(Minghui.org) Seorang wanita Beijing, berusia 61 tahun, hadir di pengadilan pada tanggal 20 Januari 2025 atas keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan kultivasi jiwa dan raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak bulan Juli 1999.
Cobaan berat Zhang Baoling bermula dari penangkapannya pada tanggal 19 Juni 2022, setelah ia dilaporkan karena menyebarkan materi informasi Falun Gong. Ia ditahan di Kantor Polisi Dahongmen selama 36 jam sebelum dibebaskan dengan jaminan.
Kejaksaan Distrik Fengtai menelepon Zhang pada tanggal 5 Juni 2023 dan memerintahkannya untuk melapor kepada mereka dalam dua hari. Ia tidak pergi karena sedang mengunjungi saudara laki-lakinya yang sakit di kampung halaman mereka. Petugas Gao Yong dari Kantor Polisi Dahongmen menangkap Zhang dengan alasan bahwa ia telah melanggar ketentuan jaminan dengan mengunjungi saudara laki-lakinya pada tanggal 23 Februari 2024. Ia tidak makan ketika ditawari makan malam pada malam itu. Ketika Gao membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan fisik, tekanan darahnya adalah 214/115 mmHg (kisaran normal adalah 120/80 mmHg). Kemudian, Gao memerintahkannya untuk memberikan sampel darah dan minum obat untuk hipertensi. Namun, ia menolak.
Meskipun tekanan darah Zhang terus-menerus tinggi, Gao membawanya ke Pusat Penahanan Distrik Fengtai setelah kunjungan rumah sakit. Selama pemeriksaan fisik yang diwajibkan, tekanan darahnya bahkan lebih tinggi dan pusat penahanan menolak untuk menerimanya. Gao pergi ke berbagai kantor di pusat penahanan dan mencoba membujuk mereka untuk menerima Zhang. Pusat penahanan bersikeras untuk tidak menerimanya dan Gao harus melepaskannya. Dia dibebaskan dengan jaminan pada pukul 02.30 dini hari, tanggal 24 Februari.
Polisi menyerahkan kasus Zhang ke Kejaksaan Distrik Fengtai pada bulan Juli 2024. Dia didakwa pada bulan November 2024 dan kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Distrik Fengtai.
Selama sidang Zhang pada tanggal 20 Januari 2025, pengacaranya mengajukan pembelaan tidak bersalah untuknya. Karena jaksa terus menyebut Falun Gong sebagai “aliran sesat”, Zhang menuntut untuk mengetahui dasar hukum apa yang dimilikinya untuk mengkriminalisasi Falun Gong di Tiongkok atau melabelinya sebagai “aliran sesat”. Jaksa terdiam. Namun hakim juga menghentikan Zhang untuk berbicara.
Kemudian, jaksa memutar video yang diajukannya sebagai bukti penuntutan. Namun, video tersebut ternyata merupakan berkas yang rusak. Kemudian, hakim menunda sidang. Ia menjadwalkan sidang kedua pada tanggal 13 Maret 2025, tetapi rinciannya tidak diketahui.
Laporan Terkait:
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 2025 Minghui.org