(Minghui.org) Seorang pria di Kota Weihai, Provinsi Shandong, dipaksa makan sebanyak 16 kali selama delapan hari saat ditahan karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Empat petugas dari Kantor Polisi Tianhe menerobos masuk ke rumah Liu Linfeng antara pukul 6 hingga 7 pagi pada tanggal 5 Januari 2026. Mereka menyita buku-buku Falun Gong dan barang-barang lain miliknya, lalu membawanya ke kantor polisi.
Beberapa petugas secara paksa mengambil sidik jari dan sampel darah Liu. Sekitar pukul 7 malam, mereka membawanya ke Pusat Penahanan Kota Weihai. Keesokan harinya, ia memulai mogok makan sebagai bentuk protes. Pada tanggal 9 Januari, hari keempat, para penjaga mengikatnya di kursi logam, menyuruh dua narapidana memegang kepalanya, dan memaksanya makan. Salah satu penjaga menyebutkan bahwa mereka menambahkan garam dalam jumlah berlebihan ke dalam makanan. Mereka memaksanya makan dua kali sehari, selama delapan hari berturut-turut. Setelah setiap sesi pemberian makan paksa, ia merasa sangat panas dan tidak dapat menutupi tubuhnya dengan selimut saat tidur. Ia menduga para penjaga telah menambahkan obat-obatan yang tidak diketahui ke dalam makanan.

Ilustrasi penyiksaan: pemberian makan paksa
Liu dibebaskan pada tanggal 19 Januari 2026, setelah ayahnya membayar uang jaminan sebesar 5.000 yuan. Sekembalinya ke rumah, ia merasa sangat haus dan kehilangan nafsu makan.
Polisi menelepon ayahnya beberapa kali lagi dan menuntut agar ia menandatangani beberapa dokumen. Mereka juga menggeledah rumah Liu dua kali, memeriksa komputernya, dan menyita buku-buku Falun Gong serta foto pendiri Falun Gong. Mereka bahkan mencoba mengambil beberapa pakaiannya.
Laporan terkait:
Pria Shandong Menceritakan Penangkapan, Hukuman, dan Penganiayaan yang Salah di Penjara
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org