(Minghui.org) Kematian 54 praktisi Falun Gong akibat penganiayaan karena menjalankan keyakinan mereka dilaporkan pada pertengahan pertama tahun 2026.

Praktisi yang meninggal berasal dari 18 provinsi, daerah otonomi, atau distrik. Liaoning dilaporkan dengan jumlah kasus terbanyak yaitu 12, diikuti tujuh kasus di Sichuan, lima kasus di Mongolia Dalam, dan empat kasus di Jilin. Empat wilayah, termasuk Beijing, Chongqing, Hebei, dan Heilongjiang, masing-masing mencatat tiga kasus. Empat wilayah lain, meliputi Shanghai, Shandong, Jiangxi, dan Hubei, masing-masing dua kasus. Enam wilayah sisanya, termasuk Tianjin, Ningxia, Shanxi, Xinjiang, Henan, dan Hunan, masing-masing satu kasus.

54 praktisi tersebut termasuk 36 wanita. Usia termuda 21 tahun dan usia tertua adalah 92 tahun pada saat kematian mereka. Dari sisanya, enam orang berusia sekitar 50 tahun, 15 orang berusia sekitar 60 tahun, 21 orang berusia sekitar 70 tahun, dan 8 orang berusia sekitar 80 tahun. Usia keempat praktisi lainnya tidak diketahui.

Beberapa kematian terjadi sebelum tahun 2026, namun pelaporannya tertunda karena sensor informasi yang ketat oleh rezim komunis. Karena alasan yang sama, jumlah korban yang sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Dibawah adalah rincian kasus kematian pilihan.

Meninggal Dalam Tahanan

Wanita 63 Tahun Meninggal Kurang dari 24 JamSetelah Ditangkap karena Keyakinannya

Hu Shangxiu, seorang wanita berusia 63 tahun di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, meninggal dalam tahanan pada 11 Juni 2026, kurang dari 24 jam setelah dia ditangkap karena berlatih Falun Gong.

Hu Shangxiu, yang bekerja di Kantor Subdistrik Sandian di Distrik Xinzhou, ditangkap di rumahnya sekitar pukul 14.00. Pada 10 Juni 2026, setelah petugas dari Kantor Polisi Zhucheng menerobos masuk dan menggeledah rumahnya, tidak ada seorangpun dari keluarganya di rumah saat dia ditangkap.

Bukannya membawa Hu ke kantor polisi atau pusat penahanan, polisi membawanya ke lokasi rahasia untuk menginterogasinya. Selama waktu itu, dia minum air dua kali dan menggunakan kamar mandi dua kali. Sekitar pukul 4 pagi, dia tiba-tiba jatuh sakit. Polisi tidak berusaha menyelamatkannya atau membawanya ke rumah sakit. Dia meninggal tak lama kemudian.

Hu dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit sebelum penangkapannya. Keluarganya mengecam pihak berwenang karena menyebabkan kematiannya. Jenazahnya disimpan di rumah duka sementara keluarganya mengupayakan untuk mencari keadilan baginya.

Polisi mengklaim bahwa mereka menangkap enam praktisi lainnya karena "mempromosikan" Falun Gong di Pasar Basah Zhanglin, dan salah satu dari mereka diduga "mengenali" Hu sebagai orang yang mengordinir. Namun, polisi tidak memberikan rincian tentang praktisi lainnya, dan Minghui.org belum mengonfirmasi penangkapan mereka. Tidak ada hukum di Tiongkok yang mengkriminalisasi Falun Gong, jadi meskipun Hu mengorganisir orang lain untuk mempromosikan Falun Gong, seharusnya dia tidak ditangkap.

Wanita Jilin Berusia 67 Tahun Meninggal Kurang dari Tiga Bulan Setelah Dipenjara Karena Keyakinannya

Detak jantung Wang Xiulian berkisar antara 110-120 denyut per menit (padahal kisaran normalnya adalah 60-100), tetapi pihak berwenang Penjara Wanita Provinsi Jilin tidak mengirimnya ke rumah sakit hingga 10 Mei 2026. Wanita berusia 67 tahun tersebut meninggal pada hari itu, kurang dari tiga bulan setelah masuk penjara.  

Putri Wang mengatakan bahwa ibunya masih dalam keadaan sehat selama kunjungan keluarga terakhir pada April 2026. Pihak penjara menayangkan rekaman Wang "sedang diresusitasi di rumah sakit" dan menyatakan penyebab kematiannya adalah penyakit jantung.

Wang, seorang pensiunan pekerja di Kota Jiaohe, Provinsi Jilin, awalnya ditangkap pada 27 Oktober 2023. Dia dibebaskan dengan jaminan beberapa jam kemudian karena kesehatannya yang buruk. Dia bersembunyi untuk menghindari penganiayaan, kemudian ditangkap pada Juli 2025 di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, yang berjarak lebih dari 2.000 km dari Jiaohe. Dia dijatuhi hukuman tiga setengah tahun pada akhir November 2025 dan dimasukkan ke Penjara Wanita Provinsi Jilin pada 13 Februari 2026.

Penjaga di Divisi Kedelapan menginstruksikan kepala narapidana Li Mingzhu untuk mengawasi Wang. Li memerintahkannya untuk mencela Falun Gong setiap hari dan terus-menerus memarahinya karena dianggap melakukan "pekerjaan buruk."

Wang mengalami detak jantung yang cepat, dan tubuhnya terus gemetar. Li menuduhnya berpura-pura. Para penjaga tidak membawanya ke rumah sakit hingga 10 Mei 2026. Putrinya menduga bahwa ibunya mungkin telah meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Pihak berwenang penjara buru-buru memproses dokumen pembebasan bersyarat medisnya pada hari yang sama. Tidak jelas apakah dokumen tersebut diproses sebelum atau setelah kematiannya.

Kematian Wang mengakhiri penganiayaan yang dialaminya selama beberapa dekade karena keyakinannya. Sebelum hukuman penjara terbarunya, dia menjalani hukuman 3,5 tahun lagi dari Desember 2011 hingga Juni 2015. Uang pensiunnya ditangguhkan pada 2020 dan tidak dipulihkan hingga tahun 2023.

Pria Ningxia Berusia 55 Tahun Meninggal Satu Bulan Sebelum Masa Hukuman Penjara 5 Tahunnya Berakhir, Putrinya Menduga Adanya Tindakan Kejahatan

You Haijun, dari Kabupaten Zhongning, Daerah Otonomi Ningxia Hui, meninggal pada 13 April 2026, satu bulan sebelum masa hukuman penjara lima tahunnya berakhir karena berlatih Falun Gong. Dia berusia 55 tahun.

Penjara Shizuishan mengkremasi jenazah You Haijun pada 19 April, setelah memaksa putrinya untuk menandatangani formulir persetujuan.

 You Haijun dan putrinya (Minghui.org) 

Pihak berwenang penjara menyatakan bahwa You meninggal setelah menderita penyakit jantung koroner dan dua penyakit lainnya. Putrinya mencurigai adanya tindakan kekerasan atau pelanggaran setelah menyaksikan rekaman CCTV, terlebih mengingat reputasi buruk penjara tersebut dalam hal penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.

Pada hari kematiannya, You terlihat makan siang bersama narapidana lain sekitar tengah hari. Seorang narapidana kemudian mengambil mangkuknya dan berjalan keluar dari jangkauan kamera. Sekitar delapan menit kemudian, narapidana tersebut kembali dan mengembalikan mangkuk itu kepada You. You kemudian menghabiskan makanan di mangkuk tersebut. Tidak ada narapidana lain yang mangkuknya diambil selama istirahat makan siang. You meninggal sekitar pukul 3 sore itu.

Putri You menuntut untuk mengetahui penyebab kematian ayahnya. Pihak penjara mengancam akan menahan jenazah jika dia tidak setuju untuk mengkremasinya sesegera mungkin. Setelah baru saja melahirkan empat bulan lalu, wanita muda itu menyerah pada tekanan dan menandatangani formulir persetujuan. Pihak penjara kemudian menguburkan abu You di Kota Yinchuan, bukan di kampung halamannya di Kabupaten Zhongning.

Istri You menceraikannya ketika putri mereka masih bayi. Bayi perempuan itu menderita epilepsi ketika berusia tiga tahun. You mencari banyak pengobatan untuk putrinya, tetapi tidak ada yang berhasil.

Pada 2004, ketika putrinya berusia empat tahun, You mendengar tentang manfaat kesehatan Falun Gong dan mengajarkan latihan tersebut kepada putrinya. Tiga hari kemudian, kejangnya berhenti dan dia sembuh. You juga mulai berlatih Falun Gong sendiri dan asmanya hilang.

Karena memegang teguh keyakinannya, You berulang kali menjadi sasaran. Dia dijatuhi hukuman tiga setengah tahun pada 2014, dan dibebaskan pada 5 November 2016. Setelah penangkapan lain pada 16 Mei 2021, dia dijatuhi hukuman lima tahun pada 13 April 2023. Bandingnya segera ditolak, dan dia dimasukkan ke Penjara Shizuishan pada 2 September 2023. Keluarganya tidak pernah diizinkan untuk mengunjunginya di penjara.

Putri You belum memberi tahu neneknya dari pihak ayah, yang hampir berusia 80 tahun, tentang kematiannya. Wanita lanjut usia itu telah hidup dalam ketakutan selama dua dekade terakhir karena putranya berulang kali menjadi sasaran karena keyakinannya. Cucunya khawatir neneknya tidak akan sanggup menerima kabar duka tersebut.

Keluarga Tidak Diberi Tahu Tentang Kematian Wanita Berusia 77 Tahun di Penjara pada Maret 2023

Ye Wenxiu, 77, meninggal pada Maret 2023, saat menjalani hukuman di Penjara Wanita Kota Chongqing. Pihak penjara tidak memberitahu keluarganya tentang kematiannya atau mengembalikan jenazahnya. Mereka baru mengetahui kematiannya pada akhir masa hukumannya pada April 2024. Hingga hari ini, mereka belum diberi tahu waktu pasti atau penyebab kematiannya.

Ye Wenxiu, ditangkap pada 21 Juni 2017, setelah dia berbicara dengan Lu Anxiang, seorang staf komite jalan setempat, tentang penganiayaan terhadap Falun Gong. Lu menangkap Ye dan memanggil dua rekan staf lainnya. Ketiganya kemudian membawa Ye ke Kantor Polisi Lijiatuo.

Polisi menggeledah Ye sebelum mendatangi rumahnya untuk menyita barang-barang pribadinya. Keesokan harinya, mereka mengumumkan bahwa Ye akan dikenai hukuman tahanan rumah selama enam bulan, yang akan diawasi di Kantor Polisi Tuqiao.

Ye didakwa oleh Kejaksaan Distrik Banan pada 20 September 2017, dan diadili di Pengadilan Distrik Banan pada 27 April 2018. Dia tidak didampingi pengacara, dia memberikan kesaksian untuk membela dirinya sendiri, tetapi hakim yang memimpin persidangan memotong pembicaraannya sebelum dia sempat menyelesaikan pembicaraannya.

Pada 11 Juli 2018, Ye dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara dan denda 6.000 yuan. Sebelumnya, dia telah dijatuhi hukuman tiga tahun pada 12 Februari 2004, dan satu setengah tahun pada 12 Desember 2011.

Karena kondisi kesehatan Ye yang buruk, dia sempat dibebaskan dengan jaminan tidak lama setelah penangkapannya. Pada Oktober 2018, Pengadilan Distrik Banan mengeluarkan perintah yang mengizinkannya menjalani hukuman di rumah selama satu tahun karena tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan lainnya.

Pada 22 April 2021, Ye ditangkap oleh polisi saat membaca buku Falun Gong bersama tiga praktisi lainnya. Dia dibebaskan pada hari yang sama, tetapi ditangkap kembali beberapa jam kemudian dan dimasukkan ke Penjara Wanita Kota Chongqing pada hari berikutnya (23 April) untuk menjalani hukuman penuh selama tiga tahun.

Ye meninggal di penjara pada Maret 2023.

Kematian Tak Lama Setelah Pembebasan

Wanita Penderita Kanker di Tianjin Tidak Dibebaskan dengan Jaminan Hingga Kondisinya Kritis, Meninggal Empat Hari Kemudian

Zhang Rongxiu didiagnosis menderita kanker rahim stadium lanjut saat menjalani hukuman lima tahun. Namun, pihak penjara tidak membebaskannya dengan pembebasan bersyarat sampai kondisinya kritis. Dia meninggal empat hari kemudian, pada 11 April 2026. Warga Tianjin tersebut berusia 60-an tahun.

Zhang mulai berlatih Falun Gong pada bulan Februari 1999. Setelah rezim komunis melancarkan kampanye nasional untuk menentang Falun Gong lima bulan kemudian, dia tetap teguh pada keyakinannya dan berulang kali menjadi sasaran penindasan. Sebelum vonis hukuman terakhirnya, dia telah menjalani tiga masa hukuman penjara di tempat yang sama—Penjara Wanita Tianjin—dengan total sembilan setengah tahun; selama masa penahanan tersebut, dia mengalami penyiksaan, cuci otak, dan pemaksaan konsumsi obat-obatan. Putrinya menduga bahwa Zhang kemungkinan besar mengalami perlakuan kejam serupa selama masa hukuman penjaranya yang keempat.

Penangkapan terakhir Zhang terjadi pada 12 Februari 2020 karena memasang informasi mengenai Falun Gong. Dia sempat ditahan selama satu hari di dalam kurungan besi di kantor polisi setempat. Komputer serta uang kertas bernilai ratusan yuan yang berisi pesan-pesan tentang Falun Gong—sebuah cara untuk menyiasati sensor informasi yang ketat di Tiongkok—disita oleh pihak berwenang. Polisi memeras uang sebesar 10.000 yuan dari keluarganya sebelum mengizinkannya dibebaskan dengan jaminan.

Polisi memanggil Zhang pada 22 September 2020 dan memerintahkannya untuk melapor ke kantor polisi pada 30 September. Karena Zhang tidak datang, mereka berulang kali mengganggunya melalui telepon. Lan Enliang, kepala desa, mengganggunya secara langsung dan memerintahkannya untuk melepaskan Falun Gong. Dia menolak untuk mematuhi perintah tersebut.

Tiga petugas kembali mengganggu Zhang pada akhir Desember 2020 dan memerintahkannya untuk menandatangani pernyataan untuk melepaskan Falun Gong. Mereka mengancam akan menghancurkan masa depan anak-anaknya jika dia tidak menandatanganinya.

Karena Zhang tetap teguh pada keyakinannya, pejabat desa datang ke rumahnya lagi pada 6 Januari 2021 dan mengancam akan mengambil kembali perumahan bersubsidi pemerintah yang diterimanya. Ketika dia tetap menolak untuk mematuhi, dia diberitahu untuk pindah dalam waktu tiga hari.

Polisi kembali mengganggu Zhang beberapa kali pada Juni 2021 dan mengancam akan menahannya kembali jika dia tidak menandatangani pernyataan yang diminta.

Pada malam hari tanggal 10 Agustus 2021, tujuh petugas menerobos masuk ke rumah Zhang dan membawanya ke dalam mobil polisi. Polisi mengancam akan menangkap putrinya, Yu Lan, ketika dia mencoba menghentikan mereka membawa Zhang pergi. Putra dan putri Yu, yang keduanya berusia sekitar 4 tahun, sangat ketakutan oleh kekerasan polisi tersebut.

Zhang dipanggil ke Pengadilan Distrik Nankai pada 9 Desember 2021 dan dijatuhi hukuman lima tahun. Dia dimasukkan ke Penjara Wanita Tianjin pada 24 Agustus 2022. Sekitar Oktober 2024, dia didiagnosis menderita kanker rahim, tetapi pihak penjara menolak untuk membebaskannya. Mereka mengatakan akan memberinya perawatan di sana. Kondisinya terus memburuk, dan akhirnya dia dibebaskan dengan pembebasan bersyarat pada 7 April 2026. Dia meninggal empat hari kemudian.

Menjadi Duda Akibat Penganiayaan Falun Gong, Pria Berusia 71 Tahun Meninggal Delapan Hari Setelah Dibebaskan

Liu Wansheng berada dalam kondisi kritis pada 22 April 2026, ketika dia dibebaskan dari penjara selama enam tahun karena berlatih Falun Gong. Dia meninggal delapan hari kemudian, pada 29 April. Usianya 71 tahun.

Liu, dari Kota Jinzhou, Provinsi Liaoning, masih koma di hari-hari terakhirnya. Hanya ada beberapa saat yang sangat singkat ketika dia tampak mendengar orang-orang terkasihnya berbicara kepadanya, tetapi dia tidak dapat bergerak atau mengucapkan sepatah kata pun. Dia memiliki luka di kedua pergelangan kaki dan pergelangan tangannya, yang mungkin disebabkan oleh pemborgolan dan pengikatan ke tempat tidur di penjara.

 Liu Wansheng (Minghui.org)

Liu Wansheng, empat hari setelah dia dibebaskan. (Minghui.org)

Istri Liu, yang juga seorang praktisi Falun Gong, jatuh sakit setelah Liu dijatuhi hukuman enam tahun pada 2020. Dia merasa terpukul ketika dana pensiun Liu ditangguhkan kemudian. Dia menyerah pada tekanan mental dan meninggal sekitar tahun 2024. Pasangan itu meninggalkan seorang putra tunggal, yang berjuang melawan depresi dan tidak dapat bekerja setelah menyaksikan penganiayaan yang dialami orang tuanya selama bertahun-tahun.

Liu ditangkap pada 23 April 2020, karena berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong di sebuah terminal bus. Polisi menggeledah rumahnya dan menyita barang-barangnya.

Pada hari kedua penangkapan Liu, ayahnya, yang berusia 80-an tahun, pergi untuk meminta pembebasannya, tetapi tidak berhasil. Tiga hari kemudian, pria lanjut usia itu pergi ke kantor polisi setempat lagi. Polisi berkata kepadanya, “Ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini, kami akan menyerahkan kasusnya ke kejaksaan.”

“Terakhir kali” merujuk pada penangkapan Liu sebelumnya pada Januari 2019, juga karena berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong. Polisi membebaskannya segera setelah itu tanpa menuntutnya.

Penangkapan dan penuntutan terhadap Liu memberikan pukulan berat bagi ayahnya yang sudah lanjut usia, yang tak lama kemudian meninggal dunia.

Setelah polisi menyerahkan kasus Liu, Kejaksaan Distrik Linghe menyetujui penangkapannya pada akhir April 2020 dan mendakwanya tidak lama kemudian. Dia diadili melalui sidang virtual oleh Pengadilan Kota Linghai di dalam Pusat Penahanan Kota Jinzhou pada 4 September, sebelum dijatuhi hukuman enam tahun dan denda 10.000 yuan pada 30 September 2020. Dia mengajukan banding ke Pengadilan Menengah Kota Jinzhou, yang memutuskan untuk mempertahankan putusan awalnya.

Liu dibawa ke Penjara Panjin pada Maret 2021 dan kemudian dipindahkan ke Penjara Jinzhou. Karena kondisi yang buruk dan penyiksaan berat di penjara, kesehatannya secara bertahap menurun.

Para penjaga Penjara Jinzhou membawa Liu ke Rumah Sakit Kota Jinzhou pada 23 November 2025. Dia dipulangkan pada pukul 15.00 pada 27 November, namun dilarikan kembali ke ruang gawat darurat (UGD) rumah sakit yang sama tiga jam kemudian. Dia dikembalikan ke penjara pada larut malam. Keluarganya diberitahu tentang rawat inap dan kunjungan ke UGD, tetapi mereka tidak diizinkan untuk mengunjunginya.

Liu dilarikan ke Rumah Sakit Kota Jinzhou lagi pada 12 Desember 2025, setelah kondisinya kritis.

Pria asal Liaoning Meninggal Dua Bulan Setelah Menjalani Hukuman 5 Tahun Penjara karena Berlatih Falun Gong

Zhou Yonglin, dari Kota Linghai, Provinsi Liaoning, meninggal sekitar pukul 01.00 pada 23 Maret 2026. Saat meninggal dunia, dia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara. Dia berusia 75 tahun.

Zhou meninggal hanya 62 hari setelah menyelesaikan hukumannya karena berlatih Falun Gong. Karena dia telah kehilangan kemampuan berbicara saat dibebaskan, keluarganya tidak dapat menemukan cara untuk mengetahui siksaan apa yang dialaminya sebelum dia meninggal. 

 Zhou Yonglin (Minghui.org)

Zhou dan istrinya, Sun Jiping, juga seorang praktisi Falun Gong, ditangkap pada 20 Januari 2021. Dua bulan kemudian, mereka diam-diam dijatuhi hukuman lima tahun penjara dengan denda 10.000 yuan.

Zhou dijebloskan ke Penjara Panjin pada 4 Juli 2021, dan istrinya dijebloskan ke Penjara Wanita Provinsi Liaoning dalam waktu yang tidak diketahui. Putra mereka mengetahui tiga bulan kemudian bahwa Zhou telah dipindahkan ke Divisi 20 Penjara Jinzhou. Putra mereka mengunjungi penjara pada awal tahun 2024 dan memperhatikan Zhou terlihat sangat kurus. Zhou mengatakan bahwa karena dia menolak meninggalkan Falun Gong, dia ditempatkan dibawah pengawasan ketat dan tidak diizinkan membeli kebutuhan sehari-hari.

Seorang petugas penjara menelepon putra Zhou pada Juli 2024, mengabarkan bahwa ayahnya berada di Rumah Sakit Pusat Kota Jinzhou karena "stroke ringan".

Putra Zhou tidak yakin apakah ayahnya benar-benar menderita stroke atau dirawat di rumah sakit akibat cedera akibat penyiksaan. Dia kemudian menerima telepon kembali pada September 2024 dan diberitahu bahwa ayahnya dalam keadaan kritis. Dia segera berangkat ke Rumah Sakit Pusat Kota Jinzhou dan melihat ayahnya yang terlihat sangat kurus di unit perawatan intensif, dengan satu selang yang dimasukkan ke tenggorokkannya untuk membantu pernapasan dan satu selang lagi di hidungnya untuk pemberian makan.

Seorang petugas rumah sakit mengatakan bahwa Zhou telah menjalani trakeotomi. Dia meneteskan air mata namun tidak mampu mengatakan sepatah katapun saat putranya bertanya apakah dia masih mengenalinya.

Pihak berwenang penjara memindahkan Zhou ke Rumah Sakit Penjara Lingyuan pada awal Oktober 2025 dan tidak lagi mengizinkan keluarganya untuk mengunjunginya. Permohonan keluarga agar ia dibebaskan dengan pembebasan bersyarat ditolak.

Zhou dibebaskan pada 20 Januari 2026. Dia menerima perawatan di Rumah Sakit Kota Linghai selama sepuluh hari namun tidak ada perubahan. Dokter mengatakan mereka tidak dapat berbuat banyak untuk membantunya dan menyarankan keluarga membawanya pulang.

Saat istrinya, Sun, masih dalam masa pemulihan dari kondisi kesehatannya yang menurun sebagai akibat penyiksaan yang dialaminya selama di dalam penjara, dia berusaha keras untuk merawat Zhou. Zhou sempat kembali memiliki kejernihan pikiran, namun kondisinya masih lemah. Beberapa hari sebelum meninggal, dia sudah tidak dapat lagi menelan cairan apapun.

Zhou meninggal pada 23 Maret 2026.

Sebelum penangkapan dan pemenjaraan terakhir mereka di tahun 2021, Zhou dan Sun telah berulang kali ditargetkan sejak dimulainya penganiayaan. Mereka berdua dijatuhi hukuman dua tahun kerja paksa pada tahun 2000 saat putra mereka duduk di kelas satu SMA.

Meninggal Setelah Penganiayaan Jangka Panjang

Wanita Shandong Berusia 60-an Meninggal Dunia Sebelum Dijadwalkan Dipindahkan ke Penjara untuk Menjalani Hukuman Tiga Tahun

Zhu Wenlan meninggal pada 25 April 2026, sesaat sebelum dia dijadwalkan masuk penjara untuk menjalani hukuman tiga tahun. Dia berusia 60 tahun.

Zhu Wenlan, seorang pensiunan pekerja rumah sakit di Kabupaten Cao, Provinsi Shandong, sembuh dari penyakit yang dideritanya selama puluhan tahun setelah berlatih Falun Gong. Setelah rezim komunis Tiongkok mulai menganiaya Falun Gong pada Juli 1999, dia tetap teguh pada keyakinannya, dan berulang kali menjadi sasaran.

Hukuman penjaranya bermula dari penangkapannya pada awal Oktober 2025. Petugas polisi dan pejabat komunitas setempat, menggeledah rumah Zhu dan membawanya ke Pusat Penahanan Kota Heze. Heze mengawasi Kabupaten Cao. Polisi mengatakan seseorang telah memotretnya saat membagikan brosur Falun Gong.

Selama dalam tahanan, Zhu mengalami penyiksaan fisik dan mental. Pengadilan Kabupaten Cao menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun kepadanya pada waktu yang tidak diketahui. Saat menunggu pemindahan ke penjara, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya dia tidak lagi mampu berjalan. Baru setelah keluarganya mendesak, polisi membawanya ke rumah sakit.

Tak lama sebelum dijadwalkan masuk ke Penjara Wanita Provinsi Shandong, Zhu meninggal pada 25 April 2026.

Pria Sichuan Berusia 53 Tahun Meninggal Setelah Dianiaya Selama Puluhan Tahun Karena Berlatih Falun Gong

Liu Yingxu, seorang insinyur di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, meninggal pada Mei 2026 setelah menderita stroke. Kematian Liu Yingxu mengakhiri penganiayaan selama beberapa dekade karena berlatih Falun Gong. Dia berusia 53 tahun.

Liu berlatih Falun Gong pada November 1994, saat kuliah di Universitas Teknologi Chongqing. Dia segera pulih dari nefritis, hepatitis, dan gejala sisa gegar otak. Setelah lulus, dia mendapat pekerjaan sebagai asisten insinyur di Pabrik Turbin Dongfang di Kota Mianzhu, Provinsi Sichuan.

Tiga bulan setelah penganiayaan dimulai, Liu pergi ke Beijing untuk memperjuangkan haknya atas kebebasan berkeyakinan. Dia ditangkap dan ditahan di Beijing selama hampir 40 hari sebelum dibawa kembali ke Mianzhu. Pada 30 Desember 1999, dia dijatuhi hukuman kerja paksa selama satu tahun dan dipindahkan ke Kamp Kerja Paksa Xinhua di Mianzhu keesokan harinya.

Atasan Liu memecatnya saat dia sedang menjalani hukuman kerja paksa. Dia mendapatkan pekerjaan lain setelah dibebaskan pada Oktober 2000, kemudian ditangkap kembali di tempat kerja pada 4 Juni 2001. Dia dijebloskan ke Kamp Kerja Paksa Xinhua pada Juli 2001 untuk menjalani masa hukuman dua tahun, yang kemudian diperpanjang selama sepuluh hari karena dia tetap teguh dengan keyakinannya. Polisi berupaya mengirimnya langsung ke pusat pencucian otak setelah masa hukuman berakhir, namun mengalah setelah orang tuanya mengajukan keberatan keras.

Liu melakukan pekerjaan serabutan di Chengdu dan ditangkap pada 14 November 2007. Dia dipindahkan ke Pusat Pencucian Otak Xinjin tiga hari kemudian. Pada 31 Mei 2008, dia dipindahkan ke Pusat Pencucian Otak Jinniu. Dia berhasil melarikan diri pada 20 Juni 2008.

Setelah penangkapan lainnya pada akhir Oktober 2008, Liu dipukul dan ditendang oleh polisi serta diberikan suntikan IV yang tidak diketahui jenisnya. Dia melakukan mogok makan dan kemudian dibebaskan 21 hari kemudian.

Liu bukanlah satu-satunya anggota keluarganya yang menjadi sasaran karena keyakinannya. Orang tuanya dipaksa untuk tinggal bersamanya di pusat pencucian otak beberapa kali. Pasangan itu diperintahkan untuk menonton video yang memfitnah Falun Gong dan "mengubah pendirian" putra mereka. Ibunya pernah berlutut di depannya memohon agar dia meninggalkan keyakinannya. Di lain waktu, dia dipaksa menonton video hingga pukul 1 pagi. Dia tidak sanggup menanggung tekanan lagi dan hampir melompat dari jendela. Penjaga pusat pencucian otak masih mengancam akan menahan dia dan suaminya di sana sampai putra mereka meninggalkan keyakinannya.

Tunangan Liu memutuskan hubungan dengannya karena tekanan. Kerabatnya menjauhinya karena takut terlibat dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Selama tahun-tahun terakhirnya, Liu juga sering menghadapi pelecehan dari polisi. Polisi bahkan menekan atasannya untuk memecatnya. Ketika bepergian dengan kereta api, dia diinterogasi berkali-kali setelah diketahui berlatih Falun Gong selama pemeriksaan keamanan. Ketika dia menginap di hotel, polisi menyusulnya ke sana untuk melakukan pemeriksaan.

Dahulu, Liu pernah bekerja serabutan di Kota Qionglai, Provinsi Sichuan. Polisi disana menuntut untuk mengetahui nomor telepon pemilik rumahnya. Mereka juga menebang pohon-pohon di luar apartemennya, sehingga unit apartemennya terlihat kamera pengawas. Polisi menekan atasannya saat itu untuk memecatnya, dan menyuruh petugas keamanan di tempat kerjanya untuk diam-diam memotretnya.

Liu kemudian kembali ke Chengdu. Kesehatannya terus memburuk karena penganiayaan tanpa henti. Dia dirawat di rumah sakit pada April 2026 dan mengalami stroke pada bulan berikutnya. Tak lama dia meninggal setelahnya.

Wanita Jilin Berusia 61 Tahun Meninggal Dunia Saat Hidup Terlantar untuk Menghindari Penangkapan Karena

Guo Xiaoxia, dari Kota Songyuan, Provinsi Jilin, meninggal pada 9 April 2026, saat hidup dalam pengungsian, untuk menghindari penangkapan karena keyakinannya pada Falun Gong. Dia berusia 61 tahun.

Guo Xiaoxia mengakui bahwa Falun Gong, yang mulai dia latih pada 1998, telah mengubahnya menjadi pribadi yang lebih tenang, baik hati, dan mempertimbangkan orang laim. Pada Oktober 1999, tiga bulan setelah penganiayaan dimulai, dia pergi ke Beijing mengajukan banding untuk kebebasan berkeyakinan. Dia ditangkap, dikawal kembali ke Songyuan, dan ditahan di pusat penahanan setempat selama satu bulan.

Polisi setempat menggedor pintu rumah Guo di tengah malam pada bulan Desember 2000. Dia melarikan diri dari halaman tetangganya dan hidup dalam pengungsian. Dia ditangkap bersama praktisi Falun Gong lainnya, Wang Qingfu, pada 17 April 2006, oleh petugas dari Departemen Kepolisian Kota Songyuan. Sekretaris politik Zhao memerintahkan beberapa petugas untuk memukuli mereka dengan brutal di kantor polisi. Seorang petugas menampar wajah Guo dengan keras dan membakar wajahnya dengan nyala api.

Guo dibawa ke Pusat Penahanan Kota Songyuan sekitar jam 11 malam. Guo melakukan mogok makan sebagai bentuk protes, dan diikat pada alat penyiksaan ranjang kematian (lihat gambar di bawah) dan dicekok paksa makan.

Ilustrasi penyiksaan: Ranjang kematian (Minghui.org) 

Delapan hari kemudian, Guo menunjukkan kondisi jantung yang parah, tetapi tetap dipindahkan ke Kamp Kerja Paksa Heizuizi di Changchun (ibu kota Provinsi Jilin) untuk menjalani hukuman dua tahun. Di sana, dia menghadapi penyiksaan yang lebih parah. Penjaga memaksanya untuk duduk di bangku kecil selama berjam-jam setiap hari, dan memerintahkannya untuk meninggalkan Falun Gong.

Petugas dari Kantor Keamanan Dalam Negeri Distrik Ningjiang kembali menangkap Guo pada 14 Desember 2020. Tekanan darah sistoliknya tercatat lebih dari 200 mmHg (padahal kisaran normalnya adalah 120 atau lebih rendah) pada saat itu, dan pusat penahanan setempat menolak untuk menerimanya.

Kemudian, Guo dibawa ke rumah sakit dan ditahan di ruang isolasi, di mana tiga petugas mengawasinya sepanjang waktu. Mereka memborgolnya di malam hari dan hanya melepaskan borgolnya di siang hari ketika dia diberi suntikan infus. Dia berhasil melarikan diri dari rumah sakit suatu hari ketika polisi lengah.

Polisi memasukkan Guo ke dalam daftar pencarian orang, sehingga dia terpaksa kembali hidup berpindah-pindah untuk menghindari penangkapan. Seorang praktisi membantu mengabarkan perihal persembunyiannya kepada putri Guo. Meskipun praktisi tersebut menggunakan telepon milik orang asing untuk melakukan panggilan itu, dia tak lama kemudian ditangkap karena polisi telah menyadap telepon putri Guo. Dia pun diinterogasi dan ditahan selama beberapa hari.

Selama beberapa tahun berikutnya, Guo berpindah-pindah tempat, tetapi dia tidak berhasil mendapatkan pekerjaan atau menggunakan transportasi umum. Pada Januari 2026, dia mengalami demam dan batuk berkepanjangan, dan kondisinya terus memburuk. Keluarganya membawanya ke rumah sakit yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Songyuan, karena takut dia akan dilacak oleh polisi setempat. Dia meninggal pada 9 April 2026.