(Minghui.org) Tengah hari pada tanggal 21 April 2011, praktisi Falun Gong mengadakan rapat umum di depan Konsulat China di Toronto. Seperti permohonan 25 April 1999 di Beijing, tidak ada teriakan slogan – dengan damai praktisi hanya berbagi kisah dengan pejalan kaki – menyingkap penganiayaan Falun Gong oleh Partai Komunis China (PKC) yang telah berlangsung selama 12 tahun. Mereka menyerukan kepada lebih banyak orang untuk membantu menghentikan penganiayaan ini.


Pada 21 April, praktisi Falun Gong mengadakan rapat umum di depan Konsulat China di Toronto untuk memperingati 12 tahun permohonan damai 25 April

Dua belas tahun lalu, lebih dari 10.000 praktisi Falun Gong di China pergi ke Beijing untuk mengajukan permohonan di Kantor Pengaduan Dewan Negara. Dengan cara yang damai, mereka meminta pembebasan para praktisi yang ditangkap secara tidak adil beberapa hari sebelumnya di Tianjin, dan mencabut pelarangan penerbitan buku-buku Falun Gong. Kemudian ketua PKC, Jiang Zemin menggunakan permohonan damai dan rasional ini sebagai dalih untuk menganiaya Falun Gong secara nasional. Penganiayaan brutal yang telah berlangsung selama 12 tahun masih terja di China.

Penyiksaan di Kamp Kerja Paksa Heizuizi, Changchun

Praktisi Falun Gong, Ying Wang dari Changchun tiba di Toronto pada November tahun lalu. Dia ditahan tiga kali dan dipenjara di sebuah kamp kerja paksa karena teguh pada latihan Falun Gong. Selama rapat umum tersebut, dia menceritakan penderitaannya akibat penyiksaan brutal di Kamp Kerja Paksa Heizuizi.

Praktisi Ying Wang menyingkap penyiksaan yang dideritanya di Kamp Kerja Paksa Heizuizi

Selama dua tahun penjara di kamp kerja paksa, penjaga penjara menggunakan berbagai cara untuk memaksa Wang melepaskan Falun Gong. Dia berkata, "Hal pertama yang diderita oleh praktisi Falun Gong di kamp itu adalah diestrum dengan tongkat listrik. Penjaga penjara membawa tongkat listrik sepanjang waktu dan menggunakannya sesuka hati mereka. Mereka memaksa saya duduk dalam posisi lotus dan  tangan saya di belakang dari pagi hingga sore hari. Saya tidak boleh merubah posisi atau pergi ke kamar mandi. Penderitaan tersebut menyebabkan saya mengalami jantung berdebar, sesak napas, pusing, mual, dan muntah. Jika hanya bergoyang sedikit saja, sakitnya luar biasa. "

Kemudian penjaga penjara mengikat Ying Wang pada ranjang kematian, keempat anggota badannya ditarik ke berbagai arah. Mereka juga melakukan cekok paksa secara brutal. Setiap selesai dicekok makan, seluruh wajahnya berlumuran darah, makanan dan lendir. Ketika akhirnya dia dilepaskan pada hari ke-13 dari di ranjang kematian, kakinya kehilangan rasa. Dia tidak bisa menggerakkan lengan dan wajahnya pucat. Dia menjadi kurus dan sangat lemah. Ketika rekan-rekan praktisi melihatnya, mereka tidak bisa menahan tangis.

Peragaan penyiksaan: Ranjang kematian

Wang berkata, "Ini hanyalah puncak dari gunung es. Selama lebih dari 700 hari saya ditahan di kamp kerja paksa, penyiksaan yang saya derita secara fisik dan mental tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Meskipun beberapa tahun telah berlalu, saya masih bisa dengan jelas mengingat rasa derita tersebut. Saya mengalami penganiayaan yang tidak manusiawi seperti itu hanya karena saya ingin menjadi orang baik dan teguh pada keyakinanku."

Penyiksaan dan Dipenjara 7 Tahun

Praktisi Falun Gong, Xin Huang dipenjara selama tujuh tahun di China karena berlatih Falun Gong. Dia berasal dari Shenyang. Huang dibebaskan pada April 2010 dan tiba di Toronto pada Desember. Dalam pidatonya, Huang menjelaskan, "Saya mulai berlatih Falun Gong pada 1996. Setelah berlatih selama dua bulan, penyakit saya semuanya hilang. Pada 1999, saya ikut permohonan 25 April. Pada 20 Juli 1999, PKC memulai penganiayaan. Sejak Agustus 1999, saya memulai perjalanan sulit untuk memohon keadilan.

Praktisi Xin Huang yang dipenjara selama 7 tahun di China karena berlatih Falun Gong

Xin Huang dua kali pergi mengajukan permohonan dan ditahan. Polisi memukul Huang dan sembilan praktisi lainnya dengan tongkat listrik. Setelah diestrum listrik, dia muntah selama satu jam. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit pusat penahanan. Pada Agustus 2001, dia ditangkap secara ilegal karena menyebarkan materi informasi Falun Gong. Dia ditahan selama 37 hari. Dia melakukan mogok makan selama 16 hari, setelah itu dia dibebaskan untuk perawatan medis karena nyawanya dalam bahaya. Pada Juni 2003, Huang ditangkap dalam perjalanan ke tempat kerja untuk mengambil gaji. Kali ini dia dipenjara sampai 5 April 2010.

Peragaan penyiksaan: disetrum dengan tongkat listrik

Huang berkata, "Hidup di penjara berkali-kali lipat lebih buruk dari neraka. Saya dipaksa minum klorpromazin, obat yang merusak sistem saraf pusat, selama empat tahun. Ini adalah salah satu kejahatan PKC. PKC tidak pernah belajar bahwa praktisi Dafa tidak dapat ditaklukan. Saya menyaksikan banyak praktisi di penjara menjelaskan fakta kebenaran dengan berbagai cara dalam situasi sulit seperti itu. Mereka sangat hebat dan luar biasa."

Mendapat Manfaat dari Latihan, Praktisi tetap Mengklarifikasi Fakta dengan Damai

Zheng, pria, adalah seorang dokter di China. Dia mengatakan, "Falun Gong mengajarkan orang untuk menjadi baik. Hal ini bermanfaat bagi negara manapun. Tidak hanya menguntungkan individu dan keluarganya, namun menghemat banyak biaya medis bagi negara."

Dia berkata bahwa ibunya menderita penyakit jantung. Dokternya mengatakan beliau tidak dapat disembuhkan dan hidupnya singkat. Setelah berlatih Falun Gong, beliau sembuh dan menjadi sehat.

Zheng percaya bahwa praktisi Falun Gong tetap mengklarifikasi fakta dengan damai karena mereka memiliki keyakinan teguh pada Sejati-Baik-Sabar. Mereka percaya nilai-nilai ini adalah universal dan orang-orang yang memiliki hati nurani akan ikut melindungi kebenaran.

Ibunda dari Zheng ikut rapat umum, menyebarkan brosur kepada orang yang lewat. Dia tampak bersemangat tinggi. Dia berkata, "Pada 1990, saya masuk ruang gawat darurat selama 21 hari di sebuah rumah sakit di Provinsi Liaoning. Suami saya adalah seorang direktur sebuah departemen di rumah sakit. Kepala rumah sakit meminta dokter terbaik untuk menangani saya. Mereka menyelamatkan nyawa saya dengan susah payah. Saya beruntung masih hidup. Tapi saya harus membawa pil serangan jantung jika suatu saat memerlukannya."

Pada 1994, Zheng membawa pulang buku Falun Gong. Ibunya berkata, "Saya tidak berpikir tentang memperoleh kesehatan yang lebih baik melalui latihan Falun Gong. Saya tertarik pada buku ini karena saya mengetahui arti sebenarnya dari kehidupan setelah membacanya. Saya mendapat jawaban tentang penderitaan dan masalah-masalah sulit dalam kehidupan."

Dia berkata, “Saya memutuskan untuk belajar Falun Gong sejak itu. Penyakit saya hilang tanpa saya sadari.”

Zhaojin Zhang, Ketua Himpunan Falun Dafa Kanada, mengatakan dalam sebuah wawancara, "Selama dua belas tahun, praktisi Falun Gong terus-menerus menjelaskan fakta kebenaran kepada orang-orang berdasarkan keyakinan teguh mereka. Sejati-Baik-Sabar mengubah kami. Banyak orang mempercayai prinsip-prinsip ini dan mengikutinya dalam kehidupan sehari-hari." Dia berkata bahwa praktisi Falun Gong akan terus mengklarifikasi fakta.

Semakin Banyak Orang Mengetahui Falun Gong dari Mulut ke Mulut

Zhang berkata, “Praktisi dapat melihat perubahan dalam diri mereka setelah berlatih Falun Gong. Orang lain dapat melihat perubahan kami juga. Semakin banyak orang akan bergabung ikut latihan setelah memahami Falun Gong.”

Wang dan Lily berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka baru-baru ini ikut sesi pengenalan Falun Dafa 9 hari dan mulai berlatih Falun Gong.

Wang, pria, pindah ke Toronto dari Quebec karena pekerjaannya. Tiga minggu yang lalu, dia mulai berlatih Falun Gong. Dia berkata, “Saya belajar Falun Gong di rumah setiap hari dan pergi ke taman untuk latihan bersama di akhir pekan. Saya merasa sangat sehat.”

Lily berpartisipasi dalam sesi pengenalan Falun Dafa 9 hari setelah dia mendengarnya dari seorang teman. Dia berkata, “Latihan ini sangat bagus. Mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar, saya telah melihat peningkatan karakter saya. Saya memiliki temperamen yang tinggi. Setelah berlatih Falun Gong, saya menjadi lebih sabar.”

Chinese version click here
English version click here