(Minghui.org) Menandai 27 tahun penganiayaan terhadap Falun Gong, anggota Kongres AS dari kedua partai menyatakan dukungan mereka melalui surat maupun video. Anggota parlemen juga mengutuk penganiayaan brutal yang dilakukan PKT terhadap Falun Gong selama 27 tahun.
Senator Ted Cruz: Pengambilan Organ Hidup Adalah Kekejaman Hak Asasi Manusia yang Mengerikan
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Senator Ted Cruz mengatakan, “Selama beberapa dekade Partai Komunis Tiongkok telah terlibat dalam kekejaman hak asasi manusia yang mengerikan terhadap Falun Gong. PKT takut pada Falun Gong, terhadap keyakinannya, dan kebebasan beragama secara umum. Serangan-serangan ini seharusnya sudah berakhir sejak lama, dan Amerika Serikat harus mengambil tindakan tegas untuk menghentikannya sekarang.”

Senator Ted Cruz mengutuk penganiayaan terhadap Falun Gong oleh PKT melalui pidato video. (Minghui.org)
“Itulah mengapa saya memperkenalkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong, untuk menyoroti kekejaman PKT dan meminta pertanggungjawaban para pelakunya. Tirani tidak takut pada apa pun selain kebenaran, dan kegelapan tidak takut pada apa pun selain cahaya. Kepada semua praktisi yang berkumpul di Washington hari ini, terima kasih. Keberanian, keteguhan, dan komitmen anda untuk melindungi kebebasan beragama adalah inspirasi. Saya akan terus berdiri bersama anda dalam perjuangan ini, dan saya tahu bahwa orang lain juga akan berdiri bersama anda.”
Anggota Kongres French Hill Mengecam Pengambilan Organ Hidup oleh PKT
Anggota Kongres dan anggota Partai Republik Distrik ke-2 Arkansas, French Hill, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali dukungannya kepada praktisi Falun Gong dan mengecam PKT atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat, termasuk penganiayaan berkepanjangan terhadap Falun Gong, pengambilan organ hidup, dan penindasan transnasional. Ia juga mengatakan akan terus mendorong pertanggungjawaban dari PKT dan membela kebebasan beragama.

Anggota Kongres French Hill menulis surat yang menyatakan dukungannya kepada praktisi Falun Gong. (Minghui.org)
Anggota Kongres Hill menulis: “Saya menulis surat ini kepada Anda sebagai pendukung vokal kebebasan beragama dan kemerdekaan beragama. Hari ini, saya menegaskan kembali dukungan kuat saya untuk praktisi Falun Gong dan memperingati lebih dari dua dekade perlawanan terhadap kampanye penganiayaan brutal Partai Komunis Tiongkok yang menargetkan gerakan spiritual damai ini.
“Kebebasan beragama adalah prinsip mendasar kebijakan dalam negeri dan luar negeri Amerika. Sejak saya menjadi anggota Kongres, saya teguh dalam menyerukan kepada negara-negara lain untuk melindungi minoritas agama dan kebebasan beragama. Hari ini, anda berkumpul saat kita menghadapi kenyataan yang pahit: Secara global, orang-orang yang berkeyakinan teguh dan memiliki keyakinan spiritual seringkali tidak dihormati, diterima dengan baik, atau dipahami.” Orang-orang di seluruh dunia menghadapi penganiayaan karena mempraktikkan keyakinan dan kepercayaan spiritual mereka setiap hari.
“Latihan spiritual Falun Gong telah diserang oleh Partai Komunis Tiongkok selama beberapa dekade. Itu tidak dapat diterima. Jutaan praktisi Falun Gong telah ditahan, disiksa, dan secara paksa diambil organnya hanya karena mereka adalah bagian dari latihan spiritual Falun Gong. Kejahatan biadab ini mengejutkan hati nurani dan menuntut tanggapan yang jelas dan terpadu dari komunitas global. Ini tidak boleh dan tidak akan ditoleransi.
Anggota Kongres Hill melanjutkan, “Itulah mengapa saya ikut mensponsori RUU H.R. 1154, Undang-Undang Penghentian Pengambilan Organ Secara Paksa, selama Kongres ke-118. Undang-undang ini akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang mendanai atau memfasilitasi praktik mengerikan ini dan akan meningkatkan penegakan hukum terhadap perdagangan manusia yang terkait dengan perdagangan organ.
“Perlindungan untuk Falun Gong bukan hanya masalah Tiongkok. Ini adalah masalah hak asasi manusia mendasar.”
Anggota Kongres Hill juga menulis, “Penindasan transnasional Partai Komunis Tiongkok meluas melampaui perbatasan Tiongkok dan telah menargetkan kelompok-kelompok seperti Shen Yun dan praktisi Falun Gong bahkan di Amerika Serikat, termasuk Arkansas. Hal ini juga tidak boleh dan tidak akan ditoleransi.
Ia berkata, “Menghadapi penganiayaan tanpa henti dan bertekanan tinggi dari PKT, praktisi Falun Gong secara konsisten menjunjung tinggi semangat perdamaian, belas kasih, dan ketulusan, menunjukkan keberanian dan ketekunan yang luar biasa.
“Saya memuji atas upaya anda yang tanpa lelah dalam mengungkap kekejaman PKT dan atas upaya terus-menerus meningkatkan kesadaran internasional tentang kebenaran mengenai penganiayaan tersebut. Upaya signifikan anda juga membawa harapan bagi mereka yang masih menderita penganiayaan.
“Saya sangat terinspirasi oleh komitmen teguh praktisi Falun Gong terhadap keyakinan mereka dan perjuangan mereka untuk keadilan. Acara rapat umum anti-penganiayaan yang diadakan hari itu di National Mall di Washington D.C. sekali lagi menyatukan suara dari seluruh negeri, menyerukan diakhirinya penganiayaan dan penegakan keadilan.
“Saya akan terus berdiri bersama anda, terus mendorong pertanggungjawaban Partai Komunis Tiongkok.”
Perwakilan Sam Graves: Tegakkan Keadilan untuk Falun Gong
Anggota Kongres Missouri Sam Graves menulis: “Saya bangga secara terbuka mendukung upaya anda untuk mengatasi kelanjutan tindakan kejam dan tidak adil Partai Komunis Tiongkok [PKT] terhadap para praktisi Falun Gong. Kebebasan beragama bukan hanya hak konstitusional, tetapi juga hak asasi manusia yang harus dinikmati oleh semua orang.”

Anggota Kongres Missouri, Sam Graves, menulis surat untuk menyatakan dukungannya kepada praktisi Falun Gong. (Minghui.org)
“Komunisme Tiongkok mengancam kemerdekaan dan hak asasi manusia orang-orang merdeka di seluruh dunia. PKT secara rutin melakukan pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan, pengambilan organ, pemenjaraan massal secara tidak sah, dan penyiksaan yang tidak manusiawi. Tindakan-tindakan ini memperjelas bahwa tujuan PKT adalah untuk memberantas seluruh gerakan keagamaan guna memajukan ideologi komunis mereka. Tindakan genosida ini tidak dapat ditebus dan tidak memiliki tempat di dunia saat ini.
“Saat anda berkumpul untuk rapat umum pada hari Kamis, 23 Juli, ketahuilah bahwa saya berdiri dalam solidaritas dengan anda dalam perjuangan melawan penganiayaan dan saya menantikan pekerjaan yang dapat kita capai bersama untuk membawa keadilan bagi Falun Gong. Saya teguh dalam komitmen saya terhadap kebijakan yang menjamin kebebasan beragama dan hak asasi manusia di atas segalanya.” Keberanian dan dedikasi anda dalam perjuangan melawan tirani ini adalah contoh luar biasa dari hak untuk menjalankan keyakinan anda secara bebas dan menjadi contoh bagi warga Amerika di mana pun.”
Anggota Kongres Young Kim: Mengecam Keras Penindasan Transnasional oleh PKT
Anggota Kongres California Young Kim baru-baru ini menyampaikan pidato video tentang hak asasi manusia dan kebebasan beragama, menyatakan rasa hormatnya yang mendalam kepada praktisi Falun Gong yang telah menderita penganiayaan oleh PKT selama 27 tahun. Dalam rekamannya, Kim mengecam keras penindasan berkelanjutan rezim terhadap kelompok-kelompok agama dan menegaskan kembali komitmennya untuk menggunakan undang-undang dan kebijakan untuk secara tegas mendorong penerapan sanksi terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang serius seperti pengambilan organ secara paksa.

Anggota Kongres Partai Republik California, Young Kim, menyampaikan pidato melalui video untuk mendukung Falun Gong. (Minghui.org)
Kim mengatakan, “Di bawah pemerintahan kepemimpinan PKT, untuk mempertahankan kendali absolut, otoritas Beijing tidak hanya secara ilegal memenjarakan dan menganiaya praktisi Falun Gong di dalam negeri, tetapi juga memperluas penindasan transnasionalnya ke luar negeri dan ke Amerika Serikat.
“Bahkan di sini di Amerika Serikat, Beijing mengancam akan menyensor Shen Yun dan menargetkan praktisi Falun Gong yang tidak bersalah dengan pelecehan dan intimidasi.”
Ia mengatakan mendukung Undang-Undang Perlindungan Falun Gong untuk memberikan sanksi kepada individu dan entitas yang bertanggung jawab atas pengambilan organ secara paksa di Tiongkok. “Sebagai ketua Subkomite Urusan Luar Negeri DPR untuk Asia Timur dan Pasifik, dan juga sebagai anggota Komite Pilihan tentang PKT, dan sebagai warga Korea-Amerika dengan kerabat yang membelot dari Korea Utara, saya tahu secara langsung apa artinya hidup di bawah dan melarikan diri dari pemerintahan otoriter.
“Saya akan selalu menjadi suara lantang bagi orang-orang yang mencintai kebebasan di seluruh dunia yang tetap terjebak di bawah rezim yang takut pada warganya. Terima kasih atas keberanian anda yang tak tergoyahkan dan membela hak asasi manusia.”
Senator Todd Young: Pertanggungjawabkan PKT atas Penganiayaan
Senator Todd Young menyampaikan pidato pada video yang mengutuk penindasan berkepanjangan PKT terhadap kebebasan beragama dan hak asasi manusia. Ia juga menyatakan dukungan untuk Undang-Undang Perlindungan Falun Gong dan Korban Pengambilan Organ Secara Paksa.

Senator Todd Young mengecam PKT karena menindas Falun Gong (Minghui.org)
“Saya menyesal tidak dapat hadir secara langsung bersama anda hari ini saat anda berkumpul secara damai untuk menentang penindasan dan intoleransi agama oleh Partai Komunis Tiongkok. Selama beberapa dekade, PKT telah menggunakan rasa takut dan paksaan untuk menekan hak-hak rakyat Tiongkok dengan menargetkan minoritas etnis serta agama. PKT secara aktif berupaya menghapus budaya, menekan agama, dan membungkam kebebasan berekspresi.
“Komunitas berkeyakinan, termasuk praktisi Falun Gong, telah menderita pelecehan yang tak terbayangkan, ditahan, dibungkam, dan dirampas martabat manusianya, semuanya di bawah kedok hukum yang menindas yang melabeli keyakinan dan budaya sebagai ekstremisme atau terorisme.
“Saya tahu banyak dari anda di sini hari ini atau orang-orang terkasih anda telah terpengaruh secara pribadi oleh pelecehan ini. Tidak ada kata-kata yang cukup kuat untuk mengungkapkan simpati saya atas apa yang telah anda alami.”
“Sebagai Senator Amerika Serikat, saya percaya negara kita memiliki kewajiban moral untuk membela hak asasi manusia baik di dalam maupun di luar negeri. Itu termasuk menghadapi kekejaman PKT, mencegah pelecehan di masa depan, dan bekerja sama dengan sekutu kita untuk memajukan kebebasan dan keadilan di seluruh dunia.
“Itulah mengapa Saya ikut mensponsori Rancangan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong dan Korban Pengambilan Organ Secara Paksa. RUU ini akan mengambil langkah-langkah untuk meminta pertanggungjawaban Tiongkok atas pelanggaran hak asasi manusia beratnya.
“Terima kasih atas dukungan anda yang berkelanjutan terhadap RUU ini dan undang-undang lainnya yang bertujuan untuk membantu komunitas anda. Dukungan anda terus membuat isu-isu ini tetap menjadi prioritas utama bagi saya dan anggota Kongres lainnya.
“Saya berdiri bersama anda hari ini dalam solidaritas. Keberanian, suara, dan aksi damai anda sangat berarti. Terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk menyampaikan kata-kata ini dan terima kasih atas perjuangan anda yang tak kenal lelah untuk kebenaran, kebebasan, dan martabat.”
Anggota Kongres James R. Walkinshaw Menyerukan Komunitas Internasional untuk Membela Kebebasan Beragama dan Hak Asasi Manusia

Anggota Kongres James R. Wilkanshaw menulis surat yang mendukung praktisi Falun Gong. (Minghui.org)
Anggota Kongres Walkinshaw menulis, “Bulan ini menandai dua puluh tujuh tahun sejak dimulainya penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di Republik Rakyat Tiongkok.
“Peringatan ini menjadi kesempatan penting untuk merenungkan nilai-nilai universal kebebasan beragama, martabat manusia, dan hak-hak mendasar yang pantas diterima semua orang. Amerika Serikat telah lama mendukung kebebasan individu untuk menjalankan keyakinan mereka secara damai dan tanpa rasa takut akan diskriminasi atau penindasan.
“Saat kita merenungkan peringatan yang khidmat ini, kita juga menyadari pentingnya berdiri dalam solidaritas dengan semua orang di seluruh dunia yang terus menghadapi penganiayaan dan penindasan. Komunitas internasional harus tetap berkomitmen untuk membela kebebasan mendasar, mendorong pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia, dan memastikan bahwa martabat dan hak setiap orang dihormati.
“Semoga peringatan yang khidmat ini menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama kita untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebebasan, hak asasi manusia, dan sikap saling menghormati.”
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org