(Minghui.org) Saya pertama kali mengenal Falun Dafa dua bulan sebelum penganiayaan dimulai pada tanggal 20 Juli 1999. Namun, karena saya baru berlatih dalam waktu yang sangat singkat, saya tidak benar-benar memahami apa itu Dafa ataupun watak asli Partai Komunis Tiongkok (PKT), sehingga saya dengan mudah berhenti berkultivasi. Saya kembali berlatih Falun Dafa pada tahun 2003.
Seorang teman memberi saya sebuah DVD yang memaparkan fakta sebenarnya di balik insiden bakar diri di Lapangan Tiananmen. Saat itulah saya menyadari bahwa saya telah ditipu oleh Partai. Saya merasa tindakan PKT yang merekayasa insiden palsu dan kejam demi menganiaya Falun Dafa sangat tercela. Saya menonton video-video klarifikasi fakta lainnya yang memperlihatkan para praktisi Dafa dengan penuh keberanian dan keteguhan hati pergi ke Lapangan Tiananmen untuk membentangkan spanduk atau melakukan latihan Dafa, lalu dipukuli secara brutal oleh polisi dan diseret ke dalam kendaraan polisi—semua itu dilakukan demi membela Dafa dan Guru. Semangat mereka selalu membuat saya terharu hingga meneteskan air mata, sekaligus dipenuhi rasa penyesalan mendalam karena telah melewatkan kesempatan awal untuk mulai berkultivasi.
Mungkin setiap praktisi Dafa memiliki jalinan takdir yang berbeda, dan Guru mengatur jalur kultivasi yang berbeda bagi setiap praktisi. Setelah saya mulai berkultivasi dengan sungguh-sungguh, Guru dengan cepat memurnikan tubuh saya. Saat itu, saya menderita masalah ginekologis yang parah, wasir, penyakit hati, dan berbagai penyakit lainnya. Setelah mulai berlatih Falun Dafa, saya terbebas dari penyakit dan merasa tubuh saya ringan. Saya tidak merasa lelah tidak peduli seberapa jauh saya berjalan. Hati saya dipenuhi kegembiraan dan sukacita—kata-kata tak mampu mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada Guru! Saya selalu ingin menceritakan kepada kerabat tentang keajaiban Dafa.
Pada tahun 2004, saya bermimpi melihat orang-orang berseragam militer hijau dengan tas selempang hijau tergeletak di mana-mana di jalan utama dekat rumah saya. Api berkobar di sekelilingnya dan nyaris menjangkau mereka. Situasinya sangat mendesak, seolah-olah api itu sudah hampir membakar alis mereka. Namun, saya bersikap acuh tak acuh, berniat melangkahi mereka begitu saja. Lalu saya melihat mereka mengulurkan tangan sambil berseru, “Kami sudah lama menunggu Anda! Kami sudah lama menunggu Anda! Kami sudah lama menunggu Anda!” Mereka meneriakkan kalimat itu tiga kali. Saya tersentak dan terbangun dari mimpi dengan tubuh bermandikan keringat. Kata-kata itu masih terngiang di telinga saya, “Kami sudah lama menunggu Anda!” Saya menyadari bahwa Guru sedang memberi saya pencerahan bahwa orang-orang yang tertipu oleh PKT (Partai Komunis Tiongkok) sedang dalam bahaya. Guru ingin saya mengklarifikasi fakta kebenaran dan membantu menyelamatkan orang-orang—ini adalah tanggung jawab saya. Melalui hal ini, saya memahami secara mendalam betapa pentingnya mengklarifikasi fakta kebenaran.
Sejak tahun 2004 hingga sekarang, saya terus memenuhi sumpah janji saya untuk membantu Guru menyelamatkan orang-orang. Awalnya, saya bekerja sama dengan praktisi lain untuk membagikan materi klarifikasi fakta dan menempel selebaran. Saya juga mengklarifikasi fakta kebenaran secara langsung kepada orang-orang. Mulai dari pedagang sayur dan pemilik toko, lalu para lanjut usia di taman dan pejalan kaki di jalanan, hingga kerumunan orang di halte bus.
Selama lebih dari 20 tahun melewati pasang surut, para praktisi di kota kami telah melakukan klarifikasi fakta kebenaran dengan sangat baik. Banyak penduduk tetap kota ini telah mundur dari Partai. Saat saya bertanya kepada para lanjut usia yang saya temui, sebagian besar dari mereka sudah mengetahui fakta kebenaran tentang Dafa.
Dalam beberapa tahun terakhir, saya fokus berbicara dengan mahasiswa, dan hasilnya sangat baik. Ada beberapa universitas di kota kami, dan setiap tahun mereka menerima mahasiswa baru dari berbagai daerah. Para mahasiswa ini memiliki rasa keadilan dan sangat rasional. Proses klarifikasi fakta kebenaran kepada mereka berjalan sangat lancar; banyak yang setuju bahwa Dafa baik dan kemudian mundur dari PKT. Guru pernah berpesan agar kita tidak memilih-milih saat mengklarifikasi fakta kebenaran, namun saya belum mencapai tingkat belas kasih seperti itu. Saya masih cenderung berbicara dengan orang-orang yang menurut saya lebih mudah diajak bicara.
Saat mengklarifikasi fakta kebenaran kepada mahasiswa, saya selalu bertanya apakah mereka pernah mendengar tentang mundur dari PKT demi keselamatan mereka. Anak-anak muda itu selalu bertanya dengan heran, “Apa maksudnya itu?”
Melihat bahwa mereka benar-benar belum pernah mendengarnya, saya mulai menjelaskan, “Bencana alam maupun buatan manusia kini terjadi dengan frekuensi yang tidak wajar. Mengapa demikian? Itu karena moralitas manusia telah merosot. Peradaban Tiongkok yang berusia lima ribu tahun merupakan budaya yang dianugerahkan oleh para Dewa, yang mengajarkan bahwa langit mengamati perbuatan manusia. Karena moralitas manusia telah merosot, Dewa akan menyingkirkan mereka yang tidak lagi layak menjadi manusia. Semua bencana yang tidak wajar ini merupakan peringatan dari langit agar manusia meningkatkan karakter moral mereka dan menjadi orang baik. Hanya dengan cara itulah langit akan melindungi mereka.”
Saya juga mengatakan kepada mereka bahwa teori evolusi dan ateisme adalah kebohongan. “Manusia sama sekali tidak berevolusi dari kera. Mata rantai penghubung antara kera dan manusia tidak ditemukan. Itu adalah teori yang lemah. Para ilmuwan di luar negeri menganggap teori evolusi Darwin hanya sebagai sebuah hipotesis. Pendidikan di Tiongkok memperlakukannya sebagai kebenaran, mengharuskan anak-anak untuk mempelajari dan menelitinya. Teori-teori ini merendahkan martabat manusia. Sebagian besar orang di dunia saat ini berasal dari surga. Mereka semua luar biasa dan tidak seharusnya memandang rendah diri mereka sendiri. Di masa sejarah yang istimewa ini, jagalah hati nurani dan pikiran baik Anda, serta nantikan penyelamatan oleh Sang Pencipta.”
Saat mendengar hal ini, anak-anak muda tersebut mengangguk dan tersenyum. Saya kemudian menjelaskan bagaimana ateisme menjauhkan orang dari pemahaman tentang balasan karma—bahwa kebaikan mendapat balasan yang baik, kejahatan mendapat ganjaran buruk —yang pada akhirnya menyeret banyak orang ke jalan korupsi, pornografi, perjudian, kecanduan narkoba, dan perilaku menyimpang. Saya mengatakan bahwa Partai yang jahat itu sudah tamat riwayatnya. Saya juga mengingatkan bahwa orang bijak tidak akan berdiri di bawah atap yang hampir runtuh. Biasanya saya menutup pembicaraan dengan berkata, “Segeralah mundur dari Partai Komunis Tiongkok, Liga Pemuda, dan Pionir Muda demi keselamatan Anda.”
Pada tahap ini, sebagian besar anak muda setuju untuk mundur. Setelah mereka melakukannya, saya menceritakan keindahan Dafa dan meminta mereka untuk mengingat: “Falun Dafa Hao, Zhen Shan Ren Hao!” (Falun Dafa Baik, Sejati Baik Sabar Baik). Kebanyakan dari mereka menerimanya dan berterima kasih kepada saya! Saya tahu mereka telah memilih masa depan yang cerah. Setiap kali saya mengklarifikasi fakta kebenaran, Gurulah yang memberikan kebijaksanaan dan metodenya.
Di halte bus, ketika bus datang dengan cepat dan waktu terbatas, saya berhasil membantu orang-orang mundur dari Partai hanya dengan beberapa patah kata. Sering kali saya sendiri sulit mempercayainya. Saya tahu semua ini adalah pengaturan Guru. Guru mendatangkan orang-orang yang memiliki jodoh pertemuan kepada kami. Kami hanya perlu menggerakkan mulut dan kaki. Tentu saja, para praktisi membantu membuka jalan dengan menyebarkan materi klarifikasi fakta. Saya hanyalah memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk mundur dari organisasi-organisasi PKT.
Pusat kota dipadati orang pada malam Tahun Baru 2025. Anak-anak muda menantang hawa dingin dan tiba lebih awal di alun-alun untuk menantikan hitung mundur Tahun Baru. Saya berpikir, “Apakah mereka bersedia mendengarkan jika saya mengklarifikasi fakta kebenaran kepada mereka sekarang?”
Saya mendapati bahwa selama saya berbicara dari lubuk hati, Guru memberikan kebijaksanaan kepada saya. Saat saya mulai mengklarifikasi fakta kebenaran, seseorang berkata, “Hidup ini melelahkan. Tidak bisakah kita bersenang-senang? Kita hanya menjalani hidup apa adanya! Hidup ini membosankan.”
Saya menjawab, “Orang Tionghoa menderita dan merasa lelah karena mereka tidak memiliki keyakinan dan tidak tahu mengapa mereka hidup. Itulah sebabnya hidup terasa pahit dan melelahkan.” Kemudian, saya menceritakan kepada mereka tentang keindahan Dafa dan pentingnya mundur dari Partai. Malam itu, saya membantu lebih dari belasan orang mundur dari PKT dalam waktu satu jam.
Semua orang di dunia ini adalah keluarga Guru. Guru berkata:
“Ketika masa akhir tiba, demi menunaikan penyelamatan dengan lebih baik, kehidupan yang tidak memiliki pertalian semacam ini dengan Sang Pencipta, tidak dapat menjadi manusia di saat ini, hingga saat ini, semua tubuh sejati manusia di bumi sudah merupakan orang-Nya,” (“Mengapa Hendak Menyelamatkan Makhluk Hidup”)
Oleh karena itu, saya tidak boleh memilih-milih. Terlepas dari apakah menurut saya seseorang itu baik atau tidak, mereka semua adalah makhluk yang harus diselamatkan. Saya masih perlu meningkatkan diri dalam hal ini dan berupaya untuk tidak pilih-pilih, tidak melewatkan siapa pun yang memiliki hubungan takdir, serta benar-benar berbelas kasih kepada semua makhluk hidup.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org