(Minghui.org) Praktisi Falun Gong mengadakan nyala lilin di depan Konsulat Tiongkok San Francisco pada tanggal 19 Juli 2026 malam, untuk mengenang rekan praktisi mereka di Tiongkok yang meninggal akibat kekejaman PKT. Kegiatan ini menandai 27 tahun perlawanan mereka terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Banyak orang berhenti sejenak untuk mempelajari tentang Falun Gong dan mengungkapkan dukungan mereka.
Nyala lilin di San Francisco (Minghui.org)
Praktisi melakukan protes di depan Konsulat Tiongkok. (Minghui.org)
Jennifer, warga setempat, berkata dia dan suaminya menentang komunisme. Dia mengecam kekejaman pengambilan organ paksa yang dilakukan oleh PKT, dan berkata bahwa aksi damai tersebut luar biasa. Sebagai penganut agama Kristen, Jennifer berkata dia setuju dengan prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) Falun Gong. Dia berkata, “Karena konflik politik dan perang di dunia saat ini, kita 100% membutuhkan nilai universal ini.”
Orang-orang menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penindasan yang dilakukan PKT. (Minghui.org)
Greg, suami Jennifer, memuji latihan Falun Gong. Dia berkata bahwa rakyat Tiongkok baik dan luar biasa, namun pemerintah Tiongkok tidak memperlakukan mereka dengan baik. Greg berkata, “Alasan Amerika Serikat luar biasa adalah karena pengaruh pemerintah terbatas dan rakyat memiliki tingkat kebebasan tertinggi. Saya harap Tiongkok akan menuju ke arah ini di waktu yang akan datang dan memberi kebebasan lebih banyak kepada rakyatnya.” Mengenai pengambilan organ paksa yang dilakukan PKT, Greg berkata, “Pelaku kejahatan akan membayar apa yang mereka lakukan!”
Amit Lamba, seorang pebisnis dari India, merasa sangat sedih setelah mendengar penganiayaan yang berlangsung selama 27 tahun. Dia berkata, “Sulit dipercaya pengambilan organ paksa terjadi di dunia saat ini! Saya bisa merasakan bahwa mereka adalah orang-orang baik. Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka?” Amit membagikan pemahamannya tentang meditasi dan kultivasi diri, dan juga menandatangani petisi menyerukan diakhirinya penganiayaan yang dilakukan PKT.
Ali Schlageter, warga setempat, berkata ini adalah pertama kalinya dia mendengar tentang penganiayaan. “Terima kasih karena berada di sini dan memberitahu kami apa yang terjadi di Tiongkok, utamanya pengambilan organ paksa.” Dia benar-benar menyukai latihan Falun Gong. “Saya bisa merasakan semacam energi murni, dan harapan mereka menjadi lebih baik dan lebih sehat. Saya terinspirasi. Saya rasa jiwa dan raga terhubung. Saya akan mencari tahu lebih banyak tentang Falun Gong.”
LaChanda Dupard, wakil pendiri Fit and Faithful Living, berhenti untuk melihat kegiatan tersebut. Dia berkata bisa merasakan ketenangan praktisi, yang membuatnya ingin bergabung bersama mereka. Dia khawatir dengan pengambilan organ paksa dan menandatangani petisi. Dia juga menyemangati praktisi, “Saya setuju dengan Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Itu menampilkan ketulusan dan integritas, nilai paling berharga di kemanusiaan. Hal yang kalian lakukan sungguh berdampak! Terima kasih!”
Mehrnaz, wisatawan, berkata melihat praktisi melakukan latihan membuatnya merasa tenang, dan dia menghargai informasi tentang situasi terkini di Tiongkok. “Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) sangat penting bagi semua orang dan penting bagi dunia. Nilai-nilai ini utamanya sangat dibutuhkan saat ini.” Dia berkata ingin mempelajari lebih jauh tentang Falun Gong.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org














