(Minghui.org) Salam, Guru yang belas kasih! Salam rekan-rekan praktisi!

Setelah seorang rekan praktisi di wilayah kami ditangkap awal tahun ini, kami menjalani proses menggunakan hukum untuk menyelamatkan praktisi tersebut dan menentang penganiayaan.

Dengan penguatan Guru, kami mengambil pendekatan proaktif dalam berurusan dengan polisi dan jaksa setempat, dan secara bertahap membantu mereka mengetahui tentang penganiayaan ilegal. Tanpa menyewa pengacara, kami menghentikan mereka yang bertanggung jawab ataspenganiayaan rekan praktisi, yang berdampak sangat baik di wilayah kami.

Penangkapan Anping

Rekan praktisi Anping ditangkap pada bulan April tahun ini saat membagikan materi untuk mengungkap penganiayaan. Dia menjelaskan kepada polisi bahwa penganiayaan terhadap Falun Dafa tidak memiliki dasar hukum sejak awal dan dibebaskan keesokan harinya.

Saya menemukan artikel berbagi pengalaman di Minghui.org yang menyebutkan sebuah panduan hukum yang disusun oleh rekan-rekan praktisi untuk menangkal penganiayaan. Panduan tersebut sangat membantu dalam menyelamatkan rekan-rekan praktisi yang ditahan secara ilegal. Saya mencari panduannya, mendownloadnya dan meneruskannya ke polisi. Sejak saat itu, mereka tidak mengganggu Anping selama beberapa bulan.

Menghadapi Penuntutan

Pada akhir September, Anping tiba-tiba menerima telepon dari kejaksaan setempat dan diberi tahu bahwa polisi telah menyerahkan kasusnya kepada mereka. Kami semua merasa sedikit berat hati ketika mendengar ini.

Kami menyadari bahwa kami tidak bisa menunggu keadaan menjadi lebih buruk sebelum bertindak. Kami harus menggunakan hukum untuk menentang penganiayaan. Kami ingin menyelamatkan jaksa sebelum mereka mendapat kesempatan untuk melakukan kejahatan apa pun. Karena libur nasional selama seminggu akan tiba di awal Oktober, kami memiliki jadwal yang ketat untuk bertindak.

Menangkal Penganiayaan dengan Hukum

Saya juga berpikir untuk menyewa seorang pengacara untuk Anping, namun itu akan memakan banyak waktu, tenaga, sumber daya, dan uang. Kami juga perlu mengklarifikasi fakta kepada pengacara terlebih dahulu. Namun kami tidak punya cukup waktu untuk itu. Saya tiba-tiba teringat panduan hukum dari rekan-rekan praktisi - dicantumkan prosedur hukum yang sangat rinci dan item tindakan untuk kami, serta memberikan logika dan argumen yang masuk akal bagi kami untuk membela rekan praktisi.

Saya memohon dukungan Guru untuk mengumpulkan dokumen pembelaan yang kuat dan meyakinkan, yang dapat membantu jaksa penuntut memahami penganiayaan ilegal dan menghentikan mereka dari melakukan kejahatan terhadap Falun Gong.

Saya membaca panduan ini dengan cermat. Dijelaskan bahwa mengajukan pengaduan terhadap mereka yang menangani kasus ini adalah cara paling ampuh untuk mencegah aparat melakukan kejahatan, karena tidak mengharuskan kami untuk menyewa pengacara atau mengikuti format formulir hukum yang rumit.

Namun dalam hal mengajukan pengaduan, perhatian kami adalah bahwa kepala Divisi Keamanan Domestik setempat telah mengetahui banyak tentang penganiayaan dari kami di masa lalu dan kami tidak tahu apa lagi yang akan dicantumkan dalam pengaduan, yang dapat mengubahnya.

Sebelum melakukan apapun, kami meminta Anping untuk berbicara dengannya terlebih dahulu.

Anping bertemu dengannya dan bertanya, "Apakah itu idemu atau orang lain untuk menyerahkan kasus saya ke kejaksaan?"

“Tentu saja itu perintah dari departemen kepolisian. Saya hanya melakukan pekerjaan saya saja,” katanya.

“Oh begitu. Jadi ini bukan darimu.”

"Kamu tahu bahwa kamu bisa menyewa pengacara. Itu hakmu."

“Jika perlu, saya akan menyewa pengacara untuk mengajukan pengakuan tidak bersalah,” kata Anping.

Seorang polisi muda tidak sengaja mendengar percakapan mereka dan menimpali, “Sadarlah bahwa kamu mungkin tidak dapat menemukan pengacara seperti itu di wilayah kami."

"Kalau begitu saya akan pergi ke Beijing atau Shanghai. Banyak pengacara di sana telah mewakili ribuan praktisi di seluruh negeri," tambah Anping.

Anping memberi tahu kami situasinya setelah dia kembali. Kami berdiskusi lagi dan memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan terhadap kepala Divisi Keamanan Domestik setempat, karena itu dapat membuatnya menjauh. Apa pun yang kami putuskan, kami harus melakukannya dengan belas kasih dan berpikir untuk menyelamatkan dia dan petugas lainnya. Kami tidak boleh mendorong mereka ke sisi yang berseberangan.

Kami juga memahami bahwa untuk orang yang berbeda dalam penegakan hukum dan kejaksaan, kami perlu berbicara dengan mereka dengan cara yang dapat mereka pahami, dan kami mungkin melakukan hal yang berbeda untuk mengklarifikasi fakta kepada orang yang berbeda.

Kami memutuskan untuk menulis "Mosi untuk Pertimbangan Ulang" ke Divisi Keamanan Domestik dan Kejaksaan, menuntut jaksa penuntut untuk meninjau dan membatalkan kasus terhadap Anping. Kami mengutip sebelas istilah hukum yang relevan untuk menunjukkan ketidakbersalahan praktisi Falun Gong dan ilegalitas penganiayaan.

Kepala Divisi Keamanan Domestik: "Sepertinya Saya Telah Gagal!"

Keesokan harinya, sehari sebelum libur nasional, Anping menyampaikan mosi tersebut ke Divisi Keamanan Domestik dan kejaksaan. Kepala divisi tampak panik setelah membacanya, terutama bagian tentang bagaimana mereka telah melanggar hukum.

Dia memandang Anping dari waktu ke waktu, “Kamu pasti bukan yang menulis ini.”

"Itu tidak masalah, tapi saya memiliki dasar hukum untuk mosi pertimbangan kasus saya."

"Kami mencoba untuk 'mengubahmu', tapi sekarang sepertinya saya telah gagal!"

Anping mengatakan bahwa dia senang kepala Divisi Keamanan Domestik mengaku gagal “mengubah” dirinya, atau itu akan menjadi kejahatan lain baginya. Dia melanjutkan, “Saya datang ke sini hari ini untuk keuntunganmu. Kamu telah menganiaya satu praktisi Falun Gong [saya]. Saya tidak ingin kamu membuat kesalahan lagi. Ketika kamu menganiaya saya, kamu tidak hanya harus memikul tanggung jawab hukum, tetapi kamu juga harus menanggung dosa yang dilakukan terhadap Falun Gong. Sesuatu yang sulit untuk dibayar kembali."

Seiringberbicara, Anping melihat mata kepala Keamanan Domestik terbuka lebar dan dia terus mengangguk padanya.

“Sebenarnya, kami tidak bermaksud melakukan apa pun terhadapmu,” katanya.

"Itulah alasan saya datang menemuimuterlebih dulu dan mengingatkan agar tidak membuat kesalahan."

Dia sangat khawatir apakah Anping telah mengekspos dirinya di Minghui.org, namun Anping berkata kepadanya bahwa dia berharap tidak akan perlu melakukannya.

Upaya Lanjutan untuk Menyadarkan Para Pelaku

Menghentikan pelaku dalam menganiaya praktisi Falun Gong hanyalah langkah pertama. Lebih banyak yang harus dilakukan untuk menyelamatkan mereka. Selama 21 tahun terakhir, mereka terus-menerus dicuci otak dengan propaganda dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). Mereka sangat teracuni dan sangat membutuhkan sebuah proses untuk menerima fakta kebenaran. Mereka tidak hanya perlu memahami bahwa mereka melakukan suatu kejahatan, tetapi mereka juga harus memahami bahwa mereka juga adalah korban yang menderita di tangan PKT. Hanya setelah mereka memahami kebenaran dan mundur dari PKT dan organisasi terkaitnya, merekabaru benar-benar diselamatkan.

Selama liburan nasional yang panjang, saya meninjau banyak artikel terkait di Minghui.org tentang bagaimana praktisi dengan belas kasih meyakinkanpara pelaku untuk tidak melakukan kejahatan. Terinspirasi oleh kisah mereka, saya menulis sebuah surat kepada Divisi Keamanan Domestik dan kejaksaan, berharap untuk mempromosikan itikad baik pada para pejabat.

Dalam surat itu, saya membeberkan kebohongan PKT dari perspektif hukum dan mendukung argumen saya dengan bukti. Saya menjelaskan bagaimana PKT telah menargetkan Falun Gong sejak bulan Juli 1999 dan taktik apa yang telah digunakannya dalam penganiayaan tersebut. Saya juga menyoroti keyakinan teguh dan ketekunan praktisi dalam menegakkan kebenaran dan keyakinan mereka, serta upaya gigih mereka untuk menyadarkan orang dan meyakinkan mereka untuk mundur dari PKT. Saya mengingatkan para pelaku bahwa meskipun tampaknya di permukaan bahwa praktisi yang menderita, korban utama penganiayaan adalah mereka yang melakukan kebijakan penganiayaan. Untuk lebih mendorong hati nurani mereka, saya menuliskan banyak contoh petugas polisi, jaksa dan hakim yang telah memilih untuk tidak menangkap atau menganiaya praktisi tetapi sebaliknya secara diam-diam melindungi mereka.

Saat menulis surat itu, saya memberi perhatian khusus pada nada bicara saya sehingga saya tidak membenci mereka. Saya hanya ingin menyadarkan mereka dengan belas kasih saya. Saya meminta berkah Guru agar surat itu dapat membantu mengungkap kejahatan dan menyelamatkan makhluk hidup. Tujuan dangkal dari surat itu adalah agar jaksa penuntut membatalkan dakwaan dan membatalkan kasus, tetapi esensi sebenarnya adalah untuk membangkitkan hati nurani dan menyelamatkan mereka.

Klarifikasi Fakta kepada Wakil Direktur Komite Urusan Politik dan Hukum

Beberapa hari setelah Anping mengirimkan surat itu ke polisi dan jaksa, Sheng, wakil direktur Komite Urusan Politik dan Hukum setempat (badan peradilan tambahan yang mengawasi penganiayaan) pergi mengunjungi mertua Anping dan berusaha membujuk pasangan lansia tersebut untuk berhenti berlatih Falun Gong. Pasangan itu menolak permintaannya dan memberi tahu Sheng bagaimana berlatih Falun Gong telah memberi mereka kesehatan yang baik. Sebelum pergi, Sheng merobek sebuah poster informasi tentang Falun Gong di pintu depan pasangan itu.

Setelah saya dan Anping mendengarnya, kami berdua merasa perlu mengklarifikasi fakta kepada Sheng. Keesokan harinya, Anping pergi ke kantor Sheng dan berbicara dengannya. Dia berkata, "Meskipun kita sudah kenal sejak lama, sebenarnya ini adalah pertama kalinya kita bertemu."

Sheng berkata kepadanya, “Atasan saya melihat poster Falun Gong yang kamu pasang dan meminta kami untuk menyelidikinya. Ini adalah tugassaya. Apakah saya tidak bolehberbuat sesuatu? Jika kamu pikir Falun Gong itu baik, kamuboleh berlatih di rumah dan kami tidak akan mengganggumu. Namu kenapa kamu harus keluar dan memasang poster? Saya tahu kamu telah berlatih Falun Gong selama bertahun-tahun, dan saya tidak berharap kamu bisa melepaskannya.”

Sheng menambahkan bahwa ada kampanye "sapu bersih" yang mengharuskan mereka mengunjungi setiap praktisi dalam daftar pemerintah, termasuk mertua Anping, dan membuat mereka melepaskan Falun Gong.

Anping berpikir, "Guru kamiyang membuat keputusan. Kami akan membuat pikiranmu berubah dan menyelamatkanmu.”

Dia berkata kepada Sheng, “Itu sebenarnya adalah sebuah kesempatan yang baik bagimu untuk mendengar suara yang berbeda. Kamu perlu memikirkan mengapa setelah bertahun-tahun penganiayaan brutal, kami masih tidak melepaskan keyakinan kami, dan mengapa Partai Komunis Tiongkok begitu takut jika orang-orang mengetahui fakta kebenaran.”

Setelah berbicara dengan Sheng, Anping menemukan bahwa dia sangat dipengaruhi oleh kebohongan PKT. Dia terus memancarkan pikiran lurus dan memberikan beberapa materi kepadanya. “Semua yang ingin saya beritahukan kepadamu ada di sini. Harap baca dengan cermat.”

Sheng mengambil materi tersebut dan berkata, "Saya akan membacanya."

Pada hari ketiga, Anping mendatangi kejaksaan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Seorang anggota staf mengatakan kepadanya bahwa mereka berencana untuk menuntutnya dan membawa kasusnya ke pengadilan. “Jika kamu ingin menyewa pengacara, kamu harus bertindak cepat. Namunkamu perlu memberi tahu kami jika kamu benar-benar menyewa pengacara."

Mereka juga mengungkapkan bahwa mereka telah mendakwa Anping melanggar pasal 300 hukum pidana, "merusak penegakan hukum dengan menggunakan organisasi sekte."

Anping berkata, "Hukum tidak menyebutkan sepatah kata pun tentang Falun Gong. Kamu tahu, saya tidak melanggar hukum."

Anggota staf itu menjawab, “Jika kamu tidak melanggar hukum, mengapa polisi menyerahkan kasusmu pada kami? Bukankah mereka memberimu pemberitahuan hukuman?”

Anping memberi tahu mereka bahwa polisi membebaskan dirinya sehari setelah penangkapan dan tidak menjatuhkan hukuman apa pun terhadapnya.

Anggota staf memeriksa dokumen kasusnya dan berkata, “Sangat aneh mereka tidak memasukkan informasi hukuman di sini. Mungkin mereka hanya lupa.”

Anping geli mendengarnya.

Sekembalinya, Anping agak tenang ketika memberi tahu kami apa yang dia alami di kejaksaan: “Mereka hanya khawatir tentang saya menyewa pengacara dan terus bertanya tentang itu. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa terhadap saya. Jika kasus saya sampai ke pengadilan, itu adalah kesempatan bagi kita untuk menyelamatkan makhluk hidup di sana."

Saya merasa agak sedih, karena saya berharap jaksa membatalkan kasus tersebut setelah menerima surat saya. Saya tidak mengerti mengapa mereka masih bersikeras mengikuti penganiayaan setelah kami menjelaskan dengan sangat jelas bahwa hal itu sepenuhnya ilegal bagi mereka untuk melakukannya. Pada minggu-minggu sebelumnya, saya tahu dengan sangat jelas apa yang harus saya lakukan ketika kami memiliki masalah dalam kasus ini, namun sekarang saya bingung apa yang harus saya lakukan selanjutnya.

Saya menenangkan diri untuk belajar Fa. Saya menyadari bahwa saya seharusnya tidak terikat pada hasilnya. Saya mulai memancarkan pikiran lurus bersama dengan Anping dan rekan-rekan praktisi. Saya menyadari bahwa yang akan benar-benar berhasil adalah pemancaran pikiran lurus rekan-rekan praktisi, dimana saya gagal melakukannya dengan baik.

Saya menemukan sebuah artikel berbagi pengalaman tentang bagaimana rekan-rekan praktisi manca negara membuat panggilan telepon langsung kepada mereka yang berpartisipasi dalam penganiayaan. Setelah berdiskusi dengan praktisi setempat, kami mengirimkan informasi kontak para pelaku di wilayah kami ke Minghui.org dan meminta mereka untuk membantu meneruskan informasi tersebut ke tim yang menelepon.

Setelah itu, Anping juga memberitahu praktisi setempat untuk meningkatkan pemancaran pikiran lurus kami untuk membentuk satu tubuh dengan praktisi manca negara dan menyelamatkan makhluk hidup bersama.

Kepala Divisi Keamanan Domestik Minta Dikecualikan dari Pengaduan

Setelah membaca lebih banyak artikel berbagi pengalaman di Minghui, Anping masih merasa kami perlu menghentikan jaksa melakukan kejahatan dengan mendakwa dia.

Dia menemui kepala Divisi Keamanan Domestik dan mengatakan kepadanya bahwa dia berencana untuk mengajukan pengaduan terhadap jaksa penuntut. Dia terkejut mendengarnya dan mengatakan dia harus menunggu hasil mosi untuk mempertimbangkan kembali kasusnya sebelum melakukan hal lain.

Anping berkata, "Saya mungkin akan memasukkan orang-orang dari Komite Urusan Politik dan Hukum dan orang lain yang terlibat dalam pengaduan saya."

Kepala divisi memohon, "Bisakah kamu tidak menuliskan nama saya di pengaduan?"

“Saya mengajukan pengaduan dengan nama asli saya, dan saya harus merinci semua yang telah terjadi. Kamulah yang menyerahkan kasus saya ke kejaksaan, jadi tidak mungkin saya mengabaikan namamu. Saya tidak bisa hanya tinggal di rumah dan menunggu hakim menghukum saya. Saya harus menggunakan hukum untuk melindungi diri saya sendiri,”kata Anping kepadanya.

Kasus Dibatalkan

Setelah Anping pulang ke rumah, Sheng dari Komite Urusan Politik dan Hukum dan seorang petugas polisi datang mengunjunginya. Meskipun Sheng tidak menyebutkan tentamg pengaduan Anping, Anping merasa Sheng datang untuk mengisyaratkan upayanya untuk membatalkan kasus tersebut.

Dengan perlindungan Guru, upaya kejahatan untuk menuntut dan menghukum Anping pada akhirnya gagal.

Selama bertahun-tahun, saya selalu berusaha menghindar klarifikasi fakta kepada polisi dan jaksa. Saya selalu berpikir bahwa mereka sangat sulit untuk diselamatkan karena mereka telah teracuni terlalu dalam untuk waktu yang lama. Setelah beberapa lama berinteraksi dengan polisi dan jaksa setempat, saya menemukan bahwa beberapa dari mereka masih memiliki hati yang baik. Mereka juga makhluk hidup yang datang ke sini untuk Dafa, dan sisimereka yang mengerti, meminta kita untuk menyelamatkan mereka.

Adalah Guru yang mengatur kita untuk menemukan mereka satu persatu. Ini adalah untuk keselamatan mereka. Apalagi saat terjadi pandemi virus corona, jika kita tidak menyampaikan fakta kebenaran kepada mereka, pada akhirnya mereka dapat musnah. Itu akan sangat buruk.

Selama proses tersebut, betapapun sulitnya, kami tetap jelas tentang tujuan kami: membiarkan polisi dan jaksa mengetahui fakta kebenaran dan diselamatkan. Tidak peduli apa yang kami lakukan di permukaan, adalah penguatan dari Guru dan pikiran lurus rekan-rekan praktisi yang melakukan pekerjaan nyata. Sementara itu, Anping secara pribadi menghubungi polisi dan jaksa untuk mengklarifikasi fakta kepada mereka. Dia tidak menganggap dirinya sebagai seseorang yang sedang dianiaya. Dia percaya semuanya telah diatur oleh Guru dan kami hanya menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan lebih banyak orang.

Kita semua menyadari pentingnya belajar Fa dengan rajin. Itu membantu kami untuk tetap teguh dalam keyakinan kami. Fa juga mencerahkan dan menginspirasi kami di sepanjang jalan. Jika kita lalai dalam belajar Fa, kita akan mudah terpengaruh oleh kesulitan yang dangkal, dan hati kita akan mudah tergerak. Saya tahu Anping dan ibunya membaca satu atau dua ceramah Zhuan Falun setiap hari. Betapa pun sibuknya saya sepanjang hari, saya akan selalu belajar Fa terlebih dahulu sebelum membuat artikel dan surat. Kadangsaya bekerja hingga jam 3 pagi dan masih tidak merasa lelah.

Hati saya sangat menghargai pengalaman ini. Selama enam bulan terakhir, rekan-rekan praktisi bekerja sama dengan mulus dan mengklarifikasi fakta kepada orang-orang. Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan praktisi yang mengumpulkan panduan hukum dan mereka yang menelepon polisi dan jaksa. Meskipun kita tidak saling mengenal satu sama lain dan terpisah diantara samudra, kita memikul tanggung jawab yang sama: menyadarkan orang-orang yang tersesat di dalam labirin kehidupan.

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Konferensi Berbagi Pengalaman