(Minghui.org) Salam Guru, salam kepada rekan-rekan praktisi!

Saya mulai berlatih Falun Dafa dengan ibu saya sepuluh tahun yang lalu ketika saya masih duduk di sekolah menengah. Sekarang, saya berusia 23 tahun dan akan lulus dari perguruan tinggi. Sepuluh tahun terakhir ini terasa seperti berlalu begitu saja. Saya ingin berbagi beberapa pengalaman kultivasi saya.

Kampus Menawarkan Peluang Kultivasi Baru

Setelah mulai kuliah, saya menemukan bahwa waktu untuk melakukan tiga hal itu jauh lebih sulit. Tetapi, saya menyadari tantangan baru ini juga bagian dari kultivasi saya. Selama tahun pertama, saya tinggal di asrama. Saya tidak punya mobil sehingga sulit untuk bepergian ke tempat belajar Fa setempat yang berjarak satu jam perjalanan dari kampus. Karena masalah transportasi, saya mulai membaca secara daring dengan praktisi lain.

Saya juga satu-satunya praktisi di kampus dan itu adalah tantangan untuk mengklarifikasi fakta. Tetapi, saya ingat apa yang Guru katakan:

”Kalian semua mengemban kewajiban yang paling mulia dari pengikut Dafa, kalian adalah harapan bagi semua makhluk hidup untuk dapat terselamatkan. Dikarenakan klarifikasi fakta dari kalian, serta apa yang kalian lakukan dan jalankan di atas dunia, sehingga membuat banyak orang telah terselamatkan.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York Tahun 2008,” Ceramah Fa di Berbagai Tempat-8)

Guru juga berkata:

“Tetapi walau bagaimanapun, eksistensi mereka itu sendiri juga adalah demi Fa ini. Kelihatannya semua itu seolah tidak ada kaitannya dengan pengikut Dafa, sesungguhnya semua berkaitan. Kelihatannya semua itu seolah tidak teratur, sesungguhnya semua juga teratur. Semua makhluk hidup sedang menanti untuk mendapat pertolongan, hal ini saya boleh dengan sangat tegas memberi tahu kepada anda sekalian, jika para pengikut Dafa tidak menolong mereka, tak peduli mereka berada dalam pelosok mana di atas dunia, jika kalian tidak menolong mereka, mereka niscaya tidak ada harapan. Terutama orang-orang Tionghoa, anda sekalian tahu, saya dulu pernah mengatakan, ada banyak raja di atas langit, raja dari berbagai bangsa, raja dari berbagai masa sejarah, semuanya telah reinkarnasi di sana.” (“Ceramah Fa pada Simposium NTDTV,” Ceramah Fa di Berbagai Tempat-9)

Saya menyadari bahwa meditasi adalah topik yang sangat trendi. Bahkan ada program meditasi di pusat kesehatan mental sekolah. Saya mencoba meneliti bagaimana membuat klub meditasi Falun Dafa tetapi kampus saya memiliki persyaratan yang sulit dipenuhi bahwa klub harus memiliki setidaknya lima orang anggota. Karena tidak tahu harus bertanya kepada siapa, saya memutuskan untuk membuat klub tidak resmi.

Saya membeli tanda plastik kuning kosong dan menempelkan poster meditasi di depan. Kemudian, saya mencetak banyak selebaran kecil untuk dipasang ke seluruh papan buletin kampus. Dua kali seminggu, saya akan pergi ke quad utama kampus, tempat tersibuk di kampus, dan saya akan bermeditasi selama satu jam. Saya membawa brosur sehingga mahasiswa yang berminat dapat mengambilnya.

Pada awalnya, saya agak gugup karena saya adalah satu-satunya yang bermeditasi. Saya pikir bahwa saya mungkin terlihat aneh. Saya menyadari bahwa pikiran ini mengganggu klarifikasi fakta saya. Jadi, setiap kali pikiran itu muncul, saya segera menyangkalnya.

Guru berkata:

“Masih banyak lagi orang yang baru belajar Dafa berlatih di rumah secara sembunyi, takut diketahui orang lain merasa tidak enak, bila begitu coba anda pikirkan, sifat hati semacam apakah ini? Perasaan takut pada umumnya merupakan suatu keterikatan yang harus disingkirkan dalam Xiulian, sedangkan anda takut kalau orang lain tahu anda sedang belajar Dafa?” (“Lingkungan,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju)

Setelah beberapa saat, saya perhatikan bahwa orang-orang mengambil brosur. Beberapa orang Tionghoa terkejut melihat seorang gadis Barat berlatih Falun Dafa sendiri dan keterkejutan mereka membuat mereka mengambil brosur. Yang lain menunggu saya untuk selesai meditasi dan kemudian bertanya tentang Falun Dafa.

Brosur saya menyebabkan satu orang bergabung dengan saya. Dia berasal dari Swedia tetapi dia dari etnis Tionghoa. Dia tahu tentang Falun Dafa dan tahu tentang penganiayaan. Dia ingin belajar latihan karena dia menderita banyak kecemasan. Dia bergabung dengan saya dua minggu setelah saya mulai bermeditasi di quad. Saya benar-benar berterima kasih kepada Guru karena membawanya ke tempat latihan. Saya merasa terdorong untuk melanjutkan dan tidak memulai meditasi dengan terlambat karena saya tahu dia akan datang ke tempat latihan. Beberapa lainnya datang tetapi hanya sekali atau dua kali.

Cara lain saya mengklarifikasi fakta adalah melalui tugas kelas. Tugas pertama adalah di kelas menulis yang ditanya tentang aktivitas favorit anda.

Guru berkata,

”Tidak ada fenomena yang kebetulan, yang alami tidaklah eksis.” (Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Eropa)

Saya menulis esai tentang meditasi adalah kegiatan favorit saya. Pada awalnya, saya senang bahwa setidaknya profesor akan mengetahui tentang Falun Dafa namun selama kelas, dia bertanya kepada kami apakah kami ingin membacakan esai kami dengan keras. Saya tahu bahwa ini adalah kesempatan besar untuk membuat seluruh kelas saya memahami tentang Falun Dafa. Jadi, saya mengajukan diri untuk membaca naskah saya.

Kelas ini hanya terdiri dari 15 mahasiswa tetapi sekitar setengahnya adalah orang Tionghoa. Ketika saya selesai membaca, saya bisa melihat ekspresi terkejut mereka. Tiga mahasiswa mengangkat tangan bertanya kepada saya. Mereka bertanya bagaimana saya mengetahui Falun Dafa dan ingin tahu apakah saya benar-benar merasakan perubahan positif dalam diri saya. Saya memberi tahu mereka bahwa Falun Dafa membantu saya menjadi orang yang lebih baik. Saya mematut diri dengan Sejati-Baik-Sabar dan prinsip ini telah membantu meningkatkan kesehatan mental, kebiasaan belajar, dan kegiatan sehari-hari saya. Mereka terkejut dan senang mengetahui bahwa Falun Dafa adalah latihan yang baik, tidak seperti yang diklaim oleh propaganda Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Kegiatan terbaru yang saya lakukan untuk mengklarifikasi fakta adalah di kelas bordir saya. Ini adalah kelas acak yang saya butuhkan untuk lulus dan diadakan secara daring karena sekolah ditutup yang disebabkan oleh virus PKT (virus corona). Tugas pertama adalah menyulam sesuatu yang ada hubungannya dengan situasi pengungsi saat ini. Kebanyakan orang berpikir tentang orang-orang Suriah yang berusaha mencari kehidupan baru. Tetapi, saya melihat ini sebagai kesempatan untuk mengungkap penganiayaan. Saya menyulam seorang wanita yang bermeditasi dengan kata-kata “Zhen-Shan-Ren” di sebelahnya dan “Sejati-Baik-Sabar” di bagian bawah. Di bagian paling atas, saya memajang teks “PKT” dalam bahasa Mandarin dan Inggris dengan tanda X merah dan para praktisi lari keluar dari Tiongkok di jembatan kuning dengan spanduk yang menampilkan tulisan “Falun Dafa Baik” dalam bahasa Mandarin dan Inggris.

Selama kelas berlangsung, semua orang memberikan sulaman mereka. Ketika tiba giliran saya, diam-diam saya memancarkan pikiran lurus dan berharap orang-orang di kelas saya akan memahami fakta kebenaran. Saya menjelaskan apa yang diwakili oleh bordir saya dan mengatakan bahwa saya juga berlatih Falun Dafa yang sedang dianiaya di Tiongkok. Saya memberi tahu kelas saya bahwa saya mengenal beberapa pengungsi yang melarikan diri dari Tiongkok dan tidak mudah bagi mereka untuk keluar. Pada akhir presentasi, saya tidak yakin tentang reaksi di antara teman-teman sekelas saya karena saya tidak bisa melihat wajah mereka karena presentasi itu diselenggarakan secara daring. Tetapi di hati saya, saya senang setidaknya berbicara fakta sebenarnya tentang PKT dan memberi tahu orang-orang bahwa Falun Dafa baik.

Tidak Ada yang Kebetulan

Musim panas lalu, saya dan mahasiswa lain pergi belajar di luar negeri di Eropa. Saya merasa bahwa Guru mengatur satu orang bersama saya untuk menguji Xinxing saya.

Annie ditempatkan bersama saya di kamar asrama yang kami bagi dengan enam orang lainnya. Gadis-gadis lain tidak menyukainya karena dia keras, kasar, dan tidak mengikuti petunjuk. Saya mencoba menghindarinya. Tetapi karena saya biasanya ditempatkan dalam kelompok dengannya, saya tahu bahwa Guru sedang mencoba untuk menguji Xinxing saya. Saya ingin Annie merasa bahwa saya adalah orang yang baik. Setiap kali memiliki pikiran negatif, saya mengingatkan diri sendiri tentang apa yang dikatakan Guru,

“Tetapi ada sebagian orang justru begitu tidak gigih maju, hati manusianya begitu kuat, menemui hal apa pun lalu menilainya dengan hati manusia, bahkan ada yang tidak pernah berpijak di atas Fa untuk memikirkan diri sendiri adalah pengikut Dafa, memikirkan kewajiban diri sendiri besar, juga tidak memikirkan masalah dengan meletakkan penyelamatan makhluk hidup pada urutan pertama, selalu menggunakan hati manusia untuk memikirkan masalah. Anda suka atau tidak, anda marah di hati karena merasa tidak adil, anda menuruti apa yang diinginkan, bagaimana itu dapat dibenarkan?“ (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York Tahun 2016“)

Guru juga mengatakan dalam ceramah yang sama:

“Apakah anda tidak tahu kewajiban anda seberapa besar?! Anda tidak tahu ada makhluk hidup dengan jumlah tak terhitung menanti anda untuk diselamatkan, itu adalah kewajiban anda! Itu adalah janji anda! Adalah sebuah kesempatan bila anda sekalian bersama-sama melakukan hal penyelamatan manusia, adalah menciptakan kondisi bagi penyelamatan manusia, masih tidak anda manfaatkan dengan baik, anda tidak melakukan hal-hal yang harus dilakukan dengan baik oleh pengikut Dafa, seberapa besar dosa yang akan anda perbuat, apakah anda tahu?” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York Tahun 2016“)

Annie menganggap saya sebagai salah seorang teman terdekatnya. Kadang-kadang, dia berterima kasih kepada saya karena bersikap baik ketika dia tahu bahwa dia pemarah. Saya tahu bahwa ini adalah kesempatan untuk sungguh-sungguh meningkatkan belas kasih dan toleransi saya. Saya tahu bahwa dia membantu saya.

Guru berkata,

“Ketika anda dilanda bencana, hati belas kasih itu akan membantu anda melewati rintangan, bersamaan itu Fashen saya sedang menjaga anda, melindungi jiwa anda, tetapi rintangan tetap harus anda lewati.” (“Bab III, Xiulian Xinxing,” Falun Gong)

Saya senang menjadi orang yang dianggapnya "aman" untuk berbagi perasaan dengannya. Namun, saya masih belum mengklarifikasi fakta kepadanya.

Ketika kami tiba setelah perjalanan bus ke Edinburgh, Inggris, Annie menyadari bahwa dia kehilangan teleponnya. Dia tidak bisa mengendalikan perasaannya dan tidak ingin melakukan kegiatan yang direncanakan di perjalanan lagi. Saya tidak bisa menyalahkannya, kehilangan telepon itu mahal, dan kehilangan di negara lain sangat menegangkan. Saya menawarkan untuk membawakan makanan apa saja yang dia inginkan tetapi dia hanya ingin tinggal di kamarnya sepanjang hari.

Profesor itu melakukan segala yang dia bisa untuk membantunya tetapi kantor bisnis tidak akan buka sampai hari berikutnya. Hari berikutnya, mereka menghubungi sopir tetapi tidak berhasil menemukan teleponnya.

Annie tahu teleponnya hilang, tetapi entah bagaimana, saya merasa bersalah. Saya sedang membaca Zhuan Falun di tempat tidur saya ketika saya tiba-tiba berpikir bahwa mungkin saya harus melanjutkan dan mengklarifikasi fakta. Situasi seperti itu seperti ada hubungannya dengan saya. Pada saat itu, teman sekamar saya yang lain berjalan melewati saya dan bertanya buku apa yang saya baca. Saya mulai mengklarifikasi fakta kepadanya dan Annie mendengarkan. Saya memberi tahu mereka bahwa saya telah belajar bahasa Mandarin selama delapan tahun tetapi tidak bisa pergi ke Tiongkok karena penganiayaan. Saya memberi tahu mereka bahwa PKT telah melakukan tindakan paling kejam dan tidak manusiawi, termasuk pengambilan organ. Ketika saya sampai pada topik ini, Annie terkejut dan berseru, “Itu menjijikkan! Kenapa tidak ada yang membicarakan hal ini di berita?!”

Lima menit setelah saya mengklarifikasi fakta, Annie menerima telepon. Sopir menemukan teleponnya di antara dua kursi di bus! Saya tahu ini bukan kebetulan.

Guru berkata,

“Ketika anda dapat menemukan penyebab sesungguhnya dari diri sendiri, ketika anda berani menghadapi dan mengakuinya, anda menemukan masalah itu sekejab sudah berubah, konflik pun sirna.” (Ceramah Fa pada Konferensi Pertama Amerika Utara)

Saya merasa sangat terdorong. Setelah kejadian ini, saya bisa mengklarifikasi fakta kepada hampir semua teman kuliah saya di luar negeri.

Meskipun kampus menguji banyak keterikatan saya, itu juga merupakan kesempatan bagus untuk lulus ujian dan meningkatkan Xinxing. Saya percaya bahwa sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami Fa. Saya selalu diingatkan oleh apa yang Guru katakan,

“Sampai saat saya mengajarkan Fa, Dewa yang datang itu turun ke bawah bagaikan bunga salju. Begitulah banyaknya. Ketika saya hitung usianya, sejak saya mengajarkan Fa hingga kini, anak muda yang berusia sekitar 25 tahun, sungguh masih banyak orang yang belum mendapatkan penyelamatan, mereka semua asalnya adalah Dewa, mereka turun ke bumi, menyebar di berbagai tempat di seluruh dunia.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York Tahun 2016”)

Rekan-rekan praktisi yang ada di kampus, saya sangat berharap agar kita semua tetap rajin dan tidak kehilangan kesempatan untuk mengklarifikasi fakta!

Akhirnya, saya ingin mengakhiri dengan kutipan ceramah Guru:

“Kalian adalah harapan umat manusia. Kalian harus melakukan dengan baik. Kalian harus memikul kewajiban kalian. Kalian harus menyelamatkan makhluk hidup, baru dapat menyempurnakan diri kalian sendiri, baru dapat membuat hal ini tidak sia-sia.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York Tahun 2016”)

Ini adalah pemahaman pribadi saya. Tolong tunjukkan jika ada sesuatu yang salah. Terima kasih Guru, terima kasih rekan-rekan praktisi.

(Disampaikan pada Konferensi Internasional Fa Daring Praktisi Muda Falun Dafa Tahun 2020)

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Konferensi Berbagi Pengalaman