(Minghui.org) Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan mantan kolega yang sekarang adalah profesor di sebuah universitas. Selama pembicaraan, kami berbicara tentang pemilu AS tahun 2020. Ia mengungkapkan pendapat yang berbeda dan berkata bahwa saya seharusnya percaya bahwa ia bisa berpikir independen, bebas dari pengaruh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Saya kemudian bertanya apakah ia telah membaca Sembilan Komentar tentang Partai Komunis, sebuah buku yang diterbitkan tahun 2004 yang memberikan perincian akan ideologi dasar PKT tentang kekerasan, kebohongan dan penipuan. “Tidak, saya mendengar bahwa buku itu dilarang [di Tiongkok],” katanya, “Jadi saya tidak akan membacanya.”

Saya berkata kepadanya bahwa pemikirannya yang independen masih terbatas pada batas-batas ideologi PKT. Apapun kesimpulan yang ia ambil tentang pemilu AS dan banyak urusan dunia lainnya masih mengikuti garis Partai.

Sebenarnya di Tiongkok ada banyak elit yang memproklamirkan diri dan membanggakan pemikiran independen mereka. Tapi mereka kehilangan keberanian berbicara kebenaran ketika menyangkut masalah sensitif. Mengapa mantan kolega saya berusaha menghindari informasi yang dilarang oleh PKT? Karena ia merasa tidak aman melangkah keluar dari “zona aman” yang di disain oleh PKT. Sayangnya banyak orang Tiongkok berada di situasi yang sama.

Ini terjadi karena PKT memegang kekuasaan di Tiongkok dan mengendalikan semua sumber daya, termasuk kebebasan berbicara. Rezim sering menunjukkan pengabaian hukum dan menyalahgunakan kekuasaan untuk menekan atau bahkan membunuh orang sesuka hati. Melalui berbagai kampanye politik yang menargetkan kelompok berbeda, PKT juga memperkuat rasa takut orang-orang kepada rezim dan mencuci otak orang-orang untuk percaya bahwa hanya mereka yang mengikuti PKT akan selamat dan mereka yang tidak akan dimusnahkan. Contohnya, orang-orang tidak berani bertanya-apalagi berdiri-melawan Partai.

Tapi apakah tunduk pada teror PKT bisa membawa rasa aman sejati? Banyak pelajaran dalam sejarah yang mengindikasikan bahwa menyenangkan PKT dengan mengorbankan hati nurani malah membawa tragedi yang tidak terhitung banyaknya, bahkan dalam keluarga. Zhang Hongbing, seorang pengacara di Beijing, yang dicuci otaknya dengan berat di usia muda agar selaras dengan PKT. Akibatnya, ia melaporkan ibunya Fang Zhongmou kepada pihak berwenang hanya karena ia telah membuat beberapa komentar di rumah membela Liu Shaoqi, mantan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, yang diturunkan dari jabatannya saat Revolusi Kebudayaan. Fang ditangkap di hari yang sama dan dijatuhi hukuman dua bulan kemudian. Beberapa dekade kemudian, Zhang baru merasa menyesal tentang apa yang ia lakukan ketika ia berusia 16 tahun.

Ketika Kaki Tangan Menjadi Kambing Hitam

Sejak berkuasa tahun 1949, PKT selalu mengadu domba satu kelompok dengan yang lain, dengan kelompok berbeda menjadi target dalam gerakan politik berbeda. Siapa pun yang menjadi target dalam kampanye politik tertentu akan ditekan dengan brutal. Untuk memastikan keamanan mereka sendiri, banyak orang bahkan mengkhianati keluarga, rekan kerja, teman-teman mereka untuk menunjukkan kesetiaan mereka kepada partai.

Tapi PKT terus mengubah arti dari “kelompok yang ditargetkan” dalam kampanye politiknya yang tidak pernah berakhir. Apa yang dianggap sebuah kelompok yang “aman” bisa menjadi “kelompok yang ditargetkan” di gerakan politik berikutnya. Lao She, seorang penulis terkenal di Tiongkok, adalah korban. Meskipun ia berusaha dengan cermat mengikuti Partai secara ketat, ia akhirnya menjadi “target,” mengakibatkan ia bunuh diri tahun 1966.

Kaki tangan yang secara aktif mengikuti PKT untuk menyerang “kelompok yang ditargetkan” juga menemui takdir yang sama. Nie Yuanzi, Tan Houlan, dan beberapa orang lainnya yang adalah Pengawal Merah paling terkemuka yang menargetkan intelektual dan menghancurkan situs warisan Konfusius, termasuk biara-biara, patung-patung, dan makam-makam. Tetapi, setelah Revolusi Kebudayaan mereka dijatuhi hukuman penjara antara 9 hingga 17 tahun.

Nilai moral dan integritas yang sangat dihormati dalam kebudayaan tradisional Tiongkok. Ketika orang-orang memilih mengikuti PKT tanpa syarat, harga yang mereka bayar adalah melepaskan hati nurani dan prinsip. Cepat atau lambat, ia akan menyebabkan konsekuensi serius. Ini terjadi kepada individu yang disebutkan di atas, juga di aspek lain. Sebagai contoh, ketika PKT mengambil alih Hong Kong tahun 1997, ia menjanjikan untuk melestarikan sistem politik daerah khusus selama 50 tahun. Kurang dari 25 tahun kemudian, rezim mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional dan menangkap warga Hong Kong yang memiliki pendapat berbeda dari Partai.

Tragedi seperti itu bukanlah kebetulan. Banyak orang terpelajar telah menemukan bahwa partai komunis berakar pada Satanisme dan Illuminati. Diciptakan oleh Adam Weishaupt, Illuminati adalah masyarakat rahasia anti agama yang bertujuan menghancurkan tatanan sosial dan nilai moral. Ini akhirnya mengarah kepada komunisme, sebuah teori dan rezim yang telah membawa horor tak berujung kepada umat manusia. Kemudian, bagaimana seseorang bisa menemukan rasa aman dengan tunduk kepada komunisme?

Dalam berbagai gerakan politik seperti Revolusi Kebudayaan, PKT secara sukses membuat orang-orang terpelajar diam dan menghancurkan nilai-nilai tradisional. Lebih jauh, selama 22 tahun ia telah menganiaya Falun Gong, sebuah sistem meditasi yang berdasarkan pada prinsip Sejati-Baik-Sabar yang telah memberikan manfaat bagi jutaan orang, baik secara fisik maupun spiritual. Sejumlah praktisi Falun Gong telah ditahan, disiksa, atau bahkan dibunuh untuk organ mereka hanya karena mereka menolak melepaskan keyakinan mereka. Jika seseorang berdiri bersama rezim itu, masa depan seperti apa yang akan mereka hadapi ketika waktu tiba untuk mengadili PKT atas kejahatannya terhadap praktisi Falun Gong?

Mengikuti Hati Nurani Kita

Ada sebuah kisah yang beredar di internet tentang seorang pemuda. Suatu hari setelah tiba di rumah, ia melihat darah di ban mobilnya. Ia berkendara menyusuri jalan yang sama dan menemukan seorang gadis terbaring bersimbah darah. Ia sadar bahwa mobilnya tidak menabrak gadis tersebut tapi ia melewati genangan darahnya. Ia langsung membawa gadis itu untuk penyelamatan darurat. Gadis itu selamat tapi berakhir koma.

Berpikir bahwa pemuda itu yang telah menyebabkan kecelakaan tersebut, orang tua gadis itu memukulinya. Ia tidak melawan atau mengeluh, tapi membayar biaya medis dan sejumlah besar uang sebagai kompensasi. Beberapa minggu kemudian, gadis tersebut sadar, dan polisi menemukan pelaku sesungguhnya melalui rekaman kamera pengawas. Ketika di wawancarai oleh seorang jurnalis dan ditanya mengapa ia melakukan apa yang ia lakukan, pemuda itu hanya berkata bahwa ia mengikuti hati nuraninya dan melakukannya memberikan ketenangan batin baginya.

Jawaban pemuda itu mengatakan kepada kita bahwa hati nurani seseorang memberikan seseorang ketenangan batin.

Philosopher Jerman Immanuel Kant suatu kali berkata, “Dua hal memenuhi pikiran dengan keheranan dan kekaguman yang semakin meningkat, semakin sering dan semakin intens pikiran-pikiran terhanyut pada mereka: langit berbintang di atas saya dan hukum moral di dalam diri saya.”

Tapi apa yang PKT lakukan adalah sebaliknya: dengan membujuk orang-orang dengan keuntungan jangka pendek dan mengancam mereka dengan kebrutalan, ia memaksa orang-orang secara perlahan menyimpang dari prinsip moral dan hati nurani mereka. Sejak didirikan, PKT telah secara khusus menargetkan orang-orang muda dengan mengambil keuntungan dari ketidakdewasaan mereka dan kerentanan untuk ditipu oleh pengaruh dari luar. Garda Merah dalam Revolusi Kebudayaan adalah salah satu contohnya. Hari ini anak-anak usia sekolah tidak kebal dari indoktrinasi PKT, dengan buku-buku teks dipenuhi propaganda PKT menyerang tradisi dan mengagungkan pengejaran keuntungan materi. Pencucian otak PKT yang secara konstan dilakukan menyebabkan orang-orang menyimpang dari moralitas dan melakukan dosa tanpa disadari.

Zhang Hongbing mungkin telah sadar dari tragedi menyerahkan ibunya ketika Revolusi Kebudayaan. Tapi banyak orang masih tertipu oleh kebrutalan dan kebohongan PKT. Karena rezim memajukan agenda komunis secara global, ini penting bagi kita untuk mengikuti nilai tradisional Sejati-Baik-Sabar dan menolak PKT untuk keamanan, kedamaian, dan kebahagiaan jangka panjang.