(Minghui.org) 

Saya ingin berbagi beberapa cerita dari masa awal kultivasi saya yang membuktikan keagungan Falun Dafa (Falun Gong) dan menunjukkan belas kasih yang luar biasa dari Guru.

Guru Membimbing Saya Untuk Memulai Latihan Dafa

Saat itu saya bekerja di sebuah sekolah, dan putri dari direktur bidang studi sekolah kami adalah seorang praktisi Dafa lama dan yang memperkenalkan latihan itu pada ibunya. Saya dan direktur tersebut telah bekerja sama selama bertahun-tahun dan memiliki hubungan yang sangat baik. Mengetahui bahwa saya menyukai qigong, dia menunjukkan saya buku pertama Guru, Falun Gong.

Saya membaca buku dan beberapa artikel tentang praktisi yang memulihkan kesehatan mereka melalui latihan Falun Gong, yang menunjukkan kekuatan ajaib dari latihan tersebut. Namun, karena kualitas kesadaran saya yang rendah, meskipun saya tahu Falun Dafa adalah latihan yang sangat baik, saya tidak mempelajarinya saat itu.

Pada Juni 1994, direktur bidang studi menghadiri ceramah Fa Guru di Jinan. Saat dia kembali, saya melihat cahaya terang diatas kepalanya. Dia hanya pergi selama sepuluh hari, namun terjadi perubahan besar di dimensi lain. Saya berpikir, “Falun Dafa sungguh luar biasa.”

Saya bertanya kepada direktur apakah dia membawa catatan ceramah, dan dia menjawab, “Tidak.” Saya berkata kepadanya, “Jika Guru Li menulis sesuatu di masa mendatang, mohon bagikan pada saya. Saya ingin membaca semua tulisannya segera setelah tersedia.”

Karena keinginan ini, di tahun-tahun berikutnya, saya selalu dapat membaca artikel dan ceramah Fa Guru terbaru segera setelah diterbitkan, kecuali saat saya berada di kamp kerja paksa atau penjara.

Beberapa saat kemudian, direktur menunjukkan kepada saya buku kedua Guru. Saya pikir saya sudah mengerti isinya. Kemudian saya menyadari bahwa meskipun tidak tahu apa pun tentang kultivasi sebelum membaca Falun Gong, ketika saya membaca buku itu sebelumnya, prinsip-prinsip Fa yang dijelaskan Guru di dalamnya sudah tertanam kuat dalam pikiran saya.

Pada awal tahun 1995, secara kebetulan, saya membeli buku Zhuan Falun di sebuah toko buku kecil dekat taman. Setelah membaca buku itu, saya menjadi lebih jelas tentang beberapa hal dalam hidup yang sebelumnya membingungkan saya. Namun, karena kualitas kesadaran yang buruk, saya memasukkan buku itu ke dalam koper, berpikir saya akan membacanya lagi nanti.

Menjelang akhir tahun 1995, dua guru di sekolah saya mulai berlatih Falun Dafa dan merekomendasikannya pada saya. mereka juga memberikan saya buku Dafa baru, Zhuan Falun (Volume II).

Selama liburan tahun baru, suatu hari saat saya sedang bertugas, saya membaca buku baru itu. Saat itulah saya menyadari bahwa waktunya telah tiba. Saya sangat yakin bahwa saya adalah seorang praktisi Falun Dafa dan telah sejak lama!

Keluarga dan Kerabat Saya Pun Mengikuti Latihan ini, Satu Per Satu

Beberapa hari kemudian, seorang kolega memberitahu bahwa video ceramah Guru ditayangkan dekat rumah saya, dan bahwa dia sudah menonton yang pertama. Saya tahu ini adalah kesempatan berharga dan sangat ingin bertemu mereka.

Lalu saya berpikir, saya telah mempelajari prinsip-prinsip dasar ini dan telah memperoleh Fa. Meskipun saya sangat ingin menonton video tersebut, putra saya baru berusia dua tahun, dan saya maupun istri saya harus tetap di rumah untuk merawatnya. Lebih baik saya membiarkan istri saya menonton ceramah jadi dia juga dapat memperoleh Fa.

Istri saya begitu senang dan pergi menonton ceramah 2 segera setelah menyelesaikan makan malamnya.

Dia sangat bahagia saat pulang ke rumah, mengatakan bahwa Falun Dafa sungguh baik. Sambil mendengarkan ceramah, dia duduk dalam posisi sila ganda selama beberapa menit, seperti yang lainnya, dan menyerap semua yang dikatakan Guru. Dia memberitahu ibu saya tentang itu, dan keesokan harinya, mereka pergi bersama menonton ceramah 3.

Hari berikutnya, ketika seorang tetangga datang untuk menagih tagihan air, ibu saya memberitahunya tentang Falun Dafa, dan tetangga itu pun pergi menonton ceramah 4. Pada hari keempat, seorang teman datang untuk mengunjunginya, jadi dia memberitahu temannya tentang itu, dan mereka menonton video Ceramah 5 di malam hari. Mereka semua dengan bahagia mulai berlatih Dafa, satu demi satu, dalam waktu empat hari.

Istri saya benar-benar bahagia dan larut dalam Fa. Dia mampu duduk dalam posisi sila ganda dengan sangat cepat dan dapat mempertahankannya selama lebih dari satu jam dengan mudah. Saya sangat senang untuknya, berpikir dia mendengarkan Guru mengajarkan Fa, dan saya harus mendukungnya. Apapun yang dapat dia lakukan, saya pun dapat melakukannya.

Saat saya berpikir seperti itu, Guru menguatkan saya. Kemudian, saya pun dapat duduk dalam posisi sila ganda selama satu jam saat melakukan latihan kelima.

Sejak saat itu, seluruh keluarga saya mulai berlatih Falun Dafa. Kemudian, ipar perempuan saya, adik perempuan saya dan suaminya, bibi saya yang lebih tua, dan istri paman saya semuanya ikut berlatih satu per satu. Hasilnya, seluruh keluarga kami telah diberkati.

Dua Hal yang Sangat Menyentuh Hati Saya

Setelah menonton video, kami bergabung dengan kelompok belajar Fa dan melakukan latihan di tempat latihan. Saya dan istri harus bergantian melakukan hal ini. Ada dua hal yang meninggalkan kesan mendalam pada saya ketika pertama kali mengunjungi tempat latihan tersebut.

Salah satunya adalah kemurnian tempat latihan dan suasana yang luar biasa. Pembimbing sangat baik dan ramah, dan Bibi Zeng (alias), yang membantu orang baru, juga sangat baik dan sabar. Dia sangat teguh dalam keyakinannya pada Dafa, dan tetap demikian bahkan setelah PKT menganiaya Falun Dafa.

Setiap pagi, dia adalah orang pertama yang tiba di tempat latihan dengan perekam suara dan orang terakhir yang pergi. Saya, ibu, dan istri saya semua suka membantu orang lain, dan kami sering bertanya kepada Bibi Zeng apakah kami bisa membelikan beberapa baterai atau memberinya uang untuk menutupi biayanya, tetapi dia selalu berkata, “Tidak, tidak perlu. Kami punya banyak baterai untuk digunakan, tetapi terima kasih atas kebaikan kalian.”

Terakhir kali saya bertemu dengannya adalah beberapa tahun yang lalu. Saya memberinya beberapa eksemplar majalah Dafa. Saat itu usianya sudah 90-an dan dia masih mengklarifikasi fakta kebenaran untuk menyelamatkan orang-orang. Bibi Zeng meninggal dunia dua tahun lalu. Dia benar-benar seorang praktisi lama yang dihormati.

Keteguhan dan kebaikan praktisi lama meninggalkan kesan yang sangat mendalam pada kami praktisi baru. Kemudian, ketika kami sudah menjadi praktisi lama, kami membawa pemutar musik dan merasa sangat bahagia.

Momen kedua yang sangat menyentuh hati saya terjadi selama latihan kedua. Saat itu musim dingin, dan malam hari sangat dingin. Kadang-kadang, saat memeluk roda (latihan kedua), saya merasa seolah-olah lengan bawah saya membeku. Saya tidak bisa menggerakkannya, dan saya merasakan sedikit nyeri menusuk.

Kemudian saya merasa karma saya berkurang sedikit demi sedikit, dan bukannya merasa semakin dingin, lengan bawah saya mulai menghangat secara bertahap. Area yang "beku" menyusut hingga hanya tersisa telapak tangan, lalu jari-jari, kemudian ujung jari, dan akhirnya menghilang sama sekali.

Seketika, saya merasa sangat tenang dan hangat. Saya menyadari bahwa ini adalah proses penghapusan karma, seperti yang dijelaskan Guru sebelumnya dalam ajaran Fa. Itu adalah fenomena yang sungguh-sungguh menakjubkan dan indah.

Dalam dua puluh tahun terakhir, setiap kali saya melakukan latihan kedua, berapapun lamanya, saya tidak pernah berhenti di tengah jalan.

Guru Selalu Ada di Samping Kita

Pada Februari 1996, saya mengunjungi direktur di rumahnya. Saya berpikir bahwa karena putrinya telah menghadiri ceramah Fa Guru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan Guru untuk menyebarkan Fa, dia telah menjadi cukup dekat dengan Guru. Saya ingin bertemu Guru melalui putrinya.

Direktur bidang studi sangat senang melihat saya, namun mengatakan bahwa putrinya baru saja pergi dan tidak akan kembali untuk sementara waktu. Saya merasa sedikit kecewa, namun saat dia memberitahu saya bahwa putrinya telah memberikan artikel baru Guru, saya merasa senang lagi dan merasa perjalanan ini bermanfaat.

Dia menunjukkan saya artikel-artikel baru Guru, total enam artikel, dari November 1995 hingga Januari 1996. Saya tidak sabar untuk membacanya dan sangat tersentuh oleh dua diantaranya: “Berkultivasi demi siapa?” dan “Fa lurus.” Setelah saya membaca semua enam artikel, saya merasa dimurnikan sekali lagi dan hati saya dipenuhi dengan pikiran lurus.

Guru berkata dalam “Mengangkat Guru,”

“Dafa disebarkan secara luas, yang mendengar mencarinya, yang memperoleh merasa gembira, yang berkultivasi kian hari kian banyak, tidak terhitung jumlahnya.”(Petunjuk Penting Gigih Maju)

Itu benar sekali! Keluarga saya sendiri memiliki pengalaman dan perasaan yang sama. Kemudian saya membaca lebih lanjut,

“Namun banyak dari mereka yang belajar sendiri mempunyai keinginan untuk mengangkat Guru, ada kekhawatiran sulit mendapatkan ajaran sejati bila tidak bertemu Guru, sebenarnya itu diakibatkan oleh belajar Fa yang tidak mendalam.”

Saya terkejut, berpikir, bukankah Guru sedang membicarakan saya? Guru tahu bahwa saya akan menemui direktur hari ini dan tahu apa yang saya lakukan dan apa yang saya pikirkan. Sungguh luar biasa! Guru jelas tahu apa yang ada di pikiran saya dan menjawab semua pertanyaan saya tanpa harus bertemu secara langsung. Guru telah menerima saya sebagai pengikutnya dan telah lama melindungi saya. Dengan pemahaman ini, saya merasa sangat bahagia.

Dari mempelajari “Mengangkat Guru,” saya memperoleh pemahaman yang jauh lebih jelas tentang penyebaran Fa, kultivasi yang gigih, dan pentingnya berulang kali belajar Fa. Pikiran saya menjadi lebih jernih dan saya segera menghafal Fa tersebut, yang saya ingat selama 30 tahun—bahkan saat saya ditahan secara ilegal di pusat pencucian otak, kamp kerja paksa, dan penjara.

Saya merasa Guru selalu ada di samping kami dan melindungi dengan penuh belas kasih selama bertahun-tahun ini. Terimakasih, Guru.

Apa yang terjadi di rumah direktur pada Februari 1996 adalah sebuah pengalaman menakjubkan bagi saya, dimana saya merasa benar-benar melihat Guru meskipun belum pernah bertemu secara langsung. Sungguh menakjubkan!

Kesimpulan

Mengenang pengalaman-pengalaman awal itu, hati saya dipenuhi dengan kemurnian dan kekaguman. Pada tahun-tahun itu, hati saya terfokus pada Dafa, dan terlepas dari pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, saya menghabiskan seluruh waktu luang saya untuk belajar Fa, berasimilasi dengan Dafa, dan menyebarkan Fa—saya selalu merasa kekurangan waktu.

Sebagai perbandingan, keadaan kultivasi saya saat ini tidak sebaik di tahun-tahun awal. Dalam lingkungan yang lebih santai, saya menjadi agak mengendur dalam kultivasi. Saya akan kembali xiulian seperti awal mula, melepaskan semua keterikatan manusia, keluar dari duniawi, dan berjalan menuju Dewa, sehingga dapat memenuhi misi saya, membantu Guru menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup, dan kembali ke rumah sejati saya bersama Guru.

Saat saya mengingat kembali pengalaman-pengalaman indah di masa lalu, saya merasa bersyukur atas perlindungan penuh belas kasih Guru selama bertahun-tahun. Selain itu, saya berharap semakin banyak rekan-rekan praktisi dan orang-orang di seluruh dunia menghargai kesempatan yang telah diberikan Guru kepada kita, mengultivasi hati, dan bertindak dengan kebaikan untuk meraih masa depan yang indah dan cerah.