(Minghui.org) Seorang pria berusia 67 tahun di Kota Benxi, Provinsi Liaoning, menghadapi persidangan karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan jiwa-raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.

Fan Wei mulai berlatih Falun Gong pada Desember 2018 dan pulih dari komplikasi stroke. Kesehatannya yang baik memungkinkannya untuk merawat istrinya yang juga mengalami kesulitan akibat stroke.

Setelah memiliki pengalaman positif dengan Falun Gong, Fan bekerja keras untuk menginformasikan kepada publik bahwa Falun Gong sama sekali tidak seperti yang digambarkan dalam propaganda kebencian rezim komunis. Ia ditangkap pada tanggal 20 Agustus 2025, setelah seorang pensiunan staf dari Komite Urusan Politik dan Hukum setempat melaporkannya karena memasang stiker tempel berisi pesan-pesan Falun Gong. Petugas yang menangkapnya dari Kantor Polisi Dongming menggerebek rumahnya dan menyita buku-buku Falun Gong serta materi informasinya.

Saat ini, Fan ditahan di Pusat Penahanan Kota Benxi. Keluarganya telah beberapa kali mendatangi kantor polisi untuk meminta pembebasannya, tetapi tidak berhasil. Istrinya mengalami trauma, dan kondisi kesehatannya memburuk. Anak mereka, yang tidak memiliki pekerjaan, berjuang untuk menghidupi keluarga dan membayar biaya pengobatan.

Sebelum penganiayaan terbarunya, Fan pernah ditangkap pada Juli 2021 dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dengan denda 5.000 yuan pada 29 November 2021. Ia menyelesaikan masa hukumannya pada 19 Juli 2024, hanya untuk ditangkap kembali dan sekarang menghadapi persidangan.

Laporan terkait:

Kesehatan Meningkat dengan Berlatih Falun Gong, Pria 63 Tahun Dihukum karena Menegakkan Keyakinannya