(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa ketika saya kuliah pada tahun 1996, dan saya sendiri telah merasakan Dafa luar biasa.

Orang tua saya dalam keadaan tidak sehat saat itu dan keluarga saya miskin. Saya menderita miokarditis, jadi saya telah mempelajari dan berlatih berbagai qigong, tetapi semuanya sia-sia.

Saya melihat sebuah buku di kios buku dengan gambar Falun yang indah di sampulnya dan menarik perhatian saya. Seorang teman memberi tahu saya bahwa dia dapat mengucapkan beberapa kata aneh yang tidak dia mengerti, jadi dia meminta saya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Saya diarahkan ke bagian "Bahasa Alam Semesta" di Zhuan Falun yang menjelaskan bahwa berbicara dalam bahasa yang tidak dikenal seperti ini mengundang makhluk tingkat rendah dan harus dihindari. Saya memberi tahu teman saya apa yang telah saya pelajari dari buku ini, dan dia kemudian mulai berlatih Dafa. Tetapi saya tidak membeli buku itu, karena saya tidak punya cukup uang. Saya menyesalinya.

Tak lama kemudian, saya mengalami mimpi aneh: saya mengenakan pakaian kuno dan bertemu dengan seorang biksu. Saya menyadari bahwa itu adalah Guru. Guru menjabat tangan saya. Ketika saya bangun, saya sangat penasaran tentang arti mimpi ini. Saya ingin pergi ke kuil untuk meminta nasihat.

Secara tidak disengaja, saya kemudian menonton video ceramah Guru secara lengkap, dan saya sangat gembira. Setelah menonton ceramah tersebut, saya mendapatkan buku Zhuan Falun, yang menjawab semua pertanyaan saya, dan saya tahu bahwa Guru sedang mengajarkan Fa. Saya juga memahami mimpi yang saya alami sebelumnya. Itu adalah Guru yang telah mengawasi saya sejak lama, memberi saya petunjuk, dan mengatur agar saya berkultivasi dalam Dafa!

Penyakit jantung yang telah mengganggu saya selama bertahun-tahun sembuh setelah saya mulai berlatih, dan saya penuh energi. Saya menuntut diri sendiri untuk bertindak sesuai dengan standar seorang praktisi, dan saya melakukan semua pekerjaan yang tidak disukai orang lain di asrama kami. Teman-teman sekelas saya mengatakan bahwa saya seperti saudara laki-laki bagi mereka.

Mengklarifikasi Fakta dan Menyelamatkan Makhluk Hidup

Pada tahun 1999, Jiang Zemin, mantan kepala Partai Komunis Tiongkok (PKT), melancarkan penganiayaan. Saya pergi ke Lapangan Tiananmen untuk mengklarifikasi fakta. Saya dianiaya, kehilangan pekerjaan, dan dipenjara secara ilegal di kamp kerja paksa. Tetapi hal tersebut tidak dapat menggoyahkan keyakinan saya, dan tidak dapat menghentikan saya untuk mengklarifikasi fakta.

Saya berada di kereta bersama seorang praktisi lain dan mengobrol dengan penumpang lain di perjalanan, tetapi saya dan praktisi tersebut tidak lupa untuk mengklarifikasi fakta. Orang-orang di sekitar kami mendengarkan dengan tenang, dan dari waktu ke waktu seseorang bertanya kepada kami tentang rekayasa bakar diri di Lapangan Tiananmen oleh PKT atau permohonan damai 25 April. Saya menjelaskan hal-hal tersebut kepada mereka satu per satu.

Suatu kali di sebuah desa, saya mengobrol lama dengan seorang pria tua. Tiba-tiba dia bertanya, “Anda lulus dari sekolah mana?” Ketika saya menjawab, dia mengatakan bahwa dia adalah kepala sekolah pada waktu itu. Dia berkata: “Saya tahu siapa Anda, dan hari ini akhirnya saya bertemu Anda secara langsung. Saya mengagumi keberanian Anda untuk mengklarifikasi fakta. Saya mengerti apa yang Anda katakan; Partai Komunis memang seburuk itu.” Saya membantunya mundur dari PKT, dan dia sangat senang. Setiap kali kami bertemu setelah itu, dia menyapa saya dengan hangat.

Terhindar Bahaya di Saat-Saat Kritis Hidup dan Mati

Saya sedang berjualan di pasar pada musim dingin tahun 2008. Sebuah forklift yang lepas kendali melaju kencang ke arah saya dari lereng yang curam. Pada saat kritis, saya terlempar tanpa sadar oleh suatu kekuatan eksternal. Saya berdiri di sana dalam keadaan terkejut dan bingung saat forklift itu melaju menuruni lereng di belakang saya, menyeberangi jalan, dan baru berhenti setelah menabrak dinding bangunan di seberang jalan. Selain sedikit rasa sakit di kaki kanan bawah, saya sama sekali tidak terluka.

Sopir itu bertanya berapa banyak uang yang saya inginkan dan apakah saya ingin pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Saya berkata, “Saya seorang praktisi Falun Gong. Saya tidak butuh uang atau pergi ke rumah sakit. Saya baik-baik saja.” Seorang yang melihat kejadian itu berkata, “Anda sangat beruntung. Kami melihat forklift itu melaju kencang ke arah kepala Anda.” Saya berdiri di sana dan memperhatikan bahwa gerobak saya telah hancur dan berubah bentuk. Sejak itu, orang-orang memanggil saya “Falun Kecil.”

Pada hari ketiga setelah kejadian itu, pukul enam sore saat saya sedang memancarkan pikiran lurus, tiba-tiba saya merasa lemah dan tidak mampu duduk diam atau mengangkat tangan. Saya merasa seperti duduk di sebidang tanah kecil yang sunyi, dikelilingi oleh lautan tak berujung, dan saya akan segera tersapu ombak, berada dalam keadaan hampir mati. Saya terbangun dan meminta ibu untuk melafalkan "Falun Dafa baik!" dengan tulus bersama saya. Kami terus memohon perlindungan Guru. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa saya tidak bisa berbaring atau mati, karena saya harus membantu Guru dalam pelurusan Fa untuk menyelamatkan orang-orang. Saat itu, saya tidak memiliki kekuatan, tetapi saya tidak berani menurunkan tangan saya, karena takut jika saya melepaskannya, saya akan diseret oleh kekuatan lama. Saya baru pulih setelah pukul 10 malam.

Hanya dalam beberapa hari, saya telah mengalami dua rintangan hidup dan mati. Tanpa perlindungan Guru dan berkah Dafa, saya benar-benar akan mati. Gurulah yang menyelamatkan saya!

Saya mengendarai kendaraan roda tiga untuk mengambil persediaan pada akhir tahun 2023. Saya melihat sebuah mobil menuju ke arah saya dengan kecepatan cukup tinggi. Saya pikir mobil itu masih agak jauh. Saya mengambil risiko dan memotong jalur, berbelok ke kiri menyeberangi jalan, berpikir saya bisa melewatinya. Saya tidak menyangka bahwa kendaraan lain akan bergerak lebih cepat dan tidak dapat berhenti tepat waktu. Tepat saat saya memutar bagian depan kendaraan saya, mobil yang datang dari arah berlawanan menabrak saya.

Saya terlempar ke udara dan mendarat di tanah. Kendaraan saya terdorong mundur beberapa meter, dan lengan kanan saya sakit sekali sampai tidak bisa digerakkan. Bemper dan lampu depan mobil itu hancur, kap mesinnya penyok dan melengkung ke atas, benturannya sangat keras. Jika saya sedikit lebih lambat, bagian depan mobil itu akan menghantam tulang pinggul kanan saya. Guru lah yang sekali lagi menyelamatkan saya di saat kritis antara hidup dan mati.

Sebenarnya, dalam 29 tahun kultivasi saya, saya telah mengalami banyak hal ajaib dan luar biasa, dan apa yang telah saya tulis di atas hanyalah sebagian kecilnya. Saya akan terus berkultivasi, melakukan tiga hal dengan baik, dan membalas kebaikan Guru yang agung!