(Minghui.org) Tiga belas praktisi Falun Gong di Kota Laizhou, Provinsi Shandong, ditangkap atau dilecehkan antara 16 hingga 23 September 2026, sebagian besar oleh petugas dari Kantor Polisi Kota Praja Shahe. Empat praktisi lainnya mengalami pelecehan antara bulan Juli dan awal September 2026.

13 Praktisi Menjadi Target dalam Satu Minggu

Enam Praktisi Dilecehkan dan Satu Ditangkap pada 16 September

Empat petugas polisi mendatangi rumah Ren Yueqiao [Wanita] pada pukul 06.30 pagi, 16 September dan tetap berada di sana hingga pukul 11.00 siang. Beberapa petugas terlihat kembali berjalan di luar rumah Ren pada pukul 13.00 siang.

Sekitar pukul 07.00 pagi, 16 September, polisi memanjat masuk melalui jendela ke kediaman Han Zhenping dan istrinya, Han Fang, yang terletak di lantai dua. Mereka melakukan penggeledahan dan menyita buku-buku Falun Gong milik pasangan tersebut, foto pendiri Falun Gong, serta sebuah komputer. Istri Han ditahan selama lima hari.

Pada hari yang sama, polisi dua kali mendatangi rumah Han Fangxi dan istrinya, Yang Shukun. Pasangan itu tidak berada di rumah pada kedua kesempatan tersebut, sehingga polisi pun pergi.

Polisi juga mendatangi rumah Fang Changhui [Wanita] untuk melecehkannya. Karena ia tidak ada di rumah, mereka malah melecehkan Sun Songmei [Wanita], yang tinggal di desa yang sama, serta memotretnya.

Satu Praktisi Dilecehkan pada 17 September

Luan Shihai [Pria] dipanggil ke gedung pemerintah setempat pada 17 September. Polisi memerintahkan untuk menandatangani surat pernyataan melepaskan Falun Gong dan mengancam akan menggeledah rumah serta menahannya jika ia tidak mematuhi perintah tersebut. 

Dua Praktisi diganggu pada 20 September

Polisi mengganggu Guo Shenghui [Pria] dan Guo Honghao [Pria], yang tinggal di desa yang sama, pada 20 September. Ketika mereka menolak membukakan pintu, polisi terus mengganggu mereka melalui telepon.

Tiga Praktisi Mengalami Gangguan pada 23 September

Pan Ruiying [Wanita], Li Yunying [Wanita], dan Chen Shanglian [Wanita] mengalami gangguan pada pagi hari, 23 September. Polisi memotret mereka tanpa persetujuan mereka.

Empat Praktisi Telah Diganggu Sebelumnya

Enam petugas mengetuk pintu rumah Li Caixiang [Wanita] sekitar 20 Juli 2026. Ketika ia menolak mengizinkan mereka masuk, mereka memanjat pagar dan menerobos masuk. Mereka menggeledah rumahnya serta menyita buku Falun Gong, dua pemutar media, dan barang-barang lainnya. Ia dibawa ke Kantor Polisi Kota Shahe dan difoto di sana. Ia dibebaskan pada hari yang sama. Polisi kembali menggeledah rumahnya pada 7 dan 8 September serta mengambil foto rumah tersebut.

Song Hongjun [Pria] diganggu pada 27 Juli 2026 dan difoto oleh petugas.

Dua petugas mengganggu Pan Ruiying [Wanita] dan saudarinya, Pan Ruihua, pada Agustus 2026, serta berupaya memaksa mereka menandatangani surat pernyataan untuk melepaskan Falun Gong.