(Minghui.org) Praktisi telah memprotes penganiayaan yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong selama 27 tahun. Mantan ketua PKT Jiang Zemin memerintahkan penindasan terhadap Falun Gong pada 20 Juli 1999, yang terus berlanjut hingga hari ini dan membawa penderitaan besar bagi praktisi dan anggota keluarga mereka.

Praktisi mengadakan rapat umum, pawai, dan nyala lilin di depan Lincoln Memorial tanggal 23 Juli 2026, untuk menyerukan diakhirinya pelanggaran hak asasi manusia oleh PKT. Beberapa Senator dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS mengirim video atau surat yang menyuarakan dukungan mereka terhadap Falun Gong dan mengecam penganiayaan yang dilakukan PKT. Mereka juga menyerukan agar pelaku kejahatan dikenakan sanksi serta PKT dimintai pertanggungjawaban.

Senator Kedua Partai Menandatangani Bersama Rancangan Undang-Undang S.4009

Kiri ke kanan barisan atas: Sponsor RUU S.4009 Sen. Ted Cruz (R-TX); Disponsori bersama Sen. Jeff Merkley (D-OR); Penandatangan bersama Sen. Adam Schiff (D-CA) dan Sen. Todd Young (R-IN). Kiri ke kanan barisan bawah: Sen. Ron Johnson (R-WI), Sen. Ron Wyden (D-OR), Sen. Mike Rounds (R-SD) (Minghui.org)

Sebelum 20 Juli, tiga Senator lainnya turut menandatangani RUU Senat S.4009, Undang-Undang Perlindungan Falun Gong dan Korban Pengambilan Organ Paksa: Sen. Ron Johnson (R-WI), Sen. Ron Wyden (D-OR), dan Sen. Mike Rounds (R-SD).

RUU tersebut diperkenalkan oleh Sen. Ted Cruz (R-TX) pada 5 Maret 2026, dan disponsori bersama oleh Sen. Jeff Merkley (D-OR). Lima senator lainnya turut menandatangani RUU.

RUU tersebut meminta pemerintah AS untuk menyediakan daftar pelaku kejahatan yang berpartisipasi secara langsung atau membantu pengambilan organ secara paksa di Tiongkok. RUU tersebut memberi wewenang pemerintah AS untuk memberi sanksi kepada para pelaku kejahatan, termasuk melarang transaksi dengan individu atau entitas AS, membekukan aset mereka di Amerika Serikat, dan larangan masuk ke AS. Visa yang dimiliki oleh individu bersangkutan akan dicabut, dan mereka akan tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat imigrasi AS. 

Sen. Rick Scott: Meminta Pertanggungjawaban PKT

Pidato video dari Sen. Rick Scott

Sen. Rick Scott mengirimkan video ucapan sebelum 20 Juli. Dia berkata, “Partai Komunis Tiongkok adalah ancaman langsung bagi kelangsungan hidup rakyat Amerika dan musuh bagi rakyatnya sendiri.”

“Dengan kita menandai peringatan 27 tahun aksi damai Falun Gong, kita diingatkan oleh penganiayaan keji, perbudakan anak, pengambilan organ paksa, serta pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan PKT dan masih berlangsung.

“Inilah mengapa saya memperkenalkan kembali Undang-Undang Perlindungan Falun Gong untuk menjatuhkan sanksi terhadap individu yang bertanggung jawab atau terlibat dalam pengambilan organ paksa, utamanya mereka yang menargetkan praktisi Falun Gong.”

“Kita tidak boleh berhenti bersuara dan meminta pertanggungjawaban pemerintah komunis Tiongkok atas kejahatan keji mereka.”

Anggota Dewan Gus M. Bilirakis: Tirani Tidak Akan Pernah Menghancurkan Semangat Manusia

Surat dari Anggota Dewan Gus M. Bilirakis (Minghui.org)

Anggota Dewan Gus M. Bilirakis (R-FL) dalam suratnya menyatakan, “Selama beberapa dekade, Partai Komunis Tiongkok telah melancarkan kampanye tanpa henti terhadap praktisi Falun Gong. Laporan telah mendokumentasikan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, pemenjaraan, dan pelanggaran hak asasi manusia berat lainnya yang menargetkan individu yang “kesalahannya” hanyalah mempraktikkan keyakinan spiritual mereka secara damai. Tuduhan akan pengambilan organ paksa dari tahanan hati nurani masuk dalam masalah hak asasi manusia yang paling mengganggu di masa kita dan membutuhkan pengawasan serta akuntabilitas internasional. Kebebasan beragama bukanlah hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah–itu adalah hak asasi universal. Setiap individu, terlepas dari keyakinan mereka, berhak untuk hidup bebas tanpa intimidasi, paksaan dan kekerasan. Amerika Serikat harus terus berdiri sebagai mercusuar bagi mereka yang direnggut kebebasannya oleh rezim otoriter.

“Saya juga sangat terganggu oleh laporan kredibel bahwa adanya upaya  intimidasi dan membungkam praktisi Falun Gong melampaui batas negara Tiongkok. Upaya apapun oleh pemerintah asing yang mengganggu, mengancam, atau menindas individu yang menjalankan hak konstitusional mereka secara sah di tanah Amerika adalah tindakan yang tidak bisa diterima. Negara kita harus tetap waspada terhadap segala bentuk penindasan transnasional dan memastikan mereka yang mencari suaka di dalam kebebasan dilindungi. Sebagai Wakil Ketua Kaukus Kebebasan Beragama Internasional dan sepanjang pelayanan saya di Kongres, saya terus-menerus berbicara tentang menentang otoritarianisme dan membela demokrasi, martabat manusia, dan kebebasan mendasar di seluruh dunia.”

“Kepada praktisi Falun Gong, keluarga mereka, serta semua korban penganiayaan keyakinan: ketahuilah kalian tak terlupakan. Keberanian kalian di hadapan kesulitan besar adalah inspirasi bagi orang-orang di seluruh dunia. Komitmen damai kalian pada Sejati, Baik, Sabar menjadi pengingat penting bahwa tirani tidak akan pernah bisa menghancurkan semangat manusia. Hari ini, kita mengenang mereka yang menderita, mengingat mereka yang telah kehilangan nyawa mereka, dan menegaskan kembali komitmen kita untuk memajukan kebebasan beragama dan hak asasi manusia di mana pun. Kami menyerukan Partai Komunis Tiongkok mengakhiri penganiayaannya terhadap Falun Gong, menghormati hak mendasar rakyatnya, dan menghentikan semua upaya yang mengintimidasi orang yang berbeda pendapat di luar batas negaranya. Semoga kita terus bekerja sama menuju masa depan di mana setiap orang bisa hidup berdasarkan hati nurani mereka tanpa rasa takut. Semoga Tuhan melindungi kalian semua, dan Tuhan memberkati Amerika Serikat.”

Anggota Dewan Joe Wilson: Penganiayaan yang Dilakukan PKT Tidak Dapat Ditoleransi

Surat dari Anggota Dewan Joe Wilson (R-SC) (Minghui.org)

Anggota Dewan Joe Wilson mengungkapkan dukungannya bagi upaya praktisi untuk mengakhiri penganiayaan yang dilakukan PKT selama 27 tahun. Dia menulis, “Partai Komunis Tiongkok takut dengan kebebasan, dan kekerasan yang mereka lakukan terhadap Falun Gong tidak akan ditoleransi.”

Anggota Dewan Emanuel Cleaver: Membela Kemanusiaan Berarti Kita Harus Menentang Penganiayaan 

Surat dari Anggota Dewan Emanuel Cleaver, II (D-MO) (Minghui.org)

Anggota Dewan Emanuel Cleaver, II menulis, “Kebebasan berkeyakinan adalah hak dasar manusia, inilah yang sudah direnggut dari praktisi Falun Gong di Tiongkok sejak lama. Ditangkap, ditahan, atau dibunuh karena keyakinan Anda, latihan damai, atau hubungan spiritualitas sungguh tidak bisa diterima. Membela kemanusiaan berarti kita harus menentang penganiayaan.”

“Saya kagum dengan pembelaan Anda dan berharap Anda sukses meningkatkan kesadaran dan membela HAM. Mudah untuk menutup mata pada rasa sakit dan penderitaan saat itu terjadi pada orang lain, di belahan dunia lain. Untuk terlibat, peduli, dan membuat masalah ini menjadi masalah Anda adalah tindakan yang sangat berani dan sangat penting. Inilah bagaimana perubahan terjadi.”

Anggota Dewan Jack Bergman: Berharap Praktisi Hidup Tanpa Rasa Takut

Surat dari Anggota Dewan Jack Bergman (R-MI) (Minghui.org)

Anggota Dewan Jack Bergman menulis, “Dengan 2026 menandai 27 tahun sejak Partai Komunis Tiongkok (PKT) memulai kampanyenya menganiaya Falun Gong, kita mengenang mereka yang telah meninggal akibat serangan kejam ini, dan memperbarui komitmen kita dalam mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia yang terus ditanggung oleh praktisi Falun Gong.”

“Selama beberapa dekade, PKT telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat, dan tergantung pada AS untuk mengungkap ketidakadilan yang telah mereka lakukan. Penganiayaan terhadap keyakinan dalam bentuk apapun tidak bisa diterima, dan saya berpegang pada harapan bahwa suatu hari nanti akan tiba saatnya praktisi Falun Gong menjalankan keyakinan mereka tanpa ketakutan. Mencapai hal ini akan membutuhkan AS untuk berdiri bersama sekutu kita di luar negeri menyoroti pelanggaran dan meminta pertanggungjawaban PKT. Saya tetap bertekad, sebagai Anggota Kongres, untuk berbicara menentang pelanggaran hak asasi manusia yang masih berlangsung ini.”

Anggota Dewan Thomas P. Tiffany: Menyerukan Diakhirinya Pelanggaran HAM

Surat dari Anggota Dewan Thomas P. Tiffany (R-WI) (Minghui.org)

Anggota Dewan Thomas P. Tiffany menulis, “Sudah hampir tiga dekade sejak Partai Komunis Tiongkok (PKT) memulai penindasan sistematis mereka terhadap Falun Gong, menargetkan praktisi dengan hukuman pidana, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan pengambilan organ paksa.

“Hari ini saya bergabung dengan Anda untuk menyerukan diakhirinya pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan di Tiongkok.”