(Minghui.org) Seorang pria berusia 67 tahun di Kota Jilin, Provinsi Jilin, telah dijatuhi hukuman enam tahun karena berlatih Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Li Dequan ditangkap pada musim semi tahun 2024. Minghui.org baru-baru ini mengonfirmasi hukuman penjara dan penerimaannya ke Penjara Gongzhuling. Namun, detail tentang penangkapan, dakwaan, persidangan, hukuman, dan pemindahannya ke penjara masih belum diketahui.

Li Dequan (kanan) dan saudaranya, Li Dexiang

Latihan Falun Gong Mengubah Kehidupan Dua Bersaudara

Li Dequan dulunya dalam kondisi kesehatan yang buruk. Ia sangat kurus karena masalah perut akibat minum alkohol berlebihan. Ia juga mengalami nyeri di kaki dan punggungnya dan tidak dapat bekerja. Ia memiliki sikap negatif dan pesimis, bermain mahjong, merokok, dan minum setiap hari. Istri dan putranya mengurus semua pekerjaan rumah tangga, tetapi Ia memperlakukan mereka dengan buruk ketika amarahnya meluap. Istrinya tidak melihat masa depan bagi pernikahan mereka dan meminta cerai.

Saudara laki-lakinya, Li Dexiang, mengalami kecelakaan mobil serius pada tahun 1998. Ia menjadi buta di satu mata, dan kakinya patah. Keluarga mengalami kesulitan keuangan setelah kecelakaan ini, dan Ia kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup.

Setelah Li Dexiang keluar dari rumah sakit, kedua bersaudara itu pergi menemui peramal. Peramal itu memandang mereka dan berkata, “Kalian orang-orang yang baik hati. Saya telah membaca buku Zhuan Falun, dan sebaiknya kalian membacanya juga.” Mereka mengikuti saran peramal itu dan membeli buku tersebut. Li Dequan mulai membacanya segera setelah sampai di rumah dan menyelesaikannya dalam dua hari, meskipun kemampuan membacanya terbatas karena hanya bersekolah di sekolah dasar selama dua tahun.

Li Dequan berhenti merokok, minum alkohol, dan bermain mahjong pada hari pertama setelah membaca Zhuan Falun. Ia kembali tersenyum dan kesehatannya semakin membaik sehingga Ia bisa bekerja di ladang. Ia mulai menghormati istrinya dan menyayangi putranya. Tetangga dan kerabatnya takjub dengan perubahan positif dalam keluarganya. Setiap kali perubahan itu dibicarakan, Ia berkata dengan berlinang air mata bahwa Guru Li Hongzhi, pendiri Falun Gong, telah menyelamatkannya dan keluarganya.

Saudara laki-lakinya juga mengalami perubahan fisik dan mental setelah mulai berlatih Falun Gong. Kedua bersaudara itu pindah ke Kota Jilin dan memulai usaha kecil.

Penganiayaan di Masa Lalu

Setelah penganiayaan dimulai pada Juli 1999, kedua bersaudara itu tetap teguh dalam keyakinan mereka dan berulang kali menjadi sasaran. Li Dequan dijatuhi hukuman penjara dua kali dengan total sepuluh tahun sebelum hukuman terakhirnya, dan Li Dexiang menjalani dua hukuman penjara empat tahun.

Hukuman Penjara Pertama Kedua Bersaudara Itu

Li Dequan ditangkap di rumahnya pada malam hari tanggal 24 April 2008, oleh petugas dari Kantor Polisi Xinhua. Polisi mengklaim bahwa mereka sedang menyelidiki kasus pembunuhan. Mereka merampas kunci rumahnya dari putranya dan masuk ke dalam rumah.

Pada saat yang sama, sekelompok petugas polisi lainnya menipu Li Dexiang agar membuka pintu dengan mengaku sebagai petugas perusahaan air yang sedang memeriksa meteran airnya. Li, istri, dan putranya kemudian dibawa ke kantor polisi.

Polisi menggerebek rumah kedua bersaudara itu dan menyita komputer, laptop, printer, DVD burners, blank discs, TV, dan antena parabola mereka.

Istri dan putra Li Dexiang dibebaskan pada malam harinya, tetapi kedua saudara laki-laki itu ditahan di Pusat Penahanan Kota Jilin dan dilarang bertemu dengan keluarga mereka.

Li Dequan kemudian dijatuhi hukuman tiga tahun di Penjara Gongzhuling, dan Li Dexiang dijatuhi hukuman empat tahun di Penjara Shiling. Mereka mengalami penyiksaan brutal karena tidak bersedia meninggalkan Falun Gong dan dipaksa bekerja tanpa bayaran. Li Dequan pernah ditahan di sel isolasi, digantung pergelangan tangannya, dan dipaksa mengenakan belenggu berat; para penjaga berulang kali menyetrumnya dengan tongkat listrik.

Saat kedua bersaudara itu dipenjara, istri-istri mereka menghadapi tekanan luar biasa untuk merawat anak-anak mereka dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Polisi, agen Kantor 610, dan pekerja sosial terus melecehkan kedua bersaudara itu setelah mereka dibebaskan.

Hukuman Penjara Kedua untuk Kedua Bersaudara

Pada 17 Oktober 2013, kurang dari dua tahun setelah Li Dexiang dibebaskan, kedua bersaudara itu ditangkap lagi dan juga ditahan di Pusat Penahanan Kota Jilin. Ketika istri Li Dexiang pulang ke rumah pada malam hari setelah penangkapannya, Ia ditahan oleh beberapa pria tinggi dan dibawa ke Kantor Polisi Xinhua. Ia ditahan semalaman dengan tuduhan "mengganggu ketertiban umum." Polisi mengancam akan menjatuhkan hukuman kerja paksa jika Ia juga berlatih Falun Gong.

Kedua bersaudara itu hadir di Pengadilan Distrik Changyi pada tanggal 11 September 2015. Hakim tidak memberitahukan pengacara atau keluarga mereka tentang persidangan tersebut. Li Dexiang dijatuhi hukuman penjara empat tahun lagi, dan Li Dequan dijatuhi hukuman tujuh tahun. Mereka mengajukan banding ke Pengadilan Menengah Kota Jilin, tetapi kalah dalam kasus tersebut.

Li Dequan dibawa ke Penjara Kedua Provinsi Jilin pada bulan Maret 2016. Li Dexiang menjalani hukuman di Penjara Gongzhuling.

Pada musim semi tahun 2024, hanya beberapa bulan setelah Li Dequan dibebaskan, Ia ditangkap kembali setelah polisi melacak lokasinya melalui telepon selulernya. Ia diam-diam dijatuhi hukuman enam tahun lagi dan saat ini menjalani hukuman di Penjara Gongzhuling.

Laporan terkait:

Kepolisian Kota Jilin Menyerang Kerabat Praktisi Falun Gong

Pengacara Pembela Mengajukan Banding untuk Pembebasan Li Deguan setelah Masa Penahanan Illegalnya Diperpanjang

Brothers Arrested for Persisting in Their Belief in Falun Gong

Pejabat Pengadilan Kota Jilin Mencoba Mencegah Pengacara Mewakili Praktisi Lokal

Pengadilan Membatasi Pengacara HAM Mengakses Kasus Falun Gong