperagakan gerakan latihan Falun Gong dan memberitahu orang-orang bagaimana Partai Komunis Tiongkok (PKT) menganiaya Falun Gong, termasuk kekejaman pengambilan organ paksa dari praktisi secara hidup-hidup.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan kuat masyarakat, dan banyak orang menandatangani petisi yang menyerukan agar pemerintah Jerman membantu menghentikan pengambilan organ paksa di Tiongkok. Latihan bersama dengan musik lembut menarik minat banyak pejalan kaki. Ada yang meniru gerakan praktisi, sementara yang lainnya diberikan arahan secara khusus.

Praktisi mengadakan kegiatan di Marienplatz pusat Kota Munich pada 22 Agustus 2026. Mereka memperagakan latihan dan memberitahu orang-orang bagaimana PKT menganiaya Falun Gong. (Minghui.org)

Pejalan kaki berbicara dengan praktisi dan mempelajari informasi tentang Falun Gong. (Minghui.org)

Memuji Falun Gong

Anil melakukan meditasi. (Minghui.org)

Anil, seorang pengasuh anak di Munich, ingin mempelajari latihan Falun Gong setelah berbicara dengan praktisi. Dia mematikan rokok, meletakkan tasnya, dan dengan sungguh-sungguh mengikuti praktisi dalam mempelajari gerakan. Setelah itu, dia merasa “seperti terlahir kembali.”

Anil menunjuk ke langit dan berkata, “Ini adalah budaya saya. Saya merasa berada di negara yang salah, dan saya perlu pulang ke rumah. Kita harus pergi ke rumah yang sesungguhnya.”

Setelah mempelajari prinsip-prinsip Falun Gong yakni Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar), Anil berkata prinsip-prinsip tersebut “lebih penting daripada apapun,” dan “kita harus memaafkan semua orang, baik itu orang tua, saudara, dan bahkan diri kita sendiri. Kita bukanlah apa-apa; semuanya berasal dari Tuhan. Kita harus mengikuti hal secara alami dan tidak boleh bertindak sesuka hati. Kita harus mendengar dan bertindak, bukan hanya sekadar mengumbar janji yang tidak jujur.”

Terkait penganiayaan selama 27 tahun, Anil merasa itu sangat disayangkan. Dia meyakini orang-orang harus mengikuti prinsip-prinsip [Falun Gong], bermeditasi, dan mencintai semua orang dan diri mereka sendiri. Dia menambahkan bahwa kita tidak bisa selalu memikirkan tentang uang, “bila tidak orang-orang akan menjadi gila.”

Setelah bermeditasi, dia menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan.

Saya Merasa Itu Mengerikan; Saya Mendukung untuk Memastikan Hal Ini Tidak Lagi Terjadi”

Pejalan kaki menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong. (Minghui.org)

Netter, yang bekerja sebagai pengasuh di sekolah dasar dan menengah luar biasa sebelum pensiun, berbicara dengan seorang praktisi setelah dia menandatangani petisi. Dia melihat spanduk besar tentang pengambilan organ secara hidup-hidup oleh Partai Komunis Tiongkok, dan berkata kepada praktisi Falun Gong, “Saya melihat dari jauh dan ingin melihat serta mendengar tentang apa Falun Gong ini. Seorang pria menjelaskannya dengan sangat jelas kepada saya. Saya berkata, ‘Baik, saya akan tanda tangan.’”

“Saya merasa penganiayaan ini mengerikan; Saya mendukung untuk memastikan hal ini tidak terjadi. Saya merasa itu tidak manusiawi. Sederhana, yang kaya mendapatkan semuanya, dan yang miskin menderita oleh konsekuensinya.”

Netter berkata dia merasakan suasana yang damai di tempat kegiatan praktisi. Dia juga menghargai prinsip-prinsip Falun Gong yakni Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) dan berkata bahwa prinsip-prinsip ini adalah “fondasi hidup” dan “hanya dengan cara ini orang-orang bisa hidup bersama.”

Dia mendukung praktisi Falun Gong yang secara terbuka mengungkap penganiayaan oleh PKT, karena ini akan menimbulkan rasa ingin tahu dan menarik perhatian masyarakat luas. Netter berkata, “Maka tekanan dari luar mungkin membantu PKT menghentikannya.”