(Minghui.org) Saya ingin berbagi beberapa pengalaman kultivasi pribadi saya dengan rekan praktisi.

Melakukan Pekerjaan dengan Lurus

Beberapa tahun lalu, saya diberi pekerjaan menyusun bilah kayu. Setiap set bilah ditempatkan dalam bingkai berukuran satu meter persegi, kemudian dikemas bersama, dan dijual per bundel. Pada hari pertama saya, saya memberi tahu bos bahwa saya berlatih Falun Dafa, dan akan memasukkan jumlah bilah kayu yang tepat ke dalam setiap bundel—bukannya mengikuti praktik umum memasukkan lebih sedikit bilah ke dalam bundel untuk mendapatkan keuntungan. Saat itu, pabrik kekurangan tenaga kerja dan bos setuju.

Karena bundel yang saya kemas dengan benar berisi lebih banyak bilah kayu, atasan saya bernegosiasi dengan pembeli untuk membayar lebih. Para pembeli mengukur bundel saya dan setuju. Akibatnya, semua orang tahu bahwa saya adalah seorang praktisi Dafa, yang membuat lebih mudah untuk berbagi fakta kebenaran Dafa dengan rekan kerja saya. Saya berbicara kepada banyak dari mereka tentang kebaikan Dafa, dan berbagi fakta kebenaran tentang penganiayaan. Sebagian besar menerima apa yang saya katakan dan mundur dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi-organisasi afiliasinya.

Suatu ketika, setelah saya berbicara dengan seorang pria tentang Dafa dan penganiayaan, dia mengakui keindahan Dafa. Ketika dia mengetahui tentang pekerjaan saya mengikat bilah-bilah kayu, dia berkata bahwa dia hanya akan membeli ikatan saya jika dia membutuhkan bilah-bilah kayu.

Tidak Menyerah

Pada suatu hari musim panas yang terik, saya pergi keluar bersama seorang rekan praktisi untuk mengklarifikasi fakta kebenaran. Jalanan sebagian besar sepi, tetapi akhirnya kami melihat tiga orang sedang beristirahat. Kami berhenti di depan mereka, dan saya memberikan buklet informasi kepada salah satu dari mereka, memintanya untuk melihatnya. Namun, dia menolak menerimanya dan menyuruh kami pergi.

Tidak mudah menemukan orang di hari yang sepanas itu, jadi saya tidak ingin menyerah padanya. Saya segera menyesuaikan pola pikir saya, dan memancarkan pikiran lurus untuk menghilangkan gangguan agar dia dapat mendengar fakta kebenaran. Saya juga meminta bantuan Guru untuk memberi tahu dua orang lainnya bahwa Falun Dafa mengajarkan orang untuk berbuat baik. Saya ingin mereka tahu bahwa masyarakat kita yang kacau akan menjadi tempat yang lebih baik jika orang hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Dafa tentang Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Mereka berdua menerima buklet tersebut.

Percakapan kami menarik perhatian lebih banyak orang, dan mereka semua menerima dan mulai membaca buklet tersebut. Melihat ini, pria yang tadinya acuh tak acuh merasa canggung. Saya tersenyum dan memberinya buklet lagi. Dia langsung mengambilnya, dan saya benar-benar senang untuk semua orang.

Menggali Keterikatan Pengejaran dan Kepentingan Diri Sendiri

Untuk sementara waktu, saya bekerja sebagai karyawan sementara di sebuah toko makanan. Suatu hari, saya dan seorang rekan kerja sedang bekerja di kasir, dan seorang pelanggan memberi kami uang kertas 100 yuan. Saya menghitung jumlah yang harus dikembalikan, dan berkata, “Kembalian 25 yuan.” Namun, pelanggan tersebut mengoreksi saya, mengatakan bahwa kembaliannya seharusnya 35 yuan. Rekan kerja saya setuju. Karena mengira saya salah hitung, saya memberikan 35 yuan kepada pelanggan tersebut.

Setelah itu saya menghitung ulang, dan menyadari bahwa 25 yuan adalah jumlah yang benar. Saya memberi tahu rekan kerja saya dan menyarankan agar masing-masing dari kami patungan lima yuan untuk menutupi kerugian. Rekan kerja saya mengatakan bahwa itu tidak perlu karena bos kami tidak ada di toko. Saya merasa tidak nyaman dengan hal ini, tetapi tidak bersikeras.

Semakin saya memikirkannya malam itu, semakin saya yakin bahwa saya telah melakukan kesalahan. Sebagai seorang praktisi, bagaimana mungkin saya bertindak sama seperti manusia biasa? Lagi pula, saya bahkan belum membagikan fakta kebenaran Dafa kepada rekan kerja ini. Tindakan saya akan memengaruhi penerimaannya terhadap Dafa. Jadi saya memutuskan untuk mengganti kerugian 10 yuan itu sendiri, dan menggunakan kesempatan ini untuk membagikan fakta kebenaran Dafa kepadanya. Itu sepadan dengan pengeluaran 10 yuan untuk ini.

Keesokan paginya, saat bermeditasi, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya memiliki keterikatan pada kepentingan diri sendiri ketika saya berpikir untuk membagi kerugian di antara kami bukannya menanggung semuanya sendiri. Di balik keputusan saya untuk membayar 10 yuan juga terdapat motif tersembunyi agar dia dengan mudah menerima Dafa. Saya mencari imbalan atas tindakan saya.

Saya menyadari bahwa saya harus memperhatikan setiap pikiran saya dengan saksama. Setelah bertahun-tahun berlatih, baru sekarang saya belajar untuk mencari ke dalam dan benar-benar mengultivasi diri.