(Minghui.org) Keluarga besar kami berasal dari garis keturunan yang telah ada sejak lama. Kami telah berhasil menjaga pertumbuhan keluarga dengan baik, tetapi kerabat kami tidak selalu akur. Kakek dari pihak ayah adalah akuntan untuk tim produksi desa kami pada tahun 1960-an. Penduduk desa menghormatinya karena ia jujur dan baik hati, dan berkontribusi pada kemakmuran tim.

Ada keluarga lain di desa kami dengan tujuh putra dan satu putri. Cao, kepala keluarga, suka menindas dan memanfaatkan orang lain. Ia membawa babi dan sapinya ke lahan pertanian keluarga lain dan menghancurkan tanaman mereka. Cao dan putra-putranya yang sudah dewasa juga menyelinap ke halaman keluarga lain di malam hari dan mencuri buah, ayam, dan bebek. Jika ada yang berani menghadapinya, Cao mencari alasan untuk memukuli mereka.

Penduduk desa sudah muak, tetapi tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan. Mereka datang kepada kakek dan meminta bantuan untuk menegakkan keadilan. Tetapi Cao memiliki kerabat yang memegang jabatan tinggi di pemerintahan daerah, dan dia tahu dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan dan lolos begitu saja. Dia tidak mau mendengarkan apa yang kakek katakan, dan keluarga kami menjadi bermusuhan satu sama lain. Ini berubah menjadi permusuhan keluarga yang berkepanjangan.

Kakek saya pensiun pada awal tahun 1980-an. Melihat bahwa dia tidak lagi memiliki kekuasaan, Cao dan keluarganya menghina dan bahkan menyerang kakek dan anggota keluarga lainnya sesuka hati. Mereka menduduki sawah dan kebun sayur kami tanpa alasan dan menyebabkan kerugian besar. Nenek saya pernah harus berlutut dan memohon kepada Cao dan putra-putranya untuk berhenti memukuli bibi dan paman saya.

Saya telah menyaksikan konflik yang terus berlanjut antara kedua keluarga kami sejak saya masih kecil. Rambut bibi saya dijambak saat berkelahi. Paman saya dipukuli dan dilukai hingga mereka tidak bisa bangun dari tempat tidur selama berhari-hari. Saya marah atas cara keluarga saya diperlakukan dan kenyataan bahwa tidak ada tempat yang bisa kami tuju untuk mencari keadilan. Penduduk desa bersimpati tetapi mereka takut pada Cao dan tidak berani berpihak kepada kami. Merasa sedih dan terisolasi, keluarga kami secara bertahap pindah dari desa itu pada awal tahun 1990-an.

Saat tumbuh dewasa, nenek buyut dan nenek saya mendesak saya untuk belajar giat, meraih kesuksesan dalam hidup, dan menjadi pejabat tinggi, untuk membawa kehormatan bagi keluarga. Sebagai laki-laki tertua di generasi saya, rasa tanggung jawab yang mendalam ditanamkan dalam diri saya. Saya berjanji kepada mereka, “Saya akan membuat keluarga Cao membayar atas apa yang telah mereka lakukan kepada kita.” Saya menjaga kesehatan dan kekuatan saya dengan berolahraga secara teratur. Saya juga belajar sendiri seni bela diri dan mencari seniman bela diri lain untuk bertarung. Saya belajar dari pengalaman-pengalaman ini dan mempersiapkan diri untuk akhirnya menghadapi keluarga Cao.

Sayangnya, saya tidak melanjutkan pendidikan dengan baik, sehingga menjadi pejabat tinggi bukan lagi pilihan. Saya meningkatkan intensitas latihan saya dan mendorong diri saya lebih keras lagi untuk menghadapi orang-orang dari keluarga Cao. Lebih dari sekali saya membayangkan akan memukuli Cao, menyebabkannya cedera permanen dan bahkan membunuhnya.

Menemukan Dafa dan Melepaskan Kebencian

Saya bertemu dengan orang-orang yang memperkenalkan Falun Dafa (juga disebut Falun Gong) di sebuah taman pada bulan Maret 1996. Saya mendengarkan ajaran Fa Guru untuk pertama kalinya malam itu tanpa sepenuhnya memahami apa yang beliau katakan. Tetapi setelah malam kedua, saya merasa sangat tertarik pada latihan ini. Saya menghadiri seminar selama sembilan hari berturut-turut dan mendengarkan semua ceramah.

Banyak hal yang dibicarakan Guru tampak tidak masuk akal, tetapi saya tahu jauh di lubuk hati bahwa itu adalah jalan kultivasi sejati yang hanya datang sekali seumur hidup. Saya selalu tertarik pada seni bela diri dan telah membaca banyak kitab suci Tao dan Sekolah Buddha. Saya memiliki gambaran tentang apa itu kultivasi, tetapi saya belum pernah menemukan ajaran yang menjelaskan semuanya dengan cara yang begitu jelas.

Dan begitu saja, saya mulai berkultivasi Dafa. Saya masih bersekolah di sekolah kejuruan saat itu, tetapi setiap pagi saya melakukan latihan dengan kelompok lokal di taman, dan belajar Fa bersama di malam hari. Karakter moral saya meningkat tanpa saya sadari. Saya tidak lagi mencari masalah, dan amarah saya mereda. Saya mengembalikan sepeda yang telah saya curi, dan tidak lagi mengambil uang yang saya temukan di tanah, karena saya tidak ingin kehilangan kebajikan karena keuntungan kecil seperti itu.

Saya juga mulai membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan berhenti membantah dan berdebat dengannya. Setelah menyaksikan dampak positif latihan Dafa pada saya, ibu menjadi sangat mendukung Dafa. Orang-orang di sekitar juga memperhatikan betapa banyak perubahan yang telah terjadi pada saya dan memuji atas kemampuan saya untuk tetap tenang. Saya memberi tahu teman dan keluarga tentang Dafa, dan seorang teman sekelas juga mulai berlatih kultivasi.

Sekitar dua bulan setelah mulai berlatih Dafa, suatu hari saya tersadar, “Saya sekarang seorang praktisi Falun Gong. Bagaimana mungkin saya masih ingin membalas dendam pada keluarga Cao? Apa yang akan saya katakan pada kakek-nenek dan sepupu-sepupu saya?” Saya merenungkannya selama seminggu dan tidak dapat menemukan solusi yang baik.

Saya tahu melalui belajar Fa bahwa konflik antara kedua keluarga itu disebabkan oleh karma dosa. Mungkin leluhur saya pernah menindas seseorang di keluarga Cao dan mereka membalas dendam atas apa yang menjadi hak mereka di kehidupan ini. Jika saya mencari masalah, saya akan memberikan keuntungan kepada mereka dan menambah utang. Anak-anak dan cucu-cucu saya kemudian harus melunasinya. Kapan ini akan berakhir? Hanya jika saya bisa sepenuhnya melupakannya, utang itu bisa dilunasi.

Namun, permusuhan antara kedua keluarga itu sangat dalam dan tidak mudah dilupakan. Meskipun saya ingin melupakan semuanya, saya tetap menyimpan keinginan balas dendam selama beberapa tahun lagi. Saya tidak bisa sepenuhnya melepaskan kebencian.

Suatu malam setelah belajar Fa bersama, saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya seorang kultivator sejati? Guru telah memberi tahu kita untuk berusaha hidup sesuai dengan tuntutan Fa dan menjadi orang yang lebih baik. Jika saya menyakiti atau bahkan membunuh Cao, saya harus masuk penjara. Ini akan mencoreng reputasi Dafa. Saya tidak bisa melakukan itu. Satu-satunya pilihan adalah melepaskan pikiran untuk membalas dendam.

Ya, saya harus melepaskan balas dendam. Saya adalah praktisi Falun Dafa dan prinsip-prinsip Dafa melarang membalas kejahatan dengan kejahatan. Perseteruan keluarga antara keluarga kami dan keluarga Cao akan berakhir di saya!” Saya merasa lega setelah mengambil keputusan itu, dan seluruh tubuh saya terasa ringan. Saya berterima kasih kepada Guru karena telah membantu menyelesaikan kebencian yang telah membebani diri saya selama bertahun-tahun.

Ketika saya memberi tahu keluarga tentang keputusan saya, mereka sangat pengertian dan menerimanya. Perseteruan yang berkepanjangan antara kedua keluarga itu terselesaikan begitu saja.

Namun, Cao telah melakukan terlalu banyak hal buruk, dan karma akhirnya menimpanya. Dia ditikam dan menjadi cacat permanen. Ini menunjukkan bahwa kebaikan akan diberi penghargaan, sementara kejahatan pada akhirnya akan menerima pembalasan.

Mengklarifikasi Fakta untuk Menyelamatkan Makhluk Hidup

Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penganiayaan nasional terhadap Falun Dafa pada Juli 1999, dengan kampanye propaganda besar-besaran. Banyak praktisi di daerah saya berhenti berlatih karena takut. Saya percaya sepenuh hati bahwa Dafa adalah jalan kultivasi ilahi dan sejati. Saya tidak mengerti mengapa rezim komunis memusuhi Dafa, tetapi saya bertekad untuk berkultivasi sampai akhir karena tidak ada yang salah dengan menjadi orang baik.

Saat itu saya sudah mulai bekerja dan memimpin tim kecil. Saya berpegang teguh pada standar Dafa tentang Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) dan tidak pernah mengambil apa pun dari pekerjaan untuk penggunaan pribadi. Saya penuh pertimbangan, dan lebih memilih menderita kerugian sendiri daripada mengambil keuntungan dari orang lain. Kerja keras saya mendapatkan pujian dan rasa hormat dari administrator dan rekan kerja saya. Namun, setelah kembali dari perjalanan ke Beijing untuk mengajukan petisi kepada pemerintah pusat pada November 1999, saya ditahan, dan segera diberhentikan sementara dari pekerjaan.

Setelah membaca artikel Guru “Rasional” dalam Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II, saya dan para praktisi menemukan mesin cetak kuno dan mulai mencetak selebaran berisi informasi Dafa secara manual. Kami membagikan selebaran-selebaran itu di seluruh wilayah kami pada malam hari. Pada malam Tahun Baru Imlek tahun 2001, saya ditangkap karena membagikan selebaran-selebaran tersebut.

Saya ditahan di pusat penahanan, di mana saya bersikap ramah kepada semua orang, dan sebagian besar orang yang saya temui menerima Dafa. Pada hari kedua Tahun Baru Imlek, berita tentang insiden bakar diri di Lapangan Tiananmen disiarkan di semua media utama. Saya langsung tahu bahwa itu telah direkayasa. Saya memberi tahu teman satu sel tentang perjalanan saya ke Tiananmen di Beijing, dan bahwa saya tidak melihat petugas patroli membawa alat pemadam api. Jadi bagaimana polisi dalam rekaman itu mampu memadamkan api begitu cepat?

Saya menunjukkan bahwa Wang Jindong, praktisi Falun Gong yang mengaku membakar diri untuk mencapai kesempurnaan, bahkan tidak bermeditasi dengan posisi kaki terlipat yang benar. Rambut dan pakaiannya dipenuhi noda, tetapi anehnya tidak terbakar. Saya juga menjelaskan kepada teman-teman satu sel bahwa seorang praktisi sejati tidak akan pernah bunuh diri.

Saya juga menunjukkan bahwa mustahil bagi wanita tua bernama Liu untuk menelan setengah botol bensin, karena bahkan sedikit saja dapat menyebabkan kerusakan internal yang parah atau bahkan kematian. Ia harus menjalani bilas lambung. Saya menyimpulkan bahwa pemerintah sedang mencoba memfitnah Falun Gong. Teman-teman satu sel saya mendengarkan komentar saya sambil menonton program tersebut. Sebagian besar setuju dengan saya dan tidak percaya pada laporan palsu tersebut.

Setelah dibebaskan pada tahun 2002, saya membaca artikel-artikel baru Guru seperti "Ceramah Fa pada Konferensi Fa Florida, Amerika Serikat" (Ceramah Fa di Berbagai Tempat 2), Ceramah Fa Tur Keliling Amerika Utara, dan Dao Hang (Menuntun Perjalanan). Saya memahami betapa mendalamnya Dafa, dan sepenuhnya menyadari tanggung jawab saya sebagai murid dalam membantu Guru meluruskan Fa.

Lebih dari itu, saya memahami betapa luar biasanya Guru. Saya menghabiskan seluruh waktu luang untuk belajar Fa selama beberapa tahun berikutnya, memancarkan pikiran lurus, berbagi pengalaman dengan rekan praktisi, dan membantu orang lain untuk meningkatkan diri. Saya memberi tahu setiap orang yang saya temui betapa baiknya Dafa, dan bahwa Dafa sedang difitnah dan dianiaya secara tidak adil oleh PKT.

Tempat kerja mengakhiri kontrak saya lebih awal karena saya menolak untuk melepaskan kepercayaan saya. Sejak itu, saya telah pindah ke banyak tempat berbeda di Tiongkok dan bekerja di berbagai pekerjaan. Saya pernah mengoperasikan mesin berat, bekerja sebagai terapis pijat kaki, membuat kue di restoran, mengelola perkebunan kecambah, dan memindahkan karung pasir sebagai buruh.

Terlepas dari tempat saya pindah atau pekerjaan apa yang saya pegang, saya berusaha menjadi orang baik dan hidup sesuai dengan standar Dafa. Saya baik dan penuh perhatian, dan selalu mengutamakan orang lain. Setiap kali saya memiliki kesempatan, saya memberi tahu orang-orang tentang Dafa dan mengapa penganiayaan itu salah.

Suatu kali di kereta, seorang wanita tua yang duduk di seberang saya memegang perutnya dan tampak sangat kesakitan. Saya bertanya apa yang salah dan apakah dia membutuhkan bantuan. Dia berkata bahwa dia sakit perut. Saya berkata kepadanya, “Saya tidak bisa mendapatkan bantuan dari tenaga medis, tetapi saya punya ide yang akan membantu Anda mengatasi rasa sakit.”

Saya mengajarinya untuk melafalkan kalimat-kalimat baik, “Falun Dafa hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren hao (Sejati-Baik-Sabar baik).” Saya mengatakan kepadanya bahwa Falun Dafa berakar pada tradisi Buddha dan bahwa insiden bakar diri di Lapangan Tiananmen direkayasa untuk menjelekkan Dafa. Saya mendorongnya untuk sering mengulangi kalimat-kalimat baik ini, dan bahwa dia akan menerima berkah.

Bibir wanita itu bergerak saat ia melafalkan kalimat-kalimat itu dalam hati. Ia meminta saya untuk mengulanginya sampai ia hafal. Tak lama kemudian, ia berseru, “Perut saya sudah tidak sakit lagi. Berhasil!” Ia mengajukan banyak pertanyaan tentang Dafa dan penganiayaan, dan mengatakan bahwa ia akan mencari Zhuan Falun untuk dibaca ketika ia kembali ke rumah.

Belajar Fa dan Mencari ke dalam untuk Meningkatkan Diri

Dalam lebih dari 20 tahun kultivasi Dafa, saya memahami betapa pentingnya belajar Fa untuk meningkatkan diri. Ini membantu kita mencari ke dalam, menghilangkan konsep pikiran dan keterikatan manusia, dan mempertahankan keyakinan yang teguh pada Guru dan Fa. Jika kita belajar Fa setiap hari dengan pikiran yang tenang dan jernih, kita akan dapat dengan cepat mengenali pikiran yang tidak selaras dengan Fa, menghilangkan keterikatan yang mendasarinya, dan menggantinya dengan pikiran yang lurus.

Saya memahami bahwa menyingkirkan keterikatan sangat berkaitan dengan seberapa besar keyakinan yang kita tempatkan pada Guru dan Fa. Keduanya saling berkaitan—semakin sedikit keterikatan yang kita miliki, semakin teguh keyakinan kita, dan semakin kuat pikiran lurus kita, semakin besar kemungkinan kekuatan luar biasa Dafa akan terwujud.

Misalnya, menghilangkan keterikatan pada nafsu telah menjadi perjuangan yang panjang dan sulit bagi saya. Sebelum berlatih kultivasi Dafa, saya banyak mengonsumsi pornografi, dan itu menjadi rintangan terbesar dalam kultivasi saya. Itu mengganggu mimpi saya, dan setiap kali saya melihat wanita berpakaian terbuka, atau menemukan gambar-gambar seperti itu secara online. Setiap kali saya terlibat dalam fantasi tersebut, saya menjadi sangat kecewa pada diri sendiri sehingga saya merasa kalah. Selalu butuh beberapa hari bagi saya untuk melepaskannya.

Saya mencoba untuk menyangkal gangguan ini, dan berhenti mengunjungi situs web pornografi sama sekali. Saya juga menjaga jarak dari wanita yang berpakaian dengan cara tertentu. Namun saya masih mengalami pasang surut dalam menjaga xinxing saya. Setiap kali pikiran nafsu muncul di benak saya, jika saya tidak segera menangkapnya dan menghilangkannya dengan pikiran lurus, pikiran-pikiran salah lainnya akan membanjiri pikiran saya. Pikiran-pikiran itu mengganggu saya dengan membangkitkan keinginan saya. Ketika menyadari bahwa keterikatan nafsu telah menguasai diri, pikiran-pikiran lurus telah melemah dan keyakinan pada Dafa pun berkurang. Jika ini terjadi saat tidur, saya seringkali tidak bisa mengendalikan diri.

Maka saya mulai melafalkan Fa Guru:” Saya bukan orang biasa, saya adalah praktisi Gong, kalian jangan memperlakukan saya seperti ini, saya adalah orang yang berkultivasi Falun Dafa” (Ceramah 6, Zhuan Falun)

Ini membantu, tetapi saya masih sering mengalami gangguan. Setiap kali saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah kamu percaya pada Guru dan Fa? Jika ya, mengapa kamu tidak mau melepaskan keterikatan pada nafsu?” Saya membaca banyak artikel berbagi tentang ini, dan merenung ke dalam diri, tetapi tetap tidak dapat memutuskan keterikatan ini sepenuhnya. Saya tidak tahu apa penyebabnya.

Suatu hari, saat dalam keadaan setengah sadar, saya melihat sebuah adegan. Seseorang duduk di kursi dengan lehernya tergorok. Beberapa orang berdiri di sekelilingnya dan memasukkan sesuatu ke tenggorokannya. Saya mengingat mimpi itu ketika saya bangun, dan tahu Guru sedang membantu saya memahami sesuatu. Salah satu alasan saya tidak dapat sepenuhnya menghilangkan keterikatan saya pada nafsu adalah karena makhluk jahat dari dimensi lain membuang zat-zat menjijikkan tersebut ke medan dimensi saya, dan saya tidak sepenuhnya menolaknya.

Saya memperkuat pikiran-pikiran lurus saya dan memasukkan pikiran yang kuat, “Saya tidak mengakui pengaturan kekuatan lama, dan saya tidak menginginkan zat-zat busuk dan menjijikkan yang mereka paksakan kepada saya.” Hal ini sangat mengurangi gangguan, tetapi masih tetap menguasai saya. Setiap kali pikiran nafsu muncul, saya segera mengingatkan diri sendiri, “Saya harus menaruh kepercayaan penuh pada Guru dan Fa. Saya tidak menginginkan nafsu.” Sebagian besar waktu, pikiran itu berkurang, tetapi saya tidak dapat menghilangkan pikiran itu sepenuhnya.

Kemudian saya ingat bahwa dalam ajarannya, Guru mengatakan kepada kita untuk berlatih agar menjadi tanpa pamrih dan selalu mengutamakan orang lain. Apa itu “diri”? Melalui belajar Fa, saya memahami bahwa “diri” ini adalah tubuh jasmani yang saya miliki di bumi ini, termasuk semua pikiran yang dihasilkan oleh otak saya. Itu adalah produk dari alam semesta lama. Untuk mencapai “tanpa pamrih” adalah dengan tidak mengakui pikiran apa pun yang berasal dari tubuh dan otak ini. Pikiran-pikiran ini diatur oleh kekuatan lama dan termasuk dalam alam semesta lama. Pikiran-pikiran itu bukan milik saya dan tidak mewakili diri saya yang sebenarnya—diri saya yang sebenarnya adalah tanpa pamrih dan sepenuhnya menyatu dengan Dafa.

Ketika saya memahami prinsip ini, saya tiba-tiba menjadi sangat jernih pikirannya. Semua pikiran yang berkaitan dengan nafsu telah diatur oleh kekuatan lama sejak lama, dan iblis nafsu memaksa zat ini masuk ke dalam medan dimensi saya. Ini bukanlah yang saya inginkan, dan merupakan materi yang telah mengalami degradasi dari alam semesta lama. Ketika saya menyadari apa sesungguhnya nafsu itu, nafsu tidak lagi memiliki kekuatan atas saya, dan tidak mampu mengganggu saya. Saya mampu belajar Fa dengan pikiran jernih, dan kesadaran utama saya tidak lagi bingung.

Karena saya menaruh kepercayaan penuh pada Guru dan Fa, Guru membantu saya melewati cobaan ini. Saya mampu meningkat dan menghilangkan keterikatan saya. Saya menjadi semakin yakin akan belas kasih Guru yang tak terbatas dan kekuatan Dafa yang luar biasa.

Menyaksikan Kekuatan Luar Biasa Dafa

Sebulan setelah saya mulai berlatih, saya pergi ke restoran bersama seorang teman sekelas. Saat kami berjalan, sebuah bola sepak melayang dan menghantam teman saya. Beberapa pemain sepak bola datang dan mengelilingi kami. Mereka memulai perdebatan yang dengan cepat menjadi panas. Teman saya masuk ke restoran dan mengambil golok—perkelahian akan segera terjadi.

Saya menyaksikan semua itu terjadi, dan berpikir, “Saya seorang praktisi Dafa. Guru memberi tahu kami untuk tidak ‘... membalas ketika dipukul atau dicaci ...’ (Ceramah 9, Zhuan Falun). Jika perkelahian dimulai, saya tidak akan melawan balik. Saya akan menerima beberapa pukulan selama pihak lain senang.” Begitu saya memikirkan hal ini, para pemain sepak bola yang marah itu tiba-tiba menjadi tenang. Mereka mengambil bola sepak mereka, berbalik, dan pergi. Saya dan teman saya saling memandang dengan bingung. Saya samar-samar mengerti bahwa ini terjadi karena saya berpegang pada standar Fa, jadi Guru membantu kami menyelesaikan konflik tersebut.

Saya dan seorang praktisi mengendarai sepeda motor ke sebuah kota terpencil untuk membagikan selebaran yang menjelaskan kebenaran pada suatu malam musim panas di awal tahun 2000-an. Kami dihentikan dan ditangkap oleh petugas polisi berpakaian preman dalam perjalanan pulang. Polisi tidak dapat memperoleh informasi apa pun dari kami selama interogasi, dan akhirnya membawa kami ke rumah sakit menjelang tengah malam untuk pemeriksaan fisik.

Saat kami menjelaskan kebenaran tentang Dafa kepada para dokter, saya memancarkan pikiran lurus untuk menghilangkan semua penganiayaan yang dilakukan oleh kekuatan lama. Saya memberi tahu para dokter bahwa saya berlatih Falun Dafa untuk menjadi orang yang lebih baik dan sedang dianiaya secara tidak adil. Selama pemindaian CT, saya meminta bantuan Guru untuk memperkuat kami. Saya berpikir, “Saya seorang praktisi Dafa dan saya harus menyangkal pengaturan kekuatan lama—penjara bukanlah tempat bagi praktisi Dafa!”

Polisi membawa kami ke pusat penahanan pagi-pagi sekali. Dokter klinik mengenali saya dan bertanya mengapa saya kembali. “Saya tidak akan pernah kembali ke sini sendiri. Saya dibawa ke sini oleh polisi,” kata saya padanya.

Ia melihat hasil pemeriksaan saya dan melambaikan tangannya, berkata, “Saya tidak berani menerima Anda.” Polisi memohon agar ia mengizinkan penerimaan saya, tetapi ia bergeming. Karena tidak punya pilihan lain, polisi mengantar saya pulang. Dalam perjalanan pulang, seorang petugas menyarankan agar saya segera mencari perawatan medis dan menjaga kesehatan saya.

Saya tertawa kecil dan menjawab, “Saya baik-baik saja. Saya tidak sakit.”

Praktisi lainnya ditahan selama sebulan. Ketika saya bertemu dengannya setelah ia dibebaskan, ia mengatakan bahwa polisi mengatakan kepadanya bahwa semua organ utama saya mengalami kegagalan, dan saya praktis sekarat. Saya tahu ini adalah Guru yang membantu melindungi saya—hasil pemeriksaan fisik diatur untuk menyelesaikan penganiayaan oleh kekuatan lama.

Pada musim panas tahun 2013, saya menerima tumpangan pulang dari seorang sopir truk setelah bekerja. Truk itu melaju tak terkendali di jalan raya dan terbalik ke sisi penumpang. Saya terlempar ke sisi kabin, dan pengemudi, seorang pria bertubuh besar, mendarat di atas saya. Saya tetap tenang dan mengingatkan diri sendiri bahwa saya adalah seorang praktisi, dan dilindungi oleh Guru dan akan baik-baik saja.

Saya sama sekali tidak takut dan tidak mengalami cedera apa pun. Saya tahu bahwa Guru melindungi saya. Terjadi benturan yang sangat keras ketika truk itu berbelok dan terbalik. Itu bisa dengan mudah menyebabkan cedera serius. Bahkan jika hanya kaca jendela yang pecah, itu bisa berbahaya. Tetapi saya benar-benar baik-baik saja dan jendela serta kaca depan utuh. Pengemudinya tercengang.

Saya sangat berterima kasih kepada Guru, karena Beliau selalu berada di sisi saya. Saya telah menyaksikan kekuatan Dafa yang luar biasa dan ajaib dalam berbagai kesempatan. Berkultivasi dalam Dafa adalah keputusan terbaik yang pernah  saya buat, dan saya tidak menyesalinya. Ke depannya, saya akan dengan teguh menaruh kepercayaan pada Guru dan Fa, melakukan tiga hal dengan baik, dan memenuhi sumpah yang telah lama saya ucapkan.