(Minghui.org) Pengadilan Menengah Kota Daqing di Provinsi Heilongjiang menegakkan hukuman tujuh tahun penjara terhadap seorang wanita setempat tanpa melakukan persidangan. Keluarganya tidak tahu bahwa dia sedang ditahan. 

Duan Xiaorong [wanita], seorang pensiunan guru berusia 61 tahun, dihukum tujuh tahun dan dikenakan denda 60.000 yuan pada November 2025 karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan jiwa-raga yang dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999. Dia mengajukan banding tak lama sesudahnya.

Putrinya pergi ke Pengadilan Menengah Kota Daqing tanggal 25 atau 26 Desember untuk mengajukan materi tambahan demi mempersiapkan persidangan pengajuan banding Duan namun diberitahu bahwa pengadilan sudah membuat keputusan terhadap Duan.

Pusat Penahanan Kedua Kota Daqing berkata bahwa Duan tidak lagi ditahan di sana namun menolak mengungkapkan tempat dia kini ditahan.

Detail Penangkapan dan Penuntutan Duan

Duan membawa ibunya, Ding Cuiying, yang berusia 86 tahun berjalan-jalan dan duduk di lapangan kompleks apartemennya tanggal 24 Juni 2025. Duan pergi berbelanja di dekat sana saat polisi menangkapnya. Mereka mengabaikan permohonan Duan yang ingin membawa ibunya pulang ke rumah. Duan harus menelepon putrinya untuk menjemput ibunya. Ding merasa sangat terpukul oleh penangkapan Duan sampai dia jatuh sakit dan meninggal pada akhir September.

Duan ditahan di Pusat Penahanan Kedua Kota Daqing dan kemudian didakwa oleh jaksa Zhu Xuan dari Kejaksaan Distrik Ranghulu, yang ditugaskan untuk mengurus semua kasus Falun Gong di area besar Daqing.

Duan awalnya dijadwalkan menghadiri persidangan langsung di Pengadilan Distrik Ranghulu tanggal 15 Oktober 2025, namun pagi itu hakim Zhang Xinyue mengubahnya menjadi sesi virtual tanpa pemberitahuan sebelumnya. Zhang juga tidak menawarkan pilihan pada Duan untuk menolak persidangan virtual dan meminta tanggal persidangan lain seperti yang diwajibkan oleh hukum. Setelah persidangan dimulai, Zhang memberitahu Duan bahwa persidangan virtual dilakukan karena “cuaca buruk” meski hanya turun salju hari itu.

Keluarga dan pengacara Duan dilarang ikut bersamanya di pusat penahanan saat persidangan virtual. Tidak jelas apakah mereka diperbolehkan menghadiri sidang di ruang sidang.

Zhang menelepon putri Duan tanggal 5 November 2025, dan memerintahkannya untuk membuat ibunya menulis pernyataan yang melepas Falun Gong, meski dia, keluarganya, serta pengacaranya, tidak diperbolehkan mengunjungi Duan di pusat penahanan.

Duan tetap teguh dengan keyakinannya. Zhang menelepon putrinya lagi tanggal 19 November dan berkata bahwa Duan telah dihukum tujuh tahun dengan denda 60.000 yuan.

Keputusan pengadilan mengutip “bukti penuntut” bahwa Duan adalah “pelaku kejahatan berulang.” Sebelum penangkapan terakhirnya, Duan ditangkap tanggal 20 April 2022 saat sapuan polisi. Polisi menipunya untuk menandatangani catatan interogasi palsu. Saat Duan dibebaskan dengan jaminan, dalam formulir jaminannya Duan menyatakan bahwa dia tidak pernah membuat “pengakuan” seperti yang dinyatakan dalam catatan interogasi palsu. Namun formulir jaminan tidak dimasukkan ke dalam file kasusnya setelah penangkapan terakhirnya. Jaksa Zhu memasukkan video yang merekam interogasinya tahun 2022 (tanpa audio) dan catatan interogasi palsu sebagai bukti bahwa Duan adalah “pelaku kejahatan berulang.”

Duan mengajukan banding ke Pengadilan Menengah Kota Daqing, yang membuat keputusan tanpa mengadakan sidang.

Laporan Terkait:

Guru Pensiunan Berusia 61 Tahun Dijatuhi Hukuman Tujuh Tahun karena Berlatih Falun Gong 

3 Penangkapan Kelompok Falun Gong dalam Tiga Bulan Di Bawah Kepala Polisi Kota Daqing yang Baru