(Minghui.org) Pada Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2025, praktisi Falun Gong di 48 negara menyerahkan daftar pelaku terkait penganiayaan Falun Gong di Tiongkok kepada pemerintah mereka. Mereka juga meminta agar para pelaku dan anggota keluarga mereka dilarang memasuki negara tersebut dan aset mereka dibekukan.

Berikut rincian penganiayaan yang dilakukan oleh Liu Yongzhi, sekretaris Partai dan jaksa dari Kejaksaan Rakyat Provinsi Heilongjiang.

Informasi Pelaku

Nama Lengkap Pelaku: Liu (nama belakang) Yongzhi (nama depan)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Tanggal/Tahun Lahir: September 1965
Tempat Lahir: Tidak Diketahui
Etnis: Han

Gelar atau Jabatan

Liu Yongzhi pernah menjabat sebagai wakil inspektur Komite Urusan Politik dan Hukum Provinsi Hebei (PLAC); wakil sekretaris jenderal PLAC Hebei; wakil sekretaris PLAC Hebei; anggota Komite Provinsi Hebei dari Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok; wakil sekretaris eksekutif PLAC Hebei dan sekretaris Partai dari Perhimpunan Hukum Hebei; dan wakil direktur Kantor Komite Provinsi Hebei untuk Tata Kelola Komprehensif Berbasis Hukum.

Januari 2023 – Februari 2023: Sekretaris Partai dan Wakil Jaksa dari Kejaksaan Rakyat Provinsi Heilongjiang

Februari 2023 – Sekarang: Sekretaris Partai dan Jaksa dari Kejaksaan Rakyat Provinsi Heilongjiang

Kejahatan Besar yang Dilakukan Saat Menjabat Sebagai Wakil Sekretaris PLAC Provinsi Hebei (2019–2022)

Provinsi Hebei adalah salah satu wilayah di Tiongkok di mana penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong paling parah. Sedikitnya 587 praktisi telah dianiaya hingga tewas hingga saat ini. Penganiayaan terhadap Falun Gong di Provinsi Hebei diarahkan oleh PLAC Provinsi dan Kantor 610, dengan tindakan spesifik yang dilakukan oleh Biro Keamanan Publik, penegak hukum, dan berbagai fasilitas penahanan. Selama masa jabatannya sebagai wakil sekretaris PLAC Provinsi Hebei dari tahun 2019 hingga 2022, Liu mengawasi operasi harian dan secara aktif mengusung kebijakan penganiayaan PKT terhadap Falun Gong.

Selama masa jabatan Liu, sedikitnya 26 praktisi di Provinsi Hebei dianiaya hingga tewas: Yang Xiaohui, Ma Yinchun, Kong Hongyun, Zhang Xiaojie, Wei Qishan, Yang Shoubin, Zhou Xiuzhen, Cao Jinxing, Zhang Jianzhi, Lu Jinyou, Han Yuqin, Wang Shuiyong, Zhang Tieshan, Dong Jianquan, Li Xiuhua, Song Rongzhi, Pan Yingshun, Teng Yiquan, Guo Qin, Zhang Shulian, Jiang Guiling, Han Junde, Zhuo Guibin, Yang Zhixiong, Xu Suqin, dan He Zhenheng. Banyak lagi praktisi dianiaya hingga mengalami cedera, kecacatan, ketidakstabilan mental, terpisah dari keluarga mereka, dan pengungsian.

Penganiayaan pada tahun 2022

Beberapa kampanye diadakan pada tahun 2022 untuk melecehkan para praktisi, termasuk kampanye “Sapu Bersih”, “Menindak Kejahatan Terorganisir”, dan “Menjaga Stabilitas untuk Kongres Nasional ke-20”. Sedikitnya 20 praktisi meninggal akibat penganiayaan tersebut, dan 373 lainnya ditangkap, 834 dilecehkan, dan 43 dijatuhi hukuman penjara.

Sedikitnya 17 warga Kabupaten Shenze, Provinsi Hebei, ditangkap antara pukul 12 tengah malam dan 2 pagi pada tanggal 11 Januari 2022. Polisi tidak menunjukkan identitas atau surat perintah penggeledahan selama operasi tersebut. Sebagian besar dari para praktisi ini kepalanya ditutup dengan tudung hitam dan dibawa ke sebuah hotel, tempat mereka ditahan dan diinterogasi hingga 16 hari sebelum dipindahkan ke berbagai fasilitas penahanan setempat. Hotel tersebut bukanlah fasilitas penahanan resmi, namun polisi memberi tahu keluarga para pelaku bahwa orang-orang terkasih mereka ditempatkan di bawah tahanan rumah di hotel tersebut, yang merupakan tindakan ilegal. Sembilan dari mereka kemudian dijatuhi hukuman penjara, dengan hukuman terlama lima tahun.

Han Junde, dari Kota Baoding, Provinsi Hebei, meninggal dunia pada tanggal 14 April 2022, saat menjalani hukuman delapan tahun di Penjara No. 5 Jidong di Provinsi Hebei. Ia ditangkap dan dijatuhi hukuman karena membuat kerajinan labu yang diukir dengan prinsip-prinsip Falun Gong – “Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar).” Ia menderita anemia berat akibat penganiayaan di penjara. Ia menjadi buta di satu mata dan harus diangkut dengan kursi roda di dalam penjara. Keluarganya mengajukan permohonan pembebasan bersyarat medis untuknya, tetapi Biro Kehakiman Distrik Jingxiu menolak permohonan mereka, walaupun dokter telah memastikan bahwa Ia memenuhi syarat. Ia berusia 77 tahun.

Yang Zhixiong ditangkap pada tanggal 26 September 2019, dan dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara pada tanggal 1 Desember 2020. Bandingnya ditolak, dan Ia dibawa ke Penjara No. 5 Jidong sekitar April 2021. Enam belas bulan setelah dipindahkan ke Penjara No. 5 Jidong, Ia meninggal dunia pada tanggal 10 Agustus 2022, di rumah sakit yang berafiliasi dengan penjara tersebut. Ia berusia 58 tahun. Menurut keluarga Yang, ketika mereka melihat jenazahnya di Rumah Sakit Union Tangshan, Ia tampak kurus kering dan mata serta mulutnya terbuka lebar.

Penganiayaan pada tahun 2021

Pada tahun 2021, sedikitnya enam praktisi Falun Gong di Provinsi Hebei dianiaya hingga tewas; 456 ditangkap; 2.211 dilecehkan; 29 ditahan di pusat pencucian otak; dan 71 dijatuhi hukuman.

Li Dengchen, seorang pensiunan guru berusia 82 tahun di Kota Shenzhou, Provinsi Hebei, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada Januari 2021 karena keyakinannya.

Pada tanggal 12 Mei 2021, petugas Departemen Kepolisian Kota Tangshan melakukan penangkapan massal terhadap praktisi di berbagai kabupaten dan distrik. Sedikitnya 26 praktisi ditangkap pada hari itu.

Pada pagi hari tanggal 12 Agustus 2020, hingga 100 petugas polisi dikerahkan di empat distrik Kota Tangshan, Provinsi Hebei, untuk menangkap lebih dari 50 praktisi Falun Gong. Sebagian besar rumah praktisi digeledah. Tiga belas praktisi diadili di Pengadilan Kabupaten Luannan pada tanggal 20 Juli 2021, dan dijatuhi hukuman penjara pada tanggal 27 Agustus 2021. Liu Weili dijatuhi hukuman sepuluh tahun, Wang Huilin dijatuhi hukuman enam setengah tahun, dan Zhang Zhilan menerima hukuman tujuh tahun. Tong Xiulan dijatuhi hukuman tiga tahun, Zuo Desheng dijatuhi hukuman dua tahun enam bulan, dan Hou Jianguang dijatuhi hukuman satu tahun. Wang Baozhu dijatuhi hukuman sebelas bulan dan Lu Lifa serta Bi Guanqin masing-masing dijatuhi hukuman enam bulan. Li Yuying dan Hu Yincang masing-masing dijatuhi hukuman dua tahun penjara dengan masa percobaan tiga tahun, dan Cui Shuyu dijatuhi hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Hukuman Liu Jinying masih dalam penyelidikan.

Penganiayaan pada tahun 2020

Pada tahun 2020, sedikitnya 10 praktisi Falun Gong di Provinsi Hebei dianiaya hingga tewas; 698 ditangkap; 1.804 dilecehkan; dan 72 dijatuhi hukuman.

Ma Huixin ditangkap oleh petugas Kepolisian Yaocheng di Kota Anguo pada tanggal 13 Juni 2020. Ia dibawa ke Pusat Penahanan Baoding pada siang harinya. Pada tanggal 7 November, pusat penahanan memberitahu keluarga Ma bahwa Ia dalam kondisi kritis setelah menderita stroke. Ma menjalani kraniotomi pada tanggal 10 November dan dirawat di unit perawatan intensif selama dua minggu. Ia dikeluarkan dari rumah sakit dan dibawa ke fasilitas perawatan lansia tanpa persetujuan keluarganya pada tanggal 30 November.

Han Yuqin, 68 tahun, dari Kota Tangshan, Provinsi Hebei, ditangkap pada 18 Juni 2020, dan rumahnya digeledah oleh petugas Kepolisian Sektor Duanming Road. Malam itu, keluarga menerima telepon dari polisi dan mengetahui bahwa Han telah meninggal di kantor polisi. Mereka melihat jenazahnya di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Distrik Fengrun dan menyaksikan rambutnya acak-acakan dan ada darah di hidungnya.

Penganiayaan pada tahun 2019

Pada tahun 2019, sedikitnya 10 praktisi dianiaya hingga tewas; 544 ditangkap; 234 dilecehkan; dan 64 dijatuhi hukuman penjara.

Pada 13 Juli 2019, 34 praktisi Falun Gong dari Kabupaten Weichang ditangkap. Tiga belas di antaranya diadili oleh Pengadilan Kabupaten Luanping pada 28 September 2020. Mereka adalah, Liu Zhifeng dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda 10.000 yuan; Wang Guangxue dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda 10.000 yuan; Wang Yongxing dan Wang Haiqin masing-masing dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda 10.000 yuan; Chen Haidong, Wang Sufang, Du Guilan masing-masing dijatuhi hukuman 20 bulan penjara dan denda 5.000 yuan; Ge Sufen dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dan denda 5.000 yuan; Li Yanhua dijatuhi hukuman 15 bulan penjara dengan masa percobaan dua tahun, dan denda 5.000 yuan; Liu Fengxia, Tang Fengxia, Liu Lina, dan Wang Haibing masing-masing dijatuhi hukuman 14 bulan penjara dengan masa percobaan dua tahun dan denda 5.000 yuan.

Wei Qishan dan istrinya, Yu Shurong, ditangkap pada 12 Juni 2018, setelah polisi mencurigai mereka memasang spanduk tentang Falun Gong. Pasangan itu dijatuhi hukuman penjara, dengan Wei menerima hukuman tujuh tahun dan Yu empat tahun. Wei disiksa hingga tewas di Pusat Penahanan Kota Qinhuangdao pada malam 23 November 2019. Adik iparnya bergegas ke rumah sakit dan melihat tubuhnya yang masih berada di atas tandu tetapi tidak di ruang gawat darurat. Dia menyaksikan mata Wei setengah terbuka, lengan kanannya terkulai, dan lengan baju kanannya basah. Dia menggulung lengan bajunya setengah dan melihat lengan kanannya menghitam dan ungu.

Kejahatan Besar yang Dilakukan Selama Menjabat Sebagai Sekretaris Partai dan Jaksa dari Kejaksaan Provinsi Heilongjiang

Sejak menjabat sebagai jaksa Kejaksaan Provinsi Heilongjiang pada awal tahun 2023, Liu terus menerapkan kebijakan penganiayaan PKT terhadap Falun Gong. Dalam pidato publik pada Februari 2023, Ia menuntut agar seluruh sistem kejaksaan provinsi "secara aktif berpartisipasi dalam memerangi aliran-aliran," "membangun dan menerapkan sistem untuk meninjau dan menyetujui berkas kasus yang melibatkan kejahatan terkait organisasi aliran," dan arahan lainnya. Hal ini telah mengakibatkan banyak praktisi dijatuhi hukuman penjara.

Pada tahun 2023, 118 praktisi di Provinsi Heilongjiang dijatuhi hukuman. Pada tahun 2024, 56 orang dijatuhi hukuman. Pada tahun 2025, dilaporkan ada 65 kasus hukuman.

Gao Ke, seorang pensiunan guru sekolah dasar dari Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, ditangkap pada tanggal 14 September 2022 karena menyebarkan kalender yang berisi informasi tentang Falun Gong. Meskipun dibebaskan dengan jaminan beberapa hari kemudian karena tekanan darah tinggi, polisi mulai menghubunginya pada bulan Februari 2023 dan memerintahkannya untuk melapor ke kejaksaan. Ia menolak untuk pergi dan meninggalkan rumah untuk menghindari penganiayaan lebih lanjut. Polisi dan komite jalanan malah mengganggu istri dan anaknya. Mereka menempatkan petugas di luar apartemennya untuk memantau setiap orang yang masuk atau keluar gedung.

Keluarga kehilangan kontak dengannya pada tanggal 16 Juni 2023, dan kemudian mengetahui bahwa Ia telah ditangkap pada hari itu saat sedang berbelanja bahan makanan, ketika itu Ia bertemu dengan seorang petugas polisi yang mengenalinya.

Di Pusat Penahanan Yaziquan, para penjaga menugaskan dua narapidana untuk mengawasinya sepanjang waktu. Para narapidana memukuli Gao dan tidak mengizinkannya menggunakan toilet atau berbicara dengan orang lain tanpa izin mereka. Ia melakukan mogok makan sebagai protes dan dipaksa makan pada hari ketujuh. Ia mengalami syok selama pemaksaan makan dan dilarikan ke rumah sakit. Meskipun kondisinya serius, para penjaga pusat penahanan mengeluarkannya dari rumah sakit empat hari kemudian. Ia lumpuh dan membutuhkan bantuan saat menggunakan toilet.

Gao kemudian dijatuhi hukuman empat setengah tahun dan dipindahkan ke Penjara Hulan.

Ren Changbin, 60 tahun, dari Kota Jiamusi, Provinsi Heilongjiang, meninggal dunia lima hari setelah dimasukkan ke Penjara Shuangyashan untuk menjalani hukuman tiga tahun karena keyakinannya pada Falun Gong. Ia mengalami beberapa memar dan luka, lingkaran hitam di bawah mata, dan beberapa jahitan di kepalanya.

Menurut saudara perempuan Ren, Ia menerima telepon dari penjara sekitar pukul 8 pagi pada tanggal 28 September 2024, yang memberitahunya bahwa Ren telah meninggal karena keadaan darurat medis. Ia menuntut untuk mengetahui penyebab kematian, tetapi penelepon menolak untuk memberikan informasi tambahan apa pun, kecuali bahwa jenazah Ren telah dibawa ke rumah duka.

Saudara perempuan Ren memberitahukan kabar tragis itu kepada anggota keluarga lainnya, dan mereka bergegas ke rumah duka, di mana mereka melihat tubuh Ren yang penuh luka memar.

Ketika keluarga bertanya apakah Ren disiksa hingga tewas, para penjaga mengklaim bahwa Ia sangat lemah ketika dimasukkan ke penjara, dan mereka mengatur dua narapidana untuk "menjaganya". Mereka juga mengatakan bahwa Ren jatuh di kamar mandi, sehingga menyebabkan cedera di kepala dan tubuhnya.

Keluarga Ren berpendapat bahwa Ia sehat ketika ditangkap dan mempertanyakan bagaimana Ia bisa menjadi begitu lemah setelah satu minggu ditahan. Jika pihak penjara memang telah menugaskan dua narapidana untuk "menjaga" Ren, mengapa mereka gagal mencegah Ren jatuh di kamar mandi?

Ren, mantan karyawan pabrik kaca, ditangkap saat operasi penangkapan polisi pada tanggal 14 September 2023, dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada tanggal 25 Juli 2024. Ia dipindahkan ke Penjara Shuangyashan pada tanggal 23 September dan meninggal lima hari kemudian.

Zhao Yungu, 86 tahun, dari Kabupaten Bin, Provinsi Heilongjiang, dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara dan denda 30.000 yuan pada awal September 2024. Ia sedang mengajukan banding atas putusan tersebut.

Zhao, seorang pensiunan pekerja pabrik traktor, dan istrinya, Liu Shumei, seorang mantan profesional bisnis, telah berulang kali menjadi sasaran selama 25 tahun terakhir karena berlatih Falun Gong. Keduanya sebelumnya menjalani dua kali hukuman kerja paksa selama satu tahun dan hukuman penjara selama tujuh tahun. Liu mengalami kondisi medis serius akibat tekanan penganiayaan, namun polisi terus mengganggunya secara berkala. Ia meninggal dunia di usia 77 tahun pada Mei 2019.

Penangkapan terbaru Zhao terjadi sekitar pukul 7 pagi pada tanggal 31 Juli 2023, saat Ia meninggalkan gedung apartemennya. Lima petugas yang berjaga di sana menangkapnya dan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan fisik. Karena kondisi kesehatannya yang buruk, pusat penahanan menolak untuk menerimanya. Polisi membebaskannya dengan jaminan pada dini hari tanggal 1 Agustus 2023.

Kantor Polisi Kabupaten Bin menempatkan Zhao di bawah tahanan rumah pada tanggal 30 Januari 2024. Kejaksaan Kabupaten Yilan mendakwanya pada tanggal 6 Juli dan Pengadilan Kabupaten Yilan memperpanjang tahanan rumahnya selama enam bulan pada tanggal 27 Juli. Hakim mengadili kasus Zhao di rumahnya pada tanggal 16 Agustus. Ia dijatuhi hukuman tak lama kemudian.

Du Xiuyan, seorang warga berusia 59 tahun dari Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, ditangkap di rumahnya pada tanggal 1 April 2024. Ia diadili oleh Pengadilan Distrik Acheng pada pertengahan Juni 2024 dan dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara.

Feng Guoqing, berusia sekitar 59 tahun dan berasal dari Kota Yichun, Provinsi Heilongjiang, ditangkap pada tanggal 4 Desember 2024, dan rumahnya berulang kali digeledah. Lebih dari 200.000 yuan uang tunai miliknya disita selama penggerebekan tersebut.

Di Pusat Penahanan Kota Yichun, Feng menolak untuk bekerja sama dengan polisi ketika mereka menginterogasinya dan Ia melakukan mogok makan selama lebih dari 40 hari. Sebagai balasan, polisi melepaskan pakaiannya dan mengikatnya di tempat tidur dengan posisi terlentang. Kemudian mereka mencekok paksa makan tetapi tidak mengizinkannya menggunakan kamar mandi. Kedua ginjalnya gagal berfungsi akibat penyiksaan tersebut.

Feng diadili oleh Pengadilan Kabupaten Nancha pada tanggal 20 Juni 2025. Pengacaranya diberitahu pada tanggal 5 Juli bahwa Ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda 10.000 yuan.