(Minghui.org) Saya mengalami stroke pasca persalinan dulu, dan berbagai konsekuensinya telah menyiksa saya selama 15 tahun. Selama itu, bahkan pada musim panas saya harus menutup kepala saya, dan saya tidak berani pergi dari rumah karena saya akan sakit kepala dan muntah berulang kali. Para pakar memberitahu saya bahwa rematik saya ini tidak bisa sembuh dan saya tidak akan bisa sembuh dari efek samping stroke ini.

Pada tahun 1996, saya beruntung bisa mulai berkultivasi Falun Dafa dan kebaikan dan maha Guru Li Hongzhi menyelamatkan saya. Setelah berlatih selama 20 hari, saya lepaskan topi kain yang saya pakai begitu lama. Orang-orang yang saya kenal semua terkejut dan terinspirasi untuk menjadi kultivator juga.

Tidak lama setelah saya menjadi seorang praktisi, saya menjadi paham bahwa Dafa tidak hanya melenyapkan kesulitan dan penyakit berat, tetapi paling penting, Dafa bisa memurnikan jiwa seseorang, mengharmoniskan hubungan antar pribadi, dan meningkatkan standar moralitas orang-orang.

Selama Revolusi Kebudayaan, orang-orang muda dikirim ke pinggir kota untuk melakukan pekerjaan buruh. Pada tahun 1972, saya dikirim ke Timur Laut Tiongkok untuk bekerja di salah satu ladang yang sama dengan salah satu abang saya. Tetapi, saya terpilih untuk masuk sekolah tinggi pada tahun 1976. Saya beruntung karena saya adalah satu-satunya orang yang terpilih di ladang itu. Abang saya telah di ladang itu lebih lama dari saya. Dia terlalu tua jika harus terus bekerja dan kemudian masuk sekolah tinggi atau kembali ke sebuah kota. Saya ingin membantunya, jadi saya meminta si pemimpin ladang untuk memperbolehkan abang saya untuk mengambil jatah saya. Dari situ dia masuk sekolah tinggi dan mengambil jurusan teknik elektro.

Setelah mengetahui abang saya dikirim ke sekolah tinggi menggantikan saya, para pemimpin ladang mengecam kepala unit kerja saya karena membuat keputusan yang keliru. Jadi mereka memutuskan untuk menganulir kualifikasi saya untuk masuk sekolah tinggi atau mendapatkan sebuah pekerjaan di kota kecuali saya bergabung dengan tim pengumpul pupuk. Kualifikasi saya akan dikembalikan jika saya mengumpulkan kotoran dari septic tank (tong penampung kotoran di bawah rumah) selama tiga tahun.

Lebih dari 1.500 anak muda bekerja di ladang itu, sebagian telah 10 tahun lebih tetapi masih belum mendapatkan kesempatan untuk kembali ke sebuah kota. Saya tahu saya tidak akan bisa meninggalkan ladang kecuali performa saya bagus. Maka dari itu, saya menerima pekerjaan paling kotor, jorok, dan paling melelahkan di ladang. Tidak ada orang ingin melakukan pekerjaan itu.

Ini adalah pekerjaan paling berat. Seorang gadis memimpin sebuah kelompok pria dan wanita untuk mengambil kotoran dari toilet setiap hari. Kami mulai pada awal pagi hari saat masih gelap. Pada musim dingin, cuaca jatuh ke -33 Celcius atau lebih dingin, membuat tangan dan kaki jadi kebas. Saat musim panas lebih parah, bau dari kotoran itu tidak bisa ditahan.

Ini adalah pekerjaan yang susah. Saya sering muntah saat saya makan dan menangis sendirian. Tetapi saya merasa bahagia saat saya mengingat abang saya kini memiliki hidup yang lebih baik, dan saya telah meringankan rasa cemas kedua orang tua saya terhadap dia. Dalam cuaca yang dingin sekali dan panas yang menyengat, saya melewati sejumlah kesulitan. Para pemimpin ladang pasti menyadari, karena setelah tiga tahun, mereka mengirim saya kembali ke kota untuk bekerja. Saya sangat senang karena upaya saya akhirnya mendapat hasil.

Setelah abang saya lulus, dia ditugaskan sebuah pekerjaan dan dipromosikan lagi dan lagi. Tetapi dia tidak memperlihatkan rasa terima kasih pada saya sedikit pun. Malahan, dia tidak berbicara pada saya lagi karena masalah sepele, dan dia tidak pernah mengunjungi saya meski saya sakit keras.

Saya sangat marah atas sikapnya ini dan penasaran kenapa dia begitu kejam pada saya. Kebencian saya makin kuat dan kuat dan menyiksaku setiap hari. Ini terlihat sangat tidak adil.

Kebencian saya ini tetap ada hingga saya mendapatkan Dafa. Saat membaca Zhuan Falun pikiran dan hati saya menjadi jernih. Saya terkejut oleh perkataan Guru: “Mengapa berjumpa dengan semua masalah tersebut? Semua disebabkan oleh utang karma anda sendiri, (Ceramah Empat, Zhuan Falun) Guru juga berkata:

Di dalam Xiulian, pada saat secara konkret menghadapi konflik, saat orang lain memperlakukan anda dengan tidak baik, mungkin ada dua macam situasi yang terjadi: yang satu adalah dalam kehidupan anda sebelumnya mungkin pernah berbuat tidak baik pada orang lain, kini hati anda merasa tidak adil: “Mengapa saya diperlakukan seperti ini?” Lalu mengapa pada kehidupan sebelumnya anda memperlakukan orang lain seperti itu?”(Ceramah Empat, Zhuan Falun )

Fa telah menyentuh lubuk hati saya yang paling dalam, dan saya menyadari bahwa penderitaan saya di ladang adalah membayar hutang karma yang saya hutang pada abang saya. Mungkin saya melukainya bahkan lebih parah dalam kehidupan sebelumnya. Ada hubungan sebab akibat karma di antara kami. Kebencian saya terhadap dia pun terselesaikan dengan belajar Fa. Guru telah melenyapkan kebencian yang saya pupuk, dan saya merasa relaks dan lega. Saya sangat senang hingga tidak bisa menunggu untuk bertemu abang saya dan memberitahunya betapa hebat Dafa itu. Jadi saya meletakkan buku-buku Dafa dan hadiah untuk dia dan istrinya, dan pergi untuk menemui mereka.

Kami tidak bertemu satu sama lain selama bertahun-tahun. Abang saya dan saya tidak akan bisa bertemu dengan begitu damai jika tanpa belas kasih Guru dan Dafa yang begitu besar. Saat saya sudah berubah, abang saya dan keluarganya pun ikut berubah. Saya memberitahunya mengenai hebatnya Dafa, belas kasih Guru, dan perubahan dalam pikiran dan tubuh saya setelah saya berlatih Falun Dafa. Abang saya dan keluarganya mendengarkan apa yang saya ucapkan. Mereka menerima buku-buku Dafa yang saya berikan kepada mereka, merawatnya dan sering membaca buku-buku tersebut.

Keluarga dan Tetangga Saya Mendapatkan Manfaat dari Dafa

Kakak saya bersama suaminya dua-duanya berlatih Dafa. Suaminya pernah menderita tuberkulosis dan kakak saya mengalami tuberkulosis tulang lumbar dan tidak bisa berjalan. Setelah dua bulan berlatih, mereka berdua sembuh. Mereka kini berusia 80 tahun lebih dan masih sehat.

Menantu pria dari kakak saya mengalami serangan jantung, sesak napas, dan kehilangan rasa di kedua tangan dan kakinya, dan sekarat. Putri kakak saya menangis sedih. Sebelum dia hilang kesadaran, diateringat bahwa kakak saya memberitahunya agar melafal “Falun Dafa Hao (baik), Sejati-Baik-Ssabar baik” saat dalam bahaya. Dia mengucapkannya berulang kali. Lalu dia membuka kedua matanya, duduk, dan mengucapnya dengan lantang. Setelah beberapa menit, dia terlihat baik-baik saja. Guru telah menyelamatkannya dari kematian. Seluruh keluarga sangat senang dan berterima kasih

Sebelum berlatih Falun Dafa, abang tertua saya tidak bisa berjalan karena saraf kejepit. Dia menjadi baik kembali beberapa hari setelah dia mulai berlatih Falun Dafa. Dia hampir berusia 80 tahun tetapi kini menikmati kondisi yang sehat.

Suatu hari, seekor anak anjing menggigit putranya di bagian kaki. Dia pikir itu tidak serius dan dia pergi bekerja. Pada malam hari itu, kakinya menjadi merah dan mulai bengkak. Dia pergi ke sebuah klinik dan diberitahu setelah 24 jam virus rabies telah memasuki jantungnya dan tidak ada cara untuk menyelamatkan dia.

Putranya terkejut karena hidupnya dalam bahaya. Saat abang saya pergi menjenguk putranya, dia memohon bantuan Guru untuk menyelamatkan putranya. Pada waktu bersamaan, dia meminta putranya untuk sama-sama mengucapkan, “Falun Dafa Hao (baik), Sejati-Baik-Sabar (baik).” Lalu sebuah keajaiban terjadi ---putranya merasa baikan. Setelah pulang kembali ke rumah, dia mendengar ceramah Guru dan sembuh pada malam hari itu. Dia telah kembali sehat sejak itu.

Tetangga saya mengalami saraf kejepit, yang menekan syaraf sepanjang kakinya. Dia belajar Dafa dari saya, dan yakin pada Dafa dan Guru setelah dia melihat kondisi kesehatan saya yang membaik. Dia membuang semua obat-obatnya dan mematut diri seperti seorang praktisi sejati. Dalam sebuah mimpi di malam hari, seseorang menepuk bagian punggungnya beberapa kali, lalu berkata dia sudah bisa jalan. Dia berlari ke jalanan di dalam mimpinya. Setelah dia terbangun, dia mencoba berjalan, dan tentu saja dia bisa. Dua hari kemudian, dia membawa sebuah kantong beras seberat 25 kg dari lantai pertama ke lantai tujuh.