(Minghui.org) Saya telah berlatih Falun Dafa selama lebih dari dua dekade, dan telah bertahan melewati penganiayaan berkat perlindungan Guru. Saya telah menyaksikan kemurahan hati Guru yang tak terbatas, dan keagungan serta karakteristik luar biasa Falun Dafa. Saya ingin berbagi beberapa pengalaman kultivasi saya dengan rekan-rekan praktisi dan melaporkannya kepada Guru.

Mempraktikkan Kebaikan di Rumah

Dalam kehidupan sehari-hari kita menemui berbagai macam hal yang menguji xinxing dan membangkitkan keterikatan. Kata-kata atau perilaku saya dapat memberikan dampak positif atau negatif kepada anggota keluarga. Perilaku mereka juga dapat mengungkapkan tingkat kultivasi saya.

Dulu saya memiliki kepribadian yang kuat, dan mengatakan apapun yang saya pikirkan, tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Saya egois. Suami saya tidak senang dengan saya. Dia berkata saya berbicara tidak ada basa basi. Dia bertanya mengapa saya tidak bisa berbicara dengan lembut. Saya tahu bahwa sebagai praktisi, saya harus mengultivasi kebaikan. Saya ingin bersikap baik padanya namun tidak dapat melupakan apa yang dikatakannya terhadap Falun Dafa dan saya setelah penganiayaan dimulai. Saya bersikap baik padanya diluar, namun dia dapat merasakan kekesalan saya. Sesekali dia berkata bahwa saya bersikap baik padanya hanya di permukaan namun membencinya di dalam hati.

Guru berkata:

“Dalam keadaan apa pun harus memperlakukan orang lain dengan baik, dan bersikap bajik, apalagi terhadap sanak keluarga anda.” (Ceramah 6, Zhuan Falun)

Saya mencari ke dalam. Mengapa saya tidak berbelas kasih kepada suami saya? Ketika belajar Fa, saya membaca dan melafalkan Fa kata demi kata dengan sepenuh hati. Saya menyadari bahwa saya tidak mendengarkan Guru dan tidak memperlakukan semua orang dengan baik dalam segala keadaan. Saya memutuskan tidak akan lagi membiarkan diri saya membenci suami saya, dan saya akan melupakan perilaku buruknya. Dia telah diindoktrinasi oleh propaganda Partai Komunis Tiongkok (PKT). Saya harus memperlakukannya dengan belas kasih dan pikiran lurus. Saya berharap dia akan diselamatkan oleh Falun Dafa. Setiap orang memiliki sisi yang mengerti. Dia mungkin merasakan kebaikan yang datang dari hati saya, karena dia secara bertahap berhenti mengatakan bahwa saya membencinya.

Suami saya sangat suka makan mi. Ketika saya bertanya apa yang ingin dia makan saat makan siang di rumah, jawabannya hampir selalu "mi." Saya tidak selalu senang dengan ini dan berharap dia tidak pulang untuk makan siang. Saya tahu bahwa saya tidak seharusnya berdebat dengannya tentang hal sepele seperti itu, jadi saya dengan berat hati menerimanya.

Saya seorang praktisi dan seharusnya tidak peduli dengan jenis makanan apa yang saya makan, dan seharusnya tidak pilih-pilih makanan. Suami saya suka makan mi. Jika dia tidak senang dengan jenis makanan yang dia makan di rumah, itu akan menjadi masalah saya karena saya tidak melakukan pekerjaan yang baik sebagai seorang istri. Perlahan-lahan saya mulai memandang hambar. Ketika dia di rumah saat makan siang, saya akan menawarkan untuk memasak mi untuknya. Dia memperhatikan bahwa saya telah mengubah sikap saya, dan dia bertanya kepada saya apa yang ingin saya makan untuk makan siang: nasi, pancake goreng, atau mi goreng? Dia mulai pergi membeli bahan makanan, memasak makan siang untuk saya, dan dia makan siang bersama saya setelah saya memancarkan pikiran lurus.

Seiring saya perlahan-lahan mengultivasi diri dan melepaskan rasa benci serta mentalitas bersaing, suami saya mulai berbicara kepada saya dengan tenang. Kemudian saya mengklarifikasi fakta kepadanya selama percakapan kami. Dia dengan senang hati menerima fakta kebenaran itu. Selama pandemi ketika semua orang tertular COVID-19, dia hanya demam selama dua hari, dan tidak memiliki gejala lain.

Ibunya tinggal bersama kami selama pandemi. Dia tertular COVID-19 dan mengalami batuk parah. Dia tidak bisa makan maupun tidur nyenyak dan meminta untuk dibawa ke rumah sakit tengah malam. Saya tidur di sofa di rumah sakit dan merawatnya dengan baik siang dan malam. Suami saya sangat tersentuh. Dia peduli pada saya dan meminta saya untuk beristirahat dari waktu ke waktu.

Ibu mertua saya tidak ada nafsu makan dan tidak mau makan apa pun. Saya mencoba memasak makanan yang disukainya, seperti telur, bubur, labu kukus, dan ubi jalar. Saya pergi ke klinik untuk membeli obat khusus untuk batuknya. Saya menyemangatinya untuk tetap positif, dan mengatakan bahwa dia akan sembuh.

Saya memiliki keyakinan teguh dalam pikiran, “Anggota keluarga praktisi Falun Dafa memiliki hubungan yang telah ditakdirkan dengan Falun Dafa. Mereka percaya bahwa Falun Dafa baik dan akan memperoleh manfaat dari Falun Dafa.” Saya keluar setiap hari dan mengklarifikasi fakta kebenaran kepada orang-orang saat saya berbelanja maupun membeli obat. Saya tetap sehat. Berkat perlindungan belas kasih Guru, ibu mertua saya akhirnya sembuh. Ibu mertua saya berusia sembilan puluhan dan dalam keadaan sehat. Orang-orang mengira dia baru berusia tujuh puluh tahun.

Suami saya pernah berkata kepada saya, “Saya mengagumimu! Kamu telah melakukan apa yang tidak bisa saya lakukan untuk ibu saya.” Saya bertanya mengapa. Dia berkata, “Hari itu ibu saya muntah dan mengotori lantai, kamu tidak mengeluh atau mundur. Sebaliknya, kamu membersihkan lantai dengan tenang.” Saya mengatakan kepadanya bahwa saya bisa melakukan itu karena saya berlatih Falun Dafa, dan Guru mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada semua orang, terutama anggota keluarga kita. Dia tampak puas dan memuji saya.

Dia benar-benar berubah. Ketika saya pulang larut malam setelah mengklarifikasi fakta kepada orang-orang maupun melakukan proyek Dafa lainnya, dia tidak marah tetapi memasak makan malam dan menunggu saya untuk makan bersamanya. Saya memintanya untuk tidak menunggu saya dan makan lebih dulu.

Mengultivasi Kebaikan Sambil Merawat Ibu Saya

Ibu saya, yang juga seorang praktisi, berusia delapan puluhan. Ibu telah terbaring di tempat tidur selama lebih dari dua tahun. Kami mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga untuk merawatnya. Ketika pembantu rumah tangga itu cuti, saya meminta izin dari pekerjaan dan pergi untuk merawat ibu, karena saudara laki-laki saya harus bekerja.

Orang tua saya sudah berusia delapan puluhan. Saya berharap mereka mau tinggal bersama saya di kota agar saya bisa merawat mereka. Tetapi mereka sangat tradisional dan bersikeras untuk tinggal bersama putra mereka. Mereka tidak mau datang dan tinggal bersama saya. Saudara laki-laki saya dan istrinya memiliki pekerjaan penuh waktu dan tidak dapat merawat mereka, jadi kami mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga. Orang tua saya memiliki pensiunan dan tidak membutuhkan kami untuk menyumbangkan uang sepeser pun. Pembantu rumah tangga itu pandai memasak dan merawat mereka dengan sangat baik. Mereka senang dengan pembantu rumah tangga tersebut.

Saya kembali merawat ibu untuk kedua kalinya. Saya membasuh wajah dan kakinya dengan air hangat sebelum ibu tidur. Ibu terharu, dan berkata, “Ibu sering memukulmu saat kamu masih kecil. Ibu tidak menyangka kamu akan memaafkan ibu dan merawat ibu dengan baik. Kamu memang telah banyak membantu ibu.” Saya berkata, “Mari kita lupakan apa yang terjadi sebelumnya. Sebenarnya saya mampu melakukan ini karena saya berlatih Falun Dafa. Jika saya tidak berlatih Falun Dafa, saya tidak bisa membayangkan betapa buruknya kesehatan saya, apalagi mampu merawat ibu. Saya menderita sakit punggung, sakit kepala, dan sakit perut sejak kecil. Saya juga sering berkonflik dengan suami dan ibu mertua. Jika saya tidak berlatih Falun Dafa, saya tidak akan hidup sampai hari ini. Sebaiknya ibu berterima kasih kepada Guru dan Falun Dafa.”

Ibu saya mengerti, dan berkata dengan air mata di matanya, “Ya, terima kasih, Guru! Terima kasih, Falun Dafa! Jika saya tidak berlatih Falun Dafa, saya pasti sudah mati karena benci dan amarah dan tidak akan hidup sampai hari ini.”

Saudara laki-laki saya tidak dapat mengambil cuti dari pekerjaannya karena jadwalnya yang sibuk ketika pembantu rumah tangga sedang cuti, jadi saya harus pergi merawat ibu. Hal ini terkadang membuat saya marah, dan saya mengeluh bahwa saudara laki-laki saya kurang berbakti kepada orang tua. Saya adalah seorang praktisi Falun Dafa dan sangat sehat. Meskipun saya hampir berusia enam puluh tahun, saya merasa seperti berusia tiga puluhan atau empat puluhan, dan saya merasa berenergi. Sebagai seorang praktisi, saya harus berbuat lebih baik dan merawat orang tua saya dengan baik. Saya seharusnya tidak memperhatikan apa yang dilakukan saudara laki-laki saya. Ibu saya sering mengeluh kepada saya bahwa saudara laki-laki saya tidak baik kepadanya. Saya berkata, “Jangan marah. Ibu telah berlatih Falun Dafa selama bertahun-tahun dan tahu bahwa ada hubungan sebab akibat. Apakah dia berbakti atau tidak, ibu tidak boleh mengeluh.”

Suatu hari ayah menelepon saya dan mengatakan bahwa pembantu rumah tangga akan istirahat, dan saudara laki-laki saya mengalami cedera punggung sehingga tidak dapat merawat ibu. Saya berkata, “Saya akan datang. Jangan khawatir.” Saudara laki-laki saya setahun lebih muda dari saya, tetapi dia memiliki banyak masalah kesehatan, seperti sakit punggung dan cedera lengan serta kaki karena melakukan pekerjaan fisik.

Setelah pulang ke rumah orang tua, saya menelepon saudara laki-laki saya dan menanyakan kabarnya, serta memintanya untuk banyak beristirahat. Dia berkata, “Jangan khawatir. Saya sedang bekerja sekarang.” Saya berkata dengan prihatin, “Tolong jangan terlalu lelah. Perhatikan kesehatanmu. Mencari uang bukanlah hal yang terpenting. Kesehatan yang baik lebih penting.” Dia tertawa dan berkata, “Ya, saya tahu.” Saya merasa sangat tenang setelah menutup telepon. Saya tidak memiliki keluhan apa pun terhadap saudara laki-laki saya. Seluruh keluarganya mengetahui fakta kebenaran dan telah mundur dari PKT dan organisasi afiliasinya.

Saya mengingatkan diri untuk menghadapi penyakit ibu dengan pikiran lurus. Saya berusaha sebaik mungkin untuk belajar Fa bersamanya. Saya mendorongnya untuk lebih sering memancarkan pikiran lurus dan mencari ke dalam. Saat merawat ibu, saya bisa menemukan keterikatan saya sendiri, melepaskannya, dan memperbaiki diri.

Selama proses merawat ibu saya, saya juga dapat meningkatkan kesabaran dan kemampuan saya untuk menanggung kesulitan, dan melalui ini saya menjadi lebih sabar. Sambil menanggung kelelahan fisik dan kesulitan, saya melenyapkan karma dan memurnikan tubuh saya. Itu adalah hal yang sangat baik. Saya sekarang lebih memahami penderitaan dan kegelisahan ibu saya. Saya tidak lagi mengeluh tentangnya. Saya lebih sabar, baik, dan hormat kepadanya.

Mengklarifikasi Fakta Kepada Orang-orang dengan Belas Kasih

Saya belajar Fa di kantor ketika tidak sibuk, dan saya keluar untuk mengklarifikasi fakta kepada orang-orang setelah bekerja. Saya bertemu dengan berbagai macam orang, kebanyakan dari mereka mempunyai takdir pertemuan dengan Falun Dafa dan tampaknya sedang menunggu untuk mendengar fakta kebenaran.

Setiap kali saya keluar untuk mengklarifikasi fakta kebenaran kepada orang-orang, saya menjaga pikiran lurus dan memiliki belas kasih serta sedikit pikiran egois. Saya mempertimbangkan perasaan orang lain ketika saya berbicara dengan mereka maupun melakukan sesuatu untuk mereka. Setiap pikiran saya adalah untuk menyelamatkan makhluk hidup dan mengklarifikasi fakta kebenaran kepada mereka dengan hati yang murni. Banyak orang yang ditakdirkan datang untuk berbicara dengan saya. Saya dengan mudah membujuk mereka untuk mundur dari PKT dan organisasi afiliasinya. Guru telah mengatur semuanya untuk kita. Kita perlu keluar dan berbicara dengan orang-orang.

Ketika saya membagikan materi informasi, saya dengan tulus berharap orang-orang akan menghargai kesempatan untuk mempelajari fakta kebenaran dan diselamatkan. Saya berharap setiap materi klarifikasi fakta memainkan peran maksimalnya dalam menyelamatkan makhluk hidup, dan orang-orang akan meneruskan materi tersebut kepada orang lain, dan orang lain akan meneruskannya kepada lebih banyak orang lagi. Saya berharap semua orang diselamatkan.

Saya sangat terkesan dengan seorang wanita. Dia datang ke kantor saya, menghampiri kolega saya, dan bertanya siapa di perusahaan kami yang bertanggung jawab atas bisnis perusahaan mereka. Saya menatapnya sambil tersenyum dan berpikir dalam hati bahwa dia datang untuk mendengar fakta kebenaran, dan bahwa saya harus menyelamatkannya.

Setelah beberapa saat, dia datang ke meja saya. Matanya berkaca-kaca dan dia berkata dengan tulus, "Saya tidak tahu mengapa saya ingin menangis ketika melihat Anda." Saya menyelesaikan urusan bisnisnya dengan senyum di wajah saya. Saya menatap langsung matanya dan menceritakan tentang Falun Dafa dan mengapa orang harus mundur dari PKT. Dia mengerti dan dengan senang hati mundur dari PKT dan organisasi afiliasinya. Dia mengatakan bahwa dia selalu mengingat pertemuan pertama kami dan berterima kasih kepada saya setiap kali kami bertemu untuk urusan bisnis. Dia mengatakan bahwa semuanya berjalan lancar baginya sejak saat itu.

Saya memahami bahwa kultivasi dalam Falun Dafa adalah untuk mengasimilasi diri saya ke dalam Fa dan mematut diri sesuai dengan prinsip Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) untuk meningkatkan diri saya dalam Fa, membuktikan Fa, dan menyelamatkan makhluk hidup. Itulah tujuan hidup saya.

Saya telah berlatih Falun Dafa selama bertahun-tahun, dan saya memahami dengan jelas misi dan tanggung jawab yang saya pikul sebagai praktisi Falun Dafa di masa pelurusan Fa. Ini adalah misi sakral dan tanggung jawab yang serius. Terima kasih, Guru, karena telah mengubah saya dari seseorang yang mencari nama, kepentingan pribadi, dan emosional, menjadi seseorang yang belas kasih dan tenang serta tidak terlalu mementingkan kepentingan pribadi. Keinginan saya adalah membantu Guru menyelamatkan orang-orang yang ditakdirkan agar mereka dapat memiliki masa depan yang cerah.