(Minghui.org) Usia saya 76 tahun. Sebelum mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 1999, saya terbaring di tempat tidur selama lebih dari enam bulan dan hampir tidak mampu mengurus diri sendiri akibat saraf terjepit (herniasi diskus) yang menekan saraf. Setelah mulai berlatih Dafa, tidak butuh waktu lama saya telah pulih sepenuhnya dan kembali bekerja.
Sejak menjadi praktisi, saya senantiasa memegang teguh prinsip Falun Dafa: Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Saya berhenti memendam rasa kesal terhadap keluarga dan memperlakukan semua orang dengan penuh kebaikan.
Berkat kesembuhan saya, kedua putra dan menantu perempuan saya menyaksikan sendiri kekuatan ajaib Dafa dalam menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan. Saya sering mengatakan kepada mereka bahwa Guru Li datang untuk menyelamatkan umat manusia dan hidup saya telah diselamatkan oleh Dafa, jadi kita harus bersyukur kepada Guru dan Dafa.
Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penganiayaan terhadap Falun Dafa pada tahun yang sama saat saya mulai berlatih. Putra-putra saya membantu saya membagikan selebaran klarifikasi fakta dan mengedarkan buku-buku Dafa kepada praktisi lain.
Saya telah berkali-kali ditahan secara ilegal. Setiap kali hal itu terjadi, putra-putra saya mendatangi pihak berwenang dan menuntut pembebasan saya. Perbuatan baik mereka mendapat balasan yang setimpal. Di sini, saya ingin berbagi beberapa contoh peristiwa ajaib yang terjadi setelahnya.
Gejala Perdarahan Subaraknoid Hilang
Pada bulan Oktober 2002, putra kedua saya dan istrinya datang berkunjung. Awalnya, mereka mampir ke rumah sakit setempat karena putra saya mengalami sakit kepala dan muntah-muntah. Hari sudah larut malam saat ia selesai disuntik dan mereka akhirnya bisa tiba di tempat saya.
Menjelang fajar keesokan harinya, saya bertanya apakah kondisinya sudah membaik. Ia menjawab belum, bahkan rasa sakitnya justru bertambah parah. Melihat wajahnya yang tampak menghitam, saya membawanya ke rumah sakit kota. Hasil CT scan menunjukkan adanya perdarahan subaraknoid, sejenis perdarahan otak yang tidak dapat dioperasi. Akhirnya, ia dirawat untuk observasi dan diberi resep obat untuk jangka waktu satu minggu. Berita mengenai situasi ini menyebar dengan cepat, mengejutkan para tetangga maupun rekan kerja, yang berkomentar, “Dia masih sangat muda dan baru menikah kurang dari enam bulan! Sungguh sebuah tragedi!”
Saya berkata kepada putra saya, “Kamu harus memiliki keyakinan teguh pada Dafa. Hanya Guru yang bisa menyelamatkanmu.”
Menantu perempuan saya terus melafalkan, “Falun Dafa hao (Falun Dafa baik).”
Setengah hari berlalu, namun kondisi putra saya tidak menunjukkan perbaikan. Dokter yang bertugas pun bingung harus berbuat apa. Akhirnya, mereka berkonsultasi dengan direktur rumah sakit dan seorang dokter senior, yang menyarankan prosedur pungsi lumbal (tusukan spinal) untuk memastikan diagnosis. Saya tidak melihat jalan lain, jadi saya memutuskan untuk menyerahkan segalanya ke tangan Guru.
Dua perawat datang membawa jarum panjang dan tabung kaca. Putra saya berbaring miring dengan posisi tubuh meringkuk sementara mereka memasukkan jarum untuk mengambil satu tabung cairan serebrospinal. Cairan itu tampak persis seperti air jernih.
Para perawat saling berpandangan, lalu mengulangi prosedur tersebut dan mengambil satu tabung lagi berisi cairan jernih serupa air. Melihat raut wajah mereka yang bingung dan menyadari niat mereka untuk mengambil lebih banyak cairan, saya teringat bahwa prosedur tusukan spinal memiliki risiko.
“Berapa banyak tabung yang perlu diambil?” tanya saya.
“Biasanya satu tabung saja sudah cukup,” ujar salah satu perawat dengan nada meminta maaf. “Jika cairannya berwarna merah muda, itu menandakan adanya pendarahan otak. Jika berwarna putih dan tampak seperti air cucian beras, itu mengindikasikan meningitis. Karena cairan di kedua tabung tampak seperti air jernih, kemungkinan besar ini bukan pendarahan atau ensefalitis. Kami perlu berkonsultasi dengan direktur rumah sakit.” Setelah berkata demikian, mereka pun pergi.
Putra saya tampak kelelahan dan tertidur lelap. Saat menjaganya, saya melihat warna mulai kembali ke wajahnya. Air mata mengalir di pipi saya dan saya berseru dalam hati: “Guru, Anda telah melakukan begitu banyak hal bagi kami! Terima kasih, Guru!”
Satu jam kemudian, dokter yang menangani pasien datang dan berkata, “Bu, Anda boleh mengembalikan obat-obatan yang diresepkan untuk putra Anda dan kami akan mengembalikan uangnya.”
Saya menjawab, “Tidak perlu. Lagipula, obat-obatan itu akan membantu pemulihannya, dan merepotkan jika harus mengembalikannya.”
“Anda sungguh baik hati,” ucap dokter itu dengan penuh rasa terima kasih. Putra saya akhirnya dirawat di rumah sakit selama enam hari dan kembali bekerja sehari setelah ia diperbolehkan pulang.
Kejadian ini cukup menggemparkan lingkungan tempat tinggal kami serta tempat kerja putra dan menantu perempuan saya. Seseorang berkata kepada putra saya, "Ibu Anda pasti telah mengumpulkan banyak kebajikan!"
Ia menjawab, "Ibu saya berlatih Falun Dafa. Guru Li-lah yang menyelamatkan saya!"
Kendaraan Penyelamat Muncul Secara Misterius
Suatu hari di awal musim semi, putra kedua saya sedang mengangkut pupuk kimia ke pedesaan menggunakan truk besar. Saat mengemudi di jalan pedesaan pada malam hari, ia melihat para petani sedang menjemur jagung di sisi kanan jalan. Karena jalanan sempit, putra saya berusaha tetap berada di sisi kiri agar tidak melindas jagung tersebut, namun kemudian musibah terjadi. Truk terguling dan jatuh ke sawah di sebelah kiri.
Pemilik truk, yang sebelumnya tertidur di dalam kendaraan, terbangun karena guncangan akibat kecelakaan itu dan mendapati dirinya terlempar hingga dalam posisi berdiri di dalam kabin yang gelap gulita. "Di mana kita?" tanyanya.
Putra saya memberi tahu bahwa truk telah terguling. Dengan bantuan cahaya dari ponsel, mereka keluar dari kabin. Truk itu tergeletak di sawah dengan karung-karung pupuk berserakan di kejauhan dan isinya berhamburan ke mana-mana. Mereka berhasil menyewa truk dari desa terdekat untuk mengangkut pupuk kepada pembeli. Menjelang fajar, pengiriman akhirnya selesai.
Ketika pemilik truk menghubungi perusahaan penyedia derek, ia diberi tahu bahwa biayanya adalah 1.800 yuan (+- 4,7 juta rupiah) untuk mengevakuasi kendaraan tersebut. Ia mulai merasa kesal.
Putra saya menyarankan, "Cuaca sangat dingin dan kita tidak punya cukup uang untuk menyewa derek. Mari kita melafalkan 'Falun Dafa hao’ (Falun Dafa baik) dan memohon bantuan Guru Li." Pemilik truk bertanya apakah cara itu akan berhasil. Putra saya menjawab, "Banyak hal menakjubkan terjadi pada saya selama beberapa tahun terakhir berkat melafalkan 'Falun Dafa hao’ (Falun Dafa baik). Guru Li pernah menyelamatkan saya sebelumnya."
"Kalau begitu, mari kita coba," jawab pemilik truk.
Karena udara dingin, mereka menghentak-hentakkan kaki dan menggosok-gosokkan tangan sambil melafalkan "Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)."
Sekitar 20 menit kemudian, matahari mulai bersinar. Tiba-tiba, sebuah truk loader konstruksi besar datang dan berhenti tepat di depan mereka. Pengemudinya melemparkan kabel baja ke bawah. Mereka mengaitkan kabel itu ke truk yang terguling, lalu pengemudi menyalakan mesin loader. Dalam waktu sekitar 10 menit, ia berhasil menegakkan kembali truk tersebut dan menariknya kembali ke jalan utama.
Pengemudi itu melepas kait kabel dan hendak pergi. Pemilik truk dengan tergesa-gesa mencoba memberikan uang 200 yuan (+- 528ribu rupiah) sebagai tanda terima kasih, namun pengemudi itu bersikeras menolaknya lalu pergi.
Sambil memandang alat berat konstruksi itu berlalu, pemilik truk berkata dengan takjub, "Saran Anda benar-benar berhasil!"
Putra saya menjawab, "Di tengah musim dingin yang menggigit, tidak ada proyek konstruksi di pedesaan. Alat berat itu dikirim oleh Guru Li, pendiri Falun Dafa, untuk membantu kita!"
Pemilik truk itu merasa sangat bersyukur dan berkata, "Falun Dafa hao! (Falun Dafa baik) Terima kasih, Guru Li! Saya akan melafalkan 'Falun Dafa hao’ (Falun Dafa baik) setiap hari!"
Penglihatan Cucu Laki-laki Tertua Saya Pulih dalam Tiga Hari
Saat masih kecil, cucu laki-laki tertua saya sangat gemar menonton kartun. Terkadang ia begitu asyik menonton sampai-sampai lupa makan. Suatu kali saat liburan musim dingin, ketika ia berusia lima tahun, ia datang dan menginap di rumah saya selama beberapa hari. Saya pun mengizinkannya menonton kartun saat ia menginginkannya.
Suatu sore, saat saya sedang sibuk menyiapkan makan malam, cucu saya tiba-tiba berseru, "Nenek, tidak ada tokoh kartun di televisi!" Saya masuk ke ruangan dan melihat tayangan kartun itu berjalan normal. Saya menduga ada masalah dengan matanya, jadi saya mematikan TV dan memintanya untuk beristirahat.
Setelah makan malam, saya memutar rekaman ceramah Fa Guru dan meminta cucu saya untuk memejamkan mata serta mendengarkan saja. Tak lama kemudian, ia berkata, "Nenek, mataku terasa perih."
Saya melihat wajahnya sudah basah oleh air mata. "Jangan buka matamu. Teruslah mendengarkan ceramah Guru," kata saya kepadanya.
Beberapa saat kemudian, cucu saya berkata, "Nenek, ada kipas besar di langit, dan sebuah tongkat panjang dengan benda berbulu di ujungnya."
Saya menyadari bahwa ia pasti sedang membicarakan tentang Falun (roda hukum) dan kebutan pendeta Tao (kemoceng ekor kuda, simbol pemurnian dan transendensi). Saya paham bahwa Guru sedang memulihkan penglihatannya dan bahkan telah membuka mata ketiga anak itu.
Keesokan harinya, saya bertanya kepada cucu saya apakah ia sudah bisa melihat dengan jelas kembali. Ia berkata bahwa ia hanya bisa melihat kepala dan tubuh bagian bawah orang-orang, namun tidak ada apa-apa di bagian tengahnya. "Matamu rusak karena terlalu banyak menonton kartun," kata saya kepadanya. "Kamu perlu melafalkan 'Falun Dafa hao’ (Falun Dafa baik) dan memohon kepada Guru untuk menyembuhkan matamu."
Ia mengangguk dan terus mengulang-ulang, "Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)."
Setelah mendengarkan tiga ceramah selama tiga hari, penglihatan cucu saya kembali normal. Orang tuanya sangat gembira; mereka berkata bahwa jika Guru tidak menyembuhkan mata anak itu, mereka mungkin harus mengeluarkan biaya sangat besar untuk dokter spesialis tanpa ada jaminan kesembuhan. Setelah itu, setiap liburan musim panas dan musim dingin, saya membaca Zhuan Falun bersama cucu saya setidaknya satu kali serta berpesan kepadanya untuk mengikuti ajaran Guru dan menjadi orang baik. Saat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, nilainya 80 poin di atas rata-rata, dan ia diterima di universitas terkemuka. Kini ia telah lulus dan bekerja selama lebih dari enam tahun. Penglihatannya pun sangat baik.
Kehamilan Ektopik Tanpa Perlu Rawat Inap
Pada tahun 2004, menantu perempuan tertua saya mengalami kehamilan ektopik. Dokter setempat menyarankannya untuk masuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas bank darah dan bersiap menjalani operasi jika diperlukan. Dia datang meminta pendapat saya mengenai apa yang sebaiknya dia lakukan.
Saya berkata, "Bukankah biasanya kamu melafalkan 'Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)?’ Teruskan saja melafalkannya. Guru akan membantumu. Jika terjadi keadaan darurat, barulah kamu pergi ke rumah sakit."
Maka, menantu saya pun pulang ke rumah. Seminggu kemudian, dia menelepon dan mengatakan bahwa dia merasa mulai mengalami pendarahan saat sedang berada di jalan utama desa. Saya menyuruhnya untuk segera pulang, berbaring, dan terus melafalkan " Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)."
Saya naik taksi menuju rumahnya yang berjarak 15 kilometer. Karena tidak ada tanda-tanda pendarahan hebat, kami memutuskan bahwa dia tidak perlu pergi ke rumah sakit. Saya merawatnya selama tiga bulan saat dia menjalani masa pemulihan dengan berbaring di tempat tidur. Dia pun pulih sepenuhnya tanpa menggunakan obat-obatan apa pun.
Sepupunya datang berkunjung dan berkata, "Kamu beruntung sekali! Kamu sembuh tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Tahun lalu saya mengalami kehamilan ektopik. Kami menghabiskan lebih dari 10.000 yuan (+- 26 juta rupiah) di rumah sakit kota, dan saya hampir saja meninggal!"
Menantu saya menjawab, "Ibu mertua saya berlatih Falun Dafa. Guru Li-lah yang menyelamatkan saya! Melafalkan 'Falun Dafa hao (Falun Dafa baik)' benar-benar bisa menjaga keselamatan kita di saat-saat kritis!"
Sepupunya berseru, "Luar biasa! Saya juga akan melafalkannya."
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org