(Minghui.org) Pada musim semi 2019, ketika berada di dalam bus, saya perhatikan banyak orang naik bus di halte rumah sakit kota. Saya melihat seorang pria paruh baya, memegang sebuahtas penuh dengan obat, mencari tempat duduk. Saya berdiri, menepuk bahunya, dan berkata, “Mencari tempat duduk? Ayo duduk di sini."Dia berkata, “Bukan untuk saya. Istri saya perlu duduk, dia di belakang anda."

Saya menoleh ke belakang dan melihat seorang wanita paruh baya berdiri dengan satu tangan di pinggangnya, dalamkesakitanmemegangi pegangan kursi di belakang saya, dia berusaha bergerak maju. Saya maju dua langkah ke depan dan membantunya duduk. Saya berdiri di sampingnya dan berkata, "Apakah anda baru saja keluar dari rumah sakit?" Dia mengangguk kesakitan. Kemudian, suaminya dengan lantang mengatakan bahwa dia telah dirawat di rumah sakit selama seminggu.

Saya bertanya apa masalahnya. Dia mengatakan diskus pinggangnya terlepas dan telah berada di rumah sakit selama satu minggu tanpa tanda-tanda kesembuhan. Mereka meninggalkan rumah sakit dan sedang dalam perjalanan pulang. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya dulu memiliki masalah yang sama dan mengerti betapa sakitnya. Saya mengatakan bahwa saya sekarang baik-baik saja dan telah sembuh sepenuhnya.

Matanya bersinar gembira dan bertanya bagaimana saya bisa sembuh. Saya berkata, "Dengan berlatih Falun Dafa." Dia berkata, "Saya pernah mendengar bahwa Falun Dafa luar biasa."

Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sembuh dari beberapa penyakit serius setelah berlatih Dafa. Suaminya berkata dengan sedih, "Latihan yang baik dilarang." Saya menambahkan bahwa Jiang Zemin memulai penganiayaan terhadap Falun Dafa karena iri hati.

Seluruh bus menjadi sunyi. Tidak ada yang berbicara. Semua orang mendengarkan dengan tenang. Pria itu berkata, "Jangan dengarkan mereka. Teruslah berlatih karena itu bagus.”

Saya mengangguk dan berkata, "Falun Dafa bermanfaat bagi masyarakat dalam banyak hal dan tidak membahayakan masyarakat."

Dia menjadi bersemangat dan berkata, "Saya mengatakan yang sebenarnya: Saya percaya pada Buddha, dan saya percaya pada Falun Dafa. Tapi saya tidak bisa memberi tahu bos saya fakta-fakta ini. Jika saya lakukan, saya akan kehilangan pekerjaan. Saya harus berbicara bohong untuk bertahan." Dia tampak tidak berdaya.

Bus itu mendekati stasiun. Saya bertanya kepada wanita itu dengan tenang apa pekerjaan suaminya dan dia berbisik, "Dia bekerja di Kantor Keamanan Nasional."

Saya berkata, "Saya akan memberi tahu anda sebuah rahasia: Jika anda dengan tulus melafalkan 'Falun Dafa baik. Sejati-Baik-Sabar adalah baik' anda akan baik-baik saja.” Dia setuju untuk melakukannya.

Saya bertanya padanya apakah dia adalah anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dia bilang tidak. Dia hanya pernah bergabung dengan Liga Pemuda Komunis. Saya berkata, “Kita harus bersumpah untuk mengdedikasikan segalanya, termasuk hidup kita, untuk Partai Komunis ketika kita bergabung. Ini adalah sumpah beracun." Dia mendengarkan dengan penuh perhatian.

Saya melanjutkan, “Banyak orang akan mati dalam bencana besar di masa depan. Menjadi anggota organisasi-organisasiitu sangat berbahaya. Sekarang, lebih dari 300 juta orang telah mundur dari PKT dan organisasi pemudanya. Saya bisa membantu anda mundur dari keanggotaan anda agar memiliki masa depan yang baik.” Dia tersenyum dan berkata baik.

Kemudian suaminya berkata, “Kita telah tiba. Terima kasih." Saya berkata, "Jangan berterima kasih pada saya." Dia tersenyum dan berkata, "Terima kasih, Guru Li." Kami semua tertawa.

Dia membantu istrinya turun dari bus. Ketika pintu bus terbuka, dia berbalik, melihat sekeliling, dan berkata dengan keras dan serius, "Falun Dafa akan hidup selamanya!"

Banyak orang di Tiongkok telah tersadarkan dan mengetahui fakta kebenaran tentang kebaikan Falun Dafa.

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Rakyat Tiongkok Menyadari Fakta Kebenaran