(Minghui.org) Seorang guru bahasa asing di Kota Weifang ditangkap pada 2 Februari 2016 karena memasang informasi tentang Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang sedang dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok.

Tidak jelas apakah Yu Chunying [wanita] telah dibebaskan atau belum saat artikel ini ditulis.

Yu pernah dua kali ditangkap sebelumnya karena keyakinannya.

Ia pertama kali ditangkap pada 18 Juli 2002. Polisi meneleponnya dulu untuk memastikan jika ia ada di rumah. Dua jam kemudian, sekitar tengah malam, mereka menyerbu ke kediamannya. Dua orang petugas menahan suaminya di sofa, sementara yang lain menggeledah rumahnya. Keponakannya, seorang gadis kecil yang sedang berkunjung, sangat takut hingga tidak bisa berhenti menangis.

Yu melompat keluar dari apartemennya di lantai dua sebelum polisi masuk. Ia menderita retak tulang belakang, dan hingga sekarang masih mengalami nyeri punggung.

Ia juga harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari penangkapan.

Yu ditangkap lagi pada 18 Maret 2011, dan dikirim ke pusat pencucian otak. Ia diinterogasi satu harian penuh dan dilarang tidur. Ia kelelahan hingga pernah jatuh pingsan saat diinterogasi.

Ia baru dibebaskan 11 hari kemudian, ketika ia didiagnosis menderita jantung berdebar. Pusat cuci otak juga memaksa keluarganya untuk membayar 20.000 yuan.

Beberapa hari kemudian, otoritas lokal memerintahkan sekolahnya untuk mengirimnya kembali ke pusat cuci otak. Ia pergi dari rumah, direktur pusat cuci otak malah menjadikan suaminya sasaran penganiayaan.

Saat Yu tidak ditahan karena keyakinannya, ia sering sekali mendapat gangguan dari sekolah dan otoritas setempat. Mereka sering menelepon atau bahkan mendatangi rumahnya, berusaha untuk menekan dia untuk melepaskan keyakinannya. Gajinya juga beberapa kali ditangguhkan.