(Minghui.org) Praktisi Falun Gong mengadakan dua acara nyala lilin, satu di Taman Milenium Kota Pingtung pada 12 Juli 2026, dan yang lainnya di Taman Tepi Kanal Caogong Kota Kaohsiung pada 18 Juli. Nyala lilin ini adalah untuk menghormati rekan praktisi yang kehilangan nyawa selama penganiayaan Falun Gong yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang dimulai pada 20 Juli 1999. Banyak perwakilan publik dan staf mereka menghadiri nyala lilin untuk mendukung upaya praktisi mengakhiri penganiayaan yang telah berlangsung selama 27 tahun.
Suasana damai namun khidmat menyelimuti Taman Milenium dan Taman Tepi Kanal Caogong saat malam tiba dan cahaya lilin berkelap-kelip. Praktisi duduk dalam diam untuk memberi penghormatan kepada rekan praktisi yang telah meninggal. Mereka menyerukan kepada komunitas internasional untuk membantu menghentikan penganiayaan dan mengutuk pengambilan organ paksa secara hidup-hidup yang disetujui negara.




Praktisi Falun Gong mengadakan nyala lilin di Taman Milenium Kota Pingtung pada 12 Juli 2026, dan di Taman Tepi Kanal Caogong Kota Kaohsiung pada 18 Juli. (Minghui.org)


Praktisi memperagakan latihan Falun Gong di Taman Tepi Kanal Caogong di Kota Kaohsiung. (Minghui.org)
Beberapa Perwakilan Mendukung Falun Gong dan Mengecam PKT
Beberapa perwakilan datang ke acara ini untuk menunjukkan dukungan mereka kepada praktisi dan mengecam penindasan PKT selama 27 tahun terhadap Falun Dafa. Mereka juga memberikan apresiasi terhadap ajaran utama Falun Dafa: Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar).

Anggota Dewan Kota Kaohsiung, Chang Po-Yang, datang untuk mendukung upaya damai praktisi dalam mengakhiri penganiayaan. (Minghui.org)
Anggota Dewan Kota Kaohsiung, Chang Po-Yang, mengatakan bahwa ketika ia duduk di kelas empat, gurunya mengajarkan latihan Falun Gong kepada kelasnya. Saat itu, ia masih terlalu muda untuk menghargai makna yang lebih dalam dari latihan ini, tetapi kemudian ia menyadari bahwa itu adalah latihan kultivasi aliran Buddha yang mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mengangkat taraf spiritual seseorang.
“Falun Gong layak menjadi lebih populer di Taiwan,” kata Chang. Ia percaya bahwa penentangan Falun Dafa terhadap penganiayaan berbeda dari gerakan anti-PKT lainnya. “Falun Gong yang damai dan rasional mewujudkan nilai-nilai Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar). Latihan ini memotivasi orang untuk meningkatkan nilai-nilai mereka, menekankan kultivasi diri untuk menjadi orang baik.” “Saya percaya ini adalah gerakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban manusia. Latihan ini telah menginspirasi banyak orang untuk mengejar nilai-nilai yang lebih baik.”
Chang menyebut penentangan Falun Gong selama 27 tahun terhadap penganiayaan sebagai “perwujudan tertinggi dari keberanian dan keteguhan.” Ia menekankan bahwa Falun Gong terus-menerus menunjukkan kepada masyarakat internasional watak sejati PKT. “Sesungguhnya, melawan hegemoni PKT bukan hanya tanggung jawab praktisi Falun Gong, tetapi juga misi setiap orang di Taiwan—kita harus meningkatkan dukungan dan berdiri bersama praktisi. Ini juga merupakan pembelaan terhadap demokrasi dan kebebasan yang telah kita raih dengan susah payah.”
Falun Gong Populer di Taiwan

Anggota Dewan Kota Kaohsiung, Chang Han-Chung, mengatakan bahwa masyarakat harus memperkenalkan ajaran Falun Gong. (Minghui.org)
Anggota Dewan Kota Kaohsiung, Chang Han-Chung, memuji praktisi karena berpegang teguh pada prinsip Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar). Dia berkata, “Falun Gong dilatih oleh banyak orang di seluruh dunia. Hanya PKT di Tiongkok daratan yang menindasnya.” “Falun Gong sangat populer di Taiwan. Dilatih oleh orang-orang dari semua lapisan masyarakat, dan masyarakat mengetahui pentingnya upaya praktisi untuk mengakhiri penganiayaan.”
“Latihan ini menyebarkan ajaran Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar); praktisi menuju masa depan yang cerah dan lurus,” lanjutnya. “Kami menghargai pengorbanan mereka dan berharap semua orang akan mempelajari lebih lanjut tentang Falun Gong, menunjukkan dukungan mereka, dan mengutuk penganiayaan kejam PKT.”
Praktisi Membangkitkan Hati Nurani Masyarakat

Anggota Dewan Kabupaten Pingtung, Hong Ming-Chiang, menunjukkan dukungannya terhadap penentangan praktisi terhadap penganiayaan. (Minghui.org)
Anggota Dewan Kabupaten Pingtung, Hong Ming-Chiang, berkata, “Ketika PKT melancarkan penganiayaan terhadap Falun Gong pada 1999 dalam upaya memberantas latihan ini, perang antara kebenaran dan kejahatan pun dimulai.” “Para malaikat tidak akan pernah dikalahkan, dan praktisi bertekad untuk membangkitkan hati nurani masyarakat dengan mengungkap penganiayaan tersebut.”
“Saya berharap pengorbanan mereka selama 27 tahun terakhir akan mengungkap watak jahat PKT kepada publik,” kata Hong. “PKT telah memperluas cengkeraman jahatnya ke seluruh dunia. Hanya dengan menyatukan semua orang untuk melawan PKT kita akan mengalahkan kejahatan tersebut.”

Anggota Dewan Kabupaten Pingtung, Lee Shih-pin, mengutuk kekejaman praktik pengambilan organ hidup secara paksa. (Minghui.org)
Anggota Dewan Kabupaten Pingtung, Lee Shih-pin, mengatakan penganiayaan yang dilakukan oleh PKT (Partai Komunis Tiongkok) sangat meluas, dan semua orang seharusnya geram atas kekejaman pengambilan organ secara paksa. Ia menyatakan kekagumannya atas keteguhan praktisi dalam membela nilai-nilai universal dan hak asasi manusia. Ia juga mengutuk PKT, dengan mengatakan, “Mengambil organ orang saat mereka masih hidup sama dengan pembunuhan. Kita harus mengungkapkannya kepada dunia, sehingga semua orang bersatu untuk menentang kejahatan keji ini.”
Hou Chao-ming, manajer umum kantor Anggota Dewan Kota Kaohsiung, Lin Chih-Hung, mengatakan bahwa Falun Gong harus dirangkul oleh orang-orang di seluruh dunia. “Sayangnya di Tiongkok daratan, praktisi di sana menghadapi penindasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang sungguh sulit dipercaya,” katanya. “Falun Gong telah menderita ketidakadilan yang besar, dan tentu saja mereka harus mengungkap penganiayaan tersebut.”
“Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) adalah nilai-nilai universal. Praktisi Falun Gong di Tiongkok mempertaruhkan nyawa mereka untuk mempertahankan keyakinan mereka. Keyakinan mereka yang teguh membuat saya terkesan... Sambil mengutuk PKT dan mendukung Falun Gong, kita harus belajar dari semangat praktisi, dan menghargai kebebasan, demokrasi, dan berkah yang kita miliki.”
Kebenaran Dapat Menaklukan Semua Kekeliruan

Chiang Jen-Chuan, direktur kantor untuk Anggota Dewan Kabupaten Pingtung Chiang Yueh-hui, mengatakan bahwa masyarakat harus menghargai demokrasi dan kebebasan. (Minghui.org)
Chiang Jen-Chuan, direktur kantor untuk Anggota Dewan Kabupaten Pingtung Chiang Yueh-hui, secara terbuka menyatakan pendapatnya mengenai Partai Komunis Tiongkok (PKT). “Tidak ada hak asasi manusia dan kebenaran di Tiongkok, hanya otokrasi dan totaliterisme. Meskipun demikian, saya percaya kebenaran dapat menaklukkan semua kekeliruan,” katanya, “Kita harus belajar dari praktisi Falun Gong dan percaya pada hak asasi manusia, demokrasi, dan kebenaran.”

Li Yan-Ni, perwakilan warga Kota Pingtung, memberikan apresiasi tentang Falun Gong. (Minghui.org)
Li Yan-Ni, perwakilan warga Kota Pingtung, memberikan penilaian yang sangat positif terhadap praktisi. Ia mengatakan bahwa mereka mengultivasi watak dan menjunjung tinggi keyakinan mereka, yang berdampak positif pada masyarakat secara keseluruhan. “Saya percaya bahwa kegelapan pada akhirnya akan berlalu. Selama kita memiliki cahaya, kebaikan, dan hati nurani di dalam hati kita, dan selama kita menjunjung tinggi Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar), dunia akan membawa kedamaian,” katanya.
Pejalan Kaki Mendukung Falun Dafa dan Menentang Penganiayaan

Praktisi Falun Gong membentangkan spanduk dalam kegiatan di Kaohsiung pada 18 Juli 2026 untuk menentang penganiayaan. (Minghui.org)
Chen datang ke acara nyala lilin di Kaohsiung bersama kakak perempuannya, yang merupakan seorang praktisi. Ini adalah pertama kalinya ia menghadiri acara Falun Gong. Ia berkata, “Suasananya terasa khidmat dan megah. Praktisi terorganisir dengan baik dan ramah. Saya merasakan energi yang penuh kebaikan, yang membuat saya merasa segar dan nyaman.”
Dia menambahkan, “Kakak perempuan saya telah berlatih selama lebih dari 20 tahun. Melaluinya, saya telah menyaksikan betapa indahnya Falun Dafa.” Melihat foto-foto praktisi yang meninggal karena penganiayaan, ia berkata, “PKT seharusnya tidak menganiaya kelompok orang baik ini. Praktisi Falun Gong telah melakukan hal yang benar.”
Wang, seorang Kristen yang taat, telah sering mengamati rapat umum praktisi dari jauh sebelumnya. Kali ini ia mendekati praktisi dan mengatakan bahwa interaksi tersebut membuatnya merasa senang. Dia berkata, “Saudara ipar saya adalah seorang pendeta dan dia harus ekstra hati-hati ketika pergi ke Tiongkok karena PKT menindas agama dan terus-menerus memantau para penganutnya.”
Berbicara tentang penganiayaan PKT terhadap Falun Gong, Wang berkata, “Bagaimana mereka bisa melakukan ini? Ini keterlaluan. PKT seharusnya tidak bertindak sewenang-wenang seperti itu... Tidak mudah untuk menentang penganiayaan oleh PKT; para praktisi sedang menempuh jalan yang berat. Namun, mempertahankan keyakinan adalah hal yang positif dan bermakna, dan ini layak mendapatkan dukungan kita.”
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org