(Minghui.org) Dua wanita di Kota Shenyang, Provinsi Liaoning, menghadapi penuntutan karena mereka berlatih Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Qiao Xinghua (81 tahun) dan Yin Yuhua ditangkap pada akhir bulan Mei 2026 saat sedang berbicara kepada orang-orang mengenai Falun Gong di Taman Laodong. Petugas yang melakukan penangkapan dari Kantor Polisi Qilu menjatuhkan sanksi penahanan administratif selama 15 hari kepada keduanya, namun tidak melaksanakannya karena faktor usia mereka yang sudah lanjut.

Sejumlah petugas berpakaian preman dari Kantor Keamanan Dalam Negeri Distrik Tiexi dan Kantor Polisi Qilu menerobos masuk ke rumah Qiao sekitar pukul 11.00 pagi pada tanggal 11 Juni 2026. Mereka menggeledah dan mengacak-acak rumahnya tanpa menunjukkan kartu identitas maupun surat perintah penggeledahan. Mereka juga tidak memberikan daftar barang-barang yang mereka sita.

Qiao mengalami trauma dan serangan jantung. Pusat Penahanan Kota Shenyang menolak menerimanya. Bukannya membebaskannya, polisi malah membawanya ke rumah sakit. Ia diawasi oleh empat petugas selama dua minggu masa perawatannya. Setelah keluar dari rumah sakit, ia langsung dibawa ke Pusat Penahanan Pertama Kota Shenyang.

Yin kembali ditahan pada hari yang sama dan ditempatkan di Pusat Penahanan Pertama Kota Shenyang.

Qiao segera didakwa oleh Kejaksaan Distrik Dadong dan kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Distrik Dadong.

Status kasus Yin tidak jelas.

Suami Qiao, yang berusia 80-an tahun, juga sangat ketakutan akibat penggerebekan polisi tersebut. Ia mengalami depresi dan beberapa kali terkena serangan jantung setelah penangkapan Qiao. Pihak keluarga mempekerjakan seorang perawat untuk merawatnya.