(Minghui.org) Saya dan suami mulai berlatih Falun Dafa sebelum penganiayaan dimulai pada tahun 1999. Kami berdua sekarang berusia 70-an. Dilindungi oleh Guru Li yang agung dan belas kasih, kami telah melewatinya dengan selamat hingga hari ini. Saya ingin berbagi beberapa cerita tentang bagaimana anak-anak kami memahami fakta kebenaran Dafa dan telah diberkati hanya dengan tulus melafalkan, “Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik.”
Perubahan Menantu Saya
Menantu laki-laki saya dibesarkan di rumah yang penuh perselisihan dan pertikaian, rumah tangga orang tua tunggal hanya ayahnya yang merawatnya. Ia adalah pria tampan yang mempunyai bakat alami untuk bernyanyi. Ketika ia berusia 13 tahun, sekolah musik provinsi mengadakan ujian masuk, dan ia diterima dengan peringkat di antara tiga kandidat teratas. Namun, karena orang tuanya bercerai, kedua orang tuanya tidak bersedia membayar biaya sebesar 30.000 yuan, yang menghancurkan impian bocah itu untuk menjadi seorang penyanyi.
Ia dan putri saya adalah teman sekelas sejak kecil. Ketika mereka bertunangan, kedua orang tuanya tidak berusaha membantu mengatur pernikahan. Dari merenovasi rumah mereka hingga membantu merawat bayi mereka yang baru lahir, ayahnya tidak membantu sepeser pun. Ibunya memang memberikan sedikit bantuan keuangan, tetapi itu hanyalah formalitas.
Selama lebih dari satu dekade, putri saya dan suaminya telah tinggal bersama kami. Tinggal bersama pasti menimbulkan gesekan dan rintangan di sepanjang jalan. Selama waktu ini, sifat-sifat yang diwarisi menantu saya dari orang tuanya menjadi sangat jelas, cenderung mudah marah, mendongkol dan bersikap dingin kepada orang lain setiap kali sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya, dan bersikeras untuk selalu ingin menang.
Suami saya dan saya telah berusaha untuk mematuhi standar praktisi Dafa, terus-menerus berupaya mengultivasi untuk menghilangkan segala keterikatan pada kekesalan dan keuntungan pribadi. Kami memperlakukan menantu seolah-olah ia adalah putra kami sendiri, mencurahkan perhatian kepadanya dan tidak pernah menyimpan kebencian. Ketika tiba saatnya mereka membeli mobil dan rumah, kami mencurahkan setiap sen yang kami miliki untuk membantu.
Menantu saya benar-benar tersentuh dan berubah oleh tindakan baik kami. Lebih dari sekali, baik di depan teman, kolega, atau kerabatnya, ia berkata: “Saat ini, sangat sedikit orang di dunia ini yang tidak mementingkan diri sendiri dan sebaik mertua saya.” Saya terharu hingga menangis. Memang, seandainya saya tidak berlatih Dafa, apakah saya mampu bertindak seperti ini? Tentu saja tidak. Lagipula, orang biasa pada dasarnya didorong oleh kepentingan diri sendiri.
Menantu saya bekerja di kantor administrasi sebuah rumah sakit. Lembaga medis mengadakan acara budaya tahunan untuk merayakan Hari Dokter, dan rumah sakitnya telah terpilih sebagai model unggulan selama beberapa tahun berturut-turut.
Ia juga tampaknya telah menjadi semacam idola bagi sejumlah staf medis wanita. Ia mengaku: “Di lingkungan rumah sakit, hubungan bebas antara pria dan wanita cukup umum. Namun, seseorang harus melatih disiplin diri dan tidak pernah melanggar batasan fundamen moral perilaku manusia. Saya terus mengingatkan diri sendiri bahwa saya tidak boleh melakukan apa pun yang akan mempermalukan mertua saya, yang berlatih Falun Dafa, karena melakukan hal itu pasti akan mengakibatkan pembalasan karma.”
Menantu saya menyimpan amulet Dafa tergantung di mobilnya. Ia berkata kepada saya: “Sebelum tidur, saat berjalan, atau ketika saya punya waktu luang, saya melafalkan, ‘Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik.’ Rasanya ini telah menjadi bagian integral dari hidup saya.” Ia benar-benar telah berubah dan menjadi suami, ayah, dan menantu yang patut dicontoh. Saya mengatakan hal itu saat berkumpul bersama keluarga, dan semua orang setuju. Ia juga telah melepaskan permusuhan yang pernah ia pendam terhadap orang tuanya sendiri. Selama perayaan Tahun Baru Imlek dan hari libur, ia membeli hadiah dan mengundang semua orang untuk makan bersama.
Di rumah sakit, orang-orang sering meminta perawatan medis istimewa dengan menawarkan uang dan hadiah kepadanya, tetapi ia selalu menolak semuanya. Kami sering mengingatkannya tentang prinsip "kehilangan dan memperoleh," seperti yang diajarkan Guru. Pada suatu kesempatan, menantu saya melihat segepok uang jatuh dari saku seorang pria. Ia mengambilnya dan mengembalikannya. Yang lebih mengesankan lagi, ketika ia berbicara dengan teman, kerabat, atau kolega yang belum memahami Dafa, ia menjelaskan fakta kebenaran dengan lebih efektif daripada yang bisa kami lakukan.
Dahulu, menantu saya selalu tertular flu setiap kali penyakit itu mewabah, dan gejalanya berlangsung selama 10 hari atau lebih. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia sama sekali tidak tertular. Bahkan selama pandemi COVID-19, meskipun ia beberapa kali dinyatakan positif, ia pulih dengan cepat.
Ia memperlakukan kami dengan sangat hormat, menganggap kami sebagai orang tua dan teman; ia berbicara kepada kami tentang segala hal. Seperti yang ia katakan: “Saya merasa sangat bahagia ketika bersama kalian. Menjadi menantu kalian adalah berkah sejati bagi saya; itu adalah berkah yang saya terima berkat Dafa!” Setiap kali hari raya tiba, ia selalu membeli buah-buahan terbaik untuk dipersembahkan kepada Guru. Kemudian, dengan kedua tangannya disatukan sebagai tanda hormat, ia berlutut dan membungkuk di depan foto Guru.
Putri Kami Diberkati karena Mendukung Latihan
Saya dan suami saya telah berlatih Dafa selama beberapa tahun. Namun, karena penganiayaan Dafa oleh PKT, kami telah mengalami pelecehan oleh polisi dan oleh berbagai lembaga pemerintah. Hal ini sangat membuat kami sedih ketika polisi menggedor pintu kami dengan begitu keras sehingga terasa seperti mereka akan mendobrak masuk. Hal ini membuat putri kami, yang tidak berlatih Falun Dafa, takut. Dia hidup dalam ketakutan terus-menerus, akhirnya menderita tekanan psikologis yang luar biasa. Namun, terlepas dari semua ini, dia tidak pernah mengeluh atau meminta kami untuk berhenti berlatih.
Ketika kami ditahan secara ilegal di pusat penahanan, polisi memberi tahu putri dan menantu kami bahwa kami menghadapi hukuman penjara. Menantu kami kemudian mengatakan sesuatu yang mengejutkan polisi: “Jika mertua saya dijatuhi hukuman penjara, bisakah saya dan istri saya menjalani hukuman itu sebagai pengganti mereka?”
Saat ini di Tiongkok, cukup sulit bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, keberuntungan tak terduga datang pada putri saya. Saat mengobrol dengan seorang teman, menantu saya mengetahui bahwa sebuah lembaga penelitian sedang merekrut untuk mengisi beberapa posisi yang berhak atas tunjangan penuh. Pekerjaan seperti itu di perusahaan milik negara adalah peluang yang didambakan dan tetap di luar jangkauan banyak orang.
Beberapa orang berusaha keras untuk menggunakan koneksi dan pengaruh, bahkan menawarkan suap sebesar 100.000 yuan, namun mereka tetap gagal mendapatkan pekerjaan. Namun, menantu saya berhasil membuat putri saya diterima bekerja. Kami tahu bahwa ini adalah berkah yang diberikan kepada mereka karena percaya pada kebaikan Dafa dan sering melafalkan "Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik."
Saat putri saya menuruni tangga di tempat kerja, ujung celananya tersangkut di sepatu hak tingginya. Dia hilang keseimbangan dan jatuh dari lantai tiga ke lantai dua. Kita bisa bayangkan betapa parahnya luka yang mungkin dideritanya. Namun, dalam sepersekian detik saat dia jatuh, dia berpikir dalam hati: "Guru, selamatkan saya! Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik."
Tidak ada orang di sekitar, jadi dia perlahan bangkit dari lantai dan mendapati bahwa, selain rasa sakit di paha dan luka gores kecil di betis kanannya, dia tidak mengalami cedera serius. Dia berkata kepada kami: “Jika Guru tidak melindungi saya, saya pasti sudah mengalami cedera otot atau patah tulang.”
Cucu Saya Diberkati karena Belajar Fa
Cucu saya besar di rumah kami. Begitu ia bisa berbicara, saya mengajarinya melafalkan puisi dalam Hong Yin dan mengucapkan “Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik.” Ia selalu membawa amulet Dafa bersamanya. Bahkan sebelum ia mulai sekolah dasar, ia sudah bisa membaca Zhuan Falun halaman demi halaman.
Terkadang ia berkata kepada saya, “Nenek, saya terbang turun dari langit dengan sayap, tetapi begitu sampai di sini, saya tidak bisa terbang lagi… Alien-alien itu, mereka semua keluar dari tumpukan sampah.” Guru telah berbicara tentang hal-hal ini dalam Fa, namun saya tidak pernah menyebutkan bagian-bagian spesifik itu kepadanya.
Namun, seiring bertambahnya usia, ia sulit mengendalikan diri dari daya tarik ponsel. Meskipun demikian, ia sangat yakin pada Guru dan Dafa. Setiap kali ia menghadapi situasi sulit, pikiran pertamanya adalah melafalkan “Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik.”
Selama liburan musim panas dua tahun lalu, putri saya, suaminya, dan putra mereka pergi bersama rombongan wisata dalam perjalanan tujuh hari ke Provinsi Yunnan. Dua hari pertama wisata berjalan lancar, tetapi pada pagi hari di hari ketiga, ketika cucu saya buang air kecil, air di dalam kloset berwarna darah. Putri saya terkejut dan memanggil suaminya. Suaminya ketakutan dan bingung harus berbuat apa. Ia bertanya kepada anak, “Di mana yang sakit? Di mana yang terasa sakit?” Anak itu menjawab, “Saya tidak merasa sakit, tidak ada yang sakit.” Selain itu, semangat dan kondisi fisiknya tampak normal.
Putri saya menghadapi kesulitan itu dengan sangat tenang dan tidak pernah panik; dia telah mengalami terlalu banyak kejadian di masa lalu di mana melafalkan " Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik mengubah situasi berbahaya menjadi berkah. Pada tahun 2022, selama wabah pandemi merajalela, dan tepat ketika menantu saya sedang siaga menunggu penugasan ke zona yang dilanda pandemi, cucu saya dinyatakan positif terkena virus dan demam 39°C (102°F).
Pada saat itu, tes diagnostik harian wajib dilakukan, dan siapa pun yang dinyatakan positif akan segera dibawa untuk dikarantina. Putri saya dengan sungguh-sungguh memohon bantuan kepada Guru dan, bersama putranya, dengan tulus melafalkan " Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik," sambil mendengarkan rekaman ceramah Fa. Setelah demamnya mulai mereda, cucu saya membaca satu ceramah di Zhuan Falun sendiri. Demamnya mereda tiga hari kemudian.
Ketika menghadapi kesulitan ini, satu-satunya jalan keluar mereka adalah berpaling kepada Guru. Putri saya berkata kepada suaminya: “Putra kita akan baik-baik saja. Marilah kita bertiga dengan tulus melafalkan ‘Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik,’ setiap saat dan di setiap tempat.” Menantu saya percaya bahwa Guru akan melindungi putranya dan tidak akan ada komplikasi serius.
Namun, setiap kali anak itu buang air kecil dan urinnya tampak berdarah, kadang gelap dan kadang pucat, menantu saya sangat cemas. Ia menelepon saudara iparnya, yang bekerja di rumah sakit. Saudara iparnya mengatakan bahwa pendarahan itu mungkin disebabkan oleh robekan di uretra. Ia menyarankan mereka untuk memantau anak laki-laki itu untuk melihat tanda-tanda demam dan memastikan ia minum banyak air. Cucu dan putri saya tetap tenang. Cucu saya, khususnya, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan, ia menjalani hari-harinya seperti biasa, makan dan bermain seperti biasa.
Ketika mereka kembali dari perjalanan tujuh hari, menantu saya membawa putranya ke rumah sakit esok harinya untuk menemui spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa batu ginjal telah pecah dan menggores uretra, yang merupakan penyebab pendarahan. Dokter meyakinkan kami bahwa itu bukan sesuatu yang serius, cukup minum banyak air, dan akan sembuh dalam beberapa hari. Sungguh luar biasa bahwa batu itu pecah dengan sendirinya tanpa intervensi medis apa pun. Duduk di dalam mobil, cucu saya berkata kepada ayahnya: “Ayah, Gurulah yang menghancurkan batu ginjal itu!” Cucu saya benar-benar memiliki kualitas kesadaran yang luar biasa!
Setelah makan malam, menantu saya mengeluarkan Zhuan Falun, membuka halaman yang ada foto Guru, dan meletakkannya di atas meja. Mereka bertiga berlutut di lantai, menyatukan telapak tangan di depan dada, dengan penuh hormat menundukkan kepala kepada Guru, dan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas perlindungan-Nya yang penuh belas kasih.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org