(Minghui.org) Pada hari Minggu 21 Oktober 2007, sekitar 300 lebih praktisi Bali berkumpul di Bale Budaya Klungkung Bali guna saling menyemangati satu sama lain antar sesama praktisi di dalam melakukan tiga hal dengan baik. Praktisi dari delapan kabupaten tersebut dengan serius belajar Fa bersama, saling berdiskusi, berbagi pengalaman, latihan bersama dan klarifikasi. Acara tersebut dimulai dari jam 9:00 pagi sampai 6:00 sore waktu setempat.


Belajar Fa bersama

Praktisi lama dan praktisi baru membaur jadi satu, guna memecahkan segala simpul keterikatan hati yang menjadi penghalang untuk meningkat di dalam kultivasi, terutama menekankan akan pentingnya belajar Fa dan klarifikasi. Banyak praktisi baru yang mempunyai kendala dalam belajar Fa, namun dengan adanya belajar Fa bersama seperti ini membuat mereka menjadi memahami bahwa betapa pentingnya untuk mendahulukan balajar Fa.

Berbagai daerah mempunyai jadwal tersendiri untuk belajar Fa bersama dilingkungan mereka masing-masing. Yang sungguh mengagetkan adalah ada dua daerah di Bali yang mempunyai jadwal belajar Fa bersama enam kali dalam seminggu yang menjadi acuan bagi daerah lain yang hanya mempunyai jadwal belajar Fa bersama kurang dari enam kali dalam seminggu. Disini juga ditekankan peran serta penanggungjawab di berbagai daerah tentang bagai mana caranya saling menyemangati satu sama lain, bahkan ada juga yang mengaku bahwa demi menyemangati praktisi baru yang kendor, mereka sampai-sampai harus mendatangi ke rumah-rumah mereka satu persatu.


Mr. Client mengambil gambar

Sedang asik belajar Fa, tiba-tiba datang beberapa orang Australia, salah satunya yang bernama Mr. Client berkata, “Siapa diantara kalian disini yang bisa berbahasa Ingris?” Salah  seorang praktisi menunjuk salah seorang temannya yang sedikit mengerti bahasa Ingris. Serta merta Mr. Client menanyakan tentang apa yang sedang dilakukan oleh para praktisi ditempat ini. Praktisi tersebut mulai menjelaskan tentang keberadaan mereka di tempat itu, lalu menjelaskan apa itu Falun Dafa atau Falun Gong yang merupakan senam dan meditasi kesehatan, sementara praktisi lainnya menyodorkan brosur berbahasa Ingris. Praktisi tersebut juga menceriterakan keberadaan praktisi Falun Gong di daratan China yang telah dianiaya sampai sekarang hanya karena mempertahankan keyakinannya terhadap prinsip Sejati-Baik-Sabar, organ tubuh mereka diambil kemudian dijual dengan harga mahal, sedangkan praktisi yang ada di luar negeri China berkembang pesat, delapan puluh lebih negara di dunia ada tempat latihan.

Mr. Client terus menanyakan “Kenapa praktisi Falun Gong bisa dianiaya di China?” Praktisi tersebut menjelaskan dengan tenang, “Pada awalnya Falun Gong mendapat penghargaan tertinggi di China di tahun 1993 karena efek kesehatan yang luar biasa terhadap rakyat China, akan tetapi setelah diinvestigasi oleh pemerintah komunis China sendiri di tahun 1997, ternyata orang-orang yang berlatih Falun Gong melebihi keanggotaan Partai Komunis China, Jiang Zemin pemimpin Partai Komunis saat itu merasa takut mengira Falun Gong berpolitik yang ingin menggulingkan pemerintahannya.” Dengan cepat Mr. Client menyela pembicaraan mengatakan “Tidak, tidak,...Meditasi tidak bisa disamakan dengan politik dan penganiayaan dalam bentuk apa pun semuanya tidak baik.” Kemudian Mr. Client minta izin untuk mengambil gambar para praktisi yang sedang belajar Fa dan ia berniat akan menginformasikan peristiwa ini ke yang lainnya.


Anak-anak Minghui sedang belajar Fa bersama

Di tempat yang tidak jauh dari tempat tersebut tampak dua puluhan lebih anak-anak Minghui School Bali dengan serius belajar Fa bersama, mereka dibimbing oleh dua orang guru Minghui School. Mereka dibimbing untuk belajar Fa, Fa Zheng Nian dan Klarifikasi. Disamping itu mereka juga diberikan cerita-cerita untuk meningkatkan Xinxing, melukis, menyanyi dan baca Hong Yin. Mereka dengan bersemangat dan gembira belajar bersama di udara bebas.




Usai belajar Fa bersama para praktisi mengadakan latihan Gong bersama di depan Monumen Klungkung. Salah seorang pengunjung Monumen tertarik lalu secara antusias ikut berlatih.




Para praktisi mengklarifikasi fakta




Anak-anak Minghui mengklarifikasi fakta

Beberapa praktisi membagi-bagikan brosur di persimpangan jalan. Anak-anak Minghui School berinisiatif menyebarkan brosur masuk ke pertokoan-pertokoan yang dipandu oleh guru Minghui. Mereka melakukannya dengan riang gembira tanpa kenal lelah, acara berakhir jam 6:00 waktu setempat.